
Minggu, 11 Desember 2011
Teman kakak

Minggu, 04 Desember 2011
Kekayaan “FU HUI “
Dari waktu ke waktu, apa yang dicari dan dipertarungkan oleh manusia dalam kehidupannya ? kekayaan dalam kesuksesan dan kepuasan yang medambakan dirinya.
Kekayaan terdapat 2 katagori yaitu terikat dan tak terikat pada jiwa raga manusia didunia nyata dan akhirat. Katagori terikat adalah keilmuan, kejatian dan keakuan, yang tak terikat adalah harta takhta dan wanita (cinta). Hal yang ini selalu menjadi momok kehidupan manusia yang dramatis dan penuh risau, galau dan kacau, yang dikarenakan kekayaan tersebut diburu dengan kerekayasaan ,kepalsuan dan kemunafikan . Marilah kita merenung jauh .
Keilmuan waktu ke wanktu bertambah
Kejatian waktu ke waktu berkurang
Apa jadinya?
Hai manusia
Kekayaan penuh kerisauan
Tanpa pasti hidup kedamaian
Keilmuan waktu ke wanktu bertambah
Keakuan waktu ke waktu berkurang
Apa artinya?
Hai manusia
Kehidupan penuh kesehajaan
Tanpa pamrih hidup kebersamaan
Kehidupan berjalan tanpa rekayasa
Keabdian berjalan tanpa kepentingan
Hai manusia!
Kodrat alam semestra
Kehidupan penuh kesimpatian
Tanpa noda hidup kecapaian
Kehidupan berjalan terus berkembang
Keabdian berjalan terus bertumbuh
Hai manusia!
Kodrat alam semesta
Kekayaan bukan untuk keakuan
Kehidupan bukan milik keakuan
Inilah kekayaan sang sejati “Fu hui”
Inilah kehidupan sang pemimpin “Dang jia”
Kamis, 01 Desember 2011
Kekukuhan “Lì zhènɡ”
Berjinjit tinggi
Menopang jauh
Berbentang jauh
Melangkah depan
Beraksi depan
Mencitra tenar
Berpandang tenar
Menuntut pahala
Ini tidak kukuh
Karena tidak
Berdiri tegak
Berjalan mantap
Berkarya nyata
Berbijak moral
Itu bukan tokoh
Karena selalu
Ketinggian pandang
Kejauhan langkah
Ketenaran citra
Kebenaran diri
Tokoh yang kukuh
Berpijak pada
Ketegakan berdiri
Kemantapan berlangkah
Kenyataan berkarya
Kemoralan berbijak
Jumat, 04 November 2011
Kejujuran Cheng Dao
Negeriku yang indah pesona,subur makmur,aman nyaman,kaya raya juga dengan budaya kultur tata krama tinggi, Terakhir ini peristiwa-peristiwa telah mengoyak jiwa batin kebangsaanku oleh ulah segelintir manusia yang sombong ,tamak, bodoh dengan skenario kebohongan publik demi citra diri dan kekuasaan. Inilah cermin yang tertera,moral kejujuran telah runtuh
Bang Genphot (nama samaran) mencoba cari kata jujur “Cheng” dalam “Hanyu” berpendapat “Cheng” adalah ucapan yang menjadi kenyataan. Kejujuran “Cheng Dao” yaitu sebuah tindakan kebajikan yang adil dan berani dalam menjalankan amanah kehidupan manusia bermoral ,yang menjadi panutan bagi generasi temurunnya
Bang Genphot dengan ini mencoba menuturkan secara bebas dan sempit Bab 54 kitab Dao De Jing ( Laozi 580SM ~500SM ), dalam pemahaman kejujuran seperti berikut :
Kejujuran:
Yang terbangun teguh tak tergoyah
Yang tergenggam erat tak terlepas
Terbinalah kebajikan
Yang terlestari tumbuh termurun
Kejujuran
Dibangun dalam diriku
Menjadi kebenaran dan keberanian
Dibangun dalam keluargaku
Menjadi kelimpahan dan keharmonisan
Dibangun dalam desaku
Menjadi bersemi dan tubuh subur
Dibangun dalam negeriku
Menjadi keberkembang dan kuat makmur
Dibangun dalam rakyatku
Menjadi kebersamaan dan adil sejahtera
Oh, ini sebuah kecerminan
Yang tertera di diriku
Menjadi nilai orang lain
Yang terlihat di keluargaku
Merjadi contoh keluarga lain
Yang terpandang di kampungku
menjadi gambar kampung lain
Yang terkesan di negeriku
menjadi banding negeri lain
Yang terasa di rakyatku
Menjadi kekuatan semesta
Oh, ini sebuah cermin
Kehidupan anak manusia
Kejujuran dalam kebajikan
Kejujuran dalam keaklakan
Seorang anak manusia mempunyai kewajiban mengetahui makna dan arti kehidupan yang sebenarnya dengan mengenal jatidiri dalam “kejujuran”.
Kejujuran adalah kunci untuk membuka pintu mengenal dirimu sebelum mengenal tuhanmu.
Seorang anak bangsa menemukan jatidirinya dalam kejujuran”Cheng Dao” maka akan merasakan kebenaran dan keadilan masing terdapat disisinya.
Kamis, 03 November 2011
Bisikan Kapak Batu
Kapak Batu (Gigi Geledek) terdiri dari beragam jenis yakni kapak genggam, kapak lonjong, beliung persegi, belincung berpunggung. Ini merupakan senjata dan peralatan manusia Prasejarah (zaman Batu)dalam beradaptasi terhadap lingkungan kehidupannya. Proses panjang perkembangan awal keajaiban sejarah budaya manusia dalam perjalanan evolusi di zaman batu mencakup ,
1.Periode Zaman Batu Paleolitik (2 juta – 25.000 th)
2.Periode Zaman Batu Mesolitik (25.000 – 10.000 th)
3.Periode Zaman Batu Neolitik(10.000 –5.000 th)
Manusia Prasejarah dipaparan Sunda umumnya menggunakan kapak batu dari jenis Rijang dan Kalsedon, yang mencatat proses mata rantai perjalanan sejarah evolusi zaman Batu dalam kehidupan nyata dimasa silam.
Batu Rijang (Batu Api), dalam bahasa keren disebut “ Chert”, “ Flint” adalah batuan endapan (sedimen) Silika Kriptokritalin dengan permukaan licin dan umumnya ditemukan dalam bentuk nodul pada bantalan endapan gamping (Limestone) yaitu kapur, lahar, serta batuan endapan laut dalam yang didasari isi kandungan fosil(seperti plankton) di zaman Pratesier (80 - 60juta th) atau batuan kuarsa dari perselingan bentuk Silika dari kekusaman Kalsedon pada batuan Karbonat.
Batu Rijang pada umumnya berwarna kelabu, biru, hitam dan coklat tua kemerahan dikarenakan faktor perselingan endapan dari warna batu gamping, lempung, atau lanau oleh fosilan yang terkandung unsur Fe .Batu tersebut dapat menyerupai Batu Jasper.
Batu dan batuan telah menjadi bagian yang mengikat kehidupan budaya manusia. Prosesnya berkembang maju menjadi cikal bakal alur berpikir suatu falsafah yang disebut “Shi Dao” ,“ Jalan Batu”, “Stone way” dari bentuk budaya bangsa klasik di dunia seperti budaya “ Tanya Batu”, “Renung Batu”, dan “ Jadi Batu”, sebagai bentuk aktualisasi jati diri manusia terhadap keholistikan hidup di alam semesta.
Budaya penganut pemikiran “Jalan Batu” yang disenyawakan menjadi bagian hidup “Ilmu Slamet”, “Ngelmu Batin meneropong keberadaan kondisi alam, sosial, serta manusia dalam mencari solusi konsep keselamatan, kedinamisan, keseimbangan, kekekalan, sebagai mata rantai kehidupan. Demikian juga penerapan nilai hidup sehat jiwa dan raga serta terapinya.
Kamis, 20 Oktober 2011
Eileen Sukra(2)
Sabtu Legi - 15 Oktober 2011 di Jakarta Convention Center, kakakku Eileen Sukra (31thn.) diwisuda sebagai lulusan berpredikat Cum Laude pada Program Magister (S2) Desain Produk Pascasarjana Universitas Trisakti dengan nilai IPK 3.96.
Dengan konsentrasi Tesisnya yang berjudul “ARSITEKTUR LANSKAP ISTANA JAWA “ tertera Prof. Dr. Nanang Rizali, MSD. dan Dra. Tetty Sekaryati, MSn. sebagai pembimbing ; Prof.Dr. Dharsono Sony Kartika. MSn., Dr. Yuke Ardhiati, MT., Dr. Ardiani T.H., MSi., Ir. Jusna J.A.Amin, PhD., sebagai konsultan ; KR.A.T. Purwohaditanoyo, MSn., Dr. R.M. Pramutomo, MHum., Dekan FSRD Usakti berserta para dosen yang taktersebutkan sebagai
Ia juga melihat perkembangan arsitektur Jawa sebagai cerminan dimensi religius-kultur yang dijadikan pandangan hidup masyarakat dalam Ngelmu Kejawen dengan tolak ukur nilai rancang bangun, implementasi simbol estetika, maupun konsep manunggaling keblat papat limo pancer, dengan konsep mandala sebagai ikon kebudayaan yang dikenal berkonteks citra seni religius dalam mempengaruhi pemahaman dan penerapan kultur jawa pada tata letak tatanan ruang arsitektur lanskap Kraton Jawa.
Dalam kesimpulannya, ia berpendapat bahwa kultur Jawa merupakan bagian dari persilangan peradaan India maupun Tiongkok yang berprioritas terbesar dalam mempengaruhi dan menjadikan kultur Jawa sebagai peradaban yang maju. Konsep mandala pada intinya berarti sentral (pusat,poros) merupakan suatu titik peputaran yang menyeluruh dalam keseimbangan (keharmonisan antara langit, manusia dan buminya), dan orientasi titik kardinal yang menentukan pentingnya poros dalam gagasan Axis (sumbu imajiner berbentuk tiga dimensi yang berdiri pada sentralnya) . Tujuan akhir dari proses penelitiannya ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengetahuan dalam penerapan bidang keilmuan yang berhubungan dengan arsitektur, yang sangat diharapkan dapat mengangkat karakter tatanan dimasa lalu dalam keseluruhan bentuk arsitektur dalam konsep rancang bangun saat ini, dimana bentuk transformasi pengetahuan ini bukanlah sebatas tranformasi yang hanya diketahui, tetapi diharapkan dapat memberikan transfer value yang tidak terbatas bentuk arsitektur yang fungsional.
Ayah seorang peneliti sains juga sebagai pengamat ilmu sains Tiongkok, yang mensubsidi ilmu fengshui dan telah menyusun diktat seri Pengetahunan Tradisional Timur Dalam Analisa Penampilan Bangunan Rumah (Fengshui Geomancy, Jakarta: Mei 1989), menyatakan sangat puas akan kajian Tesis kak Eileen yang telah menjabarkan ilmu tataruang dalam konsep “Mandala”,”Fengshui”.”Papat Limo Pancer” yang setara nilai tinggi dalam pandangan falsafah kehidupan manusia dan aplimennasinya keseimbang ,”Heaven-Man-Earth” dan penerapan dari segi hukum kode “waktu-genetis-ruang” dan berkata Eileen Sukra,SSn.MDs., layak mendapat predikat Cum Laude dengan senyum bahagia.
Artikel Favorit dalam 1 minggu
-
Hanhan merupakan nama pangg ilan kak Darmanto (Huang Jin Han), seorang teman dekat kak Eileen yang memiliki kesamaan hobi dalam bidang fotog...
-
Berjinjit tinggi Menopang jauh Berbentang jauh Melan...
-
Manusia Berhadapan antara Lahir ,hidup dan mati Manusia 30% merata hidup Singkat, panjang dan tragedi Tragedi Mati sebelum waktu Terjerumus ...
-
Suatu hari saya pergi dengan seorang sahabat dan saya bertemu dengan seorang gadis kecil yang cantik dan manis. Setiap kali melihat gadis ke...
-
Hmmm........ kalo bicara tentang masakan yang kutahu hanyalah "makan untuk hidup atau hidup untuk makan". Hehehe yang pasti aku ha...
-
Buka Mata, buka telinga dan buka hati yang mana berarti sikap untuk melihat dan mendengar apa yang terjadi di lingkungan kita dan menerima p...
-
Mereka adalah warna netral yang mana seringkali diidentikkan dengan Yin dan Yang , terang gelap, nol satu . Tapi jikalau diidentikan dengan ...
-
Telah lama saya menghilang. Dan inilah momen yang terbaik saya untuk kembali ke dunia blog ini. Sebagai hadiah untuk ajang kembalinya diri s...

