Minggu, 11 Desember 2011

Teman kakak

Hanhan merupakan nama panggilan kak Darmanto (Huang Jin Han), seorang teman dekat kak Eileen yang memiliki kesamaan hobi dalam bidang fotografi. Kak Han kelahiran Palembang 8 Juni 1980, di hari Minggu,shio monyet, sebagai anak bungsu 4 bersaudara dari pasangan Huang Min Jue (62) dan Lin Xiu Chai (59); Dimana orangtua garis ayahnya bernama Huang Chang Mo dan orangtua garis ibunya bernama Lin Xue Xian merupakan perantau dari China Fujian Putian.

Diceritakan semasa kecil, kak Han sekeluarga hijrah ke Jakarta ,ayah sebagai pedagang suku cadang mobil. Perjalanan pendidikan kak Han sendiri adalah tamatan SDK Kanaan tahun 1992, SMPK 5 Bpk Penabur tahun 1995, SMUK 2 Bpk Penabur tahun 1998, dan menyandang gelar Sarjana di tahun 2003 yang tertera sebagai “Lulusan Terbaik” program double degree Matematika dan Teknik Informatika angkatan pertama Universitas Bina Nusantara Jakarta.

Perjalanan semasa kuliah kak Han, selain membantu orang tua, juga menjadi guru les matematika. Setelah lulus Sarjana, ia sempat berkarya di Surabaya ± 3 tahun. Dan kini, menjalankan usaha utama di bidang suku cadang mobil serta tetap menerapkan ilmunya pada paro waktu sebagai programmer software.

Saya yakin dengan latar belakang akademik dipadu hobi seni fotografi dan pengalaman kerja yang ada, akan memudahkan terciptanya ide dan peluang yang baru.



Read More......

Minggu, 04 Desember 2011

Kekayaan “FU HUI “

Dari waktu ke waktu, apa yang dicari dan dipertarungkan oleh manusia dalam kehidupannya ? kekayaan dalam kesuksesan dan kepuasan yang medambakan dirinya.

Kekayaan terdapat 2 katagori yaitu terikat dan tak terikat pada jiwa raga manusia didunia nyata dan akhirat. Katagori terikat adalah keilmuan, kejatian dan keakuan, yang tak terikat adalah harta takhta dan wanita (cinta). Hal yang ini selalu menjadi momok kehidupan manusia yang dramatis dan penuh risau, galau dan kacau, yang dikarenakan kekayaan tersebut diburu dengan kerekayasaan ,kepalsuan dan kemunafikan . Marilah kita merenung jauh .

Keilmuan waktu ke wanktu bertambah

Kejatian waktu ke waktu berkurang

Apa jadinya?

Hai manusia

Kekayaan penuh kerisauan

Tanpa pasti hidup kedamaian

Keilmuan waktu ke wanktu bertambah

Keakuan waktu ke waktu berkurang

Apa artinya?

Hai manusia

Kehidupan penuh kesehajaan

Tanpa pamrih hidup kebersamaan

Kehidupan berjalan tanpa rekayasa

Keabdian berjalan tanpa kepentingan

Hai manusia!

Kodrat alam semestra

Kehidupan penuh kesimpatian

Tanpa noda hidup kecapaian

Kehidupan berjalan terus berkembang

Keabdian berjalan terus bertumbuh

Hai manusia!

Kodrat alam semesta

Kekayaan bukan untuk keakuan

Kehidupan bukan milik keakuan

Inilah kekayaan sang sejati “Fu hui”

Inilah kehidupan sang pemimpin “Dang jia”

Read More......

Kamis, 01 Desember 2011

Kekukuhan “Lì zhènɡ”

Berjinjit tinggi

Menopang jauh

Berbentang jauh

Melangkah depan

Beraksi depan

Mencitra tenar

Berpandang tenar

Menuntut pahala


Ini tidak kukuh

Karena tidak

Berdiri tegak

Berjalan mantap

Berkarya nyata

Berbijak moral


Itu bukan tokoh

Karena selalu

Ketinggian pandang

Kejauhan langkah

Ketenaran citra

Kebenaran diri


Tokoh yang kukuh

Berpijak pada

Ketegakan berdiri

Kemantapan berlangkah

Kenyataan berkarya

Kemoralan berbijak

Inilah renungan dalam kerisauan hati, menanti datangnya seorang tokoh yang kokoh berdiri, berlangkah, berkarya, berbijak dan berbenih, bertumbuh, berkembang, serta berbuah di hati rakyatnya. Seseorang yang berani mati berdiri dengan kekukuhan terhadap cita-citanya daripada hidup dalam doa demi khayalan mimpi-mimpinya.

Read More......

Jumat, 04 November 2011

Kejujuran Cheng Dao

Negeriku yang indah pesona,subur makmur,aman nyaman,kaya raya juga dengan budaya kultur tata krama tinggi, Terakhir ini peristiwa-peristiwa telah mengoyak jiwa batin kebangsaanku oleh ulah segelintir manusia yang sombong ,tamak, bodoh dengan skenario kebohongan publik demi citra diri dan kekuasaan. Inilah cermin yang tertera,moral kejujuran telah runtuh

Bang Genphot (nama samaran) mencoba cari kata jujur “Cheng” dalam “Hanyu” berpendapat “Cheng” adalah ucapan yang menjadi kenyataan. Kejujuran “Cheng Dao” yaitu sebuah tindakan kebajikan yang adil dan berani dalam menjalankan amanah kehidupan manusia bermoral ,yang menjadi panutan bagi generasi temurunnya

Bang Genphot dengan ini mencoba menuturkan secara bebas dan sempit Bab 54 kitab Dao De Jing ( Laozi 580SM ~500SM ), dalam pemahaman kejujuran seperti berikut :

Kejujuran:
Yang terbangun teguh tak tergoyah
Yang tergenggam erat tak terlepas
Terbinalah kebajikan
Yang terlestari tumbuh termurun


Kejujuran
Dibangun dalam diriku
Menjadi kebenaran dan keberanian
Dibangun dalam keluargaku
Menjadi kelimpahan dan keharmonisan
Dibangun dalam desaku
Menjadi bersemi dan tubuh subur
Dibangun dalam negeriku
Menjadi keberkembang dan kuat makmur
Dibangun dalam rakyatku
Menjadi kebersamaan dan adil sejahtera


Oh, ini sebuah kecerminan
Yang tertera di diriku
Menjadi nilai orang lain
Yang terlihat di keluargaku
Merjadi contoh keluarga lain
Yang terpandang di kampungku
menjadi gambar kampung lain
Yang terkesan di negeriku
menjadi banding negeri lain
Yang terasa di rakyatku
Menjadi kekuatan semesta

Oh, ini sebuah cermin
Kehidupan anak manusia
Kejujuran dalam kebajikan
Kejujuran dalam keaklakan


Seorang anak manusia mempunyai kewajiban mengetahui makna dan arti kehidupan yang sebenarnya dengan mengenal jatidiri dalam “kejujuran”.

Kejujuran adalah kunci untuk membuka pintu mengenal dirimu sebelum mengenal tuhanmu.

Seorang anak bangsa menemukan jatidirinya dalam kejujuran”Cheng Dao” maka akan merasakan kebenaran dan keadilan masing terdapat disisinya.

Read More......

Kamis, 03 November 2011

Bisikan Kapak Batu

Kapak Batu (Gigi Geledek) terdiri dari beragam jenis yakni kapak genggam, kapak lonjong, beliung persegi, belincung berpunggung. Ini merupakan senjata dan peralatan manusia Prasejarah (zaman Batu)dalam beradaptasi terhadap lingkungan kehidupannya. Proses panjang perkembangan awal keajaiban sejarah budaya manusia dalam perjalanan evolusi di zaman batu mencakup ,

1.Periode Zaman Batu Paleolitik (2 juta – 25.000 th)

2.Periode Zaman Batu Mesolitik (25.000 – 10.000 th)

3.Periode Zaman Batu Neolitik(10.000 –5.000 th)

Manusia Prasejarah dipaparan Sunda umumnya menggunakan kapak batu dari jenis Rijang dan Kalsedon, yang mencatat proses mata rantai perjalanan sejarah evolusi zaman Batu dalam kehidupan nyata dimasa silam.

Batu Rijang (Batu Api), dalam bahasa keren disebut “ Chert”, “ Flint” adalah batuan endapan (sedimen) Silika Kriptokritalin dengan permukaan licin dan umumnya ditemukan dalam bentuk nodul pada bantalan endapan gamping (Limestone) yaitu kapur, lahar, serta batuan endapan laut dalam yang didasari isi kandungan fosil(seperti plankton) di zaman Pratesier (80 - 60juta th) atau batuan kuarsa dari perselingan bentuk Silika dari kekusaman Kalsedon pada batuan Karbonat.

Batu Rijang pada umumnya berwarna kelabu, biru, hitam dan coklat tua kemerahan dikarenakan faktor perselingan endapan dari warna batu gamping, lempung, atau lanau oleh fosilan yang terkandung unsur Fe .Batu tersebut dapat menyerupai Batu Jasper.

Batu dan batuan telah menjadi bagian yang mengikat kehidupan budaya manusia. Prosesnya berkembang maju menjadi cikal bakal alur berpikir suatu falsafah yang disebut “Shi Dao” ,“ Jalan Batu”, “Stone way” dari bentuk budaya bangsa klasik di dunia seperti budaya “ Tanya Batu”, “Renung Batu”, dan “ Jadi Batu”, sebagai bentuk aktualisasi jati diri manusia terhadap keholistikan hidup di alam semesta.

Budaya penganut pemikiran “Jalan Batu” yang disenyawakan menjadi bagian hidup “Ilmu Slamet”, “Ngelmu Batin meneropong keberadaan kondisi alam, sosial, serta manusia dalam mencari solusi konsep keselamatan, kedinamisan, keseimbangan, kekekalan, sebagai mata rantai kehidupan. Demikian juga penerapan nilai hidup sehat jiwa dan raga serta terapinya.

Kapak batu yang digunakan sebagai alat medium “ Jalan Batu” dalam ilmu prediksi klasik dituturkan, di kedua sisi kapak batu tersebut terdapat energi yang berbeda, yaitu energi sifat penyerapan dan pelontar, serta sifat “ Code” energi lainnya. Kapak batu dalam bentuk keseluruhan mampu berpadu menyerupai bentuk imajinasi karakter kehidupan manusia serta jiwa dan raganya. Tentu pandangan “Ngelmu Batin““Trans Fiksi” ini perlu dikaji lebih lanjut dan dipelajari lebih mendalam.

Kapak batu juga dijadikan sebagai benda simbol dan petuah, Katanya bagi tokoh kepemimpinan yang bijak, jujur, bersih, berani serta konsisten, Dapat dijadikan simbol “Totem Kunci” yang mampu membuka tabir waktu langit, ruang bumi, dan rukun manusia dalam kesatuan holistik kehidupan yang dinamis dan seimbang untuk membangun dunia baru yang damai sejahtera serta lingkungan alam yang nyaman dan harmonis dalam kaidah tata semestanya.

Kapak Batu adalah pembuktian nyata sejarah manusia berevolusi dengan kemampuan insting, daya cipta, free will, untuk menuju perkembangan masyarakat beradab, membangun budaya kebersamaan, gotong royong, berbagi, dalam mencapai era budaya bangsa manusia yang lebih bermoral, maju dan sentosa.

Pada masyarakat komunitas Tionghoa seringkali ditemukan dibagian pintu utama tergantung sebuah simbol toten tolak bala :”kepala harimau” dengan huruf Hanyu “Tai shan shi gan dang“ artinya batu petuah dari gunung Taishan tak terkalahkan(sebagai Totem tolak bala). Inilah sebuah proses panjang dari awal makna dan legenda kapak batu.

Dewa geledek legenda Chinaberupa garuda bertubuh manusia dan berkepala monyet. Ditangan kiri menggenggam pahat beliung dan ditangan kanan menggenggam kapak belicung. Suku minoritas Li disemenanjung Leizhou Guangdong China percaya bahwa kampak batu adalah benda peningalan samberan petir. Juga digunakan sebagai alat upacara dan benda petuah. Kapak batu disebut gigi geledek bagi orang Sunda Jawa barat.

Dewa geledek, angin,hujan, adalah tiga serangkai dewa sebagai Pembina penjaga,pelestari,keseimbangan alam jagat dalam perkembangan pertumbuhan dan kesuburan.

Read More......

Kamis, 20 Oktober 2011

Eileen Sukra(2)


Sabtu Legi - 15 Oktober 2011 di Jakarta Convention Center, kakakku Eileen Sukra (31thn.) diwisuda sebagai lulusan berpredikat Cum Laude pada Program Magister (S2) Desain Produk Pascasarjana Universitas Trisakti dengan nilai IPK 3.96.

Dengan konsentrasi Tesisnya yang berjudul “ARSITEKTUR LANSKAP ISTANA JAWA “ tertera Prof. Dr. Nanang Rizali, MSD. dan Dra. Tetty Sekaryati, MSn. sebagai pembimbing ; Prof.Dr. Dharsono Sony Kartika. MSn., Dr. Yuke Ardhiati, MT., Dr. Ardiani T.H., MSi., Ir. Jusna J.A.Amin, PhD., sebagai konsultan ; KR.A.T. Purwohaditanoyo, MSn., Dr. R.M. Pramutomo, MHum., Dekan FSRD Usakti berserta para dosen yang taktersebutkan sebagai nara sumber proses perjalanan studinya. Eileen Sukra berpendapat bahwa peradaban Jawa dengan bentuk dan pengaruh budayanya yang kompleks menjadikan Jawa memiliki bentuk keanggunan tersendiri. Dengan latar belakang dan kecintaanya terhadap budaya Jawa, ia berusaha mengangkat pemahaman ide dan konsep Mandala yang berkaitan erat dengan pengaruh budaya India dan Tiongkok melalui eksistensi religius Hindu-Jawa pada Peradaban Jawa.

Ia juga melihat perkembangan arsitektur Jawa sebagai cerminan dimensi religius-kultur yang dijadikan pandangan hidup masyarakat dalam Ngelmu Kejawen dengan tolak ukur nilai rancang bangun, implementasi simbol estetika, maupun konsep manunggaling keblat papat limo pancer, dengan konsep mandala sebagai ikon kebudayaan yang dikenal berkonteks citra seni religius dalam mempengaruhi pemahaman dan penerapan kultur jawa pada tata letak tatanan ruang arsitektur lanskap Kraton Jawa.

Dalam kesimpulannya, ia berpendapat bahwa kultur Jawa merupakan bagian dari persilangan peradaan India maupun Tiongkok yang berprioritas terbesar dalam mempengaruhi dan menjadikan kultur Jawa sebagai peradaban yang maju. Konsep mandala pada intinya berarti sentral (pusat,poros) merupakan suatu titik peputaran yang menyeluruh dalam keseimbangan (keharmonisan antara langit, manusia dan buminya), dan orientasi titik kardinal yang menentukan pentingnya poros dalam gagasan Axis (sumbu imajiner berbentuk tiga dimensi yang berdiri pada sentralnya) . Tujuan akhir dari proses penelitiannya ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengetahuan dalam penerapan bidang keilmuan yang berhubungan dengan arsitektur, yang sangat diharapkan dapat mengangkat karakter tatanan dimasa lalu dalam keseluruhan bentuk arsitektur dalam konsep rancang bangun saat ini, dimana bentuk transformasi pengetahuan ini bukanlah sebatas tranformasi yang hanya diketahui, tetapi diharapkan dapat memberikan transfer value yang tidak terbatas bentuk arsitektur yang fungsional.

Ayah seorang peneliti sains juga sebagai pengamat ilmu sains Tiongkok, yang mensubsidi ilmu fengshui dan telah menyusun diktat seri Pengetahunan Tradisional Timur Dalam Analisa Penampilan Bangunan Rumah (Fengshui Geomancy, Jakarta: Mei 1989), menyatakan sangat puas akan kajian Tesis kak Eileen yang telah menjabarkan ilmu tataruang dalam konsep “Mandala”,”Fengshui”.”Papat Limo Pancer” yang setara nilai tinggi dalam pandangan falsafah kehidupan manusia dan aplimennasinya keseimbang ,”Heaven-Man-Earth” dan penerapan dari segi hukum kode “waktu-genetis-ruang” dan berkata Eileen Sukra,SSn.MDs., layak mendapat predikat Cum Laude dengan senyum bahagia.

Read More......

Artikel Favorit dalam 1 minggu