Kutersadar dari lamunan karena bunyi sms. Saya menjawab tapi... Hei, dimanakah ini? Kiri kananku seperti tembok dan ditutupi oleh dedaunan. Apakah ini labirin? Ooohhh...tidak... Bagaimana saya keluar dari sini?
Setelah berputar-putar, terdengar suara seperti eyang Sukra tapi tiada sumber. Isi ucapannya:
Zener, kehidupan ini adalah takdirmu, suatu kepastian yang hampir tidak dapat dipilih. Tapi, Nasibmu akan ditentukan oleh energi yang ada pada dirimu (energi murni, intelegensi, perkasa) yang digunakan untuk beradaptasi dengan alam, sosial maupun manusia itu sendiri dalam pembelajaran, kearifan dan kesetaraan.
Saya yang tidak mengerti hanya bisa berjalan mengikuti kata hati. Dimana angin bertiup disana pasti ada jalan. Terserah, apakah itu pintu depan atau pintu belakang yang penting saya keluar dari labirin ini.
Melihat sebuah pemandangan, saya langsung berlari dan sesampainya, eyang Sukra telah menunggu di samping pintu keluar. Saya yang sedikit kesal bertanya: Apa maksud ini? Mengapa ini menjadi takdirku?
Ini adalah hasil dari sebuah sebab dan akibat. Dari energi pencerahan manusia dalam memerangi ketamakan, kebodohan, kejahatan dan keegoan yang kemudian dikumulatifkan yang mana akibatnya dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung dalam kehidupan seseorang dan keluarganya.
Contoh, anda mungkin sering mendengar hal-hal tentang sumpah, kutukan (ganjaran), pahala yang berkaitan dengan kata 7 turunan, dan tentang tahta, hukum kerajaan dengan 9 kerabat atau turunan. Ini bukan sebuah kiasan belaka tapi makna sebuah misteri dalam kehidupan nyata.
Bila mendapat imbas dari sebuah tragedi kutukan maka dimungkinkan bermula dari 7 turunan sebelum orang itu (undek-undek siwer gantung). Bila melakukan kebaikan maka pahala itu akan diberikan kepadanya hingga 4 keturunan sebelumnya (canggah) dan 3 keturunan setelahnya (cicit). Bila seseorang melakukan kesalahan atau pemberontakan dan hukumannya dijatuhkan kepada 9 marga kerabat keluarganya. Hal tersebut tercatat dalam lagenda dan sejarah kerajaan yang berarti 4 keturunan dari garis ayah, 3 keturunan dari garis ibu dan 2 keturunan dari garis istri. Angka 9 untuk kejayaan tahta kerajaan, apakah dalam sejarah nusantara diketemukan kerajaan yang kejayaannya berlangsung hingga 9 keturunan (generasi garis langsung)?
Eyang lalu berkata mungkin saat ini bukan takdirmu untuk membuka takbir kehidupan manusia yang mana terdiri dari 5 ajaran rahasia (Sri Cakra Samvara, Sri Vajra Varahi, Sri Kala Cakra, Sri Maha Ati, Sri Maha Mudra).
Bagaimana hubungan dengan agama tanya saya? Itu adalah kendaraan untuk mencapai pencerahan kehidupan manusia yang harmonis dan abadi, jawab eyang Sukra.
Ini lamunan atau khayalan karena mati gaya? Xixixi...
Jauhilah tindakan buruk, sumpah palsu, perzinahan, kemunafikan... yang mendorong sebuah gaya kutukan (ganjaran). Banyaklah berbuat kebaikan dan kebajikan agar mendapatkan pahala yang mana membawa berkah pada turunannya.
Belajar membangun titik pasti
Tamak menciptakan batin dalam tragedi
Arif merupakan berkah dan pahala
dalam kehidupan manusia
Enjoy, peace and love from Sukra.
Senin, 30 Maret 2009
Pahala dan Tragedi Kehidupan (part 3)
Kamis, 26 Maret 2009
Pertarungan Energi Vitalitas (part 2)
Apakah ini wangsit atau suatu petanda?
Dalam lamunan, sejauh mata memandang dunia penuh akan kedamaian dan keindahan. Tidak ada kerisauan hati, melainkan perasaan kebahagiaan bagai hidup di negeri khayangan. Itulah yang saya rasakan.
Eyang Sukra yang berdiri disampingku, tiba-tiba menepuk pundakku dan berkata "sudah siapkah kamu menghadapi pertarungan ini ?"
Pertarungan? Dalam kehidupan yang damai dan indah ini ada pertarungan? Jangan bercanda (sambil tertawa).
Tatapan serius membuat saya terdiam. Eyang Sukra berkata:
Ini adalah sebuah pertarungan energi vitalitas. Mungkin kamu tidak akan menyadarinya. Hal yang pasti kesalahan kecil akan membuatmu menderita, maka jangan sampai terbelenggu atau maut akan menantimu. Energi vitalitas terbagi dalam 5 unsur yaitu energi murni, intelegensi, perkasa, pencerahan dan sukma.Energi murni akan berpengaruh terhadap faktor kesehatan. Energi ini akan dipengaruhi oleh keadaan alam semesta, cara makan dan minum, cara bekerjanya tubuh, produk lingkungan dan produk penyakit tubuh dan cara penanganan yang gagal. Faktor keadaan alam semesta yang dimaksud adalah energi yang dihasilkan oleh udara sesat (angin, dingin, lembab, kering, panas, pengap, dll), penyakit menular dan energi alam semesta yang negatif (setan, jin, dll).
Energi intelegensi yang mempengaruhi proses kewarasan. Energi ini dipengaruhi oleh proses kewarasan sosial budaya, alur berpikir yang gagal, alur bertindak yang terputus dan produk manusia dari sosial budaya. Proses kewarasan sosial budaya timbul dari energi emosi sesat (senang, marah, gelisah, sedih, takut, kuatir, dll), energi stress yang merambat dan energi sosial budaya yang negatif (tenung, teluh, santet, dll). Alur berpikir yang gagal adalah proses dari kesan dan perasaan yang diterima hingga ketekadan untuk bertindak. Sedangkan alur bertindak yang putus adalah makna ketekadan hingga pelaksanaan sebuah tindakan yang arif.
Energi perkasa adalah pembentukan jati diri manusia. Pencariaan jati diri terbagi atas pencarian seutuhnya dan akibat intervensi karakter dari dunia luar. Untuk pencarian jati diri yang seutuhnya terbagi atas jati dengan 3 benih unsur jiwa yang membangun pikiran yang arif; diri dengan 7 inti unsur spiritual yang mendorong semangat untuk melakukan tindakan yang arif.
Energi pencerahan adalah penuntun aktivitas kerarifan moral dalam kebatinan kasih kemanusiaan. Energi ini digunakan untuk mencegah proses terjadinya sebuah tragedi, kutukan dalam kehidupan berkeluarga manusia.
Energi sukma adalan penemuan kesadaran akan kesempurnaan dalam lingkaran reinkarnasi. Hal ini berarti putusnya pelaksanaan tindakan karma buruk dalam perputaran roda kehidupan manusia yang abadi.
Setelah memberikan penjelasan eyang memberikan sebuah kertas yang bertuliskan:
Mari dan kemari
berdansa dengan alam semesta
bernyanyi bersama sosial budaya
berirama kearifan jati diri
inilah aku Bajra Sajiwo
Kutersadar dari lamunan karena ada sms masuk: "Tar jadi khan jalannya? Qt ketemu...."
Jangan salahkan saya bila cerita ini menggantung. Tapi salahkan Handphone yang berbunyi di saat yang tidak tepat.
Catatan:
Believe or not?
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo: http://makefun.cn/wp-content/uploads/2008/04/black-hole-illusion-large.jpg
Penyebab Penyakit Hati Risau (part 1)
Saya terpana akan kecantikannya, membuat pikiran melayang dalam sebuah lamunan. Kota yang indah, bunga yang harum, burung yang bernyanyi dengan merdunya, kuberjalan mengagumi kecantikannya walau hati risau.
Tiba-tiba, ada yang memanggil namaku,"Zener... Zener...".
Saya mencari dan mendekati sumber itu. Siapa kamu? Mengapa kamu tahu nama saya? dan ada apa anda memanggil saya?
Ia menjawab: panggil saya eyang Sukra. Saya memanggil karena melihat hati-risaumu. Oleh sebab itu saya ingin membantumu. Bukan obat melainkan rahasia dari penyebab penyakit hati risau yaitu tentang ilmu maha karma waktu.
Rahasia pertama: Kelahiran manusia adalah mulia dan pasti. Anugrah yang membawa faktor keturunan gen yang maha agung (manusia) sebagai unsur kehidupan, benih karma sebagai unsur bawa lahir (pria atau wanita, lahir di keluarga kaya atau miskin, dll) dan energi vitalitas sebagai proses kehidupan manusia.
Rahasia kedua: Kehidupan manusia terganggu karena suatu kondisi yaitu melemahnya energi vitalitas (sejahtera) yang bersifat murni, bersih, suci dan positif; menguatnya energi sesat (selingkuh) yang membelenggu dan bersifat noda, kotor, hitam dan negatif dalam keseimbangan kehidupan manusia yang dinamis, sehat dan waras.
Hati risau kian menjadi karena ditambah hal yang tidak kumengerti.
Ia mendekat dan kemudian memegang kepalaku dan berkata,"tenang dan jernihkan pikiranmu". Penyakit di tubuh manusia disebabkan oleh kelainan fungsional organ dan organ itu sendiri, baik secara fisik dan non-fisik. Pengobatannyapun terbagi atas akademis modern (secara kedokteran barat, kesehatan timur) dan keilmuan tradisional (secara natural, supernatural). Jadi manusia harus berpikiran jernih untuk memilih terapi yang tepat dengan alur berpikir yang rasional, pengalaman nenek moyang dengan klarifikasi yang jelas. Hal ini menjadi penting dalam pemulihkan keseimbangan kesehatan dan kewarasan kehidupan manusia.
Hati risau karena kehidupan manusia yang penuh tantangan, percobaan dan permasalahan dalam pengadaptasian terhadap alam, sosial dan manusia itu sendiri. Penyakit ini tidak dapat dihindari tapi harus dihadapi yang mana penyebabnya adalah terbelenggunya energi vitalitas.
Itulah yang eyang Sukra katakan dalam lamunanku (akan kecantikan dan keragaman sejarah budaya bangsa Indonesia) yang membuat hati risau (karena mayoritas diteliti dan dituliskan oleh bangsa lain).
Enjoy, peace and love from Sukra.
Foto: di Kebun Raya Bogor
Kamis, 05 Maret 2009
Suara Hati Perempuan (Ani 5)
Tulisan ini adalah sebuah coretan yang sengaja disusun oleh saya tentang apa yang dirasakan dalam suatu perbincangan dengan Anita Srikandi. Hal yang pasti coretan ini tidak ada keberadaannya hingga saya yang menulisnya karena ini hanya sebagai komplimen dari sebuah menu penyegaran.
Krisis... Krisis...
Telah menginjakan kaki di Indonesia sejak 1997 silam dan apa solusinya? Sedikit banyak telah diperbuat oleh para pakar politik dan pemimpin negara, walau tiada tahu apa yang dihasilkan. Tapi hal yang pasti dan nyata dampak krisis tersebut masih terasa dan berlanjut. Inilah gambaran atas krisis bangsa dan pemimpin yang dimulai dari krisis moneter, sosial, politik, kepercayaan, budaya, etik, dan moral; dan terus berkembang hingga menyentuh kepada krisis global energi, pangan dan terakhir yaitu dampak krisis finansial ekonomi dunia (resesi ekonomi).
Jalur dengan akal sehat mana yang harus ditempuh agar dapat mengatasi permasalahan tersebut, apakah dengan konsep evolusi, reformasi, atau revolusi? Bagaimana dengan pemilu, apakah perlu ganti partai dan kepemimpinan demi rakyat, kemandirian dan kejayaan bangsa?
Demokrasi... Demokrasi...
Rakyat sudah lelah dan masa bodo. Dalam pembelajaran terdengar suara teriakan, dan terlihat perbuatan anarkis yang tersebar diseluruh jajaran nusantara. Apakah ini yang disebut makna dari kata demokrasi? Hal yang membuat kita termenung dan tertegun.
Membangun demokrasi dibutuhkan landasan pilar pondasi. Apakah seperti pancasilais, nasionalis, sosialis, agamais, feodalis, kapitalis atau militeris? Karena selama yang ada hanya membuat kepala kita tertunduk atas kebodohan yang diperbuat dan dipermalukan oleh diri sendiri. Menu demokrasi Indonesia bukanlah berupa kearoganan yang disertai emosi melainkan buka hati nurani dan keiklasan yang dipadu dengan kultur budaya dan jati diri bangsa. Itulah kunci demokrasi karena jika tidak maka apa yang dilakukan hanyalah berupa mimpi atau panggung sandiwara yang dilengkapi dengan jatuhnya korban yang tidak berdosa.
Jujur, pelupa, terima kenyataan, dan bukan pendendam; inilah gambaran sisi negara dan bangsa kita. Bercermin dan berbahagialah jika ada kritikan; tidak perlu malu karena ini adalah bagian dari pembelajaran. Saya percaya tekad untuk berjuang dari titik nol demi sebuah perubahan akan menghasilkan sesuatu. Tekad ini jangan disama artikan dengan sebuah debat kusir yang penuh akan kemunafikan; atau pasrah dan berdoa berharap sebuah keajaiban.
Mari bersama bergandengan tangan, berjuang demi "perubahan" Indonesia. Indonesia dengan energi, kekuatan, dan warna baru; tentu kita bisa.
Mari bersama bergandengan tangan, giat belajar dan berkerja keras demi bangsa Indonesia agar terlepas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan; tentu kita maju.
Pemuda pemudi mari kita belajar demi masa depan Indonesia. Membangun keberadaan bangsa dan merubahan tatanan negara yang demokrasi pasti ada harga yang harus dibayar baik waktu, keringat, tenaga, bahkan darah. Tapi jika bukan kita siapa lagi?
Mari bersama peduli akan anak bangsa, kaum perempuan, jati diri bangsa, bumi nusantara, dan kedamaian dunia.
Inikah? Fenomena suara hati perempuan Indonesia. Diawali dengan giat belajar sebagai siswi yang cerdas dan sopan. Berkembang menjadi seorang ibu rumah tangga yang bijak dan pengasih. Selanjutnya, menggapai predikat dan cita-cita sebagai calon ibu negara yang dikagumi dan dihormati. Apakah ini suatu halusinasi yang sangat sensasional dan spektakuler?
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi gambar: calender AP. Time-Scluptor 2009 January-February
Selasa, 03 Maret 2009
Partner Ideal (Ani 4)
Partner memiliki arti orang (badan dan usaha, dsb) dari dua pihak yang berbeda dan bekerja sama karena saling membutuhkan atau melengkapi; pasangan atau mitra. Itulah arti partner dalam keseharian, bagaimana partner dalam memimpin sebuah negara? Hal ini dapat berarti sebagai ibu negara atau wakil presiden. Bagaimana dengan para menterinya, termasuk tidak? Tolong beri masukan!
Menurut Anita, partner adalah suatu hal yang sangat penting dan krusial sehingga dalam pemilihannya harus secara cermat dan hati-hati. Seorang partner yang ideal haruslah memiliki konsep dan cara pandang yang sama untuk lebih memudahkan untuk mencapai kesuksesan karena memiliki misi dan tujuan yang sejalan; sehingga menciptakan kondisi saling mengisi dan mendukung dalam kedinamisan meskipun tetap tidak lepas dari resiko karena jika tidak maka yang timbul adalah kendala, konflik dan kegagalan yang tidak dapat terhindarkan.
Sebelum berlanjut, mencari partner tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Karena dalam pemilihan juga harus mengedepankan rasio (bibit, bebet, bobot) dan resiko. Sebagai contoh yang paling mudah, anda menginginkan partner yang lebih berpendidikan, jenius, aktif, populer, dominan....atau sebaliknya dari anda? atau kaya, mapan, kreditabel atau yang lainnya dalam perbandingan? Keputusan bukan di tangan saya tapi orang yang mencari partner tersebut yang mana tahu akan tujuan dan resiko apa yang harus diambil..
Dalam artikel ini akan difokuskan kepada ibu negara. Seorang ibu negara digambarkan sebagai sosok yang bekerja di balik layar dan keberadaannya akan mempengaruhi keberhasilan sang suami (presiden). Anita dan saya bersependapat bahwa sosok ibu negara haruslah sosok yang baik, cerdas, berkomitmen, bertanggung jawab, memiliki etika dan sifat empati bagi sesama kaumnya; dan juga sebagai ibu pada anaknya sendiri dan semua anak-anak negeri. Mungkin ini adalah hal yang sepele, tapi bila salah satunya telah hilang atau melenceng maka kegagalan suatu pemerintahan sangatlah besar. Contoh yang mudah adalah KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Contoh yang mungkin jarang terpikirkan, bagaimana jika orang memandang bahwa istri presiden memiliki kekuasaan yang lebih besar dari presiden itu sendiri? Disini ditekankan bahwa keberadaan budaya keluarga dan etika tugas negara harus dalam posisi yang tepat dan bijaksana.
Contoh ibu negara setelah perang dunia II yang mungkin dapat dijadikan cermin pembelajaran dari tokoh Asia Selatan dan Tenggara yaitu Indra Gandhi (India), Begum Khaleda Zia (Bangladesh), Imelda Marcos, Corazon Aquino (Filipina). Tokoh-tokoh lainnya yang dari 3 blok peta dunia:
Kiranya, siapa cermin Indonesia sebagai wanita partner ideal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di masa yang akan datang? Pasti Anita Srikandi prediksi saya, seorang mahasiswi kelahiran Agustus 1988 yang telah mempersembahkan suatu pandangan dengan tangan kharisma dan langkah kaki yang mengagumkan dan mempesona.
Sesuatu yang besar akan dimulai dari hal yang kecil, peduli akan nasib bangsa dan negara dimulai dengan peduli akan nasib keluarganya sendiri. Itulah catatan Anita, kiranya berguna untuk pembaca.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi gambar: calender AP. Time-Scluptor 2009 November-December
Sabtu, 28 Februari 2009
Transformasi Peta Politik (Ani 3)
Saya tak tahu ini adalah cerita fiksi atau non-fiksi karena saya bukanlah anak sosial politik seperti Anita Srikandi. Disamping itu, isi catatan ini begitulah nyata lalu bagaimana anda sebagai pembaca?Melihat dari sejarah yaitu era 1940-1999, peta kekuatan politik dunia digambarkan dengan kekuatan pertahanan militer, politik ideologi sehingga dikatakan juga sebagai era kebangkitan nasionalis yang mana pada dasarnya bersifat regional masing-masing negara dan blok politiknya. Dalam era ini, kita mengenal adanya Blok Barat (NATO- Noth Atlantic Treaty Oranzation), Blok Timur (Pakta Warsawa) dan Non-Blok.
Waktu terus berjalan, peta politik apa yang ada pada saat ini atau era 2000-2019? Menurut analisa Anita, saat ini peta kekuatan dunia telah mengalami pergeseran karena kekuatan yang ditunjukan bersifat kesinambungan sosial, ekonomi, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) yang sangat global. Jika melihat dari hubungan Internasional yang terjadi, Anita berpendapat bahwa peta dunia masih terdiri dari 3 kekuatan yang mana terbagi atas Blok Barat Amerika, Blok Timur Jauh, dan Blok Selatan Bebas.
Isi catatan belum berakhir, menurut Anita dalam suatu kedinamisan peta dunia setiap blok harus memiliki pemimpin. Dalam pandangannya,
Berbicara peta politik Indonesia untuk periode 2000-2019 yang penuh nuansa nasionalis, agamanis, patriotisme dan globalisme; Anita mencatat bahwa pada dasarnya Indonesia juga terbagi atas 3 blok haluan politik yaitu
Simbol angka dan warna adalah metode perhitungan yang dijabarkan oleh Anita Srikandi untuk memprediksi dan mengkalkulasi perkembangan peta politik dunia dan Indonesia. Anita berkata: Politik bukan ilmu pasti. Kedinamisan dalam berpolitik demi kepentingan selalu dapat berubah. Hal yang penting harus peka terhadap dasar dan akar dari blok dan warna rumpunya.
Jujur untuk hal ini saya tidak mengerti dan hanya bisa berharap akan hadir trio-tokoh pemimpin yang berkualitas untuk mewakili Indonesia sebagai pemimpin Blok Selatan Bebas demi kedinamisan dan keharmonisan politik dunia dalam kebersamaan; dan membangun politik ekonomi mandiri di dalam negeri sendiri dengan menemukan jati diri Indonesia (bukan dengan gelar "gila"nya). Bagaimana dengan pandangan anda?
Enjoy, peace and love from Sukra.
referensi photo: http://www.townofbeloit.org/earth.gif
Rabu, 25 Februari 2009
Tokoh Presiden (Ani 2)
Untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan cermin yang bermakna belajar dari pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain. Dalam catatan Anita Srikandi sebagai mahasiswi sosial politik, Indonesia sebagai negara pembelajaran demokrasi haruslah bercermin dari proses yang selama ini telah dilakukan dan belajar pula dari negara super maju yang menganut sistem demokrasi yaitu Amerika Serikat.
Dalam artikel ini mencoba melihat perjalanan demokrasi Amerika Serikat dengan tokoh-tokoh presidennya yang pernah terpilih dan sedikit informasi peristiwa penting yang tercatat:
Hikmah yang didapat untuk sebuah sistem dan etika dalam pembelajaran kepolitikan negara:
Apakah kriteria calon presiden Indonesia masih perlu konsep dan pola etnis, gender, dan latar belakang sipil, cendikiawan, militer, teknorat, ulama, birokrasi, atau borjuis, dll; tanyanya? Saya hanya bisa "ndhoblong meneng". Hal yang pasti Capres mempunyai hati nurani demi bangsa dan rakyatnya, tandas Anita.
Bagian lain dari catatan Anita. Sebelum mengakhiri, menurut anda apakah presiden Indonesia masih mencari Trah-presiden (berdasarkan hubungan keluarga, saudara, pejabat dan penguasa) atau lain dari yang lain seperi Amerika saat ini dengan fenomena yang spektakuler.
Inikah Ani yang pertama kali kukenal 4 tahun yang lalu? Ada apa dengannya? Luar biasa.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo: http://www.visitingdc.com/images/george-washington-picture.jpg
Senin, 23 Februari 2009
Catatan si Gadis (Ani 1)
Catatan harian yang berisikan kejadian atau unek-unek untuk seorang gadis adalah hal yang biasa. Tapi bagaimana bila catatan itu berisi sebuah obsesi pribadinya? Suatu hal yang sangat luar biasa menurutku. Itulah isi dari catatan si gadis (seorang mahasiswi fakultas sosial politik) yang bernama Anita Srikandi (nama samaran).
Anita Srikandi adalah seseorang gadis yang memiliki obsesi menjadi manusia kaliber yang dapat membawa perubahan bagi Indonesia dan dunia. Rasa penasaran ini muncul dan kemudian bertanya siapakah tokoh yang membuatnya memiliki obsesi yang begitu besarnya. Jawabnya ada 4 tokoh wanita setelah Perang Dunia II yang membuatnya terobsesi yaitu:
Bagaimana dengan Indonesia? Kapan ada wanita sekaliber mereka?
Sebagai perbandingan para kaum wanita Indonesia saat ini seringkali digambarkan dengan:
Inilah keluhan akan keberadaan wanita di Indonesia dan inilah juga catatan Anita Srikandi gadis Indonesia.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo:http://www.art-photograph-gallery.com/image-files/diary.jpg
Sabtu, 31 Januari 2009
Media Koran Kaum Tionghoa (Hua Ren Bao Kan) (Kongbaba 6)
Koran adalah sebuah media komunikasi yang berisikan berita dan terbit secara periodik. Jadi fungsi koran hampir sama dengan buku yaitu jendela dunia. Walau isinya hampir sama antar koran yang satu dengan yang lainnya tapi pada umumnya mereka mengulas dari sisi pandang yang berbeda dan tidak jarang pula mengabarkan informasi yang berbeda.
Mungkin karena rasa penasaran yang besar, Kongbaba berkata jika mau tahu lebih bacalah koran yang lebih banyak. Akhirnya dimulailah penjajakan media koran yang mana dilakukan di daerah Glodok, Jakarta. Maklum menjadi tempat mangkal untuk beli DVD. Saya khan juga manusia. Hihihi.
Glodok adalah salah satu daerah yang komunitas Tionghoa terbanyak. Jadi dengan rasa penasaran saya melakukan penjajakan akan 10 media koran apa yang paling diminati oleh mereka melalui penjual-penjual koran disana. Hasilnya:
Yah, begitulah hasil penjajakan saya. Maaf jika kurang mendetail, khan penjajakan ke tukang koran. Harap berguna bagi yang senang dan belajar bahasa, kebudayaan, sejarah Tionghoa atau Zhong Guo China yang sedang diminati di dunia.
Istilah yang layak digunakan :
Semoga berguna.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo: http://id.voi.co.id/images.php/gambar/article/content/1075/
Kamis, 29 Januari 2009
Makna Pemberian Hadiah Buah (Zhu Yuan Guo Pin) (Kongbaba 5)
Setiap tahun menjelang tahun baru imlek, ketika pergi ke toko buah atau supermarket di daerah sepanjang jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk dan Glodok Pancoran, saya menemukan buah yang berlimpah seperti jeruk, apel, pir. Pada saat bersamaan, seringkali muncul pertanyaan mengapa buah semangka, pepaya tidak berlimpah seperti yang lain. Akhirnya, pada saat bertemu dengan Kongbaba, saya dapatkan jawabannya.Buah-buah yang berlimpah tersebut ternyata digunakan untuk pemberian hadiah kepada orang-orang yang dihormati atau untuk sembahyang. Hal ini dikarenakan, pemberian hadiah buah secara umum dijadikan simbol yang menyatakan doa, ucapan selamat, syukur dan permohonan. Pemberian hadiah ini dikatakan telah menjadi tradisi yang diadapatasi dari kebudayaan Tiongkok dan menjadi tradisi orang Tionghoa Indonesia. Seiring dengan waktu dan proses kulturisasi dengan lingkungan setempat maka tradisi ini mengalami beberapa asimilasi yang mana menjelaskan mengapa pepaya tidak selimpah buah jeruk dan apel.
Pemberian buah jeruk, apel, pir umumnya karena adanya persamaan ucapan dalam bahasa Tionghoa. Jeruk yang umum diberikan adalah jeruk keprok (Tangerine) yang bermakna kemujuran. Jeruk ini bila diberikan bersamaan dengan daun teh (Da Hong Pao) akan bermakna mendoakan kenaikan pangkat. Jeruk lainnya seperti jeruk besar Bali berarti kemujuran dalam kelimpah, jeruk kinkit bermakna kemujuran dalam keemasan. Tapi hati-hati, tidak semua buah jeruk dapat diberikan contohnya jeruk peras (orange) karena bermakna berhenti atau tenggelam. Buah yang juga populer sebagai hadiah yaitu Apel (apple) yang bermakna keselamatan dan pir (pear) bermakna keberuntungan.
Buah lain akibat adanya asimilasi kultur sehingga dapat juga diberikan sebagai hadiah antara lain: nanas, pulm, leci (liche) bermakna keberuntungan; lengkeng berarti kelanggengan, keagungan, kebijaksanaan, dan kecerdasan; ceri bermakna mendoakan seseorang mendapatkan cinta yang manis dan pasangan yang serasi; buah naga atau pitaya melambangkan kejayaan dan cinta abadi; srikaya bermakna kejayaan dalam kekayaan; dan delima yang berarti banyak anak banyak rejeki. Buah yang umum ditemukan di Indonesia seperti pisang juga dapat dijadikan hadiah seperti pisang raja bermakna kejayaan dalam kerajaan; pisang emas bermakna kejayaan dalam keemasan.
Buah pantangan untuk diberikan yaitu pepaya karena bermakna payah; semangka bermakna lambang kematian; dan anggur bermakna pengganguran, penangkapan, pelarian. Untuk anggur karena termasuk buah yang mahal, jika diberikan kepada saya maka saya ucapkan terima kasih juga. Hihihi.
Itulah makna dari hadiah buah. O yah, sebelum saya pamit Kongbaba berkata kunjungilah rumah saya pada tahun baru imlek karena akan ada minuman dan aneka makanan yang mana ternyata memiliki maknanya juga. Minuman yang disediakan yaitu agar-agar dengan lengkeng, liche dan buah atep (kolang-kaling) yang bermakna agar dengan kebijakan yang agung mendapatkan keberuntungan yang tinggi dan mantap. Makanan yang disajikan adalah kue keranjang goreng dengan kue lapis yang berarti mendapatkan rejeki yang berlapis-lapis dan semuanya akan dikeranjangi. Tolongggg.... bisa-bisa makin gendut tubuh saya ini.
Catatan tambahan yang juga merupakan tradisi yang mana terjadi pada bulan 1 penanggalan lunar di kediaman Kongbaba:
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo :
http://j.b5z.net/i/u/2026897/i/LGbasket_FestivalofFruit_113000_ezr2xxxx.jpg
Minggu, 25 Januari 2009
Maskot Naga, Phoenix, Kirin (Ji Xiang Wu Tu) (Kongbaba 4)
Ini adalah sebuah kenyataan bahwa manusia seringkali menjadikan sebuah obyek menjadi maskot, simbol atau lambang. Sebagai contoh yang sering anda temui pada akhir artikel saya: "Enjoy, peace and love from Sukra". Maskot yang ada pada masyarakat secara umum berupa hewan, tumbuhan (bunga, buah), benda kerajinan tangan, langit alam bintang semesta dan kaligafi (huruf, gambar, atau tulisan).
Pada kesempatan ini, saya mencoba mengambil beberapa maskot dari binatang yang mana merupakan binatang imaginasi atau "tidak nyata". Binatang yang terpilih yaitu naga atau liong (Long), burung phoenix atau burung hong (Feng Huang), dan kirin (Qi Lin) karena menurut saya mereka adalah bagian dari indentitas budaya peradaban China.Dalam literatur naga dikisahkan sebagai maskot yang telah tertera di kitab Yi Jing kuno 5000 tahun yang lalu, sebagai binatang bertuah yang mana menjadi maskot dewa, leluhur bangsa China. Naga dikatakan memiliki 3 bagian yang sama panjang yaitu bagian kepala hingga lengan, lengan hingga pinggang, dan pinggang hingga ekor; dan merupakan penggabungan dari 9 binatang yaitu rusa menjangan (tanduk), onta (kepala), kelinci (mata), ular (leher), kerang(Tridacna gigas) (perut), ikan (tubuh yang bersisik), elang (cakar), macan (telapak kaki), sapi (telinga). Akan tetapi menurut Kongbaba yang melihat dari fisiknya, naga merupakan jenis binatang dinosaurus yang telah punah, buaya (Alligator sinensis) atau biawak besar (varanus spp). Catatan: sisik pada naga umumnya berjumlah 117 yang mana 81 sisik bersifat Yang dan 36 sisik bersifat Yin.
Phoenix merupakan maskot raja dari para burung. Burung phoenix didiskripsikan dalam literatur adalah penggabungan beberapa binatang seperti burung walet (wajah), ular (leher), kura-kura (punggung pundak), bulus (perut depan), bangau (dahi), ayam jantan (paruh), angsa (Anser cygnoides) (dada), ikan (ekor), rusa (kaki belakang). Ada juga yang mendeskripsikan phoenix dengan burung angsa (kepala), bebek Tiongkok (Aix galericulcata) (pikiran), bangau putih (Egretta intermedian) (kaki), burung merak (Pavo cristatus) (ekor), burung beo (paruh), burung walet (sayap). Sebagian orang berpandangan, phoenix adalah inspirasi dari ayam kalkun (Meleagris ocellata), sedangkan dari Kongbaba lebih condong pada burung onta (Struthio camelus), burung kasuari (Casuarius spp), atau burung cenderawasih (famili Paradisaeidae).
Binatang selanjutnya yaitu kirin yang mana dipercaya sebagai binatang bijaksana dan disimbolkan sebagai anak cucu yang berbakti. Kirin yang jantan disebut Ki dan betina disebut Rin. Kirin digambarkan dengan tubuh berbadan rusa (elaphurus davidianus), berkaki kuda, berekor sapi, kuku bulat, kepala serigala dengan sebuah cula yang berisi atau berotot. Sehingga banyak orang mengatakan kirin adalah insiprasi dari kijang kencana (Muntiacus muntjak), kambing hutan (Lie Ling) (Capricornis Sumatraensis), atau antilop (Cephalophus spp) . Sedangkan menurut Kongbaba lebih menyerupai badak dari Jawa yang bercula satu (Rhinocerus sondaicus).
Kirin persepsi umum yang mana menyerupai singa dan sering dipertunjukan (barongsai) adalah persepsi dari singa (Panthera Leo). Karena sudah terlanjur saya lanjutkan saja sebagai informasi. Singa yang berada di pintu bagian kiri dan dan kaki kirinya menginjak bola api adalah singa jantan yang bermakna proteksi akan ancaman luar; sedangkan, yang berada di pintu bagian kanan dan kaki kanannya menginjak anak adalah singa betina yang berarti melindungi keluarga.
Ada kirin versi lain lagi yaitu kirin yang berbadan singa dan memiliki tanduk. Kirin ini dahulunya diimaginasikan dengan jerapah yang mana dapat dilihat dari bahasa Jepang atau Taiwan.
Bagaimana dengan anda? Hewan-hewan diatas dideskripsikan sebagai apa?
Kongbaba teringat akan perkataan dari Liesinse yang saya sendiri tak mengerti:
Maskot adalah petuah sehingga jangan disalah gunakan karena dapat menimbulkan bencana. Petuah Tiongkok "Long Fei Feng Wu, Ma Ta Fei Yan", sedangkan pada tahun tikus (Wu Zi) dengan pepatah "Chuan Zhen Xiong Mao, Ao Huo Shui Niao" menjadi kesan sebuah paradoks bencana.
O yah, binatang yang disebut Kongbaba ternyata ada di Indonesia semua lohhh: Komodo (biawak besar) di pulau Komodo, badak bercula satu di Ujung Kulon, kambing hutan di Sumatra, burung kasuari dan burung cenderawasih yang terdapat di Irian dan Maluku.
Selamat tahun baru "Gong Xi Xing Chun Wan Shi Ru Yi"
Selamat tahun baru imlek semoga lancar dan sukses.
Kongbaba menginformasikan dari catatan Liesinse:
Pada masa kerajaan di Tiongkok, tahun baru disebut Guo Nian (lewat tahun) jatuh pada hari Li Chun (4 Februari) sebagai hari pergantian shio. Presiden Tiongkok Republik pertama sementara, Sun Zhong San, pada tahun 1912 memberlakukan sistem kalender internasional (Gong Li). Sedangkan, penggantinya presiden Yuan Shi Kai pada tahun 1913 menetapkan Nian Zhu Yi (tanggal 1 bulan 1) kalender lunar (Jiu Li) sebagai hari Chun Jie yang sekarang dikenal dengan tahun baru imlek. Catatan tahun sejarah Tiongkok diawali dengan tahun Gong He yaitu tahun monyet (Gen Shen) 841 SM. Hal yang membingungkan buat saya, Chun Jie atau tahun baru imlek bukan hari raya keagamaan. Sedangkan, di Indonesia yang pada tahun 2002 lalu Chun Jie ditetapkan sebagai hari libur nasional, ternyata dikaitkan dengan kelahiran Kong Zi yaitu 551 SM. Tak percaya, coba hitung sendiri yang mana pada tahun ini 2009 merupakan Chun Jie yang ke 2560.
Jika ada kesalahan persepsi, mohon dimaafkan dan tolong diberikan masukan.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo:
Sabtu, 24 Januari 2009
Tata Krama Seni Budaya Timur (Li Yi) (Kongbaba3)
Kisah Kongbaba membawa imajinasi saya ke sebuah restoran di tahun 40-an. Di sebuah meja bundar dari marmer terdapat dua keluarga (total 6 orang) Tionghoa yang ngobrol menunggu makanan yang akan disajikan. Dua kepala keluarga ini dapat dikatakan sebagai orang yang berpendidikan walau pendidikan yang diterimanya berbeda yaitu pendidikan Belanda dan Tionghoa. Komunitas yang berpendidikan Belanda umumnya sebagai pegawai kantoran dan yang berpendidikan Tionghoa sebagai pedagang toko. Posisi duduk mereka yang dirunut searah jarum jam yaitu kepala keluarga yang mengundang (menghadap timur), kepala keluarga yang diundang, anak laki-laki, anak perempuan (menghadap barat), istri keluarga yang diundang, istri keluarga yang mengundang.
Di awal pertemuan, seperti layaknya pertemuan tentulah dimulai dengan basa-basi. Kata-kata yang muncul antara lain Nin Hao Ma (apa kabar), Xie Tian Xie Di (terima kasih langit dan bumi), Da Jia Hao (semua baik), Ping An (selamat), Jian Kang Ru Yi (sehat walafiat semuanya langgeng), Yi Qie Shun Sui (semuanya lancar dan sukses). Tanpa disadari kubertanya, kenapa tidak ada Wo Hen Hao, Xie Xie (saya baik, terima kasih)? Kongbaba tersenyum dan berkata: itu adalah bahasa sapa akulturasi modern.
Tanpa disadari dari kisah singkat tersebut, kita diajak untuk mengenal sebuah tata krama yang mana merupakan bagian dari kehidupan manusia yang berbudaya dan beradab. Tata krama yang dalam perjalanan evolusi telah beradaptasi dengan berbagai budaya baik dari luar maupun lingkungan setempat, sehingga menjadikan sebuah corak tersendiri. Ini adalah beberapa fondasi tata krama budaya timur yang bernuanasa multikultur yang masih terpiara:
Karena panjangnya cerita Kongbaba, saya menuju ke cerita tentang tata krama ke-3 yang menceritakan perjalanan kehidupan seorang manusia. Hal ini karena ada sesuatu yang menarik menurut saya.
Dimulai dari kelahiran, sang bayi menangis dengan keras karena menyadari bahwa hidup dalam dunia ini penuh akan derita, tapi dilain pihak (keluarga terutama kakek dan nenek) tentu sangat senang dan gembira karena kelahiran dianggap sebagai pembawa rejeki. Dahulu pernah diibaratkan bila anak yang terlahir adalah laki-laki maka disebut Wan Jin (emas 10.000 tael) dan jika wanita dianggap Qian Jin (1.000 tael). Hal ini mungkin dikarenakan pria-lah yang membawa nama keluarga. Menuju dewasa atau remaja maka berbagai pendidikan diberikan baik itu pengetahuan, seni dan tata krama agar dapat menjadi seorang yang teladan.Tahap berikutnya adalah perkawinan dan peranan wanita yang berarti mengangkat derajat keluarga sebagai dasar, memberikan generasi keturunan sebagai fenomena, kesederajatan sebagai pelaksana kekeluargaan. Dalam perkawinan ini yang terpenting adalah 2 keluarga yang saling menghormati dan menjaga keharmonisan dalam hidup bermasyarakat. Inilah hal yang selalu dibenak, sehingga seringkali kita mendengar bahwa dalam memilih haruslah dilihat bibit, bebet dan bobotnya.
Sebelum masuk ke langkah selanjutnya telah terjadi sebuah fenomena yang membuat saya tertarik untuk mengangkat bagian topik ini dari keseluruhan kisah Kongbaba. Dalam hal perkawinan, ucapan selamat seringkali melalui media koran seperti "Guo Ji Ri Bao" yang merupakan bacaan untuk mayoritas komunitas Tionghoa perantauan Hua Qiao dan Tionghoa totok Xin ke yang mana agak eksklusif. Terdapat sebuah kejanggalan, seringkali ada salah satu pihak tidak mencantumkan nama orang tuanya. Apakah pihak tersebut anak yatim atau ada hal yang lain? Hihihihihi. Inilah jawaban Kongbaba, dalam era modernsasi, globalisasi, demokrasi dan reformasi ini seringkali terjadi tabrakan budaya yang eforia disebut pinokio sindrom oleh Kongbaba. Pinokio sindrom yaitu sikap yang opportunis, tamak, munafik, penjilat yang berarti hanya mencari muka, popularitas dan melihat keuntungan pribadi semata.
Hal yang menarik belum selesai. Dalam masyarakat Tionghoa peranakan, perkawinan diibaratkan dengan mengawinkan dua anak sehingga tamu-tamunya 80% adalah kerabat orang tua. Lalu untuk tamu-tamu yang 80% dari kerabat anak-anaknya terjadi pada saat ulang tahun orang tua yang pada umumnya berumur 61, 71, 81. Disini menunjukan bakti anak kepada orang tua. Btw, merayakan untuk ulang tahun masa kecil itu sebetulnya tak ada dalam tradisi, yang ada hanyalah pemberian telur dan mie dari orang tua kepada anaknya sebagai simbol pemberkahan dan keselamatan.
Di akhir perjalanan tentulah kematian yang mana pada saat menutup peti bermakna penentuan untuk jawaban apa yang telah dilakukan orang tersebut di dalam masyarakat dan keluarga. Tersenyum kepada langit saat diterimanya dan keluarga bersedih kehilangan seorang yang dihormati.
Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo : http://www.chinese-wedding-guide.com/images/joinourheartsforever.jpg
Rabu, 21 Januari 2009
Pengetahuan Budaya Seni Ilmu Timur (Yi Shu) (Kongbaba 2)
China atau Tiongkok adalah sebuah negara besar yang mana seringkali membuat saya terkagum-kagum akan pengetahuan alam dan seninya. Tapi kemanakah saya harus bertanya? Karena dua orang pakar dari Indonesia tentang sejarah timur telah tiada. Mereka adalah Ong Hok Ham (1 Mei 1933 - 30 Agustus 2007) seorang ahli sejarah Indonesia dan etnik Tionghoa terutama Tionghoa peranakan Jawa; dan Lie Tek Tjeng (18 Mei 1931 - 12 Januari 2009) seorang ahli sejarah tentang negara Tiongkok daratan dalam perkembangan ideologi negara tersebut. Kongbaba mengharapkan saya dapat membaca karya-karya pakar tersebut.
Kongbaba dengan Liesinse yang merupakan sahabat lamanya; ternyata telah membuat kerangka pengetahuan budaya seni ilmu timur yang notabene digunakan untuk diceritakan kepada generasi penerus agar mudah dipahami. Bersyukurnya saya bisa mendapatkan sedikit informasi tentang pengetahuan budaya seni ilmu timur. O yah, Kongbaba merupakan keturunan ayah Tionghoa putra Indonesia dan ibu Tionghoa putra bumi yang mana lahir dan tumbuh di pantai utara (pantura) Jawa tengah yang merupakan sebuah linkungan dengan tradisi Tionghoa Jawa (peranakan).
Pengetahuan budaya timur (China) secara garis besar terbagi atas 2 kategori yaitu pengetahuan budaya seni (sosial budaya) (Wen Yi) dan pengetahuan budaya ilmu (alam pasti) (Shu Shu).
Pengetahuan budaya seni terbagi atas:
Pengetahuan budaya ilmu terbagi atas:
Catatan tentang ilmu perbintangan dan takdir nasib: bahwa masyarakat Tionghoa percaya bahwa kesuksesan seseorang terdapat unsur takdir, nasib, tata ruang, kebajikan dan pendidikan.
Mengingatkan saya kepada sebuah Hadits nabi : belajarlah ilmu sampai ke negeri China.
Seni dan ilmu yang mana sebagian besar telah pudar, tapi itulah China dengan ilmu dan seni yang diwarisi dengan baik dan tekun mereka menjadi sebuah bangsa yang besar. Hal lain yang menjadi titik keberhasilan yaitu dalam perkembangannya tidak terjadi sebuah benturan akibat perbedaan suku, bangsa, agama dan ras (SARA), melainkan menjadikan sebuah hubungan yang dinamis. Semoga kelestariannya berlanjut dengan baik.
Itulah catatan tentang ilmu pengetahuan budaya timur yang diceritakan oleh Kongbaba. Selanjutnya adalah sedikit catatan dari kisah Kongbaba yang menjadi bahan pelajaran bagi kita:
Sebuah hubungan yang dinamis dalam mempelajari sebuah seni ilmu budaya membutuhkan 3 hal yaitu:
"Di mana bumi berpijak, di situ langit dijunjung" yang berarti hargailah budaya dan adat yang berlaku di mana pun kita berada. Salah satu contoh hubungan yang dinamis yaitu dilantiknya Obama pada 20 Januari 2009 menjadi presiden Amerika ke -44 yang dinyatakan sebagai keberhasilan dari demokrasi, toleransi multi ras, agama, kultur dan identik sebagai simbol nasionalis, patriotisme, pluralisme, globalisme negara tersebut.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi foto : http://www.ranesi.nl/images/assets/13186301
Gambar: Ong Hok Ham
Senin, 19 Januari 2009
Zodiak Bintang Penguasa (Zi Wei) (Kongbaba 1)
Ini adalah sebuah informasi tentang Indonesia dan mungkin baru pertama kali terjadi di dunia. Informasi yang dikisahkan oleh Kongbaba (nama samaran) merupakan bagian dari sebuah perbincangan dengan sahabat lamanya, Liesinse (nama samaran), yang mana keduanya merupakan kelahiran tahun 40-an.
Liesinse adalah keturunan ayah Tionghoa totok xinke dan ibu Tionghoa putra Indonesia yang mana merupakan seorang pengamat dan peneliti perorangan tentang pengetahuan budaya timur. Saat ini ia dan anak cucunya tinggal di negeri tetangga yang mana disebabkan oleh kejadian kerusuhan Mei 1998. Karena kerinduan akan negeri Indonesia ini, Liesinse datang, bertemu sahabat lama dan bercerita tentang analisa dan diskusinya. Cerita dari analisa inilah yang menjadi topik menarik yang dibagi kepada saya oleh Kongbaba.
Sebuah ilmu pengetahuan dari timur tentang analisa takdir dan nasib. Umumnya (orang yang bergelut dalam dunia meramal) menggunakan Si Zhu Ba Zi (4 pilar 8 huruf) yang mana dengan 8 huruf dasar akan terurai ± 520 ribu karakter takdir manusia. Ternyata masih ada metode lain yaitu Zi Wei Dou Shu dengan 144 pola dasar yang mana bila diuraikan akan didapat ± 1.7 juta karakter nasib. Hmmm.....
Apa yang dimaksud dengan metode Zi Wei? Suatu metode yang terdiri dari 12 ruang medan pangkubumi (pakubumi) yang dilambangkan dengan shio dan 12 ruang faktor kehidupan. Lambang shio secara berurutan yaitu tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, babi. Ruang faktor kehidupan secara berurutan yaitu takdir, orang tua, kebajikan, rumah tinggal, karier, hubungan sosial, gerak pindah, kesehatan tubuh, kekayaan ekonomi, anak keturunan, pernikahan suami istri, sanak saudara. Kombinasi ini terjadi berdasarkan urutan sehingga menciptakan 144 pola dasar.
Belum selesai, ternyata setiap pola dasar dipengaruhi oleh 108 bintang yang mana terdiri dari 18 bintang utama (Zi Wei, Tian Ji, Tai Yang, Wu Qu, Tian Tong, Liang Zhen, Tian Fu, Tai Yin, Tan Lang, Ju Men, Tian Xiang, Tian Liang, Qi Sa, Po Jun, Wen Chang, Wen Qu, Zuo Fu, You Bi. Dalam teori, seorang penguasa secara umum memiliki bintang Zi Wei pada faktor kehidupan kolom ruang takdir. Bintang Zi Wei adalah lambang wibawa, kekuasaan, kepemimpinan dan dihormati. Jangan tanya kenapa, saya juga tak mengerti. Informasi ini didapatkan dari sebuah diktat "Seni Pengetahuan Tradisional Zi Wei" oleh Kiswoyo pada Maret 1992.
Dan berikut bintang utama pada kolom ruang takdir dari 5 kandidat calon presiden yang tercatat:
Catatan: 5 kandidat calon presiden berbeda pada kolom medan pangkubumi
Menurut Liesinse inilah sebuah fenomena yang luar biasa dan baru terjadi pertama kali di dunia. Penasaran, saya bertanya lalu siapa yang menang?
Kongbaba menjawab: Pada zaman dahulu dengan peta ruang takdir, masing-masing kandidat akan melihat dirinya sendiri dan lawan guna menyusun sebuah strategi (seni perang) untuk kampanye. Tapi itu semua hanyalah trik yang akan menjatuhkan satu dan lainnya. Jadi tidaklah penting untuk menerka siapa yang akan menang. Melainkan mengharapkan 5 kandidat tersebut bersatu bagai 5 jari pada telapak tangan bagai tangan kharisma seorang pemimpin dunia, maka mereka dapat menggenggam dunia dan menjadi terkuat di dunia. Apalagi jika mereka menunggang burung garuda (Bhineka Tunggal Ika) dan senjata kapak geledek pasti akan menciptakan dunia baru di abad ke 21 ini yang harmonis, aman dan sejahtera.
Haiyahhh.... kata kiasan. Inilah takdir dan nasib suratan langit.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Minggu, 28 September 2008
Keajaiban Sastra (Masali 8)

Tulisan adalah hal yang sederhana tapi ia dapat menciptakan sebuah karya yang hebat dan luar biasa. Contoh sederhana adalah karya sastra, seringkali dianggap hanyalah kumpulan tulisan yang tiada arti, padahal dibalik itu sastra adalah kumpulan tulisan bermutu yang menjadi pedoman dan perkembangan hidup seseorang atau bangsa.
Di akhir studi Masali di China, presentasi kembali menghampiri. Topik yang dibawa adalah tentang "aksara dan sastra China".
Masali memulai presentasinya:
Aksara China pada awalnya mirip hieroglif yaitu suatu tulisan yang mirip dengan bentuk dasar gambar. Kemudian aksara China berubah menjadi goresan dan terakhir adalah tulisan (huruf) yang kita kenal saat ini. Perjalanan aksara China yaitu:
Seperti diketahui bahwa dari tulisan akan tercipta sebuah karya. Perjalanan dan perkembangan karya sastra China:
Akhirnya selesai juga presentasi Masali. Hahaha tapi apa daya tidak ditulis juga sayang karena kapan lagi dapat informasi ini. Tapi kisah Masali belum selesai. Masali melanjutkan:
Di Indonesia memiliki aksara yaitu huruf Jawa dan latin. Sastra Indonesia dimulai pada abad 10 yang mana dipengaruhi oleh kebudayaan India dan diterjemahkan ke dalam bahasa kawi kuno. Satranya antara lain Ramayana, Mahabhrata, Sanghyang Kamahayanikan oleh empu Shra Sabhara Curyawarawarana. Pada abad 14 muncul nama Empu Tantular dalam kitab Sutasoma yang mana ada kalimat "Bhineka Tungal Ika" dan pada abad tersebut juga muncul sastra cerita sejarah (babad), cerita rakyat (dongeng lagenda), kidung, tembang, dll. Sastra modern berkembang dan punjangga yang terkenal antara lain Chairil Anwar, Sultan Takdir Alisjahbana, Pramoedya Ananta Toer, dan ada lagi seperti sastra Melayu Tionghoa seperti yang ditulis oleh Thio Tjin Boen, Kwee Tek Hoey.
Dan kini sastra Indonesia yang menjadi fenomena adalah Laskar Pelangi. Buktinya, buku yang cetakan pertamanya pada September 2005, dan saat ini telah terjual ± 1 juta buku yang mana tak pernah terjadi dalam sejarah sastra Indonesia. Laskar Pelangi ini menceritakan memoar masa kecil penulis dan semua pelakunya adalah nyata, kejadian yang terjadi di pulau Belitong yang mana kepadatan komunitas Tionghoa-nya memiliki presentasi yang tertinggi dibandingkan dengan propinsi lainnya di Indonesia. Komunitas Tionghoa ini dikategorikan sebagai Tionghoa putra daerah yang mana leluhurnya banyak dari turunan pekerja budak (Zhu Zai) tambang timah.
Laskar Pelangi menceritakan seorang guru yang idealis dengan profesinya. Guru dengan segala keringat, rintangan, duka menjalankan tugasnya agar anak yang didiknya terlepas dari belengu kemiskinan dan kebodohan. Guru itu juga mengajarkan pada diri saya bahwa tidaklah berguna jika semua pengetahuan diberikan jika tidak diajarkan akhlak yang baik.
"Berikan sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya"
Itulah pengetahuan yang dapat saya ambil dan Masali berpesan tulisan mungkin sesuatu sederhana tapi bisa memilki arti yang luar biasa. Akankah kita akan melupakan pentingnya sebuah karya sastra.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo:http://chinaposters.org/img/apkung-314-78-318.jpg
Ilmu Kesehatan Klasik China Akupuntur (Masali7)
Masali mengatakan hal yang paling berharga adalah ilmu pengetahuan. Kalau saya mengatakan hal yang paling indah adalah cinta, paling nikmat adalah sehat dan paling keren adalah nama. Hihihi sudah mulai ngelantur karena sudah pada pulang kampung untuk lebaran.
Masali (nama samaran) yang terpelajar berkisah:
Di suatu sore, saya melihat papan pengumuman tentang kuliah terbuka dasar ilmu kesehatan klasik China Akupuntur. Lansung saya pergi melihat ternyata kelas penuh. Dalam hati berkata, tak masalah saya duduk belakang, lagian memiliki keberuntungan karena jika ditanya maka saya tak akan kagok. Hehehe. Dosen datang dan kuliah dimulai.
Dalam dunia pengobatan, secara umum terbagi atas 2 yaitu pengobatan barat modern dan timur klasik. Disini akan dibahas tentang pengobatan timur klasik yang mana pada dasarnya ada 4 kitab yang harus dikuasai, tapi dosen tersebut menambahkan satu lagi.
Kitab-kitab tersebut yaitu:Formula obat adalah suatu proses pengobatan dengan menggunakan reaksi kimia sehingga tak ada yang aneh karena dapat dijelaskan secara pasti. Akupuntur adalah proses pengobatan menggunakan teori meridian Jing Luo yang mana dasarnya, memiliki 12 meridian inti dan 8 meridien istimewa.
Di dalam meridian, ada kaidah yang penting untuk dipelajari yaitu kaidah Yin Nei Yang Wai. Maksud kaidah tersebut adalah dalam tubuh terdapat 2 katagori meridian yaitu yin dan yang. Yin berada pada bagian sisi tubuh yang tak terkena sinar matahari (bagian dalam) dan Yang bagian sisi tubuh yang terkena sinar matahari (bagian luar). Contoh mudah adalah telapak tangan bila keadaan terbuka adalah bagian Yin dan bagian tertutup adalah bagian Yang. Kaedah lainnya adalah Yin Sheng Yang Jiang yang memiliki arti meridian Yin perjalannya naik ke atas dan meridian Yang perjalannya turun ke bawah.
Saat itu yang menjadi pertanyaan dosen:
Kelas hening tak ada yang menjawab dan Masali bersyukur duduk di belakang. Dosen melanjutkan jawabannya ada di kitab Ling Jiu bab 2 (Ben Shu), bab 10 (Jing Mai), bab 16 (ying Qi).
Itulah akhir kisah Masali dalam mengikuti kelas akupuntur. Saya bingung apa maksud dari dosen itu, mengapa hanya memberikan referensi dan pertanyaan tak ada penjelasan? Dipikir-pikir benar juga sih, dosen menyuruh mahasiswa mahasiswinya baca dan coba mencuri ilmu dari dosennya. Karena jika berasal dari dosen saja, maka mahasiswa mahasiswinya tak akan pernah melebihi kemampuan dosennya. Hmmm... mungkin karena itu budaya baca di Indonesia sangat kurang karena semuanya diberikan oleh dosen dan tak perlu baca buku. Hihihihi.....
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo: http://www.chchacupuncture.co.nz/img/acupuncture1.jpg
Jumat, 26 September 2008
Agama dan Mesjid di China (Masali 6)
Sejarah bukan untuk dilupakan, tapi untuk dipelajari agar manusia tahu siapa dirinya dan dapat memutuskan apa yang terbaik bagi dirinya dan orang lain.
Pada awalnya, kisah kedatangan Masali ke China untuk mempelajari ajaran dan falsafah yang ada di negeri tersebut. Hal ini dikarenakan ajaran dan falsafah tersebut bertahan hingga ribuan tahun yang mana menyebabkan sebelum tahun 1500 China diakui memiliki peradaban yang tinggi. Hingga suatu saat Masali melihat sebuah mesjid di China. Masali kaget dan bingung bagaimana ada mesjid di sana dan bagaimana pula agama bisa berkembang. Masali bertanya kepada sahabatnya dan sahabatnya memberitahu bahwa ada seorang kakek yang mungkin dapat memberi informasi. Masali pergi untuk menemuinya.
Lao Ye (kakek) Tang Yuan Qing (nama samaran) bercerita:
Perkembangan agama di negara China saat ini, saya kurang mengetahuinya. Hal ini dikarenakan pada masa komunis (setelah tahun 1950-an), agama tidak berkembang. Jadi yang saya beritahukan adalah catatan pribadi saja.
Agama yang membumi di China adalah agama Buddha dan agama Dao. Agama Buddha dimulai dari Siddharta Gautama (565SM-486SM), yang mana berkembang di China ± abad 2 SM. Bukti berkembangnya agama ini yaitu pada abad ke 1, telah ada orang China yang ditasbihkan menjadi biksu. Agama Dao dimulai oleh Lao Zi (580SM-500SM) dan dianggap sebagai agama asli China. Dalam perkembangannya, yang mendalami ilmu kebatinan eksoteris (Tasawuf) dari agama Buddha ada 3 sekte (Chan Zong, Tian Tai Zong, Zhen Yan Zong) dan dari agama Dao ada 5 golongan (Tai Ji Men, Fu Lu Men, Jian Xian Men, Xuan Zhen Men, Dan Ding Men).
Agama lainnya adalah agama Islam yang mana dimulai oleh nabi Muhammad (tahun 570-633). Agama Islam sampai ke China melalui 2 jalur yaitu jalur darat (jalur sutra) dan jalur laut (jalur rempah). Jalur sutra yaitu dari Persia melewati Afganistan, Xin Jiang, Qing Hai, Gan Su dan berakhir di Chang An (ibukota dinasti Ming). Jalur rempah dimulai teluk Persia melewati laut Arab, teluk Benggala (India), selat Malaka, laut China Selatan (termasuk Indonesia), pesisir pantai daratan China (Guang Zhou, Quan Zhou, Yang Zhou, Hang Zhou).
Dalam catatan saya (Lao Ye) penyebaran yang terjadi antara lain:
Ajaran Islam yang ada di China mayoritas Islam Sunnah Mazhab Hanafi dan Syafi'i. Islam Syiah berkembang pada suku Tajik dan Kirgizs di Xin Jiang. Islam sekte Ishan dianut oleh sebagian suku Uygur, Hui dan Uzbek. Sebagai informasi di China memiliki ± 30 ribu mesjid dan ajaran Sufisme (Tasawuf) mempengarui perkembangan agama di sana.
Mesjid-mesjid ternama di China antara lain:
Agama Khatolik, pertama kali masuk ke China pada dinasti Tang tahun 635. Akan tetapi tahun 845, agama dari luar dilarang di negeri ini hingga lenyap 400 tahun. Munculnya kembali agama ini yaitu pada tahun 1307 ketika misionaris Italia yang bernama Giovani Da Montecorvio (1247-1328) datang ke ibukota dinasti Yuan (Beijing). Misionaris lainnya yaitu Matteo Ricci (Italia, 1552-1610), Diego De Pantoja (Spanyol, 1571-1618), Nicolas Trigault (Prancis, 1577-1628), Alvaro Semeo (Portugal, 1608-1650). Pada tahun 1625 masuk sekte nestoranism (Kristen) dan tahun 1946 tercatat ada ±20 keuskupan.
Agama Kristen yang identik dengan reformasinya Marthin Luther (1483-1540) berkembang di China pada tahun 1807. Penyebarnya antara lain pendeta Robert Morrison (Inggris), William Milne (Inggris), Walter Henry Medhurst (Inggris). Aliran yang berkembang antara lain Anglicans, Lutheran, Calvinists, Baptists, Methodists, Quakers, Congregationists, Aventistis, Pentecostal Churches.
Itulah perkembangan agama yang Lao Ye ketahui. Masali kemudian bertanya bagaimana dengan agama Konghucu? Lao Ye tak memberikan komentar.
Sebagai catatan dari cerita Masali. Ajaran yang berkembang di China adalah ajaran Buddha, Kong Zi dan Lao Zi yang mana merupakan cikal bakal ajaran Tri Dharma, yang berkembang pada dinasti Tang.
Falsafah atau ideologi atau ajaran klasik yang ada di China yaitu:
Akhir kata, maafkan jika ada kesalahan. Karena semuanya berdasarkan cerita dan saya tidak menguasainya akan hal tersebut.
Photo adalah gambar buku yang diberikan sebagai rasa terima kasih Masali kepada Lao Ye.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Artikel Favorit dalam 1 minggu
-
Hanhan merupakan nama pangg ilan kak Darmanto (Huang Jin Han), seorang teman dekat kak Eileen yang memiliki kesamaan hobi dalam bidang fotog...
-
Manusia Berhadapan antara Lahir ,hidup dan mati Manusia 30% merata hidup Singkat, panjang dan tragedi Tragedi Mati sebelum waktu Terjerumus ...
-
Berjinjit tinggi Menopang jauh Berbentang jauh Melan...
-
Telah lama saya menghilang. Dan inilah momen yang terbaik saya untuk kembali ke dunia blog ini. Sebagai hadiah untuk ajang kembalinya diri s...
-
INTERNATIONAL PUBLICATION Ali Khumaeni, Zener Sukra Lie , Yong Inn Lee, Kazuyoshi Kurihara, Koo Hendrik Kurniawan, Ken-ichi Fukum...
-
Tjai May On (78 th) ilmuwan pelopor Indonesia (ver Gatra 2009 ). Bapak Fisika Indonesia (ver Sukra 2009 ), Penerima penghargaan Achmad B...
-
Melintasi rel adalah hal yang biasa walau saya percaya tidak semua orang pernah merasakan nikmatnya naik kereta api. Lalu bagaimana jika mel...
-
Hadiah Nobel dianug e rahkan setiap tahun sejak tahun 1901 dan terbagi dalam 5 bidang . P ada tahun 1969 ditambah bidang sosial ekonomi ...
