Pertalian sahabat dengan keluarga Kurniawan dijembatani oleh hubungan erat antara Ayah dengan keluarga besar Kurniawan asal Semarang pada tahun 1986, ketika Ayah memberikan bimbingan kelas kesehatan holistik klasik timur “Meditation and Qigong”. Pada tahun 2000 , Ayah bergabung dengan Pak Hendrik Kurniawan (Gao Xiao Feng) di laboratorium Spektroskopi Terapan Universitas Indonesia, Jakarta. Di tahun 2003, mereka bersepakat untuk mendirikan “Maju Makmur Mandiri (disingkat MMM) Research Center” untuk melakukan penelitian dibidang teknologi laser dan aplikasinya dibidang analisa elementer.
Diluar dunia penelitian, kedua sahabat ini tetap menjalankan pekerjaan masing-masing yang masih memiliki hubungan erat dalam lintasan ruang ilmu. Kebersamaan dalam berinteraksi, berbagi suka dan duka dalam kehidupan sehari hari, menjadi perekat bagi kedua keluarga dan secara tidak langsung mengkondisikan mereka menjadi tombak inspirator, motivator dan komunikator lintas generasi.
Pak Hendrik adalah pembimbing saya dibidang penelitian spektroskopi laser sejak tahun 2005. Ia telah membuka lebar pintu kehidupan akademis dan penelitian dalam pengabdian keilmuannya. Pak Hendrik juga paman dari kakak-adik dua bersaudara Mellissa Kurniawan dan Davy Putra Kurniawan yang merupakan teman baik saya.
Mellissa Kurniawan (Gao Ke Xin) adalah anak dari pasangan Gao Yun Qi (62) dan Chen Mei Ya (62), dilahirkan di hari Selasa Juli 1983 .Lulusan SMA Regina Pacis Jakarta 2001, Sarjana Kedokteran UNDIP Semarang 2005, dan lulus ujian program Profesi Kedokteran 2007. Pada tanggal 10 Desember 2011 dinyatakan lulus ujian program spesialisasinya dari Universitas Diponegoro sebagai Dokter Spesialis Radiologi.
Adiknya, Davy Putra Kurniawan (Gao Shu Qun) lahir di hari Minggu bulan Maret tahun 1986. Lulus SMA The British International School Jakarta tahun 2004 dengan nilai IB (International Baccalaureate) 43, menjadikannya sebagai orang Indonesia pertama yang mendapatkan beasiswa Jardine untuk kuliah di Universitas Cambrige, Inggris. Pada tanggal 27 Juni 2008 ia diwisuda sebagai Master of Science dibidang Biochemistry dan pada Oktober 2012 mendatang di harapkan dapat menyandang gelar Doktor dibidang yang sama.
Ayah berpesan, “Jagalah hubungan persahabatan antar keluarga ini sebagai pondasi kebersamaan membangun cita-cita kehidupan yang sukses dan pasti dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan dimasa depan dan teruskan tradisi tali persahabatan ini hingga lintas generasi.”
Kamis, 15 Desember 2011
Persahabatan
Minggu, 11 Desember 2011
Teman kakak

Minggu, 04 Desember 2011
Kekayaan “FU HUI “
Dari waktu ke waktu, apa yang dicari dan dipertarungkan oleh manusia dalam kehidupannya ? kekayaan dalam kesuksesan dan kepuasan yang medambakan dirinya.
Kekayaan terdapat 2 katagori yaitu terikat dan tak terikat pada jiwa raga manusia didunia nyata dan akhirat. Katagori terikat adalah keilmuan, kejatian dan keakuan, yang tak terikat adalah harta takhta dan wanita (cinta). Hal yang ini selalu menjadi momok kehidupan manusia yang dramatis dan penuh risau, galau dan kacau, yang dikarenakan kekayaan tersebut diburu dengan kerekayasaan ,kepalsuan dan kemunafikan . Marilah kita merenung jauh .
Keilmuan waktu ke wanktu bertambah
Kejatian waktu ke waktu berkurang
Apa jadinya?
Hai manusia
Kekayaan penuh kerisauan
Tanpa pasti hidup kedamaian
Keilmuan waktu ke wanktu bertambah
Keakuan waktu ke waktu berkurang
Apa artinya?
Hai manusia
Kehidupan penuh kesehajaan
Tanpa pamrih hidup kebersamaan
Kehidupan berjalan tanpa rekayasa
Keabdian berjalan tanpa kepentingan
Hai manusia!
Kodrat alam semestra
Kehidupan penuh kesimpatian
Tanpa noda hidup kecapaian
Kehidupan berjalan terus berkembang
Keabdian berjalan terus bertumbuh
Hai manusia!
Kodrat alam semesta
Kekayaan bukan untuk keakuan
Kehidupan bukan milik keakuan
Inilah kekayaan sang sejati “Fu hui”
Inilah kehidupan sang pemimpin “Dang jia”
Kamis, 01 Desember 2011
Kekukuhan “Lì zhènɡ”
Berjinjit tinggi
Menopang jauh
Berbentang jauh
Melangkah depan
Beraksi depan
Mencitra tenar
Berpandang tenar
Menuntut pahala
Ini tidak kukuh
Karena tidak
Berdiri tegak
Berjalan mantap
Berkarya nyata
Berbijak moral
Itu bukan tokoh
Karena selalu
Ketinggian pandang
Kejauhan langkah
Ketenaran citra
Kebenaran diri
Tokoh yang kukuh
Berpijak pada
Ketegakan berdiri
Kemantapan berlangkah
Kenyataan berkarya
Kemoralan berbijak
Jumat, 04 November 2011
Kejujuran Cheng Dao
Negeriku yang indah pesona,subur makmur,aman nyaman,kaya raya juga dengan budaya kultur tata krama tinggi, Terakhir ini peristiwa-peristiwa telah mengoyak jiwa batin kebangsaanku oleh ulah segelintir manusia yang sombong ,tamak, bodoh dengan skenario kebohongan publik demi citra diri dan kekuasaan. Inilah cermin yang tertera,moral kejujuran telah runtuh
Bang Genphot (nama samaran) mencoba cari kata jujur “Cheng” dalam “Hanyu” berpendapat “Cheng” adalah ucapan yang menjadi kenyataan. Kejujuran “Cheng Dao” yaitu sebuah tindakan kebajikan yang adil dan berani dalam menjalankan amanah kehidupan manusia bermoral ,yang menjadi panutan bagi generasi temurunnya
Bang Genphot dengan ini mencoba menuturkan secara bebas dan sempit Bab 54 kitab Dao De Jing ( Laozi 580SM ~500SM ), dalam pemahaman kejujuran seperti berikut :
Kejujuran:
Yang terbangun teguh tak tergoyah
Yang tergenggam erat tak terlepas
Terbinalah kebajikan
Yang terlestari tumbuh termurun
Kejujuran
Dibangun dalam diriku
Menjadi kebenaran dan keberanian
Dibangun dalam keluargaku
Menjadi kelimpahan dan keharmonisan
Dibangun dalam desaku
Menjadi bersemi dan tubuh subur
Dibangun dalam negeriku
Menjadi keberkembang dan kuat makmur
Dibangun dalam rakyatku
Menjadi kebersamaan dan adil sejahtera
Oh, ini sebuah kecerminan
Yang tertera di diriku
Menjadi nilai orang lain
Yang terlihat di keluargaku
Merjadi contoh keluarga lain
Yang terpandang di kampungku
menjadi gambar kampung lain
Yang terkesan di negeriku
menjadi banding negeri lain
Yang terasa di rakyatku
Menjadi kekuatan semesta
Oh, ini sebuah cermin
Kehidupan anak manusia
Kejujuran dalam kebajikan
Kejujuran dalam keaklakan
Seorang anak manusia mempunyai kewajiban mengetahui makna dan arti kehidupan yang sebenarnya dengan mengenal jatidiri dalam “kejujuran”.
Kejujuran adalah kunci untuk membuka pintu mengenal dirimu sebelum mengenal tuhanmu.
Seorang anak bangsa menemukan jatidirinya dalam kejujuran”Cheng Dao” maka akan merasakan kebenaran dan keadilan masing terdapat disisinya.
Kamis, 03 November 2011
Bisikan Kapak Batu
Kapak Batu (Gigi Geledek) terdiri dari beragam jenis yakni kapak genggam, kapak lonjong, beliung persegi, belincung berpunggung. Ini merupakan senjata dan peralatan manusia Prasejarah (zaman Batu)dalam beradaptasi terhadap lingkungan kehidupannya. Proses panjang perkembangan awal keajaiban sejarah budaya manusia dalam perjalanan evolusi di zaman batu mencakup ,
1.Periode Zaman Batu Paleolitik (2 juta – 25.000 th)
2.Periode Zaman Batu Mesolitik (25.000 – 10.000 th)
3.Periode Zaman Batu Neolitik(10.000 –5.000 th)
Manusia Prasejarah dipaparan Sunda umumnya menggunakan kapak batu dari jenis Rijang dan Kalsedon, yang mencatat proses mata rantai perjalanan sejarah evolusi zaman Batu dalam kehidupan nyata dimasa silam.
Batu Rijang (Batu Api), dalam bahasa keren disebut “ Chert”, “ Flint” adalah batuan endapan (sedimen) Silika Kriptokritalin dengan permukaan licin dan umumnya ditemukan dalam bentuk nodul pada bantalan endapan gamping (Limestone) yaitu kapur, lahar, serta batuan endapan laut dalam yang didasari isi kandungan fosil(seperti plankton) di zaman Pratesier (80 - 60juta th) atau batuan kuarsa dari perselingan bentuk Silika dari kekusaman Kalsedon pada batuan Karbonat.
Batu Rijang pada umumnya berwarna kelabu, biru, hitam dan coklat tua kemerahan dikarenakan faktor perselingan endapan dari warna batu gamping, lempung, atau lanau oleh fosilan yang terkandung unsur Fe .Batu tersebut dapat menyerupai Batu Jasper.
Batu dan batuan telah menjadi bagian yang mengikat kehidupan budaya manusia. Prosesnya berkembang maju menjadi cikal bakal alur berpikir suatu falsafah yang disebut “Shi Dao” ,“ Jalan Batu”, “Stone way” dari bentuk budaya bangsa klasik di dunia seperti budaya “ Tanya Batu”, “Renung Batu”, dan “ Jadi Batu”, sebagai bentuk aktualisasi jati diri manusia terhadap keholistikan hidup di alam semesta.
Budaya penganut pemikiran “Jalan Batu” yang disenyawakan menjadi bagian hidup “Ilmu Slamet”, “Ngelmu Batin meneropong keberadaan kondisi alam, sosial, serta manusia dalam mencari solusi konsep keselamatan, kedinamisan, keseimbangan, kekekalan, sebagai mata rantai kehidupan. Demikian juga penerapan nilai hidup sehat jiwa dan raga serta terapinya.
Artikel Favorit dalam 1 minggu
-
Telah lama saya menghilang. Dan inilah momen yang terbaik saya untuk kembali ke dunia blog ini. Sebagai hadiah untuk ajang kembalinya diri s...
-
“ Tunjangan peneliti naik ” di harapkan memacu kreativatis dan inovasi para peneliti, sehinga bangsa ini semakin pencaya diri untuk mandir...
-
Hadiah Nobel dianug e rahkan setiap tahun sejak tahun 1901 dan terbagi dalam 5 bidang . P ada tahun 1969 ditambah bidang sosial ekonomi ...
-
Pertalian sahabat dengan keluarga Kurniawan dijembatani oleh hubungan erat antara Ayah dengan keluarga besar Kurniawan asal Semarang pada ta...
-
Berjinjit tinggi Menopang jauh Berbentang jauh Melan...
-
Pada tahun 1977 Universitas Indonesia (UI) mendirikan program studi Pasca Sarjana Opto-Elektroteknika dan Aplikasi Laser (OEAL). Ditahun 198...
-
Diatas pintu masuk rumah kediaman sahabat Jepang ku, terdapat sebuah cermin kecil yang berhuruf “Yi Shan” ,kiranya mempunyai makna sebagai b...
-
Sabtu Legi - 15 Oktober 2011 di Jakarta Convention Center, kakakku Eileen Sukra (31thn.) diwisuda sebagai lulusan berpredikat Cum Laude pada...
