Tampilkan postingan dengan label Tradition and Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradition and Culture. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2009

Tata Bangunan dan Ruang (Feng Shui)

Memamfaatkan kesempatan yang ada. Maksudnya, saya mendapatkan informasi penting dari orang yang mengenal inti sari dari ilmu Feng Shui, sedangkan pembaca mendapatkan informasi yang selama ini tidak diketahui dan sangat mengejutkan. Informasi ini saya dapatkan karena kakak saya, Eileen yang akan S2 design di Universitas Trisakti, sedang mencari bahan untuk topik thesisnya sehingga mencari informasi dari orang yang ahli dan paham secara keseluruhan.

Feng Shui diartikan sebagai ilmu pengetahuan tata bangunan dan ruang klasik China, yang sangat erat hubungannya dengan pengetahuan geomorfologi, struktur tanah, arah angin, sirkulasi udara, aliran air, sinar matahari, dll. Secara umum digunakan untuk kuburan dan hunian.

Feng Shui yang dikenal saat ini, umumnya adalah sebuah gambaran yang direkayasa dan dikemas sebagai intrik komersial karena manusia berharap dari Feng Shui dapat memenuhi kebutuhan psikologisnya. Akibatnya kesan menjadi eksklusif, dan spesial padahal menyesatkan. Btw saat ini, Feng Shui juga sering dikaitkan dengan energi "supernatural" atau kepercayaan dan agama yang tidak ada kaitannya.

Pada awalnya tata bangunan dan ruang hanyalah sebatas naluri, kemudian berdasarkan pengalaman, berlanjut menjadi sebuah pengetahuan dan pada akhirnya tercipta sebuah falsafah logika dan teori ilmu. Falsafah logika dan teori ilmu yang ada di negeri China dapat dikatakan telah melakukan perjalanan panjang yaitu masa penyebaran (200M-600M), masa perkembangan (600M-1000M), masa kejayaan (1000M-1300M), masa menjamur (1300M-1600M) dan masa pasang surut (1600M-sekarang).

Sedangkan untuk Indonesia, mulai diminati pertengahan dekade 80-an. Lie Tjung Jie adalah salah satu orang yang pertama menyusun ilmu Feng Shui Hunian secara sistematik dalam bahasa Indonesia ("Diktat Analisa Penampilan Bangunan Rumah", Jakarta, Mei 1989). Diktat tersebut disusun dengan metode pengumpulan data, analisa, penarikan kesimpulan dan penegakan diagnosa kerja dan perencanaan tindak lanjut.

Dasar pengetahuan dan falsafah Feng Shui terbagi atas 3 yaitu unsur ekologi, estetika dan psikologi. Unsur Ekologi adalah gambaran peta geomorfologi yang berupa struktur geologi, medan dan keadaan topografi seperti gunung, angin, air dan sinar matahari yang berdasar pada falsafah budaya peradaban. Unsur estetika ditujukan kepada fondasi, bentuk, design bangunan dan tata ruang yang dikaitkan dengan kehidupan alam dan sosial dengan falsafah karakter bangsa. Unsur psikologi dikaitkan dengan falsafah budaya sampai logika dan pola pikir; merujuk ke rasa aman, nyaman, tentram, harmonis dan serasi yang menggambarkan falsafah jiwa kepribadian.

Dasar dan teori ilmu Feng Shui terbagi atas dua yaitu teori citra topografi dan teori energi vital dengan 4 alirannya. Karena penggunaan saat ini lebih ke arah hunian, Fungsi untuk bangunan kuburan tidak saya bahas.

Citra topografi haruslah dibedakan antara geomorfologi China dan Indonesia yang mana ini sering sekali dilupakan. China adalah negara daratan yang mana pada bagian utara terdapat udara dingin, barat terdapat angin pasir, timur terdapat air laut, selatan terdapat gunung nadi, dan sungai mengalir dari barat menuju timur; disamping itu memiliki 4 musim dan sinar matahari di bawah lintang utara 23'5; sehingga konsep rumah hendaknya mengarah ke timur dan selatan. Indonesia adalah negara kepulauan di garis khatulistiwa yang memiliki 2 musim saja dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan arah angin dari barat dan timur. Khusus di pulau Jawa, bagian utara terdapat air laut, selatan terdapat gunung nadi, sungai mengalir dari selatan menuju utara; sehingga konsep rumah hendaknya mengarah ke arah timur dan utara.

Selain citra topografi, perbedaan budaya dan karakter dari komunitas masyarakat atau etnis suku bangsa juga akan mempengaruhi bentuk kampung atau kota dalam membangun hunian. Tata letak wilayah dipengaruhi oleh lingkungan hidup, falsafah dan budaya, unsur ekologi dan antropologi. Tata bentuk bangunan dipengaruhi oleh lingkungan sosial, logika dan teori, unsur estetika dan sosiologi. Tata design rumah dipengaruhi oleh lingkungan kesehatan, pola hidup, praktek lapangan dan rencana tindak lanjut, dan unsur kesehatan dari psikologi.

Catatan Feng Shui yang berhubungan dengan psikologi dalam kesehatan dan keuangan:

  • Faktor pintu dan ruang tamu: kehidupan sosial dan marketing.
  • Faktor dapur dan ruang makan: pola hidup dan managemen.
  • Faktor kamar utama dan ruang keluarga: hidup berkeluarga dan finansial.
  • Faktor aliran air: psikologi dan karakter seseorang dalam mengolah keuangan dalam kehidupan bermasyarakat, keluarga dan pribadi.
  • Faktor "muara air": sumber keuangan dari kekayaan orang tua, kemampuan ilmu pendidikan, dan hasil hubungan pertalian.
Kesimpulan dan akhir kata:
  • Tata bangunan dan ruang (Feng Shui) harus ada terobosan inovatif yang sinkron dengan budaya, falsafah, teori, logika, geomorfologi nusantara dan perkembangan ilmu bangunan terhadap zamannya.
  • Jangan terjerumus akan energi supernatural demi kepuasan jiwa dalam pengertian sempit yaitu motivasi diri untuk kekayaan dan kedudukan sebagai aspek sugesti psikologis, tanpa landasan falsafah ilmu, rasio dan logika.
  • Apa yang kita lihat saat ini, Feng Shui telah menjadi pembenaran dan pelecehan akan ilmu itu sendiri; rekayasa, halusinasi jiwa dan karakter manusia itu sendiri akan kehendak dalam rencana dan aplikasi tindak lanjutnya.
Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Jumat, 24 April 2009

Mimpi Tentang Perubahan

Saya berada di suatu jalan yang gelap dan hanya tampak sebuah batu besar dengan tulisan:

"Seseorang yang menguasai dan mengenal
sejarah, karakter, dan tokoh bangsa;
memiliki visi dan misi sebuah perubahan
maka kejadian besar akan terjadi
pada diri dan bangsanya"

Tidak peduli, karena jalan yang gelap ini membuat saya gelisah dan tidak bisa berpikir. Tiba-tiba dari kegelapan datang seorang kakek dengan ciri-ciri tinggi, besar, sederhana dan memancarkan kharisma. Kakek tersebut berkata mari pegang tangan saya dan ikuti saya.

Memegang dan berjalan mengikutinya, saya seperti dibawa ke dua dunia di masa lampau yang tidak kuketahui sebelumnya. Inilah yang kulihat dari mimpi ini:
  1. Sebuah kerajaan dengan sistim federalisme dirubah dan dipersatukan menjadi kerajaan dengan sistim desentralisasi (terpusat). Selain itu, pemersatuan juga terjadi pada sistim tata negara, ekonomi (mata uang, timbangan), sosial, budaya dan huruf komunikasi. Kemudian dilanjutkan dengan seorang yang memiliki kharisma begitu kuatnya membakar buku dan menguburkan orang-orang yang tampak seperti cendikiawan karena dianggap sebagai unsur alat propaganda dan benih aktor pemberontakan.
  2. Seorang anak petani yang terus membaca dan belajar akan ilmu sejarah, falsafah politik, strategi, perang dan sastra. Ketika saya berpaling, anak petani tersebut berdiri di depan banyak orang dan berpidato seperti memproklamasikan sebuah kemerdekaan dalam kedaulatan rakyat, yang mana pada saat itu sistim yang dianut adalah kerajaan feodal. Disamping itu juga, ia memerintahkan para terpelajar harus turun kebawah dan mengabdi pada rakyat bukan sebagai birokrasi, komentator, dan berdiri diatas demi kepentingan kekuasaan dan pribadi.
Penasaran akan mimpi ini, saya mencari tahu cerita apa tersebut. Setelah beberapa minggu akhirnya saya mendapatkannya. Cerita pertama tentang seorang anak pangeran dan juga raja pertama dinasti Qin yang bernama Qin Shu Huang (SM 259- SM 210). Buku dan cendekiawan yang diceritakan ternyata berhubungan dengan Konfucuisme. Cerita kedua tentang pemimpin pertama negara RRT (1949) yaitu ketua Mao Ze Dong (26 Desember 1893 - 9 September 1976).

Belum selesai rasa penasaran itu, apa hubungan antara tulisan pada batu besar dengan perjalanan yang dibawa oleh kakek tersebut. Masa iyah, saya harus belajar sejarah falsafah sebelum dinasti Qin dan sejarah kerajaan dalam babad roman klasik. Tanpa menyadari saya terus mencari titik temu antara mimpi dan kenyataan yang terjadi di negara Indonesia saat ini (data yang hendak ditulis terkumpul 20 April 2009).

Dari sisi falsafah saya menemukan beberapa sosok yang cukup berpengaruh yaitu:
  • Falsafah sosial politik: kongfucuisme (Kong Zi), Mocuisme (Mo Zi), Logikaisme (Hui Shi).
  • Falsafah pertahanan negara: militerisme (Sun Zi), Legalisme (Han Fei Zi), Strategisme (Gui Gu Zi).
  • Falsafah pengetahuan alam: Daosime (Lao Zi), Agronomisme(Xu Ying), Spiritualisme (Zou Yan), sastraisme (Qu Yuan).
Tentu saya tak akan membahas semuanya. Melihat dari ketua Mao, falsafah apa yang dipilih dan bagaimana mengilhamkannya:
  • Mo Zi adalah seorang ilmuan, pekerja keras, dan bukan pejabat negara; yang menerapkan konsep kebersamaan, kesetaraan dan ketertiban dalam kasih. Selain itu, ia mengharamkan sebuah konsep jalan tengah (status Quo) sebagai pilihan dan menjadikan rakyat sebagai budak negara atau bidak penguasa.
  • Sun Zi adalah seorang ahli militer yang mengilhami teori perang bertahan dan gerilya. Teori tersebut digunakan Mao dalam perang melawan Jepang selama 8 tahun dan perang dalam negeri selama 4 tahun yang mana hasilnya adalah kemenangan mutlak.
  • Lao Zi adalah tokoh dialetik klasik dan naturalis yang mana mengilhami teori paradoks dan kontradiksi dalam politik negara; dan falsafah agronomisme adalah salah satu bentuk yang dilakukan oleh Mao dalam melaksanakan pembagian tanah untuk petani.
Dari sisi roman klasik, saya mendapatkan:
  • Roman Tiga Negara (Cerita Tiga Negara Sam Guo): bahwa dalam kudeta istana pada umumnya dilakukan oleh para penguasa militer dan kaum pejabat tinggi istana. Mereka tidak loyal dan akhirnya berkhianat, hal ini disebabkan politik demi kekuasaan (mungkin dapat saya katakan sebagai koalisi semu). Sehingga dilakukan pembersihan personal secara periodik untuk tercapainya kesetiakawanan dan kesamaan dalam visi dan misi.
  • Roman Tepi Air (Cerita Pendekar Shui Hu): bahwa pemberontakan rakyat terjadi karena rasa benci atau dengki terhadap pejabat yang bermoral bejat dan korupsi. Hal ini disebabkan karena sistim tata negara yang bobrok, sehingga rakyat menginginkan reformasi, revolusi dan perjuangan hingga tuntas untuk sebuah kemenangan yaitu sistim tata negara yang pro kerakyatan.
Melihat televisi yang ribut akan siapa yang akan menjadi pemimpin negara, membuat saya berpikir apakah ada kaitannya dengan mimpi tersebut. Jawabannya hanya satu yaitu sejarah baru telah dan akan tercipta. Maksudnya adalah
  • Sebagai rakyat haruslah sadar tokoh pemimpin adalah manusia biasa bukan dewa tapi pemimpin tersebut haruslah dapat memisahkan akan kehidupan pibadi dengan pekerjaannya.
  • Sebagai rakyat janganlah hinaan dan ejekan yang muncul, tapi merenungkan pengabdian pemimpin tersebut. Renungan dimulai dari cita-cita dan ideologinya, era zaman sejarahnya, dan kebijakan dalam tindakannya yang mana merupakan hasil dan akibat dalam perjalanan sebuah sejarah baru.

Kembali pada tulisan di batu besar. Siapakan sosok yang memiliki kriteria dalam tulisan tersebut? Ayah berkata dahulu pada sebuah seminar, koleganya Dr S J Haryanto AFC (1948-2005) pernah mengatakan sosok tersebut hanya ada tiga orang yaitu Ir. Soekarno (1901-1970), Jend. Soeharto (1901-2008), dan Dr Nurcholish Majid (1939-2005). Saya berharap masih ada sosok lain? dan siapakah itu?

Analisa mimpi ini mungkin salah karena saya adalah manusia biasa. Hal pasti saya mencoba mencari, belajar untuk menemukan jawabannya dan akhirnya saya menghargai diri saya atas usaha tersebut.

Pemimpin bangsa juga mungkin melakukan salah karena bukan dewa melainkan manusia biasa seperti lainnya. Hal yang pasti mereka telah berbuat yang terbaik untuk negara yang dipimpinnya. Jadi sebagai rakyat hargailah usaha tersebut. Hal yang pasti sejarah baru akan terus terjadi dan hendak kemana sejarah tersebut dibawa adalah keputusan setiap manusia itu sendiri.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://kholisarifin.blog.friendster.com/files/nu67razj1r1v.jpg

Read More......

Kamis, 09 April 2009

Aksara Cermin Kehidupan Budaya

Saya bingung harus memulai darimana tulisan ini. Tapi saya senang dengan kebingungan ini karena membuat saya sadar bahwa saya masih bisa berpikir. Hal ini berarti dalam diri saya masih ada nafas kehidupan.

Nafas dan hidup adalah sebuah kesatuan, oleh sebab itu saya mengawalinya dengan huruf Yi(satu) karena segala sesuatu harus ada yang pertama. Itulah Yi yang memiliki makna awal dari segala sesuatu dan merupakan sebuah kesatuan yang utuh.

Legenda budaya Tiongkok percaya bahwa segala kehidupan memiliki unsur tanah. Nu Wa menciptakan manusia dari tanah lempung. Tu (tanah) adalah huruf Yi yang ditambahkan guratan silang diatasnya. Oleh karena itu manusia harus mampu mengolah tanah agar dapat melanjutkan kehidupan. Sheng (hidup) adalah guratan Niu (sapi) yang ditambahkan diatas guratan Tu. Adanya guratan Niu karena dahulu manusia menggunakan sapi dalam mengolah lahan tanah.

Sebelum berlanjut saya coba untuk melihat aksara She (lidah) terlebih dahulu. She merupakan gabungan dari Qian(ribu) dan Kou (mulut). Hal ini menjelaskan bahwa ribuan kata terucap dari mulut yang kemudian akan digunakan untuk berkomunikasi. Huo (hidup) merupakan huruf She yang ditambahkan tiga titik air di sebelah kirinya sehingga memiliki makna air liur dipergunakan agar dapat berkomunikasi secara lancar dan baik.

Sheng dan Huo memiliki arti yang sama, saya juga kurang mengerti mengapa hal ini bisa terjadi. Hal pasti Sheng Huo (kehidupan) bila dijabarkan memiliki makna bahwa manusia hidup harus bekerja (mengolah lahan tanah) dan berkomunikasi dengan sosialnya dengan baik. Dengan kata lain manusia dalam kehidupan yang berbudaya harus menjaga dan melestarikan alam lingkungan serta kedinamisan sosial masyarakatnya.

Wang (raja) memiliki tambahan sebuah garis diatas huruf Tu. Disini menunjukan seorang raja bekerja diatas wilayahnya, berkomunikasi dengan rakyatnya, dan harus mampu mengkoordinasi alam, sosial dan dirinya sendiri. Zhu (empunya) memiliki satu titik di atas huruf Wang, yang mana bila diperibahasakan "diatas langit masih ada langit" atau dapat diartikan sebagai makna spiritual dan jati diri. Ren (angka pilar batang langit) memiliki guratan menyerupai Wang akan tetapi garis teratasnya sedikit terbuka, hal ini memiliki makna angka 9 yang dipercaya sebagai angka tertinggi dan angka mitos untuk sang raja. Yu (batu giok) memiliki titik di bagian kanan (pinggang) huruf Wang yang mempunyai makna benda petuah atau mustika yang dipakai oleh raja.

Aksara adalah bagian cermin dari budaya, sama halnya manusia yang berada dalam proses belajar (kemampuan dalam menggunakan aksara dan pengetahuan umum) dan bercermin pada perkembangan kehidupan sosialnya (seperti sastra, seni, pendidikan).

Catatan: Bentuk atau tipe budaya saya bagi dalam empat yaitu budaya benda (contoh wayang, keris, batik), budaya hubungan sosial (contoh tata krama, upacara adat), budaya klasik (contoh sejarah, candi) dan budaya jiwa atau kebatinan.

Manusia mimpi, menemukan jati diri.
Kehidupan sadar, membentuk harga diri.
Manusia sadar, akan ganasnya alam semesta.
Kehidupan mimpi, damai sosial nurani.
Wahai manusia kehidupan sejati.
Hanya dikalbu kehidupan manusia.


Hari ini ( 9 April 2009 ) adalah hari pencontrengan pemilu. Hal ini mengingatkan saya bahwa manusia kehidupan Indonesia sedang berada dalam proses pembelajar mengenal jati dirinya.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi:
Lie Tjung Jie," Diktat Kursus Sekilas Bahasan Bahasa Tionghoa Ditilik dari Filosofi dan Budayanya" Jakarta, Mei 1999.

Read More......

Minggu, 05 April 2009

Filosofi Manusia dalam Aksara

Dipercaya bahwa setiap tulisan aksara Tionghoa (aksara piktograf) merupakan simbol, bentuk, perilaku dan fenomena yang memiliki makna atau filosofi tertentu. Sebagai contoh Ren (manusia) makhluk yang dapat berdiri tegak, melangkah dan berjalan diatas kedua kakinya. Dalam hati bertanya, bagaimana dengan seseorang yang cacat? Saya tidak tahu, mungkin memang ada makna lain dari tulisan tersebut. Tentu banyak hal yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut.

Da (besar) yang mana ada tambahan tangan dari huruf Ren. Disini ingin menunjukan bahwa manusia itu terus berkembang dengan cara meraih atau menggapai sesuatu yang tentu dengan usaha keras (yang umumnya menggunakan tangan). Tai (sangat, terbesar) yang mana ada tambahan titik dibawah huruf Da. Nah, titik ini dipercaya sebagai simbol untuk alat vital. Saya berpikir, apakah ini bermakna bahwa hubungan sex akan membuat manusia terasa hidup atau indah yah? Sedangkan, Tai Tai (istri) bila dijabarkan memiliki makna ibu rumah tangga yang memiliki peranan sangat besar sebagai wanita dalam roda keturunan kehidupan keluarga. Quan (anjing) adalah guratan Da yang ditambahkan titik pada bagian atasnya. Bila titik pada Quan memiliki makna yang sama dengan titik pada Tai yaitu alat vital dan keberadaannya di atas sehingga menyebabkan memiliki makna anjing; maka kesimpulannya adalah hubungan seksual yang menyimpang dari kaca mata manusia. Maaf tidak mau melanjutkan untuk bagian ini jadi silahkan berimajinasi sendiri yah...

Tian (langit), huruf Da yang ditambahkan sebuah garis pada bagian atasnya memiliki makna manusia merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh langit. Fu (suami), garis Tian yang menembus ke atas. Disini kita dapat melihat bahwa bangsa Tiongkok mempercayai bahwa Tuhan itu adalah laki-laki, dan hanya seorang suami sejati yang bisa mengubah nasib keluarganya. Yao (mati muda), garis Tian tidak menembus dan garis bagian atas terbuka miring. Disini menunjukan ada ketidak seimbangan dalam kehidupan yang menyebabkan pintu langit terbuka (mati muda). Makna kiasan ini berlaku bagi seorang suami yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai bonus, berikut adalah makna dibalik huruf nan (laki-laki) dan nu (wanita). Nan adalah gabungan 2 aksara yang memiliki arti sawah dan tenaga. Disini berarti seorang laki-laki harus bekerja sekuat tenaga untuk mengolah, memikul sawah untuk menafkahi kehidupan keluarganya. Nu menggambarkan seseorang yang sedang terlentang yang memiliki makna seorang wanita harus melayani suaminya bukan menguasai demi keharmonisan kehidupan keluarga.

Jian (Zina atau perkosa) merupakan gabungan 3 aksara Nu dengan posisi satu diatas dan dua dibawah. Yao (genit, iblis) adalah gabungan 2 aksara yang mana bagian kirinya adalah Nu dan bagian kanannya adalah Yao. Jian dan Yao memiliki arti hubungan dengan wanita yang tidak sesonoh dapat meruntuhkan kehidupan keluarga.

Satu hal yang perlu diingat bahwa tulisan aksara Tionghoa disatukan oleh raja Qin Shi Huang Ying Zheng pada dinasti Qing (SM 221 - SM 226). Sehingga arti atau filosofi ini janganlah dijadikan sebagai aturan yang baku karena manusia terus berevolusi mungkin tidak secara fisik tapi secara emosi, tingkah laku, pekerjaan, kebutuhan, dll.

Bagaimana dengan aksara nusantara terutama aksara Jawa (Ha na ca ra ka ... nga) dengan legenda Aji Saka. Aksara Jawa konon juga memiliki makna dan filosofi dalam budaya masyarakat Jawa (Prombon Jawa)? Bagaimana dalam perjalanan evolusinya? Apa hubungannya antara aksara Palawa, aksara Kawi, aksara Majapahit dan aksara Jawa (yang mulai dipakai pada abad ke 15)? Bagaimana melestarikan warisan budaya nenek moyang yang berupa aksara Budaya ini?

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi:
Lie Tjung Jie," Diktat Kursus Sekilas Bahasan Bahasa Tionghoa Ditilik dari Filosofi dan Budayanya" Jakarta, Mei 1999.


Read More......

Sabtu, 14 Maret 2009

Life is Beautiful

My life become beautiful having you all (my friends) who always support and stand beside me. So, I wanna say many thanks to you today, in my 25th birthday.

Mostly people make a wish on their birthday party so I wish every readers, colleagues and blogger can describe yourself and write wishes for me and my blog in the future. Cause there is a words say : "To know someone you gotta learn to love them" and "People surround you know you better than you are, so let them judge you"

After 24 hours, I got 110 comments from my blog; 51 messages from facebook and massangers;and 19 massages and calls from my mobile phone and phone. From that, i learned a lot of thinks:

  • People are difficult to describe him/herself.
  • I had a lot of friends, so I wouldn't be scared and feeling empty or lonely.
  • I had more spirit to make me better in the future especially for my blog, and my study.
  • In the unreal world, I don't know who they are but i believe that they want to be my friend.
  • You can't say it is impossible before youself try it.
Thanks and smile for all my friends. Enjoy, peace and love from Sukra

Photo by Eileen

Read More......

Minggu, 08 Maret 2009

Pernak-Pernik Gunungan Dalam Upacara Garebek

Upacara Garebek yang merupakan sebuah tradisi yang telah mengakar di Yogyakarta dan umumnya dilakukan pada hari besar Islam seperti hari raya kelahiran Nabi Muhammad, Idul Fitri, dan Idul Adha. Hal yang membedakan antara upacara Garebek yang satu dengan yang lainnya adalah jumlah dan jenis gunungan yang dikeluarkan.

Untuk jenis-jenis gunungan (bukan gunungan pada wayang) dan maknanya telah saya sampaikan dalam artikel sebelumnya yang berjudul Sekaten dan Garebek. Saat ini saya ingin membahas pernak-pernik yang ada pada gunungan umumnya yang mana seringkali hanya dianggap sebagai hiasan untuk mempercantik diri padahal setiap bahan, bentuk dan warna makanan menyimbolkan dan memiliki makna tertentu. Berikut adalah pernak-perniknya:

  • Badheran (kue yang terbuat dari tepung beras dan menyerupai ikan Badher) yang pada ekornya sengaja dibuat simetris memiliki makna keseimbangan antara kehidupan dunia dengan akhirat.
  • Bendhul (kue yang terbuat dari tepung beras, air kelapa, gula jawa yang kemudian digoreng dan berbentuk bulat) bermakna kesatuan berpikir yang akan menjadikan seseorang sabar dan memutuskan sesuatu denagn bijaksana.
  • Telur rebus yang melingkar sehingga menyerupai sangsangan (kalung) bermakna kelanggengan (abadi, tiada habisnya).
  • Tangkilan kacang (rangkaian kacang panjang, cabe merah, cabe hijau dan kucu) yang memiliki makna bahwa dalam sebuah kehidupan manusia akan mengalami rintangan yang panjang (kacang panjang), kritikan yang menyakitkan (cabe merah), kritikan yang membangun (cabe hijau) akan tetapi dibalik itu ia akan memperoleh kekayaan atau harta yang dapat membangun derajat manusia (kucu). Kucu adalah benda yang terbuat dari beras ketan, berwarna putih dan berukuran sebesar kelereng.
  • Dengul berupa telur rebus yang mana bulatnya telur melambangkan dunia dan kehidupan.
  • Pelokan yaitu telur ceplok (mata sapi) yang memiliki makna hubungan antara pencipta dan yang diciptakan.
  • Ilat-ilatan yaitu sejenis kue kering yang bentuknya panjang dan disusun mengelilingi mustoko (mahkota) pada gunungan Putri dan Dharat. Hal ini dikarenakan ilat-ilatan bermakna seorang putri harus bisa menjaga lidah dan tidak membicarakan keburukan orang.
  • Mustoko yang berwarna hitam pada gunungan Putri bermakna keteguhan hati seorang putri sejati.
  • Upil-upil (kue yang terbuat dari ketan dan memiliki warna yang banyak) bermakna kekayaan yang berupa perhiasan dan juga keteguhan hati serta keberanian dalam mempertahankan suatu kebenaran yang menyakitkan.
  • Sabunan (tempat menancapkan upil-upil dan kucu) bermakna kesederhanaan seorang putri.
  • Tlapukan (kue yang terbuat dari ketan, dibentuk seperti bintang dan memiliki banyak warna) disusun mengelilingin gunungan Putri yang mana memiliki makna bahwa seorang putri harus menjaga pandangan sehingga tidak terpengaruh akan keadaan apapun.
  • Rengginan (terbuat dari ketan, berbentuk bulat, warna putih) memiliki makna kekayaan dunia.
  • Bethetan (kue berwarna merah) yang digunakan sebagai hiasan pada bagian atas sebuah gunungan dan memiliki makna bahwa seorang putri harus menjaga telinga dan menyaring berita.
  • Ole-ole melambangan kekayaan emas berlian akan tetapi bila terdapat pada gunungan Putri maka bermakna perempuan harus berpendirian mantap; sedangkan pada gunungan bromo melambangkan cambuk.
  • Tedheng (kue berbentuk segitiga sama sisi, pipih, dan warna merah) memiliki makna seorang putri harus bisa menjaga diri.
  • Eblek (kue berbentuk persegi pipih) bermakna seorang putri harus berperan mendukung keluarganya.
  • Bango Tulak (kain berwarna biru dengan bulatan berwarna putih pada bagian tengahnya) yang digunakan untuk menutup jodhang (bagian dasar) memiliki makna kekekalan hidup.

Itulah pernak-pernik yang terdapat pada sebuah gunungan. Saya juga bingung mengapa pernak pernik ini lebih ditujukan kepada wanita sebagai atau calon partner ideal laki-laki; apakah ini berarti tugas wanita lebih berat dibandingkan pria? Apa oleh karena itu pula makanya ada pepatah surga di telapak kaki ibu? Atau bermakna pria simbol langit (jiwa) dan wanita yang merupakan simbol bumi (raga) sehingga berarti langit bumi dan jiwa raga bersatu. Bagi saya renungan diatas tidak hanya ditujukan kepada wanita saja tapi juga kepada pria.

Mari bersama kita renungkan simbol kebijakan yang merupakan warisan budaya nenek moyang dalam keberadaban modern.

Mari Bersama kita lestarikan dan wariskan budaya nenek moyang untuk generasi penerus.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi: "Sekaten dan Garebek Di Kraton Yogyakarta Hadiningrat", Divisi Pustaka Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta.

gambar: gunungan wadon (perempuan)

Referensi photo:
http://images.desy1212.multiply.com/image/25/photos/46/500x500/23/Grebeg-13a.jpg?et=DGnd4ap%2ChGzWMf6KjzmaPg&nmid=5890233

Read More......

Sabtu, 07 Maret 2009

Sekaten dan Garebek

Hari Raya Maulud Nabi Muhammad SAW (12 Maulud) hampir tiba. Di salah satu kota di Indonesia (Yogyakarta) ada sebuah tradisi yang menarik dan telah mengakar pada masyarakat Islam Jawa yaitu Sekaten dan Garebek. Istilah sekaten diambil dari nama dua perangkat gamelan pusaka Sekati. Pendapat lain mengatakan kata sekaten diambil dari pencu (bagian yang bulat dan menonjol) gamelan Sekaten yang beratnya satu kati. Sedangkan, Garebek berasal dari bahasa Jawa kuna yaitu grebek atak gerebek yang memiliki arti suara gemuruh derap kaki.

Sekaten adalah suatu upacara yang diawali dengan keluarnya iring-iringan gamelan pusaka dari kraton ke Mesjid Agung yang mana gamelan tersebut akan dikumandangkan selama satu minggu. Btw, Gamelan Sekati memiliki keunikan tersendiri yaitu memiliki bunyi khusus yang bernada Laras Pelog, yaitu tujuh nada yang lebih rendah dibandingkan dengan gamelan lainnya. Laras sendiri berarti nada dalam suatu gembyangan (oktaf) dengan susunan interval tertentu, yang dapat dipergunakan untuk menyusun gendhing atau lagu. Inti dari upacara Sekaten ini adalah pembacaan riwayat Nabi Muhammad oleh Kyai Pengulu (yang dituakan).

Acara Garebek ditandai dengan raja beserta anggota keluarga dan para abdi ndalem untuk bertemu dengan rakyat secara lansung di luar istana yang mana dikenal dengan peristiwa miyos Kedhaton. Puncak Garebek yaitu munculnya berbagai gunungan (sesaji dari hasil bumi) yang merupakan simbol meru (gunung) dari kraton menuju Mesjid Agung.

Untuk tradisi, perjalan sejarah, tata caranya saya tidak bahas disini karena menurut saya cukup rumit dan sangat panjang jika dijelaskan satu demi satu. Jadi saya mencoba hal-hal yang menarik perhatian saja terutama untuk masyarakat awam atau pelancong.

Pada perayaan Maulud Nabi ini di halaman Mesjid Agung berubah fungsi menjadi "pasar kecil" yang menjual makanan dan pernak pernik yang dipercaya dapat mendatangkan sebuah berkah. Makanan dan pernak perniknya antara lain:

  • Nasi gurih (katanya sebagai peganti nasi kebuli): dipercaya sebagai makanan kegemaran Nabi Muhammad dan bila memakan nasi ini seseorang dapat dikatakan sebagai pengikut nabi.
  • Sirih dan perlengkapannya: bila mengunyah sirih pada saat pertama kali gamelan dibunyikan; dipercaya bahwa orang tersebut akan awet muda.
  • Endog abang (telur rebus yang berwarna merah): telur disimbolkan sebagai embrio atau awal kehidupan, warna merah pada kulit telur sebagai lambang keberanian, dan putih telur sebagai lambang kesucian. Jadi endog abang bermakna bahwa suatu yang bersih dan suci tidak perlu diperlihatkan secara lansung.
  • Pecut dan ani-ani: Pecut dipercaya dapat mengusir hama tanaman, roh jahat yang berusaha menyerang ternak dan tanaman. Pecut juga bermakna sebagai semangat untuk berbuat lebih baik (apa karena manusia memiliki karakter kerbau yah? dipecut dulu baru mau kerja). Ani-ani (alat untuk mengetam atau memanen padi) bermakna harapan dan keberhasilan panen.
Hal yang menarik lainnya adalah Gunungan (berbeda dengan gunungan pada wayang) yang mana dipercaya sebagai simbol meru sebagai penyeimbang kosmos (jagat). Gunungan yang muncul dalam acara gerebek antara lain:
  • Gunungan kakung (laki-laki): berbentuk kerucut yang mana dianggap sebagai bentuk lingga yang bermakna dewa atau kejantanan. Bentuk runcing pada bagian puncak bermakna ketajaman berpikir raja yang membuatnya bijaksana. Bagian mustoko atau mahkota bermakna keseimbangan dunia dan akhirat. Jadi secara umum gunungan ini bermakna hubungan kawula-gusti (hubungan manusia dangan Tuhan dan rakyat dengan rajanya)
  • Gunungan wadon (perempuan): memiliki bentuk kerucut terbalik dan bagian dalamnya diisi dengan wajik (makanan dari ketan, santan dan gula jawa). Bagian bawah yang kecil dan terus melebar hingga bagian atas digambarkan sebagai bunga yang sedang mekar atau bentuk yoni (pasangan lingga). Gunungan yang melambangkan kesuburan ini memiliki makna yang lebih dalam yaitu pribadi seorang putri sejati yang mana untuk mencapai tujuan hidupnya harus berbekal pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi godaan.
  • Gunungan dharat: memiliki bentuk seperti gunungan Putri tapi tidak diisi wajik, tidak ditempatkan diatas jodhang (bagian dasar untuk meletakan gunungan) dan pada bagian mustoko-nya berwarna merah. Dharat memiliki arti tanah, dan gunungan dharat berarti bahwa dunia memiliki beragam kekayaan alam seperti hutan dan hasil bumi.
  • Gunungan pawuhan: memiliki bentuk seperti gunungan Putri tetapi lebih kecil. Pawuhan memiliki arti tempat sampah yang mana diibaratkan sebagai tempat menyimpan kekayaan. Jadi gunungan pawuhan memiliki makna apabila seseorang dapat mengatur pendapatan dan pengeluaran secara seimbang maka ia akan hidup tentram dan teratur.
  • Gunungan Kepak: gunungan yang unik karena berbeda dengan bentuk gunungan lainnya (bagian sesaji). Sesaji gunungan ini diletakan pada jodhang yang ditutup dengan kain Bango Tulak dan bagian dalamnya tertata Panjang Ilang (piring yang terbuat dari janur). Makna gunungan ini adalah dalam rumah tangga, seorang istri harus pandai mengatur ekonomi.
  • Gunungan Bromo: gunungan yang hanya keluar 8 tahun sekali. Bentuk yang mirip dengan gunungan Putri tetapi bentuknya bagian dasarnya tambun dan puncaknya seperti gunung berapi. Gunungan ini benar-benar menyerupai gunung berapi karena bagian puncaknya ditempatkan sebuah Anglo yang mana digunakan untuk membakar kemenyan dan mengepulkan asap jika angin berhembus. Gunungan ini bermakna orang hidup harus berani dan tidak mudah putus asa seperti kobaran api.
Itulah hal-hal yang menurut saya menarik pada acara sekaten dan garebek. Jika ada salah mohon dimaafkan dan jika ingin menambahkan atau memperbaiki monggo.

Enjoy, peace and love from Sukra.

gambar1 : endok abang
gambar2 : gunungan laki-laki

Referensi: "Sekaten dan Garebek Di Kraton Yogyakarta Hadiningrat", Divisi Pustaka Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta.

Referensi photo:

Read More......

Selasa, 23 Desember 2008

Obat Alami untuk Kesehatan

Setiap manusia ingin hidup sehat sehingga mereka mengkonsumsi vitamin dan obat-obatan (terutama pada keadaan sakit). Jika mengkonsumsi obat dari dokter saya tidak bisa berkomentar karena itu adalah sesuatu yang wajib bila ingin sembuh atau sehat. Seringkali kita mengkonsumsi hal lain yang dipercaya dapat menjadikan hidup lebih sehat seperti obat paten Tiongkok atau tumbuhan obat yang dipercaya membantu penyembuhan. Untuk obat umum dan multivitamin untuk sementara saya tidak bahas.

Tahu tidak mengapa saya sebut obat paten Tiongkok terlebih dahulu baru tumbuhan obat Indonesia yang dipercaya untuk penyembuhan? Obat patent Tiongkok bukanlah obat alternatif karena mereka pasti telah melakukan ujian klinis sehingga dapat dipercaya khasiatnya. Akan tetapi untuk tumbuhan obat Indonesia, digunakan karena dipercaya turun-temurun dan belum teruji secara klinis. Sebagai informasi tumbuhan obat Indonesia adalah yang terlengkap ke-2 di dunia setelah Brazil tapi komoditasnya sangat kecil sekitar 3.6% di dunia, 10% di Asia di bawah Tiongkok.

Siapakah yang perlu disalahkan? Kekayaan alam yang tak pernah dimamfaatkan karena manusia yang tak pernah mau belajar dan mencari sesuatu yang baru. Btw berikut adalah beberapa informasi tentang tumbuhan obat Indonesia dan obat patent terobosan Tiongkok. O yah setiap obat pasti ada aturan penggunaan dan efek sampingnya, tapi untuk saat ini saya hanya menginformasikan khasiatnya saja.

Tumbuhan obat unggulan Indonesia:

  • Bratawali (Tinospora crispa miers) memiliki khasiat anti piretik, analgesik, tonikum, obat sakit perut, sakit kuning dan sakit kulit.
  • Cabe Jawa (Piper retrofractum vahl) berkhasiat sebagai anti piretik, analgesik, stimulan, diaforetik, karminatif, obat gosok.
  • Jati Belanda (Guazuma ulmifolia L) untuk karminatif, obat batuk, encok, asma, pelangsing tubuh.
  • Kaki kuda (Cetella asiatica L) untuk diuretik, anti piretik, anti infeksi, anti toksik, obat asma.
  • Keji Beling (Sericocalyx crispus L) berkhasiat sebagai diuretik, obat disentri, wasir.
  • Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus BL) memiliki khasiat diuretik, anti inflamasi, obat batu ginjal dan encok.
  • Meniran (Phylanthus niruri L) memiliki khasiat diuretik, anti piretik, anti bakteri, anti hepatotosik, anti diare, obat sariawan mulut.
  • Salam (Syzygium polyanthum walp) untuk obat mencret, adstringen
  • Sambiloto (Andrographis paniculata nees) khasiat diuretik, anti piretik, anti biotik, anti radang, obat sakit perut, typhus, gatal, kencing manis, kena racun.
  • Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb) untuk anti inflamasi, anti hepatotosik, anti radang, obat empedu, sembelit, wasir, diare.

Obat paten unggulan Tiongkok
  • An Gong Niu Huang Wan berkhasiat untuk demam tinggi, koma, delirium, konfusi, epilepsi, epidemi ensefalitis B, tosik disentri, keracunan urine, infektif koma, kecelakaan cerebral vaskular. Obat khusus: koma, stroke, kejang, pendarahan otak.
  • Jing Wan Hong Ruan Gao sebagai salep untuk luka bakar, luka kulit. Obat khusus: salep luar.
  • Liu Shen Wan memiliki khasiat tonsilitis stomatitis, periodontitis, parotitis, faringitis akut, laringitis. Obat khusus: radang mulut, tenggorokan, anti virus dan terapi kanker.
  • Long Dan Xie Gan Wan berkhasiat untuk konjuctiva kongesti, otalgia, tinitus, nyeri tulang rawan, nyeri haid, urine keruh. Obat khusus: saluran kantung kemih, anti virus dan herpes.
  • Niu Huang Qing Xin Wan berkhasiat untuk vertigo, afasia, hemiplegia, disfagia. Obat khusus: mencegah kelainan pembuluh darah, jantung, otak, saraf dan darah tinggi.
  • Pian Zi Huang dengan khasiat untuk hepatitis akut atau kronis, tympanitis, bengkak gusi, luka pada rongga mulut, pembengkakan atau luka sengatan binatang atau serangga. Obat khusus anti radang dan luka pasca operasi.
  • Shi Hu Ye Guang Wan berkhasiat untuk katarak, glaukoma, retinitis, koroiditis, optik neuratis. Obat khusus penyakit dan kesehatan mata.
  • Wu Ji Bai Feng Wan berkhasiat untuk haid yang tidak teratur, metrorrhagia, metrostaxin, leukorrhagia. Obat khusus untuk kesehatan wanita.
  • Yun Nan Bai Yao berkhasiat untuk haid tidak teratur, pendarahan organ dalam, bengkak, luka memar akibat kecelakaan. Obat khusus: kecelakaan, luka dalam terpukul, pendarahan organ dalam.
  • Zhi Bao San Bian Wan berkhasiat untuk impoten, fatigue, amnesia, tinitus, tubuh dan nadi lemah, nafas pendek. Obat khusus: kesehatan laki-laki.

Siapa tahu berguna. Tiada maksud untuk promosi lagian untuk lebih jelasnya tanyakan ke herbalis atau Zhung Yi Chinese Medical doctor (Dai Fu).

Enjoy, peace and love from Sukra

Referensi:
"Vademekum Bahan Obat Alam", Depkes Indonesia, 1989
"Highly Efficacious Chinese Patent Medicines", House of Shanghai College of Traditional Chinese Medicine, 1998

Referensi photo:
http://lh3.ggpht.com/_4TkRQTOkb4E/Rtar83uNd3I/AAAAAAAAAV4/o5pXguKVLrM/DSCN3832.JPG
http://www.tongrentang.com/en/product/anniu.gif

gambar1: gambar kumis kucing
gambar2: gambar An Gong Niu Huang Wan

Read More......

Sabtu, 20 Desember 2008

11 Petuah Kontroversial

Bego, tolol atau dodol? Baca dan belajar tetep saja bingung yang mana yang salah dan mana yang benar. Masali yang pernah pergi ke China berkata hanyalah orang yang benar-benar bijak yang akan mengatakan 11 petuah ini kontroversial. Jujur saja saya hanya menyadari beberapa saja. Apakah anda menyadarinya?

Masali berkata petuah ini dijunjung setelah ±300 tahun pencetusnya meninggal, maksudnya adalah petuah tersebut ditulis oleh muridnya dan tertulis dalam buku Lun Yu (salah satu buku filosofi Kong Zi). Hal ini menyebabkan bab atau pasal tertentu sulit dimengerti dan menjadikannya sebuah misteri. Sehingga diperlukanlah orang yang bijak, bersih dan memiliki spiritual tinggi untuk membuka rahasia tersebut tanpa melalui persepsi orang lain.

Sebelum memulai, Masali berkata ada 6 pesan dari kakek yang ada di China untuk memahami petuah tersbut. Pesan tersebut adalah:

  • Kong Zi bukanlah utusan dari langit melainkan manusia biasa yang sangat bijaksana.
  • Setiap ajaran harus dilandasi latar belakang sejarah, sosial, dan budaya pada zamannya. Zaman Kong Zi adalah zaman transisi perbudakan ke feodalis.
  • Buku Lun Yu bukan karya lansung, melainkan catatan para muridnya yang mana sangat memungkinkan adanya perbedaan pengertian dan pandangan.
  • Perkembangan zaman akan mempengaruhi ajaran dan doktrin, yang dikarenakan oleh beberapa faktor politik negara saat itu.
  • Ajaran janganlah diterima secara dogma, ekstrim dan fanatik melainkan dengan akal sehat yang dipadu dengan perkembangan zaman.
  • Ajarannya tidak untuk menilai orang lain dari kaca mata orang lain, melainkan intropeksi diri sendiri untuk mencapai kerukunan, keharmonisan dan kebijakan bersama.

Berikut adalah 11 petuah kontroversial:

1. Bab 2, pasal 24:
Hal yang tidak layak untuk disembahyangkan tapi anda melakukannya itu, adalah munafik. Mengetahui suatu kebenaran tapi anda tidak membelanya, itu adalah pengecut.
Catatan: hal yang layak seperti menyembah arwah nenek moyang (belum adanya agama).

2. Bab 6, pasal 28:
Kong Zi menemui permaisuri yang cantik dan cabul yang menyebabkan Zi Lu (muridnya) tidak berkenan. Kemudian Kong Zi bersumpah " Jika saya berbuat tidak senonoh, langit akan menghukumku! langit akan menghukumku!"

3. Bab 7, pasal 32:
Bila saya mendengarkan orang lain menyanyikan lagu dengan sempurna. Niscaya meminta untuk diulanginya dan kemudian saya akan bernyanyi bersamanya.

4. Bab 9, pasal 9:
Burung Feng (Hong atau phonix) tidak menampakan diri, sungai Huang He tidak menunjukan peta sandi. Inilah tanda bahwa perjalanan hidupku sudah saatnya berakhir.

5. Bab 13, pasal 4:
Saya tak sebanding dengan petani tua atau pekebun tua. Sungguh sempit pemikiranmu, orang yang memiliki pandangan pada tata krama maka rakyat akan menghormatinya. Orang yang berpandang akan kebenaran, rakyat akan patuh dan jika sikap anda dapat dipercaya, rakyat akan simpati untuk mendukungmu. Untuk apa anda bertanya tentang pekerjaan pertanaman?

6. Bab 13, pasal 18:
Ye Gong berkata,"Daerahku ada seorang jujur. Ketika ayahnya mencuri kambing, ia datang mengadukannya."

Kong Zi berkata,"Orang jujur didaerahku. Sang ayah menutupi kelakuan anaknya. Anaknyapun menutupi kelakuan ayahnya. Inilah perbuatan yang jujur."

7. Bab 14, pasal 10:
Hidup dalam kemiskinan tanpa mengeluh adalah hal yang sukar dijalankan; Hidup dalam kekayaan tanpa menyombongkan adalah hal yang mudah dilakukannya.

8. Bab 14, pasal 35:
Tiada orang mengenalku, aku tidak mengeluh pada langit, tidak juga menyalahkan kepada orang lain. Hanya belajar dari yang rendah ini menuju kesempurnaan, semoga langit memaklumi diriku.

9. Bab 15, pasal 32:
Orang bijak mengutamakan jalan kebenaran, tanpa mempermasalahkan keadaan perut. Petani mungkin akan kelaparan, pelajar mungkin mendapatkan kedudukan. Orang bijak akan susah jika tidak menjalani kebenaran, tapi tidak masalah menghadapi kemiskinan.

10. Bab 17, pasal 20:
Run Bei ingin menemui Kong Zi. Kong Zi menolaknya dengan alasan sakit. Setelah orang yang disuruh memberi keterangan dimuka pintu, ia memetik kecapi dan bernyanyi agar didengar orang tersebut.

11. Bab 18, pasal 24:
Ada hal yang dibenci dan memuakan yaitu ia selalu mencari keburukan orang lain, memfitnah atasannya, melakukan tindak asusila dengan nekad, tidak rasio dan keras kepala. Ada hal yang dibenci dan memuakan yaitu ia selalu meremehkan hasil karya orang lain dan membanggakan dirinya. Pandai berbuat asusila menganggap dirinya sebagai pemberani. Membuka rahasia orang lain menyatakan dirinya sebagai orang jujur.

Maaf jika ada kata-kata yang salah, karena jika diterjemahkan lansung akan tercipta sebuah kalimat yang tidak nyambung. Maaf pula jika ada kata-kata yang tidak berkenan. Anggap saja saya manusia bodoh dan tidak bijak sehingga membutuhkan anda untuk menjelaskannya.

Belajar suatu ajaran atau falsafat kuno, harus dipandang dari hierarki, akademi dan spiritual ajarannya. Seiring perkembangan zaman dan sosial budaya, kita janganlah terbelenggu oleh persepsi yang ekstrim dan paradox, saran positif untuk kerukunan, keharmonisan dalam perbedaan pandangan, ajaran dan sosial budaya.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://kumanteria.files.wordpress.com/2008/07/bingung.jpg

Read More......

Minggu, 07 Desember 2008

Kilat Beliung di Tahun Kerbau Tanah

"Kilat beliung sudah ke kaki, kilat cermin sudah ke muka" artinya selalu ada tanda-tanda sebelum terjadi sesuatu.

Akan terjadi apa di tahun mendatang (2009)? Banyak sekali ramalan dan anda boleh mempercayainya atau sekedar asumsi data? Ingat segala keputusan ada di tangan anda dan jangan salahkan ramalan ini bila ternyata tidak akurat.

Menurut kepercayaan orang Tionghoa tahun tikus tanah akan berakhir dan kerbau tanah akan menjalani tugasnya. Lalu apa hubungannya perubahan shio atau zodiak tersebut?

4 Februari 2009, jam 00.59, Rabu pon, menurut perhitungan berdasarkan matahari kalender lunar dinyatakan sebagai hari "Li Chun" dimulainya tahun "Ji Chou" (kerbau tanah). Ada yang mengatakan bahwa tahun ini Bodhisatva Akashagarbha sebagai pelindung dan pemberkatan dengan Anutarra Yoga bagian father Tantra "Vajra Bhaivara" adalah untuk proteksi segala permasalahan secara spiritual. Dikatakan pula dalam perhitungan 12 zodiak, manusia yang berzodiak kambing, anjing, kuda, naga dan kerbau haruslah meningkatkan kewaspadaan dan hindari mengkonsumsi daging kambing dan sapi. Untuk tata ruang berdasarkan 8 arah mata angin hendaknya menghindari arah barat, timur dan utara.


Bulan 1 tanggal 1 "Chun Jie", perhitungan berdasarkan bulan kalender lunar ternyata jatuh tangal 26 Januari 2009, senin wage dan disebut sebagai tahun api halilintar / kilat / geledek yang dipercaya dengan unsur angka 9, warna ungu dan api selatan menjalankan tugasnya.

Bingung? Saya juga bingung dan bagaimana mereka dapat mengatakan hal tersebut. Tapi ada hal yang mereka percaya dari pengalaman tahun ini. Pada "Chun Jie", tahun tikus tanah yang tepatnya pada tanggal 7 Februari 2008, hari kamis kliwon terjadi gerhana matahari cincin di wilayah kutub selatan, samudra Pasific bagian selatan, kepulauan Salomon, kepulauan Hawai dan Australia bagian timur laut. Dampak yang terjadi pada tahun ini yang saya percaya anda lebih tahu yaitu pemanasan global, bencana alam, krisis moneter, dll.

Tahun mendatang (2009) berdasarkan perhitungan dikatakan bahwa bulan 5 berdasarkan perhitungan bulan kalender lunar akan terjadi dua kali yang mana memiliki unsur api. Apakah ini adalah tanda bahwa bumi ini akan lebih panas (menakutkan) daripada tahun yang sebelumnya? Kekhawatiran juga tampak pada masyarakat orang Tionghoa yang percaya akan kepercayaan nenek moyang yang mengatakan jika terjadi gerhana matahari pada hari "Chun Jie" (imlek tanggal 1 bulan 1 kalender lunar) dan gerhana bulan pada hari "Zhong Qiu" (Tiong Ciu tanggal 15 bulan 8 kalender lunar) adalah sebagai petanda bahwa pada tahun tersebut akan banyak kesukaran dalam kehidupan dan bencana alam.

Menurut perhitungan para ahli tahun 2009 gerhana matahari cincin pada hari "Chun Jie" akan terjadi di wilayah samudra Atlantik bagian selatan, Afrika Selatan, Australia, India dan Asia Tenggara yang mana menurut kepercayaan hindarilah kegiatan dan berpergian pada hari tersebut untuk menghindari malapetaka. Bila melihat asumsi tersebut, apakah ini juga menjadi petanda bahwa pemimpin negara di dunia akan menghadapi permasalahan yang kritis dan serius?

Mari tinggalkan hal yang menakutkan diatas dengan memotivasi diri dan proteksi diri dari berbagai masalah. Dikatakan ada beberapa hal yang dapat dijadikan simbol dan unsur untuk memproteksi hal tersebut yaitu:

  • Simbol tahun : kerbau tanah (kerbau balar atau bara)
  • Simbol logo : tanduk banteng
  • Simbol totem : harimau (pada gunungan ada banteng dan harimau)
  • Unsur angka : 1, 8 dan 9
  • Unsur warna : putih, merah, biru, dan ungu
  • Unsur logam : perak, platinum, emas, dan baja putih
  • Unsur batu pusaka : telapak petir dan gigi geledek.
  • Unsur batu mulia : kristal yang berwanra biru, putih, atau ungu
  • Unsur air : air sumur atau air dari mata air penggunungan
  • Unsur api : api petir
  • Unsur tumbuhan : Agave potatorum var verschefeltii (menciptakan inovasi dalam keadaan baru), Narcissus tazetta var chinesis (memperhitungkan secara akurat), Dianthus chinesis (memperkokoh keadaan agar lebih solid), Draceana reflexa (mengharmoniskan kehidupan agar lebih serasi), Draceana sanderiana (menjadikan figur yang baik di mata masyarakat), Bambusa ventricosa (menyehatkan tubuh secara lahir dan batin), Peristrophe baphica famili Acanthaceae (mendapatkan jodoh sejati), Alpinia oxyphylla famili Zingiberaceae (merukunkan, kebijakan dalam masyarakan), Pharbitis purpurea famili Convolvulaceae (mengendalikan keadaan dan kondisi keuangan).
Catatan: Biji-bijian Alpinia oxyphylla digunakan sebagai herbal untuk menguatkan energi positif pada organ ginjal. Biji-bijian Pharbitis purpurea digunakan sebagai herbal pencahar dan uretik.
"Ada penyakit ada obat, yang terpenting ada masalah ada solusi".

Beberapa kata bijak untuk artikel ini:
  • "Niu Zhuan Qian Kun, Nu Li Fen Dou" artinya mengendalikan keadaan, berjuang terus hingga sukses.
  • "Niu Qi Chong Tian, Zi Qi Dong Lai" artinya semangat banteng menjulang langit, sinar rejeki dan kebajikan datang dari timur
Sekali lagi ini hanyalah ramalan yang pada akhirnya ada pada diri anda sendiri untuk mempercayainya atau tidak. Ini hanyalah hasil dari temu muka dengan peneliti sains yang juga menguasai ilmu sains oriental.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://www.dari-rulai-temple.org/picts/Akasagarbha.JPG
Gambar: Bodhisatva Akasagarbha

Read More......

Sabtu, 08 November 2008

13 Kata Mutiara

Wejangan pilihan yang saya terjemahkan secara bebas dari buku Lun Yu. Lun Yu adalah salah satu buku filosofi Kong Zi (Kong Hu Cu) yang terdiri dari 20 bab dan 512 pasal. Kenapa saya memilih 13 karena angka tersebut mengingatkan saya akan seni perang Sun Tze yang terdiri dari 13 bab yang hidup dimasanya.


1. Bab 1, pasal 1:

Belajar, berlatih dan berdiskusi adalah hal yang menyenangkan;
Jika sahabat dari jauh datang berbagi kisah, sangat bahagia hati ini;
Dapat melihat perbedaan dan keragaman;
menjadikan diri lebih bijak

2. Bab 1, pasal 4:
Pekerjaan berdasarkan loyalitas,
persahabatan berlandaskan kejujuran,
ilmu terus dipelajari,
itulah awal dari berkah yang melimpah.

3. Bab 2, pasal 15:
Belajar tanpa berpikir, mudah dibohongi;
Berpikir tanpa belajar, sangat membahayakan.

4. Bab 3, pasal 12;
Berdoa kepada leluhur, hayati kehadirannya;
Berdoa kepada Tuhan, hayati kehadirannya;
Tidak menghayati kehadirannya, berarti tidak berdoa.

5. Bab 3, pasal 20:
Senang jangan arogan, sedih jangan terluka.

6. Bab 4, pasal 5:
Manusia menginginkan kekayaan dan kedudukan mulia;
janganlah menghampirinya bila diperoleh secara tidak layak.
Manusia membenci kemiskinan dan kedudukan rendah;
jangan tinggalkan bila disingkirkan secara tidak layak.

7. Bab 4, pasal 7:
Kesalahan berkaitan dengan sifat dan karakter seseorang.
Menganalisa kesalahan sama halnya belajar mengenal seseorang.

8. Bab 5, pasal 27:
Sangat sulit, menemukan seseorang yang berani mengenal, menyesal, dan memperbaiki kesalahannya sendiri.

9. Bab 11, pasal 12:
Tidak mampu mengabdi dalam kemanusiaan,
jangan katakan telah mengabdi kepada Tuhan.
Belum mengenal arti hidup pengabdian,
jangan bercerita tentang dunia akherat.

10. Bab 13, pasal 6:
Pemimpin bersih dan jujur;
negara dan rakyat dapat berjalan semestinya tanpa perintah.
Pemimpin kotor dan munafik;
negara dan rakyat tidak berjalan meskipun dengan perintah.

11. Bab 13, pasal 23:
Seorang bijaksana dapat hidup rukun,
walau tidak bisa bekerja sama;
Seorang munafik bisa bekerja sama,
walau tidak bisa hidup rukun.

12. Bab 15, ayat 21:
Seorang yang bijaksana, menuntut dirinya sendiri;
seorang yang munafik, menuntut diri orang lain.

13. Bab 19, ayat 9:
Tiga fenomena orang bijak yaitu
dari jauh, tampak agung dan tidak menakutkan;
ketika mendekat, hangat dan ramah tamah;
kata yang terucap, tegas dan tidak menyakitkan.

Enjoy, peace and love from Sukra

Referensi photo: http://www.purpleculture.net/bookimages/20067/2006710165618.jpg

Read More......

Kamis, 06 November 2008

Kong Zi (Kong Hu Cu)

Dalam perjalanan evolusi peradaban manusia dan secara logika dapat ditarik sebuah pernyataan bahwa peradaban muncul karena ada manusia yang telah mengenal kaidah kemasyarakatan. Kaidah ini muncul karena adanya pemikir-pemikir yang daripadanya berkembang filosofi atau ajaran yang mengkonsep dan mendidik suatu pandangan tentang dunia kemajuan, kemanusiaan, dan kepemimpian.

Banyak filosof yang terkenal baik di dunia barat dan timur. Filosof dunia barat antara lain Thales ( 625-547 SM ), Herakleitos (540-470 SM ), Phythagoras ( 580-496 SM), Sokrates ( 469 -399 SM), Plato ( 427-347 SM ), Aristoteles ( 384-322 SM ), dll. Filosof dunia timur antara lain Guan Zi ( ? - 645 SM), Lao Zi ( 580-500 SM ), Kong Zi ( 551-479 SM ), Mo Zi ( 468-376 SM), Sun Zi ( ±500 SM ), Han Fen Zi ( 280-233 SM ). Pada kesempatan ini saya fokuskan pada figur Kong Zi yang dikenal dengan Kong Fu Zi (Kong Hu Cu).

Kong Zi berasal dari keluarga sederhana di negeri Lu, yang lahir pada 551SM. Ketika beranjak dewasa Kong Zi mulai giat untuk belajar sejarah kuno, tata krama dan kesastraan. Setelah dewasa, Kong Zi keliling ke negara-negara untuk menawarkan ajaran dan pemikiran-pemikirannya pada raja-raja (497-484 SM). Tapi sayang, pada saat itu, tiada seorang rajapun yang menerima pemikiran dan konsep politiknya.

Aneh tapi nyata, ajaran filsafat (Run Jiao atau Run Xue) yang terkenal saat ini, tidak ada yang menerimanya. Padahal ajarannya adalah tentang sesuatu yang dapat membuat masyarakat aman dan rakyat tentram, maksud lain adalah budi pekerti. Di dalam ajaran budi pekerti diajarkan tentang keharmonisan, kerukunan, kebijaksanaan, kemanusiaan, keadilan, kejujuran, keetikaan, kearifan, kesetiaan, dll.

482 SM, Kong Zi merasa karier politiknya telah habis, sehingga ia menitik beratkan kepada pendidikan, menyusun dokumen dan literatur. Bukti nyata, Kong Zi adalah orang pertama yang membuka pendidikan swasta dengan jumlah 3000 murid dan mengajar berdasarkan bakat dan kemampuan masing-masing murid. Kong Zi menutup usia pada hari kerbau tanah, musim panas bulan ke 4, 479 SM, pada usianya ke 73 dan meninggalkan 72 murid andalan.

Semua dokumen, literatur, dan filosofi Kong Zi dirangkum dan disusun menjadi 4 buku dan 6 kitab. Buku yang terkenal adalah Lun Yu yang berisi kutipan dan kata-kata mutiara yang mana terdiri dari 20 bab dan 512 pasal.

Kisah Kong Zi mungkin telah selesai, tapi filosofinya mulai berkembang yaitu ±350 tahun setelah kepergiannya. Hal ini terjadi karena raja ke-5 Kaisar Liu Che gelar Han Wu Di dari dinasti Han melarang semua ajaran kecuali ajaran Kong Zi, sehingga ajarannya terus berkembang hingga sekarang, yang mana merupakan cikal bakal ajaran feodalis China kerajaan.

Ajaran feodalis China kerajaan merupakan perpaduan ajaran dan politik negara; kuasa sentralisasi; dan kuasa raja merupakan amanah dari maha kuasa.

Siapakan Kong Zi? Ia adalah filosof besar,cendikiawan, budayawan, pendidik yang dikulturkan juga sebagai maha guru atau nabi.

Enjoy, peace, and love from Sukra.

Referensi photo:
http://www.matakin-indonesia.org/Kongzi_and_students.JPG

Read More......

Selasa, 28 Oktober 2008

Legenda Gigi Geledek (Kapak Batu)

Eyang bercerita yang mana merupakan kumpulan beberapa legenda yang dirunut, hingga merujuk ke sebuah legenda gigi geledek atau kapak batu. Legenda adalah sebuah cerita yang tak pernah dapat dibuktikan, akan tetapi selalu memberikan sebuah pesan etika dan spiritual. Berikut adalah penggalan legenda yang dikisahkan eyang:

Legenda pertama berasal dari pegunungan Himalaya, kaki gunung Mahameru, tepi sungai Bhramaputera. Negeri yang mempunyai sejarah evolusi manusia pendahulu. Asal usul manusia dikisahkan:

Dahulu ada seorang permaisuri yang memiliki masalah pada telinganya. Di suatu ketika, ada seekor ulat sutera emas keluar dari telinga permaisuri dan sembuh. Raja yang melihatnya, berinisiatif untuk memelihara ulat sutera tersebut dan meletakannya di baki kulit labu kendi (lagenaria siceraria). Ulat sutera tumbuh dan ketika dewasa menjelma menjadi seekor anjing naga yang gagah perkasa, yang kemudian diberi nama "Pan Hu" (baki labu).

Suatu saat kerajaan diserang musuh dan raja bertitah barang siapa yang dapat mengalahkan musuh akan dinikahkan dengan putri raja yang cantik. Ternyata tiada yang berhasil dan raja gelisah. Pan Hu melihat raja gelisah dan meminta izin untuk berperang untuk mengakhiri kegelisahan raja. Ternyata benar Pan Hu menang dan raja memenuhi janjinya untuk menikahkan Pan Hu dengan putri raja. Konon dari keturunannya berkembang menjadi ras manusia pendahulu yang merupakan cikal bekal anak-anak bangsa di Asia Pasifik.

==============
Legenda kedua berasal dari negeri Tiongkok kuno yang merupakan salah satu negeri yang memiliki kebudayaan tinggi dan ditemukannya manusia purba. Legenda tersebut dikisahkan:

Gelap gulita bagai gumpalan telur ayam yang besarrr. Itulah gambaran awal jagat raya. Di dalam gumpalan tersebut tertidur seorang pencipta bernama "Pan Gu". Suatu ketika, Pan Gu bangun, tapi tak bisa keluar. Dalam kegelapan, ia menemukan sebilah kapak mustika. Pan Gu menggengam kapak tersebut dan Duarrr.... Kulit telur terbelah menjadi dua. Pecahan tersebut adalah cikal bakal langit dan bumi.

Pan Gu semakin besar sehingga kepala terus menyundul langit dan kaki terus menekan bumi sehingga tercipta jarak. Langit meinggi dan bumi menebal per hari 1 zhang (3,33m). Pertumbuhan Pan Gu per hari juga 1 zhang dan terus berlansung selama 18.000 tahun sehingga tubuhnya menjadi 9.000 li (1 li = 500 meter). Pan Gu yang dikisahkan memiliki kepala naga dan tubuh ular, setiap hari bekerja keras membangun tiang fondasi langit dan bumi yang dipijaknya agar kokoh sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi.

Pan Gu sama halnya dengan manusia biasa perlu istirahat dan meninggalpun tak terelakan. Pada saat meninggal, tubuhnya berubah secara aneh, dramatis dan dahsyat menjadi sebuah fenomena alam. Awan, angin, geledek, matahari, bulan, bintang, gunung, sungai, sawah, pohon, batu, logam, hujan, dll. Alam yang awalnya kosong berubah menjadi seuatu keindahan yang mempesona. Legenda dikisahkan wujud sang pencipta diistirahatkan di suatu tempat berjarak 300 li di laut selatan

==============
Legenda ketiga adalah legenda Laut Selatan tempat istirahat Pan Gu. Eyang berkisah:

Roh-nya ada di Laut Selatan, tapi jika anda tanya, tiada manusia yang mengenal Pan Gu disana. Nama yang dikenal disana adalah Pangku Bumi yang tubuhnya sepanjang sedepa agung (±3 meter) merupakan penguasa langit dan bumi. Pangku Bumi memiliki senjata kapak yang bernama gigi geledek. Kapak tersebut merupakan kapak batu pada zaman Palaeolitikum, Mesolitikum, Neolitikum. Kapak tersebut digunakan dan dipercaya dapat menciptakan suatu keadaan dunia baru dan manusia baru.

Siapa yang berhak memegang kapak tersebut eyang tidak tahu. Dalam dunia tercatat manusia terbagi atas 5 kategori:

  • Manusia yang menunggu waktu atau pekerja (± 80%)
  • Manusia yang mencari ruang atau pedagang (± 20%)
  • Manusia yang mengelola atau penggusaha (± 0.2%)
  • Manusia yang merubah atau pengkonsep (± 0.02%)
  • Manusia yang menentukan atau pemimpin (± 0.002%)
Jadi yang berhak untuk mendapatkan kapak gigi geledek tersebut adalah manusia pemimpin. Karena ia dapat menciptakan suatu keadaan dan situasi yang baru ; membangun fondasi dunia yang kokoh; dan menciptakan keadaan yang damai sentosa.

"Karakter pemimpin menentukan polesi masa depan bangsa,
karakter bangsa menentukan penampilan sosok pemimpin."

Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Kamis, 11 September 2008

Tiong Ciu (Zhong Qiu)

Salah satu tradisi masyarakat Tionghoa yang penuh misteri. Tanggal 15, bulan 8, penanggalan lunar adalah hari di mana tradisi ini berlansung dan dikenal dengan hari Tiong Ciu (Zhong Qiu). Pada hari tersebut anda akan melihat bulan purnama di langit.

Informasi: tradisi hari raya besar masyarakat Tionghua antara lain Chun Jie, Qing Ming, Duan Wu.

Secara umum, masyarakat akan melakukan upacara kepada bulan dan menikmati kue bulan. Indahnya bulan menjadikannya sebagai hari reuni keluarga, dan bulatnya kue bulan (Tiong Ciu Phia) sebagai tanda keharmonis dalam sebuah keluarga. Kenikmatan semakin lengkap jika memendengar gemuruh gelombang pasang air laut atau lambaian pohon Gui (pohon kayu manis) tentu disertai dengan tambahan kuaci, buah, teh, dll.

Secara legenda ada 4 kisah tentang kisah istana bulan yaitu

  • Yue Zhong Chan Su menceritakan bahwa di matahari ada burung gagak berkaki tiga dan di bulan ada kodok puru (Bufobufo Gargarizams Cantor) atau dikenal dengan kodok buduk.
  • Yu Tu Dao Yao menceritan ada seekor dewa kelinci emas (Lepus Anticus) di bulan yang sedang menumbuk dan meracik obat dewa.
  • Chang E Ben Yue menceritakan seorang dewi yang bernama Chang E. Dewi tersebut adalah istri dari Raja Hou Yi yang mana atas jasanya memanah 9 matahari sehingga bumi tidak terasa sangat panas. Raja Hou Yi dihadiahkan pil dewa atas jasanya, tapi apa daya dewi tersebut mencuri dan memakannya sehingga ia terbang ke bulan dan tak pernah kembali ke bumi.
  • Wu Gang Fa Gui menceritakan tentang seseorang pria bernama Wu Gang. Pada saat belajar ilmu kebatinan, ia melakukan sesuatu yang menyebabkan dewa langit marah dan menghukumnya dengan menebang pohon Gui (Cinnamomum Casia Presl).
Manakah legenda yang benar? Itulah misteri yang tak pernah terungkap dan diceritakan secara turun temurun.
Secara kepercayaan, inilah yang membuat aku terkagum-kagum, apakah misteri tersebut adalah benar dan ampuh atau tidak.
  • Bagi seorang wanita yang ingin memiliki anak maka ia cukup berjalan di bawah sinar bulan dan meminta kepada dewa bulan untuk dikabulkan.
  • Bagi yang jomblo sama halnya yaitu meminta kepada dewa bulan (Yue Xia Lao Ren) di bawah sinar bulan dan menyalakan lilin, tak lupa mengikat benang merah di kaki.
  • Ritual rantang manggut (Lan Shen) yaitu sembahyang kepada dewa tanah dan wanita sebagai perantaranya yang bertujuan untuk mengenang sanak saudara yang telah meninggal dan memanggilnya dalam bentuk arwah untuk berkomunikasi. Kesalahan masyarakat ini adalah memanggil arwah yang tidak dikenal dan menjadikannya sebagai hal yang menakutkan seperti jelangkung.

Akhir kata, ini hanyalah tradisi yang memuat lagenda dan kepercayaan yang mana semuanya kembali kepada diri sendiri.

Enjoy, peace and love from sukra.

Referensi photo: http://narcistastrajingga.files.wordpress.com/2008/03/bulan.jpg

Read More......

Sabtu, 02 Agustus 2008

Keberadaan Sebuah Nama

Saya percaya anda pernah mendengar kalimat "apalah arti sebuah nama?" Memang aneh dari zaman bahela hingga sekarang, itu yang disebut nama selalu dipertanyakan. Nah, bagaimana jika saat ini kita oprek sedikit dari sebuah filsafat kuno di negeri Tiongkok.

Ajaran Dao (Lao Tze 580SM ~ 500SM) adalah satu dari tiga aliran besar Tiongkok kuno yang pernah ada (Kong Tze 551SM ~479SM dan Mo Tze 468SM ~ 376SM). Ajaran Dao tertera dalam sebuah kitab yang bernama Dao De Jing yang mempunyai 81 pasal dan 5000 kata dengan inti ajaran naturalisme, dialektika kesederhanaan dan mistisme (Tasawuf). Dari 81 pasal tersebut ada dua yang menarik yaitu pasal 1 definisi ajaran Dao dan pasal 81 konklusi ajarannya. Oprekan kali ini adalah pasal satu yang mana merupakan pengertianku secara bebas (kalo salah mohon maaf wong saya bukan seorang filsuf).

Keberadaan bukanlah sesuatu yang absolut atau sejati
Nama bukanlah suatu yang abadi

Asal usul langit dan bumi adalah hampa
Keberadaan nama adalah induk dari wujud alam semesta

Sesungguhnya batinmu berada di titik hampa
Maka anda dapat melihat sebuah misteri

Sesungguhnya batinmu berada di titik ada
Maka anda dapat mengerti sebuah perubahan

Kedua makna memiliki hakikat yang sama
Berbeda dalam proses perkembangannya
Sama karena semuanya adalah rahasia
Inilah inti dari segala rahasia

Kunci untuk menuju mengerti, dan membuka rahasia
Adalah sebuah keajaiban yang ada pada sebuah nama

Btw ingat sekali lagi yah. Ini adalah pengertianku secara bebas, jadi bila tak sama dengan asli boleh khan. Sama dan tidak sama semuanya adalah rahasia.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Photo by Eileen.

Read More......

Kamis, 03 Juli 2008

Terima Kasih Saya

Siapakah saya? Banyak orang mengatakan saya adalah Zener. Bila kubertanya balik, bagian mana yang menyatakan saya adalah Zener. Bagian otak? hati? jantung? atau bagian lainnya? Zener adalah suatu keutuhan dari jiwa dan raga yang mana selalu berubah dari detik ke detik. Perubahan diri terjadi dalam diri pribadi, tapi tetap saja ada yang menjadi pemicu untuk merubah pribadi tersebut. Sehingga wajiblah saya mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang telah merubah diri saya.

Orang-orang yang paling berpengaruh dalam merubah diri saya:

  • Ayah seseorang yang menjalani hidupnya dari bawah dan sederhana. Ayah, seorang medis, penasehat dan sekarang menekuni dalam dunia penelitian.
  • Ibu yang melahirkan dan memasakan saya makanan. Ibu, seorang guru bahasa mandarin dan penulis puisi, cerpen yang mana sering dimuat di media cetak berbahasa mandarin.
  • Kakak yang selalu mengingatkan dan melindungi. Ia adalah seorang guru musik dan pengajar design di Trisakti.
  • Kak Asun guru les ketika saya SD. Ia secara tidak lansung mengajarkan bahwa dalam mencapai segala sesuatu haruslah dengan kerja keras dan pengorbanan. Tiada yang instant, dan jangan berharap jika saya malas dapat mencapai keinginan tersebut.
  • Bu Louis salah satu pengajar matematika di SMU, bersama guru-guru lain yang tak dapat disebutkan satu-satu ketika saya SD, SMP dan SMU. Mereka mendidik saya tentang apa yang baik dan benar, mengajarkan segala sesuatu yang menjadikan bekal ketika kuliah.
  • Dosen-dosen elektro di Universitas Indonesia (UI) yang memberikan bekal pada diri untuk siap terjun ke dalam masyarakat dan Dr.Ir.Feri Yusivar M.Eng selaku pembimbing skripsi saya. Ia telah membuka wawasan saya tentang dunia elektronika, kontrol dan biomedik.
  • Dosen-dosen mikroelektronik di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memberikan pengetahuan tentang dunia chip dan IC dan Trio Adiono, Phd selaku pembimbing skripsi. Ia secara tidak lansung mengajarkan tentang kesabaran dan sekaligus membuka wawasan tentang dunia teknologi yang sedang berkembang saat ini.
  • Selain kehidupan dalam keluarga dan dunia perkuliah, dunia penelitian juga telah merubah diri saya. Koo Hendrik Kurniawan sebagai kepala penelitian, Prof. Kiichiro Kagawa (FUKUI University), Marican Pardede (Dosen UPH), Rinda Hedwig (Dosen BINUS), Syahrun Nur Abdulmadjid (Dosen Syiah Kuala University), Suliyanti (LIPI). Mereka adalah orang-orang yang sabar tanpa lelah mengajarkan apa yang mereka ketahui, mengorbankan waktu dan pikiran demi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia.
dan masih banyak lagi yang belum kuucapkan. Tapi sekali lagi terima kasih tanpa kalian perubahan dalam diri saya tiadalah berarti dan berguna.

Setiap perubahan memiliki arti. Ucapan terima kasih tiadalah arti dibandingkan peran yang diberikan atas perubahan yang terjadi. Enjoy, peace and love.

Read More......

Sabtu, 07 Juni 2008

Pe Cun (Duan Wu)

Pe Cun adalah satu dari empat hari raya besar tradisi masyarakat Tionghua. Dimana hari-hari tradisi tersebut antara lain:

  1. Imlek (Chun Jie) (tanggal 1 bulan 1, penanggalan lunar) yang merupakan festival musim semi atau tahun baru masyarakat Tionghua.
  2. Ceng Beng (Qing Ming) (tanggal 5 atau 6, bulan April) merupakan sembahyang kepada leluhur
  3. Pe Cun (Duan Wu) (tanggal 5 bulan 5, penanggalan lunar) dimana memiliki hubungan erat dengan matahari.
  4. Tiong Cu (Zhong Qiu) (tanggal 15, bulan 8, penanggalan lunar) merupakan hari raya pertengahan musim gugur, yang biasanya ditemani dengan makanan yang bernama kue bulan.
Pe Cun memiliki makna sebagai hari untuk menghindari xie (serong, jahat, buruk, busuk, rusuh, penyakit, bencana). Xie memiliki makna kesialan kali yah.... tapi kata orang xie tidak sama dengan kesialan. bingung juga sih....
Tradisi, keunikan, dan keajaiban yang terjadi pada hari Pe Cun yaitu:
  • Menggantung deringo (Acorus Calamus L) atau Baru Cina (Artemisia Vulgaris L), kadangkala ada juga yang menjemur tumbuhan obat-obatan, beras ketan. Penggunaan ini dipercaya untuk menangkal atau mengusir xie terhadap keharmonisan keluarga dan kesehatan tubuh.
  • Mengenakan benang pancawarna (blessing cords) atau kantung rempah-rempah. Dipercaya untuk keselamatan, panjang umur dan mengusir xie bencana
  • Menempelkan kertas berlogo dengan makna fu di pintu untuk mengusir xie. Ini menurut kepercayaan agama tradisi dao.
  • Minum (sedikit) arak obat seperti arak xiong huang, chang pu, dll. Dipercaya untuk mengusir xie (penyakit) di tubuh. Btw arak ini umumnya dicipratin di perkarangan untuk mengusir lima binatang berbisa (kalajengking, ular, lipan, cecak, kintal).
  • Keluar pintu untuk jalan-jalan (pariwisata) untuk menghindari udara xie.
  • Makan bacang menyatakan pada perubahan iklim ini akan mendapatkan keberuntungan dan menjauhi bencana.
  • Mendayung perahu naga atau melihat festival perahu naga untuk mengenang seorang pujangga besar bernama Qu Yuan (340 SM s/d 278 SM) pada dinasti Chu.
  • Saling tukar kado atau memberi sumbangan dalam lingkungan keluarga yang diperuntukan sebagai antisipasi dalam menghadapi krisis dan musibah.
  • Kejadian aneh yaitu telur mentah dapat berdiri. Ini yang paling menarik dariku dimana hanya terjadi di hari Pe Cun jam ke 5 perhitungan lunar (jam 11-13). Katanya sih, pada jam tersebut adalah saat dimana kekuatan vertikal lintang langit, manusia dan bumi bersatu. Biasanya dilakukan perenungan pada saat ini. Kalau aku menganalisa karena pada saat itu adalah saat dimana jarak matahari dan bumi paling dekat sehingga menimbulkan gaya tarik yang sangat besar.
Susahnya jika harus mengikuti dan mempercayai pada tradisi yang ada. Tapi apa daya tradisi adalah suatu kepercayaan dimana kata orang tua "daripada ketiban sial mendingan mengikutinya." Hmmm...................

Enjoy, peace and love.

Gambar: diambil 2 tahun yang lalu pada hari Pe Cun

Read More......

Artikel Favorit dalam 1 minggu