Kamis, 27 Mei 2010

Eileen

Eileen adalah kakakku yang lahir di bintang Capricornus, sama dengan ayahku yang berentang waktu 30 tahun. Ia seorang pengajar seni yang sangat beratensi dengan hal-hal yang ada korelasinya dengan kultur tradisional maupun corak klasik. Perjalanan pendidikannya diawali di SDK I ,SMPK I, SMAK 3 BPK Penabur Jakarta, hingga mendapatkan gelar Sarjana Seni di Universitas Trisakti jurusan Desain Interior tahun 2003; dan juga lulusan Persiapan Konservatorium 3 di Sekolah Musik YPM bidang piano klasik tahun 2002. Sampai saat ini, ia masih saja aktif sebagai pengajar Interior, pengajar piano klasik, maupun tergabung di dalam Group of Photographic Artists.


Kakakku saat ini juga seorang mahasiswi program Pascasarjana Magister Desain yang mencoba melirik fenomena urban kultur. Saya merasa hasil perkuliahannya cukup memenuhi harapan (>3.8) dengan beberapa kajian kertas kerja yang menurut saya menarik untuk disimak lanjut seperti:

  1. Eksplorasi nilai-nilai arsitektur & lingkungan stasiun Kereta Api Tanjung Priok (2009-2010).
  2. “Taoisme” dalam penerapannya pada institusi pendidikan seni & desain (2010).
  3. Hunian sebagai identitas gaya hidup di Jakarta dalam kajian sosial kultur (2010).
  4. Hunian sebagai identitas gaya hidup di Jakarta dalam kajian sosial ekonomi (2010).
  5. “Tension Between Reality and Illusion”, sebuah karya lukis dalam kajian estetika terapan (2009).
  6. Manusia dalam kreatifitas, sebuah pendapat tentang buku “On Creativity by David Bohm” (2009)
  7. “Sound of Nature“, sebuah illustrasi kreatifitas bertema air yang diterapkan dalam penerapan arsitektur & interior Café, bersama rekan Andreas dan Pricilla Armilla (2009).

Selain itu ada berapa kajian yg menarik seperti topik dibawah ini, tapi minimnya literature, ruang dan waktu membatasinya untuk melangkah lebih lanjut.

  1. Pola kehidupan hunian Jakarta pada masa lampau adalah berbentuk petak maupun gang buntu sebagai bentuk lingkungan rumah perkampungan kota (hunian komplek bersama) yang berkonsep semi tertutup, berkesan akrab, saling peduli, gotong royong, aman dan nyaman. Mungkinkah hal ini dapat diterapkan dalam rancangan pembangunan hunian pola kehidupan modern (saat ini), dengan sosial kultur ‘gotong royong’,dan hidup dalam bentuk kawasan lingkungan yang sehat dan tenteram, serta dipadu dengan tata bangunan maupun ruang beriklim tropik kepulauan (fengshui) dalam sebuah estetika terapan.
  2. Pola dan makna pintu gerbang dalam suatu bangunan (hunian) adat Bali (Nata / Gapura) dengan bangunan (hunian) klasik Beijing (Siheyuan) ditinjau dari konsep dan falsafah kehidupanan sosial masyarakat dan keluarganya.
  3. Pola perbandingan geomorfologi dalam falsafah tata bangunan istana kerajaan di Beijing dengan keraton kerajaan di Jogyakarta dan bangunan istana pemerintahan Republik Indonesia, yang ditinjau dari kajian unsur fengsui maupun prediksi dalam sebuah perjalanan sejarah kekuasaan dinasti.

Tentu saja menarik disimak pola pandang dari “Taoisme”, “Fengshui”, “Yijing”, “Sound of Nature”, “Kultur tradisi etnik”. Disini saya hanya bisa mendukung kepada kakakku semoga sukses di bidang perdalaman ilmu desain yang memiliki nilai falsafah budaya seni dan merupakan milik bangsa sendiri dengan kreatif serta estetika terapan yang indah dan nyaman. Semoga langgeng dan memperoleh hasil predikat yang memenuhi harapan dalam perjalanan akademisnya.

enjoy, peace and love from sukra

referensi foto: http://alamendah.files.wordpress.com/2010/04/burung-kepodang-oriolus-chinensis01.jpg

Read More......

Minggu, 25 April 2010

Bisikan Batu Jade

Satu lagi yaitu bisikan batu jade yang mana menunjukan keperkasaan dan keajaiban sejarah budaya China. Aneh tapi memang seperti itu kenyataannya. Sejarah budaya batu Jade yang telah berjalan 7.000 tahun yang mana memiliki pandangan dan pemahaman tentang jade yang sangat khusus dalam ikatan batin sebagai berikut

  • Pedamping dan pelengkap hiasan atau eksesoris bagi baginda raja, tuan,pemimpin.
  • Harkat dan derajat dalam politik, budaya, moral dan agama.
  • Estetis dan pujaan pada keindahan alam semesta.
  • Simbol akhlak :kebajian semai lembut ,kesetian luar dalam, kearifan sopan santun, keberanian tegas teguh dan kejernian jelas tajam.
  • Simbol petuah : kekuasaan, kesatuan, kemoralan, kemujuran, keselamatan,kesehatan, kejayaan ,kewibawaan, kekayaan dan kedudukan.

Dalam sejarah, tepatnya di Perancis 1863, di dunia internasional batu jade dikategorikan dalam
jadeite (Feicui yu /Myanmar jade) dan Nephrite( Hetian yu /China jade), batu Jade beraneka warna. Tapi untuk masyarakat awan dipersepsikan sebagai permata mulia berwarna hijau dari China.

Permata mulia berwarna hijau ternyata disini (Indonesia) juga memilikinya dan bahkan layak untuk dikaji lebih lanjut sebagai kategori kriteria paduan batu Aji dan jade dalam versi kajian- tradisi perkembangan budaya Tionghoa Indonesia di priode ke 8(2004~2023):

  • Chrysoprase jenis batu Garut dengan Autralia jade
  • Chrysocolla jenis batu Bacan dengan Meksiko jade
  • Idocrase jenis batu Sungaidare dengan Kalifornia jade
  • Green Agate jenis batu Baturaja dengan Malaysia jade.
  • Serpentine jenis batu Baubau dengan Korea jade.
  • Aventurine jenis batu (?)dengan India jade
  • Hydrogrossular jenis batu (?)dengan Afrika jade
  • Amazonite jenis batu (?)dengan Brasil Jade

Catatan :Batu Bacan disebut Chrysocolla,Xigui kongque shi, banyak terdapat di Meksiko, Peru, Chili, Amerika, Rusia, Afrika, Israel, Taiwan dan kepulauan Bacana Maluku. Batuan tersebut keberadaan sering kali bersama dengan jenis lainnya seperti :Azurite, Cuprite, Turquoise, Malachite dan Quarts. Chrysocolla jenis batu Taiwan disebut “Taiwan Lan Bao”. Chrysocolla jenis batu Bacan yaitu “Blue Chalcedony Bacan” berbeda dengan Chrysoprase jenis batu Garut adalah “Green Chalcedony Garut” dan jenis batu Heliotrope Blood Jasper Purbalingga adalah “Plasma Chalcedony Nogosuwe ”.


Apakah batu permata ini akan menjadi trend masa datang ? Bagaimana diberi nama Guiyushi (Fazhanyu), Luyushi (Jialuyu), Bixueshi (Longxueyu) dan Fuyushi (Daliyu) untuk jenis Indocrase Sungaidare.

Enjoy, peace and love from Sukra

Referensi foto: http://www.freewebs.com/wallacea/IMAGES/lowlandanoa.jpg

Read More......

Jumat, 23 April 2010

Bisikan Batu Aji

Ada pertemuan akbar yang akan dilakukan oleh para keturunan Maharesi Rama Panguna di kawasan “Atlantis Dwipa”. Pertemuan ini diceritakan adalah pertemuan yang dilakukan 20 tahun sekali dan sudah berjalan 3600 tahun. Dan seminar pertama di abad ke 21 pada periode ke 8 kurun waktu 2004~2023,di selenggarakan oleh Caprandalas, Broto. Penguasa wilayah Sungaidare dengan tema "Bisikan batu Aji”.

Tema ini diambil karena dipercaya memiliki keterkaitan yang sangat besar dalam kehidupan negara saat ini. Bisikan dideskripsikan sebagai sesuatu pesan isyarat perasaan yang timbul dari indra ke-enam, bukan melalui panca indra. Batu sebagai permata yang dipakai sebagai perhiasan atau medium kepercayaan. Aji dimaknai sebagi baginda, raja, pemimpin, berharga tidak bernilai, sakral, kehormatan, kedudukan, kejayaan.

Balik ke pertemuan. Dikatakan bahwa pertemuan yang bertemakan “Bisikan batu Aji”, yang dipresentasikan oleh ke 5 wakil silsilah pewarisnya yaitu:

  • “Batu Aji dengan ke 12 bulan kelahiran “oleh Yeruhudi ,Adam.
  • “Batu Aji dengan ke 12 bintang Zodiak”oleh dari Bramgipsi,Rama.
  • “Batu Aji dengan ke 7 cakar tubuh” oleh Hirongqiang ,Surkhua.
  • “Batu Aji dengan ke 8 Trigram Meridian” oleh Heluoke, Fuxi
  • “Batu Aji dengan ke 5 Pancar Nurdaya” oleh Meruwa,Broto.

Tentang khasiat, metode kajian yang berkorelasi dengan faktor bulan kelahiran, bintang zodiak, cakra tubuh terhadap reaksi manfaat bagi kehidupan manusia sudah umu ditemui dalam buku-buku jadi maka saya tidak menceritakan lagi.
Kajian “Batu Aji dengan ke 8 trigram meridian” ada 8 permata yang memiliki daya sakral positif yaitu Obsidian, Agate, Crystal, Jade, Amber, Coral,Pearl, fosil kerang yang berkorelasi dengan 8 trigram Yijing dan 8 meridian istimewa dan berhubungan dengan 8 pertalian keluarga,yaitu:
  • Trigram Qian dengan meridian Chong Mai serta pertalian ayah.
  • Trigram Gen dengan meridian Yin Wei serta pertalian ibu.
  • Trigram Dui dengan meridian Du Mai serta pertalian suami.
  • Trigram Kan dengan meridian Yang Qiao serta pertalian istri.
  • Trigram Xun dengan meridian Dai Mai serta pertalian putra.
  • Trigram Zhen dengan meridian Yang Wei serta pertalian putri.
  • Trigram Li dengan meridian Ren Mai serta pertalian tuan.
  • Trigram Kun dengan meridian Yin Qiao serta pertalian tamu.

Kajian “Batu Aji dengan ke 5 pancar Nurdaya” adalah setiap batu Aji (batu kuarsa Akik yang ditemukan dibumi nusantara) terdapat 5 Khasiat dan energi yang berbeda (Komposisi Elemen alami). Holistik stimulasi berpadu dan menjadu tolak ukur dalam kebutuhan, keseimbangan dan kesinambungan dalam kedinamisan energi. 5 pancar Nurdaya tersebut yaitu
  • 5 arah :Barat, Timur, Tengah, Utara, Selatan
  • 5 unsur :kayu, api, batu, angin, air
  • 5 pasaran: pon, legi, kliwon, wage, pahing
  • 5 sulih :raga, kata, kodrat, aksi, jiwa
  • 5 energi :murni, pencerah, sukma, perkasa, intelegensi



Catatan:Batu Sungaidare disebut juga dengan nama Indocrase ,Vesuvianite, Fushanshi, yang mana ditemukan di Amerika(Kalifornia), Meksiko, Brasil, Rusia, Jerman, Swedia, Itali, Kenya, Srilangka dan Sungaidare (Sumatera barat). Batu ini diyakini memiliki sifat kristal dengan energi penyerap, pembangkit semangat kekreatifan, pelepas belenggu dari rasa tertekan dan terikat, menciptakan rasa kebersamaan untuk misi kondisi baru. Selian itu juga dipercaya dapat membantu semangat dalam komunikasi trans waktu, ruang dan energi serta sebagai kekuatan penyeimbang. Sebagai permata bertuah medium tolak bala dan bahaya, menjadikan pemimpin yang selalu tahan menghadapi keadaan luarbiasa ,kejadian alam atau sosial, fisik atau nonfisik. Pemanfaatan sebagai energi perarut untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Itulah isi dari pertemuan dengan tema "Bisikan batu Aji”. Percaya atau tidak itu terserah anda.

Enjoy, peace and love from Sukra.

referensi foto: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBiZyRorxK1-SwjiDWJ2tAATKf9wUQDyboVB-bGnt-FxASej1eAduWzxj1EG71x1KFcTq8z78gJpsHxmlxEdayX_quW85rYnzR1a6JyZ7WThyWVb5pnLvz_da5IqDaOEPSzKv8Ly7-L4o/s400/sumatran-serow-capricornis-sumatraensis-2218.jpg

Read More......

Selasa, 20 April 2010

Bisikan Batu Kuarsit (Quartzite)

Di sebuah desa ada seorang ayah (Edmonbowo) yang bekerja banting tulang hanya untuk menghidupi seluruh keluarganya. Dengan keteguhan, kesabaran, keyakinan berbagai rintangan dan cobaan dapat diatasi.


Seorang dewa (Bajrayana) terkagum-kagum akan sifat Edmonbowo sehingga hendak mengujinya kembali. Tapi untuk ujian kali ini Bajrayana mempersiapkan materi untuk pembelajaran dan pelatihan guna mempersiapkan jiwa dan raga akan sebuah kondisi berkaitan perjalanan jenjang karier menuju tokoh pewaris pemimpin di "Negara kesatuan Samudra Sundaland". Untuk memberikan materi ini Bajrayana mengirimkan kijang kencana dalam mimpinya. Berharap pemberian bekal dalam kondisi transilusi, tidak akan mengganggu aktifitasnya dan selesai sesuai dengan waktu yang ditetapkan yaitu di tahun kuda terbang.


Langkah, materi dan waktu yang diberikan oleh Bajrayana cukup banyak.
  • Tahapan 1998 materi tentang “Panca formasi” oleh eyang Sewu.
  • Tahapan 2003 materi tentang “Panca energi ”oleh eyang Semeru.
  • Tahapan 2008 materi tentang “Darah biru”oleh ratu Samudra.
  • Tahapan 2010 materi tentang “Panca Jejer”.oleh eyang Slamet.
  • Tahapan 2013 materi tentang “Panca limo”oleh ratu Sridewi.

Jika ditulis semua tidak akan selesai maka saya mencoba hanya menjabarkan untuk materi tentang panca jejer. Meteri yang diberikan:
  • Panca jejer batuan: hitam, merah, putih, hijau, aneka.
  • Panca jejer elemen: C, H, O, N, Si.
  • Panca jejer alam: energi, api, air, kayu, tanah .
  • Panca jejer arah : utara, timur, selatan, barat, pusat
  • Panca jejer figur : siwa, niwa, nanwa, hawa, erwa.

Bingung, saya juga bingung. Jadi lansung saja kajian yang dilakukan oleh Edmonbowo
  • Formasi lapisan batuan bumi terbentuk sempurna dalam evolusinya. Aneka warnapun telah terbentuk di lapisan kerak atas yang mana merupakan Hasil dari proses tumbukan dan persilangan yang sampai saat kini masih terus terjadi di pusat gesekan lempengan (daerah cincin pemicu perobahan dan bencana alam).
  • Bencana alam di lapisan atas kerak bumi seperti gempa, tsunami, gunung meletus, badai angin, banjir sungai, tanah longsor, serta udara panas,dingin,kering,lembap,racun,penyakit dan gelombang gelombang fisik atau non fisik. Suatu energi yang membuat risau dan bencana petaka bagi kehidupan anak manusia moderen (erwa) serta generasi penerusnya.
  • Elemen silikon menjadi menarik karena menjadi unsur tanah (kehidupan) dan sebagai medium pengantar energi yang terkendali dalam keseimbangan dan kedinamisan dikehidupan globalisasi.
  • Batuan kuarsit (Silika) berkorelasi dalam sebuah medium yang digunakan sebagai terapi untuk sebuah keseimbangan energi secara fisik atau fiksi dalam ilmu kesehatan alternatif.
  • Batuan Kuarsit (Silika) dalam formula terapi kesehatan kristal sehari-hari untuk keseimbangan dan kedinamisan jiwa dan raga dengan faktor alam dan lingkungan sosial.

Faktor langit, api, gempa :Batu Tektite meteor(Heiyunshi).
Faktor laut, air, tsunami: Batu Bunga tanjung (Shanhushi), Batu Sarang tawon (Langganshi), Batu Mustika kima (Chequshi).
Faktor darat ,udara, sosial :Batu Panca warna (Niwashi), batu Kapak geledek(Pangushi).
Faktor manusia kesehatan dalam: Batu Garut hijau(Luyushi).
Faktor manusia kesehatan luar: Batu Nogosuwe(Longxueshi).

Boleh percaya atau tidak diceritakan bahwa batuan Kuarsit (Silika) dipercaya sebagai medium metode prediksi dengan unsur angka 8, dalam periode kurun waktu (2004~2023) sebagai faktor perhitungan untuk sebuah kejadian alam dan manusianya serta perkembangan sosial budaya dalam unsur tradisional, klasik ,etnik di kehidupan seni budaya moderen kini. Batuan Kuarsit (Silika) juga sebagai medium keseimbangan energi kesehatan tubuh yang umumnya mengunakan metode goresan stimulasi pada meridian Jue Yin tangan percadium dengan korelasi trigram Yijing “Gen” meridian istimewa Yinwei pada titik Neiguan serta tridantian sebagai barometernya. Btw, Batu Nogosuwe(bloodstone) dari Purbalingga juga layak untuk dikaji lebih lanjut sebagai simbol benda petuah keberuntungan, kemujuran dan tolak bala. Apakah ini juga ilusi spektakuler tentang pandangan holistik biologi sistem yang berpaduan biokimia dan biofisik dalam disiplin ilmu era mendatang.

Catatan: Batu Nogosuwe disebut juga nama Bloodstone, Heliotrope, Gu Long Xue Shi atau Le Sang Du Chirst. Ditemukan di India ,China ,Australia, Brasil, Amerika, Itali , Norwegia dan Purbalingga Jateng. Diyakini terdapat sifat kristal yang energi pelontar. Pembangkit semanggat keberanian mengatasi segala kendala demi suatu cita2. Pelepas belenggu rasa kecemasan dan ketakutan oleh bayangan kemiskinan. Pemotivasi kehidupan penuh harapan dimasa depan. Pengguna medium kesehatan system darah, pembuluh dan jantung. Pendorong keyakinan dan percaya diri. Pembantu kekuatan spriritual doa dan tolak bala ,juga kekuatan daya saing dalam kompetitor atau pertikaian fisik non fisik. Pemanfaatan sebagai katalisator untuk hasil produk dan nilai tambah ekonomis.

Lalu bagaimana kisah Edmonbowo? Masih dalam samar-samar imajinasi karena masih dalam tahap pembelajaran dan pelatihan; saya masih menunggu bisikan kijang kencana.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Minggu, 14 Maret 2010

Keakhlakan

Manusia berakhlak sejati
Menyembunyikan keakhlakannya
Manusia berakhlak palsu
Memamerkan gaya keakhlakannya

Manusia berbajik sejati
Tidak mewariskan pekerjaannya
Manusia berbajik semu
Berlaram gigih meperlakukan pekerjaannya

Manusia berprikemanusian
Tidak mementingkan kepentingan pribadi
Manusia mendengungkan berprikemanusian
Berlenggok gagah membela kebenaran

Ketika manusia terbelenggu
Pranata dalam kesopanan
Ia terjebak dalam kemunafikan
Menuding marah tentang kezaliman
Runtuhlah kepanutannya
Awal terkancahnya kegalauan

Manusia munafik
Keakhlakan terpupus
Kebajikan terlena
Kemanusiaan terabai
Keadilan terlalai
Kebenaran ternoda
Runtuhlah kepercayaannya
Dasar terbentuknya kemalangan

Pengetahuan prediksi masa mendatang
Hanya sebuah fenomena hiasan keabsahan
Terbelenggu dalam rekayasa kebohongan
Sesungguhnya hanya sebuah presepsi yang samar

Seorang sejati
Kejatian dalam kebijaksanaan
Hanya inti, dasar utama dari kesahajaan
Bukan kulit, ragam dari ketenaran
kebijaksanaan adalah pahala
keakhlakan merupakan amanah

Diilhami dari pengertian, pejabaran,secara bebas dan spontan dari Bab 38 Dao De Jing(Lao Zi 580SM ~ 500 SM)

“Mencari persamaan dan menerima perbedaan adalah dualitas karakter peragu dan pelobi. Dalam sesuatu keputusan kebenaran bersama, bukan kebijaksanaan yang berakhlak mulia.”

“Seorang yang berakhlak sejati, tentu berprilaku dinamis terkendali adalah rangkaian pahala dalam amanah untuk pembelajaran generasi penerusnya.”

Enjoy, peace and love from Sukra

Read More......

Kamis, 11 Maret 2010

Ke jia - Jepang (Part 4)

Apa sih? Dari tadi kamu lihatin aku terus. Keluh Ero kepada Ilu.

Gpp. Aku hanya penasaran akan cerita sahabat Jepangku yang bernama Higashiyo Hozoku (nama samaran). Sahabat keturunan etnik Han Kejia Chinese yang lahir dan besar di Jepang. Jadi saya hanya sedang mencerna apa yang diceritakannya dan melihat kamu sebagai perbandingannya.

Higashiyo Hozoku bercerita bahwa ia adalah kelompok minoritas didasarkan pada kenyataan sebagai keturunan Han Kejia yang menggunakan standar dialek Meixian (populasi penduduk Chinanya kurang lebih 5%). Dialek ini terpelihara baik selama lebih kurang 2000 tahun dan menjadikan hal yang paling berharga bagi dirinya. Sehingga ia menciptakan moto: lebih baik menjual sawah leluhur, daripada menggadaikan bahasa nenek moyang.

Sebagai informasi: Etnik Han berjumlah +92% dari populasi penduduk China dan berbahasa Hanyu. Bahasa Hanyu ini terdiri dari 8 logat dan pada umumnya menggunakan bahasa logat utara dialek Beijing (yang dikenal juga sebagai bahasa resminya). Dialek Shanghai,Changsha , Nanchang, Fuzhou , Xiamen, Guangzhou dan Meixian adalah standar logat rumpun lainnya.

Kejia yang merupakan etnik Han Utara melakukan migrasi ke selatan dengan mambawa budaya He Luo. Migrasi bermula dari “Jembatan Luoyang” daerah dataran rendah Zhongyuan, sungai Huanghe dan Luohe propinsi Shanxi dan Henan khususnya. Sehingga Kejia dikenal sebagai etnik perantauan. Di samping itu, etnik Kejia dikenal juga sebagai etnik yang berpendidikan, rajin, ulet, pekerja keras, tahan banting, pembuka lahan, mudah beradaptasi, sederhana dan semi tertutup. Hal ini sangat dimungkinkan karena faktor sejarah yang membawa etnik ini kedaerah berbukit, terpencil, tanah yang gersang, migrasi ke propinsi lain atau belayar merantau ke negeri orang.

Informasi tentang migrasi etnik Han Kejia dari Zhongyuan ke propinsi lainnya terutama bagian China selatan terdapat 6 periode masa.

Periode pertama :221sm ~ th 310, masa Qin, Han.
Periode kedua :th 311 ~ th 873, masa Jin, Nan Bei Chao.
Periode ketiga :th 874 ~ th 1126, masa Tang,Wu Dai
Periode keempat :th 1127 ~ th 1640, masa Song,Yuan
Periode kelima :th 1641 ~ th 1860, masa Ming akhir,Qing awal
Periode keenam :th 1861 ~ th 1950, masa Qing akhir.Minguo.

Dalam cerita Higashiyo Hozoku tak ketinggalan kisah kaum perempuan yang mana terus mendukung perjuangan, dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanan kehidupan. Perempuan diibaratkan sebagai wonder woman karena mereka adalah pekerja keras, pintar, rajin, gigih, cekatan dalam mengurus anak dan keluarga, sawah dan rumah, wajan dapur, benang jarum. Dan inilah cikal bekal kesuksesan dan karakter sebagai pemimpin keluarga, masyarakat dan bangsa.

Jadi ketika melihat dirimu (Ero), aku (Ilu) teringat bahwa etnis Kejia yang berada di pulau Jawa Indonesia umumnya adalah pedagang eceran, kelontong dan warung yang mana pola hidupnya sederhana, rendah hati dan berpendidikan.

Oyah, bolehkah aku melihat jari kelingkingmu? Higashiyo Hozoku berkata etnik Kejia memiliki tanda gen biologis keturunan di tubuhnya yaitu kuku yang terbelah di jeriji kaki kelingking. Benar khan, ada....

Hal terakhir tentang Kejia dkatakannya bahwa tokoh-tokoh di era modern seperti Sun Zhong Shan, Song Mei Ling, Mao Ze Dong, Zhu de,Ye Jian Ing , Li Deng Hui, Chen Shui Bian, Ma ying Jiu, Lee Kuan Yew, Goh Chok Tong, Carazon Aquino mengalir gen biologis KeJia. Bener nda sih?

Enjoy, peace and love from Sukra

Read More......

Artikel Favorit dalam 1 minggu