Tampilkan postingan dengan label Tips and tricks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and tricks. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Februari 2011

Saya Menulis Dengan Cahaya

"Saya menulis dengan Cahaya", Andre Kerteze, American, 1894-1985

Sesuatu yang tidak masuk akal pada awalnya, bagaimana mungkin saya menulis dengan cahaya. Akan tetapi, setelah kupikir lebih dalam ternyata benar bahwa saya menulis dengan cahaya dan kalimat tersebut sangatlah menggambarkan diri saya.

Untuk para fotografer dan saya yang menyukai fotografi, pernyataan diatas sangatlah nyata karena gambar yang dihasilkan dari kamera merupakan cahaya yang dipantulkan atau dipancarkan oleh obyek, kemudian masuk ke dalam kamera dan diproses untuk menciptakan sebuah citra atau gambar. Berbicara soal fotografer ternyata inilah pekerjaanya Andre Kerteze, seseorang yang dianggap salah satu tokoh dalam foto jurnalistik dan telah memberikan banyak kontribusi dalam komposisi foto dan esai foto (photo essay).


Sebelum berlanjut, saya ingin mendeskripsikan mengapa "saya menulis dengan cahaya" sangatlah menggambarkan diri saya. Saat ini yang kupelajari adalah laser spectroscopy yang mana ketika laser ditembakan ke sebuah material, maka akan tercipta sebuah plasma. Cahaya dari plasma ditangkap dan kemudian oleh software komputer dideskripsikan panjang gelombang apa saja yang muncul. Dari panjang gelombang tersebut saya dapat melihat element apa saja terkandung dari material tersebut.

OK... Sekarang kita kembali ke topik "saya menulis dengan cahaya". Apakah saat ini ada cahaya yang membuatmu bisa membaca tulisan ini? Apakah saat anda mengerjakan sebuah pekerjaan seperti menulis, ada cahaya yang menerangi? Jangan bilang, saya bisa melakukannya tanpa cahaya seperti mengetik di depan komputer karena layar komputerpun menghasilkan cahaya. Jika tidak ada cahaya alias gelap gulita, apa kata dunia?

Kita haruslah bersyukur bahwa masih ada cahaya matahari di siang hari. Kita juga harus bersyukur karena ada manusia yang bernama Thomas Alva Edison sehingga kita dapat merasakan namanya cahaya lampu di malam hari.

Ada hal yang menarik dari cahaya lampu (bohlam) yang diciptakan oleh Thomas Alva Edison. Bukan tentang jumlah material yang diujicobakan untuk menciptakan bohlam lampu ini, karena itu hanyalah ucapan para motivator untuk memotivasi manusia yang malas (manusia berkarakter kerbau).

Pertama adalah konsep dasar dari penciptaan bohlam lampu yaitu fenomena hambatan listrik. Arus listrik dialirkan pada sebuah materi yang menyebabkan materi tersebut memanas dan akhirnya bersinar, memberikan cahaya. Kedua adalah masalah dalam penciptaan bohlam lampu tersebut. Masalah pertama adalah filamen yang dialiri arus listrik tidak tahan panas dan terbakar atau meleleh jika terbuat dari logam. Masalah kedua, kondisi diatas akan selalu terjadi dalam hitungan detik atau menit jika dilakukan di udara terbuka. Sehingga untuk memecahkan permasalahan ini, Thomas Alva Edison menyelubungi atau menyegel filamen dalam bola kaca yang mana oksigen yang ada di dalamnya dipompa keluar sehingga tercipta ruang hampa dan menyebabkan filamen dapat menahan panas dengan lebih baik.

Maaf jika hal tersebut tidak menarik bagi kalian karena bagiku inilah inti dari terciptanya sebuah bohlam lampu yang menjadi cahaya di malam hari.


Robert Freidel, seseorang yang menulis buku Edison's Electric Light pernah menyatakan sesuatu tentang bohlam lampu.

"Ini adalah jenis ciptaan yang membentuk ulang dunia,
dan cara orang memandang akan sebuah kemungkinan di dunia"

Jadi tahu khan, kenapa ketika orang menemukan ide selalu identik dengan lampu yang menyala.

"Saya menulis dengan cahaya". Hanya ada kata, saya suka dengan kalimat "saya menulis dengan cahaya"

Enjoy, peace and love from Sukra

Referensi:
Philbin Tom, "The 100 Greatest Inventions", PT Bhuana Ilmu Populer, Jakarta, 2010

Read More......

Selasa, 08 Februari 2011

Aku dan Aku

"Aku adalah aku" mungkin telah sering didengar tetapi "aku dan aku".

Pekerjaan telah selesai dan malampun telah tiba. Apa yang bisa kulakukan? Chatting, e-mail browsing, facebook semuanya telah kulakukan. Kulihat-lihat sekelilingku yang ada hanyalah buku dan komputer.... Tunggu dulu, ada papan catur di atas lemari. Tapiii, dengan siapakah aku bermain?

Daripada itu papan catur rusak tapi belum pernah kusentuh, akhirnya kuberanikan diri untuk membukanya, menyusunnya layaknya seperti seseorang yang ingin bermain. Yak, siap dan aku pegang warna hitam. Dan siapakah yang pegang warna putih? Yahhhh, aku-lah.... Jadi, inilah asal mulanya "aku dan aku".

Berbekal ilmu dari grandmaster Utut (hihihi dahulu pas sd belajarnya), kuawali langkahku dengan pembukaan Spanyol. Pion (budak) melangkah maju, kemudian kuda, gajah dan seterusnya... Mungkin ini adalah hal bodoh yang pernah kulakukan, bermain sendiri yang tentunya langkah selanjutnya telah kuketahui dan seharusnya saya tahu bagaimana caranya memenangkan pertarungan ini yang mana kupegang buah berwarna hitam.

Lucunya dalam permainan ini, aku bisa mengulang layaknya seseorang yang baru belajar bermain. Gak habis mikir, bagaimana aku yang sedang memainkan permainanku sendiri bisa dalam keadaan terdesak. Dan parahnya aku kalah dalam permainan yang gak jelas ini.


Mungkin aku sudah gila, karena setelah kekalahan ini aku malah tertawa. Coba bayangkan, aku melawan diri sendiri saja kalah apalagi melawan diri orang lain. Didalam permainan ini aku boleh mengulang untuk memilih langkah yang terbaik, tetap saja aku kalah.

Tapi tahukah dalam kekalahan ini, aku mengetahui lebih banyak "akibat" yang kulakukan dari langkah yang kujalani daripada ketika aku bermain dengan orang lain. Mungkin inilah yang dilakukan oleh mereka, orang yang sukses. Melakukan hal bodoh yaitu menguji dirinya sendiri, tak peduli kalah atau menang yang terpenting adalah mengetahui seberapa banyak kelemahan dan menutupinya. Langkah terbaik belum tentu membawa kemenangan tapi kesalahan juga belum tentu membawa diri pada kegagalan.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Minggu, 21 Juni 2009

Tampan dan Cantik Sepanjang Masa

Di zaman metropolitan, wanita selalu ingin tampil menarik. Eitsss... Jangan salah pria juga ingin tapi hal ini kurang menonjol karena media telekomunikasi saat ini lebih menunjukan perawatan untuk wanita. Jadi dalam kesempatan ini, saya mencari seseorang yang mempu menjawab rahasia awet muda (anti ketuaan) bagi pria maupun wanita tanpa diskriminasi. Banyak yang menyebutnya dengan Ny. Kamaratih Sridewi (nama samaran) padahal setahu saya sudah angkatan nenek saya. Hihihi...

Teori dasar (sudah seperti kuliah saja): Manusia takut tua, padahal yang ditakuti adalah ketuaan, sehingga dicari anti ketuaan. Tua adalah sebuah proses alam baik secara fisiologi, psikologi dan internal tubuh yang terus berjalan secara umum dan sistimatik. Ketuaan adalah sebuah keluahan atau penyakit yang umumnya timbul pada usia tua seperti pikun, perubahan pada kulit (keriput), rambut (menjadi putih), mata (mulai rabun), pendengaran, alat gerak tubuh, gigi, dll. Anti ketuaan yaitu merawat kesehatan dengan beradaptasi secara natural yang logis, serasi, nyaman dan benar guna tercapainya kesehatan dan kehidupan yang bermakna.

Ketuaan terjadi tentu ada penyebabnya antara lain:

  • Faktor kesehatan gen keturunan.
  • Ransangan fungsi organ tubuh akibat emosi yang tidak seimbang sehingga menyebabkan metabolisme yang tidak seimbang.
  • Kerusakan fungsi atau organ tubuh akibat sebuah kejadian atau penyakit.
  • Kelelahan karena menggunakan tubuh hingga melewati ambang batas.
  • Faktor-faktor kesehatan seperti kesehatan lingkungan sosial, pola hidup, lingkungan alam, dll.
Langkah awal dalam anti ketuaan adalah kesehatan pola hidup yaitu kerja, makan, minum, tinggal, tidur, olahraga, liburan, dan penggunaan alat elektronik yang seimbang dalam menjaga kesehatan tubuh, jiwa dan panca indra. Anti ketuaan yang disarankan oleh Ny. Kamaratih Sridewi antara lain:
  • Kesehatan dengan olahraga seperti senam, Qi Gong, yoga dan meditasi yang benar dan teruji.
  • Moksibasi (titik K1, Ren 8, S36) dan akupuntur (titik L14, Liv3, Li11,Sp6,P6, G34, Tu20).
  • Ramuan herbal seperi Rhizoma cyperi, Rhizoma curcuma xanthorrhiza, Radix et Rhizoma glyrrhizae.
  • Konsumsi air minum sehat secara teratur dan pola makan yang seimbang.
Jadi pada umumnya terapi anti ketuaan adalah rekayasa pada sebagian dari tubuh lokal. Yang mana, anti ketuaan tersebut lebih mengutamakan penampilan, wajah dan kulit bukan pada kesehatan pola hidup yang sehat secara keseluruhan.

Terapi anti ketuaan yang baik dan benar adalah mengikuti pola hidup seperti yang dituliskan diatas dan bila ingin berlanjut haruslah ditangani oleh konsultan ahli karena akan dilakukan pendekatan secara holistik dan personal. Hal ini dilakukan untuk menentukan cara bagaimana menetralisasi racun di tubuh dan jiwa, serta membangun daya sistim pertahanan tubuh untuk melestarikan sistim organ dan fungsi tubuh secara keseluruhan untuk tercapainya usia yang panjang dan kehidupan yang sehat dan dinamis.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi foto: http://img181.exs.cx/img181/9018/shinta8tl.jpg

Read More......

Jumat, 15 Mei 2009

Mempengaruhi Audiens

Sebuah pertanyaan timbul ketika saya menghadiri seminar internasional ICONES ( International Conference on Natural and Environmental Sciences) 2009 yang merupakan acara yang diadakan pada 6-8 Mei yang lalu sebagai perayaan ulang tahun MIPA Universitas Syah Kuala yang ke 50 di Aceh. Bagaimana audiens bisa mendengar, memperhatikan, dan mengerti apa yang disampaikan oleh pembicara.

Secara umum, hal yang wajib dalam presentasi adalah mempersiapkan diri sebaik, mungkin dimulai dari pemilihan topik yang akan disampaikan, penguasaan bahan, dan cara bicara atau bahkan penampilan. Setelah melihat seminar tersebut, saya sadar walau keseluruhannya sudah dipersiapkan, kemungkinan tidak berjalan sesuai dengan keinginan selalu ada.

Mungkin banyak orang yakin presentasi adalah hal yang mudah bagi mereka, tapi menurut saya itu keliru, yang pasti adalah sulit dan penuh tantangan. Hal yang harus diingat, ini bukan seminar motivasi yang bersifat umum (karena setiap insan harus memilikinya untuk melakukan sesuatu) sehingga audiens-nya dapat dianggap homogen, melainkan seminar akan ilmu pengetahuan yang tentu orang yang hadir memiliki latar belakang, kemampuan dan keinginan yang berbeda (heterogen). Satu lagi yang membuat presentasi ini semakin sulit yaitu topik yang dibawakan adalah topik khusus yang mana kemungkinan besar hanya beberapa orang saja yang mengerti (jika audiens tidak dikelompokan).

Jadi apa yang harus dilakukan dalam presentasi seminar ini selain persiapan diri yang matang? Inilah buah dari hasil pemikiran saya:

  • Tariklah perhatian audiens dengan memberikan sesatu yang berbeda dari biasanya dan menarik. Jika perhatiannya tidak dapat direbut berarti keberadaannya dapat dianggap tidak ada.
  • Bawalah hati mereka ke dalam topik dengan menunjukan keuntungan apa yang diperoleh (dari bahan yang dipresentasikan). Menurut saya lebih baik menunjukan masalah yang terjadi, apabila hal tersebut (yang dipresentasikan) tidak ada. Berdasarkan pengamatan saya, masyarakat Indonesia banyak yang "nakal" dengan kata lain mereka sering mengabaikan nasihat sebelum menerima akibatnya. Jadi gunakan akibat bukan keuntungan untuk merebut hati.
  • Manjakan mata dan telinga mereka dengan menunjukan banyak gambar dan film. Hal ini dapat berguna karena daya tarik dan daya goda yang lebih kuat daripada tulisan yang terbukti dari malasnya orang untuk membaca.
Mungkin ini yang terlintas dari pikiran saya. Ada pendapat lain?

Catatan khusus: Dalam acara ini, saya mengikuti seminar yang dibawakan oleh Prof. Dr. E. Brenny van Groesen dari University of Twente Netherlands, Prof. Kiichiro Kagawa dari University of FUKUI Japan, Dr. Koo Hendrik Kurniawan FRSC dari Maju Makmur Mandiri Research Centre. Disamping itu saya juga bertemu rekan riset "Laser Spectroscopy" dari Universitas Syiah Kuala yaitu Dr Syahrun Nur Abdulmajid, Dr Narsullah Idris, dan Dr Muliadi Ramli.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Minggu, 19 April 2009

Kenapa Harus Belajar?

"Tong Kosong Nyaring Bunyinya"

Orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu. Bagaimana orang yang berpakaian rapi atau yang bergaya imam? Apakah mereka memiliki pengetahuan yang patut dibanggakan atau benar imam? Karena selama ini orang yang berpenampilan sederhanalah yang sering dapat acungan jempol dari saya.

Setelah olahraga jalan pagi, saya mampir ke sebuah warung kopi. Disana saya bertemu dengan Kongbaba dan bertanya "sedang baca koran apa?" Kongbaba menjawab: saya lagi baca koran Republika dan koran Guo Ji Ri Bao.

Penasaran mengapa kedua koran tersebut yang dipilih? Saya menulis ini bukan ingin mempromosikan koran tersebut yah.

Koran republika yang umumnya dibaca oleh kaum muslim yang mana pemberitaannya luas, obyektif dan sejuk. Serta memiliki halaman "Khazanah" yang merupakan cerita tentang dunia ilmu pengetahuan, para cendikiawan muslim dan sejarah perkembangannya. Selain itu di hari Minggu memiliki halaman khusus mingguan "Islam Digest". Sehingga media ini menunjukan bahwa muslim adalah kaum cendikiawan yang beriman.

Harian Guo Ji Ri Bao adalah koran Indonesia yang berbahasa Tionghoa yang mana peminatnya adalah kaum minoritas Tionghoa perantauan dan totok Xing Ke. Berita yang disampaikan bernuansa China dan tentang pemberitaan para tokoh etnik Tionghoa yang mana pada umumnya memiliki masa lalu yang guram dan kaya, pada saat ini menjadi tokoh politik oportunis, tokoh organisasi atau lembaga dagang, sosial,budaya dan pendidikan yang mana mendambakan negara yang menjadi impiannya.

Hubungannya koran tersebut dengan belajar sebetulnya tidak begitu nyata. Hal yang pasti, koran adalah salah satu media yang sederhana tapi dengan membacanya maka manusia akan terus belajar dan belajar. Pada saat Kongbaba menjelaskan kenapa memilih koran tersebut, saya teringat akan beberapa petunjuk yang ada pada Hadits, dan Lun Yu yang dapat digunakan sebagai renungan.

Renungan tentang "belajar" yang dipetik dari Hadits (dari Buku Pintar Hadits, Syamsul Rijal Harid, BIP, Agustus 2008):
  • 201: Tidak pantas bagi orang bodoh mendiamkan kebodohannya.
  • 202: Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.
  • 204: Jika engkau pergi lalu mempelajarinya suatu bab ilmu yang dapat diamalkan adalah lebih baik bagimu dibandingkan sholat seribu roka'at.
  • 205: Belajar ilmu itu menghapus dosa-dosa besar dan belajar Al Qur-an itu menambah pengertian akan agama.
  • 206: Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh mempermudah baginya suatu jalan menuju surga.
Renungan tentang "belajar" dari bab Lun Yu yang membuat saya kurang mengerti:
  • Bab 14 pasal 24: Dahulu belajar untuk meningkatkan diri sendiri. Sekarang belajar untuk memperlihatkannya kepada orang lain.
  • Bab 8 pasal 9: Rakyat hanya melaksanakan apa yang boleh dilakukannya dan tidak boleh mengetahui apa yang boleh diketahuinya.
Marilah kita bersama belajar dan jadikan negara ini menjadi maju dan makmur. Menjadi seorang pemimpin yang pintar, bijak, berani, tidak munafik, dan tidak membohongi rakyat.

Ini adalah bab 9 pasal 29 dari bab Lun Yu yang menarik perhatian saya:

Orang pintar tidak dilamun kebimbangan
Orang bijak tidak dilanda kemurungan
Orang berani tidak dirundung ketakutan

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://studyprof.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/study-stuff.jpg

Read More......

Kamis, 02 April 2009

Permainan Catur

Melihat catur mengingatkan saya akan sebuah hobi di masa bangku sekolah (SD hingga SMA, zaman handphone dan komputer adalah barang super mewah). Saya menjadi jagoan dan sulit ditaklukan, itulah yang saya rasakan. Tapi hal tersebut telah menjadi kisah lama karena saya sadar sehebat-hebatnya manusia masih ada yang lebih hebat.

Suatu ketika, saya melihat sebuah permainan catur internasional yang menggunakan peraturan sedemikian rupa. Disini saya merasakan banyak pesan yang dapat dijadikan bahan pembelajaran dalam kehidupan manusia.


Di awal pertandingan setiap pemain diberikan materi dan waktu yang sama. Mungkin sulit diimplementasikan dalam kehidupan nyata yang mana ada si kaya dan si miskin. Tapi hal yang pasti setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk hidup dan waktu yang sama pula yaitu 1 hari sama dengan 24 jam.

Tujuan utama manusia tentu sebuah keberhasilan yang mana tidak luput dari berbagai macam pengorbanan. Walau seringkali tidak sesuai dengan harapan yaitu sebuah kegagalan (hasil seri sama halnya dengan kegagalan yaitu tidak maksimal), setidaknya jadikan pengorbanan tersebut berharga (membuat anda sulit untuk ditaklukan).

Sebuah keputusan yang diambil tak bisa diulang kembali. Apa yang telah diperbuat menjadi masalah, resiko dan tanggung jawab masing-masing di kemudian hari. Maka jangan berbuat kesalahan dan hati-hatilah karena keputusan akan menentukan masa depan dan penyesalan tak pernah datang duluan.

Berpikir beberapa langkah kedepan. Setiap masalah yang dihadapi haruslah diperhitungkan secara matang akan kebaikan dan keburukannya, walau pada kenyataan sering terjadi bahwa hal selanjutnya tidaklah sesuai dengan apa yang dipikirkan atau diharapkan. Contoh yang termudah, sering kali manusia terbuai akan sebuah kenikmatan yang ada di depan mata tapi tidak menyadari jebakan-jebakan yang ada dibelakangnya. Itulah sebabnya mengapa bangsa ini sulit maju karena mereka jarang memikirkan masa depannya. Contoh yang lebih sulit yaitu kehidupan berpolitik yang mana dapat diprediksi tapi hasilnya sering kali melenceng bahkan bertolak belakang.

Pergunakan waktu sebaik mungkin. Manusia sering lupa bahwa waktu terus berjalan dan parahnya sering menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Contoh: hal yang dipelajari "kewajiban dulu baru hak" dan realitanya banyak ditemui orang yang berpegang prinsip "santai dulu kan pekerjaan masih bisa diselesaikan esok". Benar tidak? walau pada kenyataan memang ada orang yang baru bisa menunjukan hasil maksimal ketika waktu terdesak.

"Check Mate".

Anda kalah dalam permainan catur ini karena anda tidak pernah memberikan langkah yang terbaik dalam permainan anda. Konsentrasi dan fokus pada permainan (kehidupan) anda bukan terjebak permainan orang lain.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi Photo: http://www.chesscenter.com/twic/utkas.jpg

Read More......

Senin, 16 Februari 2009

Free


"I wish I knew how it would feel to be free
I wish I could break all the chains holding me
I wish I could say all the things that I should say
Say 'em loud, say 'em clear
For the whole wide world to hear


I wish I could share all the love that's in my heart
Remove all the bars that keep us apart
And I wish you could know how it feels to be me
Then you'd see and agree
That every man should be free"


Merupakan bagian dari lirik lagu Free yang dirilis oleh Lighthouse Family pada tahun 2001 dan merupakan salah satu lagu kesukaan dan menjadi inspirasi saya.

Setiap manusia menginginkan kebebasan, tapi pada kenyataan untuk memperolehnya sangatlah sulit. Hal ini mungkin dikarenakan manusia telah terikat dalam sebuah keadaan seperti pekerjaan atau kewajiban untuk memenuhi suatu kebutuhan. Pada akhirnya manusia hanya bisa bermimpi dan tidak melakukan apa-apa.

Saat ini saya masih belajar bagaimana memperoleh kebebasan tersebut. Semua hal memerlukan proses dan saya belum mencapai titik hasil tersebut. Tapi inilah kata mereka yang percaya sudah mendapatkan kebebasan tersebut:

  • Jadilah diri sendiri dan bukan orang lain.
  • Mendengarkan untuk memperbaiki bukan mengubah menjadi orang lain.
  • Jangan peduli apa kata orang selama anda yakin akan keputusanmu.
  • Berdikari dan berbagi sahabatmu.
Hal yang sulit menurut saya, walaupun banyak orang mengatakan itu suatu yang mudah. Tapi bukti nyata banyak hal terjadi tanpa disadari:
  • Banyak yang tidak puas akan pribadinya sehingga mencoba untuk menjadi seperti orang lain tanpa menyadari pengetahuan dan kemampuannya.
  • Sangat mudah terperdaya akan hal bodoh dan tak masuk logika karena tidak mau belajar dan menginginkan segala sesuatunya didapat dengan instant.
  • Penyesalan datangnya belakangan dan selalu disesali. Padahal pada kenyataan bila keputusan yang diambil berdasar pada keputusan pribadi sendiri maka ia akan belajar dan berusaha menyelesaikan dengan segenap kemampuannya. Kegagalan merupakan bagian dari resiko jadi tidak dapat dikatakan sebagai penyesalan
  • Manusia adalah makhluk sosial yang berarti membutuhkan orang lain. Membutuhkan bukan berarti ketergantungan sehingga tanpa keberadaan orang lain menyebabkan dirinya berada dalam status quo. Maksud lain jadikan pribadi sebagai seseorang yang dibutuhkan keberadaannya oleh orang lain bukan seseorang yang membutuhkan keberadaan orang lain.
Kebebasan adalah impian setiap orang. Kebebasan didapat bukan dari orang lain melainkan dari diri sendiri. Kenali, perbaiki dan jadi yang terbaik untuk diri sendiri maka anda akan bebas utnuk berkreasi dan orang lain akan mendukung anda.

Kebebasan,
bukan berarti manusia super
bukan juga liar tidak terkendali.
Lepas dari belenggu
kebodohan, kesengsaraan,
dan bayang-bayang diri sendiri
yang tiada kepastian,
ketakutan dalam kegelapan.
Membimbing sesama manusia
lebih komunikatif dan peduli
jadilah pemimpin dan teladan.


Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo:
http://www.prelovac.com/vladimir/wp-content/uploads/2008/02/pic_financial_freedom_girl.jpg



Read More......

Jumat, 16 Januari 2009

Kepribadian dan Moral Dasar


Terlupakan padahal dasar keberhasilan seorang manusia.
Runtuh karena ego manusia yang memikirkan diri sendiri.
Dipelajari dan diterapkan hanya sebatas mulut.
Tidak mengelak karena memang sulit.
Mungkin sudah tiada lagi yang bisa melakukannya.

Percaya silahkan lanjut, tidak percaya tinggalkan sebelum anda percaya.

Seorang manusia pada dasarnya harus memiliki keahlian, keberanian, ketabahan dan pengorbanan yang mana menjadikan diri sebagai seseorang yang berkepribadian.

Keahlian adalah suatu kemampuan yang secara terus menerus dengan ketekunan yang diasah sehingga menjadi lebih baik. Seringkali manusia menganggap dirinya telah cukup padahal pada kenyataan masih jauh dari sempurna. Mereka memandang rendah, pada kenyataan mereka tidak dapat melakukannya. Tiada keahlian, tiada mungkin keberhasilan dapat dicapai. Pepatah yang sempurna: "Saya hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin."

Keberanian berarti berani mengambil keputusan (dengan perhitungan) dan juga siap dan melakukan untuk menyatakan hal yang benar dan salah tidak hanya kepada bawahan, tapi juga kepada orang yang dihormati dan dikasihi. Disini tidak hanya akal sehat, akan tetapi hati nurani juga berperan yang mana dapat menyebabkan manusia ragu dan kegagalan tiada henti menghampiri. Hal ini menjadi penting karena manusia seringkali menutupi keburukan orang yang menjadi bagian penting dari hidupnya tapi menjelekan orang yang tiada arti dalam hidupnya.

Ketabahan, apakah anda sering menggerutu? Contoh paling mudah, ketika anda disuruh menunggu. Segala sesuatu dibutuhkan proses yang kadangkala sangatlah lama. Ketabahan sangat berperan, karena terburu-buru seringkali menyebabkan hasil jauh dari kesempurnaan. Ketabahan juga menyimbolkan kesiapan diri dalam menghadapi berbagai permasalahan.

Pengorbanan, siapakan yang peduli? Kita selalu ingin kemenangan pribadi tanpa memikirkan orang lain. Jadi untuk apa berkorban bila membuat menderita? Padahal pengorbanan adalah suatu harga akan suatu kehidupan untuk menjadikan dunia lebih baik, indah dan harmonis.

Belum selesai, seseorang yang bermoral dan berkepribadian harus memelihara sikap rendah hati, tidak menyombongkan prestasi dan tidak membuat masalah. Rendah hati bukanlah rendah diri. Tidak dipungkiri manusia ingin terlihat menonjol sehingga ia lupa akan dirinya. Prestasi yang diperoleh memang diri pribadi yang mengukirnya tapi apakah tanpa bantuan orang lain? Apakah prestasi lebih berharga dari orang yang berada di sekelilingmu? Hal yang terakhir, jangan membuat masalah karena menyebabkan kerugian pada diri sendiri dan orang lain. Berpikirlah sebelum bertindak.

Harga diri manusia bukan dari apa yang dimilikinya tapi kebenaran yang dipercayainya. Mereka akan memperjuangkan dengan segala kemampuan dan disertai dengan pendirian yang kuat untuk kebahagian semua makhluk hidup.

Apakah saat ini kita memiliki kepribadian dan moral dasar tersebut? Jika tidak, bagaimana 5 atau 10 tahun lagi? Semakin jauh atau semakin dekatkah dengan sosok manusia yang berkepribadian dan bermoral?

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://moralsandethics.files.wordpress.com/2007/09/nice.JPG

Read More......

Kamis, 08 Januari 2009

From Hero to Zero

Memang benar judulnya "From Hero to Zero", bukan "From Zero to Hero". Hampir setiap kali manusia dibekali dengan tips untuk menjadi orang sukses, tapi bagaimana dengan menganalisa sebuah kegagalan.

Di tengah krisis global dunia, semakin banyak yang bangkrut dan yang sukses sekarang menjadi terengap-engap. Hal ini menjadikan jumlah orang yang stress bertambah. Saya mencoba untuk survei kepada sejumlah keluarga dan mencari solusi terbaik versi manusia yang tidak tahu akan kekejaman dunia nyata ini.

Secara umum dalam teori dikatakan uang yang diperoleh hendaknya 40% digunakan untuk keperluan, 40% investasi dan 20% ditabung. Pada kenyataan yang digunakan untuk keperluan diatas 80%. Dalam dunia nyata, seringkali biaya pengeluaran untuk keperluan rumah tangga diberikan kepada istri. Hal ini dikarenakan suami sudah sibuk akan kepentingannya sendiri.

Hasil penelitian:

Suami biasanya mengkalkulasi biaya untuk keperluan rumah tangga untuk satu tahun ke depan. Setelah selesai diberikan dana tersebut kepada istri. Hasilnya pengeluaran pertahun untuk keperluan tersebut meningkat 30-50%. Tahun selanjutnya dana yang diberikan dinaikan 30% dari tahun sebelumnya. Ternyata hasilnya kembali meleset dan perlu tambahan 30% dari dana yang diberikan pada tahun tersebut. Selidik-selidik, ternyata dana yang diberikan umumnya habis pada bulan ke-8. Kenapa hal ini bisa terjadi? Ternyata manusia yang tidak tahu sulitnya mencari uang, pada umumnya beranggapan bahwa uang itu mudah untuk didapatkan karena anugrah dan rejeki; dan parahnya tidak dapat melihat uang yang menganggur. Jadi digunakanlah uang tersebut untuk kemudahan dan keperluan seperti hunting barang mahal harga murah di shopping mall. Percaya atau tidak terserah anda karena hasil survei didapatkan bahwa uang yang ada telah selesai terpakai pada bulan ke-2.


Solusi ekstrim, apakah sebaiknya dana keperluan rumah tangga diberikan per-bulan saja atau per-minggu saja. Tampak seperti gajian pekerja saja. Hihihi

Jadi apakah harus mencari pasangan yang merupakan seorang karakter pekerja? Saya tak berani karena diri tak punya hak untuk mencampuri. Hal pasti, jika anda adalah seorang pekerja demi uang harus termotivasi menjadi pembuat lahan uang karena tuntutan. Bila anda pengguna uang maka ubahlah menjadi penjaga dan pengatur keuangan di keluarga atau menjadikan uang tersebut sebagai penghasil padat karya untuk membangun ekonomi sosial yang nyata. Hal lainnya yaitu memiliki rasa prihatin dan tanggung jawab dalam kebersamaan.

Bicara memang mudah, tapi melakukannya sulit. Sama halnya "From Hero to Zero" itu mudah, tapi "From Hero still become Hero" itu sulit.

Sebelumnya, dalam hasil survei saya juga menemukan seorang istri yang sederhana tapi ia berhasil mengubah uang yang seharusnya kurang pada umumnya menjadikan lebih daripada yang seharusnya.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo:
http://girlfriendsgetaway.files.wordpress.com/2007/11/shoe-shopping-gals.jpg

Read More......

Rabu, 31 Desember 2008

Hasil dan Proses

Saya sering kesal sama orang yang memberikan penilaian tanpa melihat sebuah proses. Dalam hati sering mengatakan, "Ini tidak adil", tapi apa daya inilah yang terjadi. Mereka selalu berpikir bahwa hasil yang baik selalu dimulai dari proses yang baik dan begitu pula dengan sebaliknya. Padahal dalam kenyataan, hasil yang baik tidaklah selalu dari proses yang benar; seringkali yang terjadi adalah proses yang baik menghasilkan hasil yang jauh dari harapan.

Jika anda hanya boleh memilih satu, mana yang akan anda pilih: hasil atau proses?

Aneh tapi nyata. Saya selalu meminta untuk hasil yang sempurna kepada orang lain. Hal sebaliknya jika diminta dan diri telah berusaha yang mana hasilnya kurang sempurna, dalam hati berkata tolong hargailah sedikit kerja keras ini.

Kisah yang hampir terjadi di setiap manusia:

Pada saat bayi belajar berdiri, setiap orang tua membiarkan bayinya berusaha sendiri dan terus memberikan semangat agar berhasil. Kenapa tidak membantunya? Jawabanku keberhasilan diri berasal dari proses jatuh dan bangun dalam pengalaman dan pembelajaran dari diri pribadi bukan orang lain. Jawaban lain adalah untuk kesehatan bayi itu sendiri karena jika anda bantu bisa-bisa tulangnya tidaklah mampu untuk menopang berat tubuhnya ketika dewasa.

Ketika memperoleh rapor yang buruk (baik dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja), dikatakan bahwa diri kurang berusaha dan harus lebih giat. Masuk akal, karena pada dasarnya manusia itu mirip kerbau (malas) dan kemampuan manusia untuk memproses atau menciptakan atau menghasilkan sesuatu tentulah berbeda. Tapi ada hal yang perlu diingat, rapor buruk bukanlah berarti tidak ada usaha, karena menciptakan rapor yang baik bukanlah semudah membalikan telapak tangan. Maklum banyak manusia maunya hasil instant tapi tak tahu bagaimana orang berusaha untuk hal tersebut seperti halnya mengentaskan korupsi. Percaya tidak, anda sendiri korupsi? Seperti korupsi waktu.

Ketika menciptakan karya yang fenomena, dikatakan bahwa mereka telah berusaha dengan baik. Tunggu dulu!!! Untuk hal ini, sebaiknya memeriksa terlebih dahulu prosesnya. Menurut saya proses untuk keberhasilan yang dijalankan dengan benar lebih sedikit daripada yang salah. Contoh proses yang salah dan sering dijumpai yaitu mencuri alias menyontek pada saat ulangan, menipu untuk sebuah keuntungan, plagiat karya orang untuk sebuah ketenaran. Maklum pernah merasakan menjadi pihak yang dirugikan akan hal diatas.

Hasil yang baik biasanya melalui proses yang sulit dan rumit. Tak menutup untuk proses yang mudah, tapi apakah anda siap untuk konsekuensinya? Syaratnya jangan maling teriak maling yahhh. Hihihi.

Dalam proses yang sulit dan rumit terdapat banyak benturan yang tidak beraturan. Inilah langkah awal dari suatu insiden atau pengalaman untuk menghasilkan gaya cipta yang penuh akan keajaiban.

Cerita satu hari, satu bulan dan satu tahun telah tertuliskan. Itulah proses dan hasil yang telah dilalui untuk tahun 2008, dan selanjut terserah anda. Selamat tahun baru 2009.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://www.mpiresearch.com/images/MainPagePhotos/ResearchProcess.jpg

Read More......

Senin, 15 Desember 2008

Panjat Pohon Pinang

Kesibukan untuk melanjutkan studi, membuat saya sering bolak balik ke UI Depok dan ITB Bandung. Di suatu ketika saya pergi ke ITB saya melihat sebuah acara di salah satu sisi gedung Sabuga yaitu panjat pohon pinang. Hal ini membuat saya tertarik, maklum orang kota yang jarang keluar rumah. Hihihihi.

Pertama kali saya melihat ada sebuah kelompok yang berjumlah 5 orang mencoba memanjat pohon pinang tersebut yang mana setelah tiga kali berusaha tetap saja gagal. Dalam benak berkata,"ya iyalah susah wong pakai minyak pelumas belum lagi beban manusia yang harus ditanggung dan masih dibutuhkan kerja sama yang kompak pula". Akan tetapi setelah itu ada tiga kelompok (kelompok 2, 3 dan 4) yang mana pada percobaan pertama atau kedua, mereka berhasil mencapai puncak dari pohon pinang tersebut.

Saya mencoba menganalisa, apa yang membuat mereka berhasil:

Orang pertama biasanya orang yang berbadan besar. Mungkin dikarenakan orang tersebut akan menerima beban yang paling besar karena akan ada sejumlah orang berdiri diatasnya. Tapi menurut saya, hal tersebut dikarenakan orang yang berbadan besar tersebut memiliki kaki yang kuat sebagai fondasi (bagai sebuah bangunan yang mana fondasi merupakan bagian paling penting). Hal ini dikarenakan sangat sulit mengangkat beban yang tiga kali lebih berat apalagi ketika berjalan.

Mereka bilang kerja sama. Ada benarnya karena tanpa koordinasi yang baik akan sulit dan bisa menjadi beban bagi yang lain. Contoh yang paling nyata dalam kasus panjat pohon pinang adalah membuat bentuk seperti tangga sehingga mempermudah orang untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Apakah hanya itu? Menurut saya yang terpenting bukanlah dua hal diatas melainkan rasa percaya terhadap teman dan keyakinan. Bayangkan jika anda tidak percaya dengan temanmu maka yang terjadi anda tidak dapat berdiri dengan baik di atas pundak temanmu yang mana berakibat beban yang diterima untuk teman yang ada dibawahnya akan semakin berat. Inilah menjadi jawaban pula kenapa dibuat tangga yaitu untuk mengurangi ketidakseimbangan yang disebabkan oleh adanya gerakan. Keyakinan adalah suatu yang ada dipikiran manusia yang akan memberikan kekuatan besar bila percaya bahwa dirinya bisa untuk melakukannya.

Untuk pohon pinang yang diberikan minyak pelumas berfungsi bukan sebagai tempat untuk memanjat melainkan membantu memperkokoh fondasi. Maksudnya pohon pinang yang diolesi minyak pelumas akan membuatnya licin sehingga akan membuat orang mudah untuk jatuh. Memperkokoh fondasi maksudnya adalah fondasi manusia (2 kaki) ditambah dengan menjepitkan pinang ke tubuh maka menjadikan fondasi dengan tiga kaki.

Mungkin analisa diatas salah tapi yang terpintas dalam benak apakah hal diatas adalah kunci dari sebuah keberhasilan. Segala sesuatu yang hendak dikerjakan harus memiliki dasar yang kuat, kerja sama untuk mempermudah mencapai tujuan bukan untuk keuntungan sepihak, rasa percaya ditambah dengan keyakinan, dan modal (sesuatu hal) digunakan bukan sebagai batu loncatan atau "alat untuk mempermudah" melainkan untuk memperkokoh landasan.

Jadi ingin melihat sahabatku ketika panjat pohon pinang seperti apa? Apakah sekompak kelompok yang berhasil memanjatnya atau bahkan mereka takut sebelum maju untuk mencoba? Hehehe

"Bersemangat dan jangan takut untuk mencoba, karena di sana ada rahasia tips dan triks kesuksesan"

Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Kamis, 20 November 2008

Cermin Sang Kandidat

Seseorang panglima perang atau pemimpin negara, dipercaya memiliki kekuatan kharisma pemimpin yang luar biasa yang diilhami dari sebuah totem, antara lain tikus, kerbau, harimau, kura, buaya, ular, kuda, kijang, monyet, garuda, gajah, dan babi. Contoh Jenghis Khan dengan totem serigala.

Sang kandidat atau pemimpin harus mengenal jati dirinya baik kawan dan lawannya untuk menjadi seorang pemenang; selain itu dibutuhkan 3 cermin sebagai tolak ukurnya.

1. Cermin datar yang berfungsi melihat penampilan diri sendiri yang terbagi atas:

  • Keberadaan diri: rapih, bersih, jujur atau arogan, selebritis, munafik, dst.
  • Keberadaan doktrin: nasionalis (kebangsaan), patriotisme (kepahlawanan), spiritualisme (keimanan).
  • Keberadaan tanggung jawab: kepemimpinan dalam kebijakan politik, kesatuan dalam budaya sosial, ketertiban dalam peraturan hukum.
  • Keberadaan karakter: keetikaan (moral), kemampuan (pendidikan), keberanian (tindakan), kerukunan (rakyat), kemandirian dan keadilan.

Aku bercermin pada diri sendiri ada 2 hal yang pasti yaitu diriku hanyalah manusia dengan wajah pas-pasan, dan terus berusaha untuk tersenyum manis.

2. Cermin sejarah untuk mengetahui kejayaan dan keruntuhan sebuah dinasti atau rezim yang berkuasa.

Contoh nyata yang dilakukan pemimpin China, Mao Ze Dong (26.12.1893 - 09.09.1976 ):
  • Membaca dan mengkomentari "Er Shi Si Shi" yang merupakan 24 babad sejarah dan babad pertamanya ditulis oleh Si Ma Qian (145 SM- 86 SM). Buku yang terdiri dari 850 jilid benang dengan ±40 juta kata, menuturkan catatan sejarah dari raja Huang Di sampai dinasti Ming selama ±5000 tahun. Pada kurun waktu tahun 1952-1976, Mao telah membaca sebanyak 8 kali.
  • Membaca dan mengkomentari "Zi Zhi Tong Jian" yang merupakan buku catatan sejarah yang ditulis Si Ma Guang (1019-1086) dengan jumlah ±3 juta kata yang menuturkan kejadian sejarah dari ±430SM- 959M; dan Mao telah membacanya 17 kali.
  • Membaca dan mengkomentari "Shan Guo Yan Yi", Romance of Three Kingdom, babad tiga negara. Buku ini ditulis oleh Luo Guan Zhong (1330-1400), dan Mao membacanya lebih dari 70 tahun.

Apa yang dipelajari? Sang Kandidat haruslah menguasai sejarah bangsa dan dunia karena sejarah itu berulang. Walaupun dengan cara yang berbeda tapi memiliki pola dasar yang sama.

3. Cermin tokoh berfungsi mengenal kesuksesan dan kegagalan seseorang.
Contoh tokoh pemimpin abad 20:
  • Sun Zhong Shan (1866-1925), Mao Ze Dong (1893-1976) dari China;
  • Mohandas Karamchand Gandhi (1869-1948), Jauaharal Nehru (1889-1964) dari India;
  • Franklin Delano Roosevelt (1882-1945), John K Kennedy (1917-1963) dari Amerika;
  • Soekarno (1901-1970), Soeharto (1921-2008) dari Indonesia.

Catatan aneh: para tokoh pembaharuan (reformasi) adalah tumbal sesaji di altar era zaman? Apa yang akan terjadi dengan Barrack Obama yang saat ini adalah sosok fenomena pemimpin dunia?

Mungkin sulit, hal yang pasti cermin Tri tunggal ini memiliki makna:
Impian sang pemimpin, pelajar kita bisa
Cita-cita sang pemimpin, bersama kita bisa
Tindakan sang pemimpin, percaya kita bisa.

Enjoy, peace and love from Sukra


Read More......

Sabtu, 04 Oktober 2008

Fungsi Mata

Mata yang memiliki fungsi untuk melihat adalah salah satu indra yang sering tidak dihargai. Buktinya nonton televisi dengan jarak yang dekat, berada di depan komputer dalam waktu yang lama, membaca buku sambil tiduran dengan cahaya remang-remang. Akhirnya kaca mata dan softlense tidak terelakan lagi yang mana mengakibatkan mereka menjadi bagian dari fashion.

Balik ke topik. Cari data ke mr Google, saya terkejut karena yang ditulis sebagai fungsi mata umumnya adalah proses sinar yang masuk ke mata dan kemudian dilanjutkan dengan beberapa pembiasan hingga akhirnya sampai pada retina mata. Jadi dalam kesempatan ini, saya ingin mencoba menjelaskan fungsi mata dari pihak lawan dan dari pihak pribadi.

Contoh fungsi mata dari pihak lawan, dalam dunia kesehatan digunakan untuk memberikan informasi tubuh dan jiwa seseorang baik di masa lampau, saat ini atau masa depan contoh ilmu iridology dan sclerology. Dunia psikologi digunakan sebagai sarana komunikasi untuk mengetahui perasaan atau kondisi lawan bicara. Di dalam dunia psikologi juga digunakan untuk hipno terapi karena sebelum terjadinya proses relaks dan tidur adalah memudarnya indra penglihatan. Saya tak berani mengulas lebih jauh karena takut untuk disalah gunakan.

Fungsi mata dari pihak pribadi secara umum hanya untuk melihat, bagai kamera yang menangkap cahaya yang dipantulkan oleh benda dan kemudian menghasilkan gambar, tapi bagi saya mata memiliki fungsi lain yaitu untuk mengintip, melirik, memandang dan mengamati. Walau semuanya memiliki prinsip yang sama dengan melihat, tapi bagi saya hal tersebut adalah beda.

Melihat diibaratkan dengan mengabil gambar secara umum dan mengetahui ada kejadian atau kondisi atau sesuatu. Mengintip bagaikan rasa keingin tahuan yang luar biasa sehingga rela untuk mengambil jalan sukar, walau kadang gambar yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. Melirik adalah gambar yang harus diperoleh karena telah mengganggu (baik atau buruk) secara pribadi dan terjadi di sekitar pribadi tersebut. Memandang merupakan bentuk atau ekspresi kekaguman akan sebuah gambar maka seringkali mata tidak berpaling ke arah yang lain dalam waktu yang agak lama. Mengamati hampir sama dengan melihat tapi ia mengetahui secara pasti akan kejadian atau kondisi atau sesuatu.

Jadi ingat akan buku saya yang berjudul "Intip & Lirikan Sukra". Hehehe promosi...


Ada sebuah peribahasa: Silap mata pecah kepala, yang memiliki arti mata dipakai untuk melihat dan manusia harus selalu awas, cermat, dan berhati-hati. Karena kurang awasnya diri akan mengakibatkan diri salah melihat dan sangat memungkinkan terjadi sebuah kecelakaan (kesusahan atau kerugian). Maksud hati adalah janganlah gunakan mata hanya untuk melihat tapi juga untuk mengetahui keadaan sekitarmu.

Bonus agar kita dapat memulai untuk menghargai mata karena saya sadar tanpa mata, dunia yang indah akan menjadi gelap, dan tiada lagi guna cermin yang biasa digunakan untuk melihat wajah tampan nan keren ini (untuk yang wanita cantik dan manis). Tips-tips untuk memelihara mata:

  • Sering-sering melihat pemandangan yang hijau dengan merelaksasi otot mata. Jika tak ada yang hijau tak apa, lihatlah sesuatu dengan titik terjauh.
  • Sering mengedipkan mata dengan tujuan menghindari mata menjadi kering.
  • Banyak makan makanan yang bervitamin A (mengandung karoten) contohnya wortel.
  • Jangan membaca dalam jarak yang dekat.
  • Mengisitirahatkan mata sejenak jika lelah akibat lamanya membaca atau kurangnya pencahayaan.
  • Pijatan lembut pada kelopak mata.
Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Selasa, 09 September 2008

Life is Waiting

Pernyataan yang konyol jika hidup untuk menunggu. Apalagi bila menunggu dengan jam karet yang berasal dari Indonesia (penghasil terbesar ke-3 di dunia dengan keelastisannya no-1 di dunia). Itulah kenyataan, hal yang paling dibenci menjadi bagian terbanyak dalam hidup ini.

Mungkin kita adalah orang hebat atau terkenal hingga tidak perlu menunggu melainkan ditunggu. Pada kenyataan itu hanya sebuah kondisi yang menyatakan seberapa penting diri seseorang. Menunggu tidak sebatas kepentingan, tapi juga dalam sebuah proses kehidupan seperti kelahiran, dewasa, dan tua. Itulah sebagian proses yang selalu ditunggu tapi tak pernah disadari.

Kembali ke hal yang umum. Menunggu berarti tinggal sementara untuk mengetahui terjadinya suatu kejadian. Terjadinya sebuah kejadian akan membuat seseorang berubah apakah ke arah yang lebih baik atau tidak. Sedangkan, tinggal sementara adalah keputusan seseorang, apakah ingin berubah atau tidak. Sebagian orang menunggu dengan melamun dan diam tanpa melakukan sebuah perubahan dan sebagian lagi memamfaatkan kekosongan untuk mengenal, mengevaluasi dan memperbaiki meskipun kadangkala terasa tiada arti atau hasil.


Mungkin anda berkata menunggu bukan merupakan waktu yang lama. Sama halnya uang 100 rupiah bukanlah uang yang besar tapi mereka tetaplah berarti. Seratus ribu rupiah adalah nilai yang besar. Sama halnya dengan menunggu manusia dalam proses menuju kedewasaan adalah hal yang besar tapi apakah diisi dengan hal yang berarti atau berharga?

Jadi ingat sebuah film yang diperankan oleh Tom Hanks yang berjudul "The Terminal". Ia menunggu bukan hitungan jam atau hari melainkan hitungan bulan. Hal yang dilakukannya adalah mencoba untuk bertahan hidup dengan mempelajari sesuatu yang dapat ia pelajari, membantu orang lain, dan menunjukan apa yang bisa dilakukannya sehingga ia menjadi seseorang yang berharga (menurut saya).

Akhir kata, pergunakan waktu menunggu anda sebaik mungkin dan selamat menunggu berbuka puasa bagi yang menjalankannya.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://static.flickr.com/201/527881384_8bef691686.jpg

Read More......

Sabtu, 06 September 2008

Seni Perang

Seni identik dengan sebuah karya dengan kualitas yang luar biasa. Perang adalah pertempuran yang harus bisa diselesaikan dengan kemenangan. Seni perang adalah suatu cara yang luar biasa untuk menyelesaikan dan memenangkan dengan hasil yang luar biasa dan resiko minimal.

Salah satu seni perang yang terkenal dan pernah ada yaitu Sun Tze (Sun Wu) (± 550SM) dengan "Sun Tze Bing Fa" (seni perang Sun Tze) yang terdiri dari 13 bab yang mana hingga saat ini aplikasinya masih digunakan yaitu sebagai seni manajemen modern. Sekedar informasi, Sun Tze semasa dengan Kong Tze (confucius). Sun Tze lahir di negara Qi (propinsi Shan Dong) dan menjadi panglima perang di negara Wu (propinsi Jiang Su) pada 514 SM - 476 SM yaitu zaman Tiongkok kuno.

Seni perang Sun Tze memiliki banyak kesamaan dengan falsafah Dao dari Lao Tze (± 580SM- 500SM) yaitu tentang materialisme, naturalisme dan dialektikanya. Selain itu dalam seni perang Sun Tze diajarkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki 3 hal yaitu keberanian untuk memutuskan pilihan, keberanian untuk mengubah keadaan atau strategi, dan keberanian menerima keadaan.

Sama halnya akan sebuah cerita, bagian yang terpenting adalah awal dan akhir. Bab awal seni perang Sun Tze tentang strategi dan bab akhir mengenai intelejen. Informasi tentang seni perang Sun Tze ini saya dapatkan dari sebuah diktat " Seri Ilmu Pengetahuan Traditional Timur: Ilmu Perang Sun Zi" oeh Lie Tjung Jie yang terbit pada november 1991 yang mana diterjemahkan dan dijabarkan secara bebas dalam 13 bab dan 108 pasal.

Ini kutipan yang saya coba jelaskan dengan pengertian saya:

Pasal 001: Perang adalah sebuah masalah besar yang akan menentukan apa yang disebut dengan mati, hidup, menang, kalah. Sehingga segala sesuatunya (strategi) harus dipersiapkan dengan cermat dan dipertimbangkan secara matang.

Pasal 002: Dalam perang terdapat 5 unsur yaitu

  • Moral yang berarti tujuan, prinsip, cita-cita harus selaras dengan keyakinan.
  • Alam yang berarti segala sesuatu berubah dan tak bisa dihentikan (waktu).
  • Ruang yang berarti langkah yang ditempuh apakah medan telah diperhitungkan, dikuasai dan dipelajari secara cermat.
  • Panglima yang berarti kemampuan untuk mengendalikan yang dimiliki. Lima kemampuan yang harus dimiliki adalah cerdik, jujur, welas asih, berani dan wibawa.
  • Peraturan yang berarti kedisiplinan dalam menjalankan organisasi dan strategi.

Dari dua pasal, saya menyadari apa yang tidak dimiliki hingga diri (saya, masyarakat, bangsa) sulit untuk menang dan maju.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Senin, 01 September 2008

Cahaya

Matahari, bulan dan bintang adalah maha karya dan oleh karenanya manusia dapat menikmati sebuah kedamaian di bawah cahaya mereka. Banyak manusia ingin seperti matahari dan tidak sedikit menginginkan seperti bulan, lalu bagaimana dengan bintang?

Manusia harus mengakui bahwa matahari adalah suatu energi yang luar biasa hebatnya dan tanpanya tiadalah nama kehidupan. Kegelapan akan menutupi dunia dan manusia akan seperti tikus yang berkeliaran di got-got yang kotor. Kesombongan matahari haruslah diacungkan jempol karena tanpa dirinya manusia tiadalah arti.

Bulan merupakan cahaya di malam hari yang merupakan refleksi (pantulan) dari cahaya matahari. Refleksi ini tidak selalu sempurna, bulan sabit, bahkan gerhana dapat terjadi. Bulan bagaikan emosi dan perasaan manusia, yang dikaitkan dengan rasa rindu dan cinta yang kadang senang dan kadang sedih. Dengan keberadaannya di malam hari, bulan bersama manusia merenungkan apa yang terjadi dan bagaimana melewati malam tersebut.

Bintang adalah cahaya yang setia karena selalu bersinar sepanjang hari. Siang hari keindahannya tertutup karena hebatnya matahari. Malam hari rela memberikan tempatnya kepada bulan dan menjadi hiasan demi kebahagiaan manusia. Bintang (contoh bintang di Kutub Utara) akan menuntun dan menunjukan jalan ketika manusia kesusahan dan berada di dalam kegelapan. Bintang seringkali dilupakan, tapi ia selalu ada untuk memperhatikan setiap langkah manusia dan membantu dalam kesulitan bagaikan seorang sahabat di kala tersesat atau kesusahan.

Matahari, bulan dan bintang memberikan cahaya jauh di mata tapi dekat di hati. Bagaimana yang dekat di mata seperti api? Api memiliki banyak mamfaat tapi disini saya bercerita tentang api yang umum di sekitar kita. Api yang besar memberikan cahaya dan energi, sayang ia memusnahkan banyak hal (hutan, harta). Api yang sedang (api unggun) memberikan cukup cahaya dan kehangatan di saat sunyi dan udara yang dingin. Api kecil memberikan cahaya redup tetapi dapat menemani diri dan dibawa hingga tempat yang jauh bagai memberikan sebuah harapan seperti layaknya sebuah api cinta yang memiliki makna rela berkorban demi seseorang.

Siapa diri kita? Apakah juga merupakan sebuah cahaya? Mungkin kita tak sehebat matahari atau selembut bulan tapi bisa seperti bintang dan api kecil yang memberikan harapan dan menuntun manusia keluar dari kegelapan.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Rabu, 23 Juli 2008

Hampa

Hampa identik dengan ketiadaan, kekosongan, kegelapan, dan kesunyian. Keadaan yang sering terjadi pada diri dan selalu menjadi pertanyaan "Apa yang harus dilakukan ketika ini terjadi ? " Diri akan terasa bimbang karena tiada pijakan, pegangan, cahaya, dan suara karena semuanya hampa atau tidak ada apa-apa.

Banyak orang menjalankan kehampaan ini dengan tidak melakukan apa-apa. Jikalau ia bekerja atau bergerak bagaikan orang bodoh yang kesana-kemari tanpa tujuan. Ini membuatku bertanya apa arti dibalik kehampaan ini dan kenapa harus ada kehampaan ini.

Dunia ini tidaklah selalu seperti yang manusia harapkan atau inginkan yaitu dunia yang penuh akan segala sesuatu. Jadi jika dunia ini hampa bukanlah suatu malapetaka melainkan suatu keajaiban. Ini adalah beberapa contoh dari kehampaan:

  • dengan ketiadaan anda bebas berkreasi tanpa seorangpun menyadarinya
  • dengan kekosongan anda bebas berimajinasi tanpa seorangpun menertawakannya
  • dengan kegelapan anda bebas untuk bertindak tanpa seorangpun melihatnya
  • dengan kesunyian anda bebas meluapkan isi hati tanpa seorangpun mendengarkannya
Hampa adalah kondisi dimana seseorang dapat melihat siapa dirinya sendiri secara utuh (bukan fisik) dan memberikan kebebasan sepenuhnya untuk dirinya.

Kondisi kehampaan seringkali diciptakan oleh manusia di dalam penelitian. Hal ini dikarenakan:
  • dengan ketiadaan, dapat menciptakan suatu menjadi ada.
  • dengan kekosongan, dapat mendapatkan informasi yang sebenarnya.
  • dengan kegelapan, dapat terlihat cahaya yang sebenarnya.
  • dengan kesunyian, dapat meningkatkan konsentrasi
Kehampaan bukanlah suatu yang tabu, tapi suatu ujian bagi diri agar kehampaan menjadi suatu yang berharga bagi diri.

Enjoy, peace and love from sukra.

Referensi foto: http://www.truelifekarma.com/images/emptiness.jpg

Read More......

Kamis, 01 Mei 2008

Aku Kembali

Ketika orang berbondong-bondong hendak menjadi orang kaya, kenapa harus siap menjadi orang miskin. Memang aneh rasanya, tapi kenyataanlah yang membawa kita menjadi orang miskin. Seperti krisis yang berkepanjangan, harga kebutuhan yang terus naik, berfoya-foya yang tak membuat manusia kapok membuat setiap tahunnya pengeluaran lebih besar dari tahun sebelumnya dan pendapatan yang tak kunjung bertambah. Setelah menjadi orang miskin apa yang perlu dilakukan?

Jawaban mudah adalah bekerjalah lebih giat dan buanglah keinginan duniawi yang ekstrim untuk memperbesar pendapatan dan mengurangi pengeluaran. Jawaban memang mudah tapi menjalaninya sulit. Kenyataannya tindakan yang diambil adalah berhalusinasi atau bunuh diri. Jadi, jika ada jawaban lain tolong diberi tahu yah?

Mau kembali maka hendaklah menabung dan berhemat sejak sekarang seperti menjauhi keinginan berfoya-foya. Selanjutnya memperkaya diri dengan harta yang tak pernah habis seperti membekalkan diri dengan pendidikan dan keahlian lainnya. Terakhir adalah memperbaiki sikap dan tanggung jawab pada diri sendiri.

Memperbaiki sikap dan sifat seperti jujur, menghormati, menghargai, dan integritas tinggi. Jujur menjadikan orang lain percaya. Menghormati membuat orang membantu dan berbagi. Menghargai memberikan motivasi dalam segala hal. Integritas tinggi membuat diri selalu siap berdikari dalam kondisi apapun juga.

Ketika diri telah memiliki bekal uang tabungan (modal), pendidikan (instrument), sikap dan sifat positif (sumber daya manusia karena memiliki teman) berarti telah siap bangkit dan kembali. Seperti ilmu manajemen. Hihhihi

Akhir kata, tiada telat untuk sebuah senyuman manis. Enjoy, peace and love.

Referensi foto: http://static.flickr.com/82/269213622_0d10343557.jpg



Read More......

Rabu, 16 April 2008

"No Money,No Problem"

"Hahaha tak mungkin, nda ada duit mati ajah deh loh", jawaban banyak orang. Dipikir-pikir di zaman dan negara yang semuanya materialistis, hidup tanpa uang sama saja menyiksa diri. Jadi menurutku pernyataan bahwa "no money, no problem adalah tak mungkin" adalah benar dan hanya berlaku bagi orang gagal, alias tidak berlaku untuk diriku dan orang sukses. Pe-de banget yah gue.

"Tidak mungkin" adalah salah karena tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Jika anda bilang tidak mungkin maka anda tak akan pernah bisa berhasil dan menjadi sukses. Jadi ingat cerita Wright bersaudara dimana mereka berhasil menciptakan pesawat terbang dimana orang lain berkata tidak mungkin. Jadi "no money, no problem" adalah mungkin.

"Nda ada duit mati ajah deh loh". Percaya tidak percaya ini berlaku bagi orang yang inginnya hidup senang saja dan tak pernah mau susah. Lihat saja disekitar kita, bila seseorang yang memulai sesuatu dari nol dan menjadi sukses ketika ia gagal maka akan berkata kegagalan ini adalah cobaan dan saya akan memulai dari awal lagi. Hasilnya sukses besar karena ia belajar dari kegagalan. Lain bagi yang inginnya senang saja dan tak pernah mau susah, ketika ia gagal atau bangkrut menjadi stress dan kebanyakan kisah selanjutnya adalah mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Malangnya manusia seperti itu.

Bagi penggemar film mungkin ada film yang membuktikan bahwa "no money, no problem". Ingat film Cast Away dimana seseorang terdampar di sebuah pulau tanpa penghuni. Uang tidak dapat menyelamatkan diri akan keganasan alam sehingga keberanian, kekuatan, dan keahlian menjadi senjata satu-satunya untuk bertahan hidup. Film The Terminal dimana seseorang berada di bandara, tidak boleh keluar dan tiada uang yang dapat digunakan. Ia menggunakan akalnya dan kemampuan dimilikinya untuk tetap dapat bertahan. Disini membuktikan "no money, no problem" merupakan hal akhir dari sebuah kehidupan adalah salah.

Kesimpulan: tanpa uang adalah titik balik berhasil atau tidak berhasilnya seseorang dalam bertahan hidup. Uang adalah senjata ampuh sedangkan akal, keberanian, kekuatan, kemampuan dan keahlian adalah senjata yang tiada tandingannya.

Enjoy, peace and love from Zener.

Referensi Photo: http://www.dancollinscartoons.com/Illustrations/NoMoney_tn.jpg

Read More......

Sabtu, 01 Maret 2008

Cerita Satu Hari

Tidak semua manusia mengintropeksi dirinya setiap hari. Bagaimana bila kubantu. Apa yang telah kamu lakukan hari ini? Jawaban umum adalah aku tidak melakukan hal istimewa hari ini. Ini adalah jawaban yang tak aku suka karena suatu rutinitas juga merupakan hal yang istimewa menurutku.

Sadar atau tidak suatu rutinitas seperti bangun pagi, makan, kerja adalah suatu pola kehidupan yang juga menentukan siapakah dirimu. Karena suatu rutinitas akan membentuk tingkah laku, karakter dan sifat seseorang yang akan menentukan nasib dan masa depan.

Oleh sebab itu setiap cerita dalam satu hari akan memberikan informasi bagaimana anda belajar dari kesalahan dan mengajarkan pada diri sendiri untuk meninggalkan tingkah laku atau sifat yang buruk dari dirinya.

Tingkah laku, penampilan, karakter dan sifat (pola kehidupan) terbentuk dari tiga proses yang saling berkaitan. Proses itu dimulai dari rasa yang mana berasal dari seluruh indra manusia dan emosi (marah, senang, sedih, nyaman, gelisah,dsb). Rasa tersebut akan dikirim ke otak untuk diproses, dianalisa hingga didapatkan solusi terhadap rasa tersebut. Terakhir hasil dari proses berpikir (solusi) dilanjutkan dengan keputusan atau tindakan apa yang dilakukan.

Jadi intropeksi dari cerita satu hari adalah informasi seseorang yang berada di belakang cermin dan mengajarkan akan kepekaan rasa, kecemerlangan berpikir dan kepastian dalam bertindak. Tanpa informasi tersebut maka manusia akan seperti robot yang tiada perasaan, tidak mau berpikir dan tidak melakukan apa-apa kecuali melakukan sesuatu yang tiada arti.

Enjoy, peace and love from zener.

Referensi photo:
http://static.flickr.com/60/157953482_15982d7396_m.jpg

Read More......

Artikel Favorit dalam 1 minggu