Kamis, 25 September 2008

Keberadaan Wanita (Masali 5)

Zaman telah berubah karena pengaruh globalisasi. Wanita ingin disamakan dengan pria, walaupun secara kodrat mereka berbeda. Wanitapun dianggap perusak kehidupan, yang pada kenyataan laki-laki juga ikut ambil bagian di dalamnya. Di mana keberadaan wanita sebenarnya?

Masali penasaran dan akhirnya bertanya tentang apa peranan budaya kultur wanita di China kepada Lao-lao (nenek) yang masih paham akan hal tersebut. Diceritakanlah:

Dalam sebuah kehidupan sosial ada 5 pedoman yaitu:

  • Cinta akan hubungan darah antara ayah dan anak.
  • Setia dalam pengabdian pada raja oleh para pejabatnya.
  • Perbedaan kodrat dan tugas antara suami dan istri.
  • Urutan dalam keluarga antar kakak dan adik.
  • Rasa percaya yang dijunjung tinggi antar sahabat.

Suami dan istri menjadi salah satu pedoman karena mereka dianggap sebagai awal dari sebuah mata rantai kehidupan (keluarga) yang memiliki tugas dan perannya masing-masing. Tugas pokok laki-laki dan wanita ditunjukan dengan aksara piktografi huruf China. Laki-laki (nan), pada bagian atas aksara adalah sawah dan bagian bawah adalah tenaga yang berarti kerja di ladang. Wanita (nu) menggambarkan seseorang dalam keadaan celentang yang menunjukan keberadaannya di tempat tidur. Suami (fu) ditunjukan dengan huruf Tian (langit) yang menonjol atasnya, memiliki arti suami sangup menjadi kepala keluarga jika tidak berarti manusia yang gagal dalam kehidupan. Istri (fu) ditunjukan dengan wanita dan sapu yang berarti wanita bertugas mengurus rumah tangga dan bagi wanita yang pembawa sial disebut wanita bintang sapu (komet).

Sebagai wanita haruslah hormat dan menurut akan etika yaitu sebelum berkeluarga harus taat kepada ayah, sesudah berkeluarga turut kepada suami dan ketika suami tiada ikut kepada anak laki-laki paling besar. Sebagai wanita diharuskan menjaga kesopan santunan dalam tingkah laku, ucapan, penampilan dan pekerjaannya. Karena wanita memiliki tugas penting yaitu memuliakan nama keluarga besar, meneruskan generasi, mendukung suami, serta mendidik anak.

Cerita tambahan dari Lao-lao:

Ada pepatah: laki-laki jangan salah memilih pekerjaannya dan wanita jangan salah pilih pasangannya.

Perkawinan memiliki arti melakukan suatu ikatan yang dikarenakan pria yang sedang mabuk akan wanita. Tapi perlu diingat perkawinan ditentukan oleh orang tua dan mak comblang (profesi yang sangat dipercaya). Kriteria dalam memilih pasangan dengan melihat kesepadanan status sosial dan ekonominya, tentu laki-laki harus memiliki kemampuan dan wanita memiliki kecantikan dan kesucian.

Dalam proses menuju sebuah perkawinan memiliki 6 tahap (liu li) yaitu:
  • Ti Qin yang berarti mencari tahu status calon pasangannya antara lain keadaan keluarga, kekayaan, kemampuan, reputasi, kesehatan, dan status pribadi.
  • Membawa hadiah untuk menanyakan kesedian dan informasi yang diperlukan.
  • Menghitung kecocokan pasangan dengan cara menanyakan kepada orang pintar.
  • Na Zheng, melakukan pengikatan dengan kalung emas.
  • Mencari hari nikah yang baik.
  • Upacara adat dan masuk ke dalam keluarga suami.
Itulah penjelasan dari Lao-lao yang masih kental akan kultur kebudayaannya.

Mungkin hal diatas tidaklah sesuai dengan apa yang dipikirkan dan diharapkan, tapi hal tersebut adalah kodrat dan kenyataan yang harus dihadapi. Saya mencoba melihat arti kata perempuan dan wanita dalam bahasa Indonesia. Perempuan berasal dari kata empu yang bermakna dihargai, dipertuan atau dihormati. Wanita dipercaya berasal dari bahasa Sansekerta dengan kata dasar wan yang berarti nafsu sehingga bermakna obyek seks. Wanita dalam bahasa Jawa berarti wani ditata yang bermakna orang yang berani untuk diatur, atau wani tapa yang bermakna wanita adalah sosok yang berani menderita bahkan untuk orang lain.

Ada sebuah pepatah yang menjadikan wanita itu sempurna dan memiliki sebuah kekuatan yang berbeda dengan laki-laki:

Wanita Jawa tidak perlu menjadi maskulin untuk mendapat kekuasaannya, tetapi justru ia harus memamfaatkannya kefeminitasnya.


Pemilihan gambar tusuk konde dikarenakan benda tersebut diletakan di mahkota (rambut) yang bermakna setinggi-tingginya seorang wanita harus tunduk kepada suami sebagai kepala keluarga. Tusuk Konde digunakan sebagai alat indikator makanan beracun dan alat gawat darurat dalam hubungan suami istri.

Referensi:
Christina S Handayani, Ardhian Novianto ,"Kuasa Wanita jawa", PT LKis Pelangi Aksara Yogyakarta, Yogyakarta, 2008.

Referensi photo:
http://static.flickr.com/226/494358371_945e243816.jpg

Read More......

Rabu, 24 September 2008

Gunungan (Masali 4)

Di sebuah pentas kesenian, Masali bersama dua sahabatnya yaitu dari Belanda dan China, keliling area untuk menunggu mainnya opera Beijing. Dalam perjalanannya mereka menemukan brosur tentang kesenian-kesenian China.

Setelah nonton opera Beijing, mereka pulang. Sahabatnya bertanya bagaimana pendapat Masali tentang operanya. Masali menjawab opera tersebut mirip dengan pertunjukan wayang orang di Indonesia, hanya saja antusias masyarakat akan pertunjukan tersebut sangatlah jarang.

Memang warga Belanda, suka akan kebudayaan Indonesia. Ia bertanya bagaimana dengan gunungan? Masali menjawab:

Gunungan disebut juga dengan kayon adalah bagian dari seni wayang. Mungkin saat ini gunungan telah memiliki aneka bentuk dan rupa, dan kesakralannya telah tiada. Makna pada gunungan pada umumnya:

  • Gunungan disebut kayon yang berarti pohon kehidupan.
  • Akar batangnya terbuat dari batang pohon nagasari, hal ini dikarenakan indah, kuat dan dapat memberikan pengaruh yang baik.
  • Bentuknya adalah pohon khayangan dewadaru atau yang disebut dengan kalpataru yang berarti keabadian dan kelanggengan.
  • Pada gambar pohon memiliki 8 cabang yang melambangkan keanekaan alam pada awal dan akhir.
  • Harimau (si belang) berarti pemimpin hutan yang luar biasa dan banteng (si hitam) berarti pengolah tanah yang sangat kuat, yang mana kedua simbol tersebut digabungkan memiliki arti kehidupan penuh dengan konfrontasi abadi dalam segala keadaan baik positif maupun negatif.
Kesakralan pembuatnya:
  • harus melakukan puasa dan muti sebelum membuatnya.
  • minimal dalam 5 generasi merupakan pembuat wayang.
  • telah memiliki cucu dan beristrikan hanya 1 yang berarti menunjukan ia sebagai guru dan teladan dalam kehidupan berkeluarga.
Sahabat Masali dari China berkata:
naga langit dengan 8 bagian dewa-dewinya, penuh makna kebaikan dan kebajikan, simbol 4 penjuru naga hijau, macan putih, burung merah, kura-kura hitam. Itu sama dengan falsafah China klasik. Apakah itu lambang "Totem"?

Sampai sekarang Masali termenung dan masih bingung, apa maksud ucapannya. Hihihi

Btw, isi brosurnya menginformasikan, China memiliki 2 kesenian tradisional yaitu kesenian rakyat dan teater. Kesenian rakyat (Qu Yi) antara lain dialog jenaka (xiang sheng), irama gendang (gu qu), ellegro (kuai ban), penuturan cerita (ping shu). Kesenian teater terbagi atas kesenian modern dan kesenian klasik. Kesenian Modern terdiri atas kesenian tutur (hua ju), opera (ge ju), dan tari (wu ju). Kesenian klasik terdiri dari opera Beijing (jing ju), Jiang Su (kun qu), Guang Dong (yue ju), Si Chuan(chuan ju), Henan (yu ju) dan boneka kayu (mu ou), wayang kulit (pi ying).

Enjoy, peace and love from Sukra.

Gambar 1: gunungan
Gambar 2: opera Beijing


Referensi photo:
http://gantharwa.files.wordpress.com/2007/03/gunungan.jpg
http://farm2.static.flickr.com/1154/1018571404_0cfeadc284_o.jpg

Read More......

Selasa, 23 September 2008

Kuliner "Chinese and Indonesian" (Masali 3)

Seribu sahabat kedikitan, satu musuh kebanyakan. Munculnya sebuah persahabatan bisa dengan berbagai cara, dan biasanya diakibatkan oleh sebuah kesamaan. Seperti Masali dengan sahabatnya Zhou Qin Han sebagai pecinta kuliner.

Di suatu akhir pekan Zhou Qin Han mengajak makan Masali di sebuah restoran yang cukup mewah, ternama dan ramai. Masali yang bingung mempersilahkan temannya untuk memesan makanannya dan Masali hanya meminta agar yang dipesan adalah makanan halal.

Setelah selesai memesan Masali meminta tolong sahabatnya untuk bercerita tentang makanan khas di China/ Tiongkok. Zhou Qin Han bercerita:

Menu khas terbagi dalam 8 daerah dan belakangan ditambah 2 daerah lagi yaitu Shan Dong, Si Chuan, Jiang Su, An Hui, Hunan, Fu Jian, Guang Dong, Hubei, Beijing dan Shanghai. Untuk rasa, bagian selatan lebih cenderung manis, utara asin, timur pedas dan barat asam. Minumannya teh antara lain teh hijau, teh wulong, teh merah, teh sika (keping), teh kembang. Terkenalnya makanan Guang Dong sampai mendunia, sehingga ada pepatah, "makan di Guang Zhou (propinsi Guang Dong), hidup di Hang Zhou, berpakaian di Su Zhou, meninggal di Liu Zhou".

Untuk makanan tentu kita tidak dapat makan menu makanan raja (Man Han Quan Xi) karena untuk menyicipinya saja butuh 3 hari penuh. Umumnya, dalam makanan Chinese dibuka dengan shi jin (8 hidangan dingin) dan ditutup dengan ba bau (8 hidangan rasa manis). Menu yang terkenal antara lain bebek peking, sop sarang burung, tim kepiting (chinese mitten crab), tim ikan (macrura reevesii), fen si sohun scallop, panggang kambing monggol, dll. Teh banyak macamnya, tapi yang paling terkenal adalah longjing, bilouchun, dahongpao, dan puer. Puer sendiri makin tua (lama) makin mahal harganya. Buah mungkin melon (Xin Jiang), anggur ( Tu Lu Fan), Litchi (Guang Dong).


Itulah makanan khas China/ Tiongkok, cerita Zhou Qin Han. Lalu bagaimana masakan Indonesia? Masali menjawab:

Masakan Indonesia tidaklah mewah tapi cukup menggoda untuk disantap. Untuk pembuka atau penutup sepertinya tidak ada. Mungkin dalam syukuran atau pergelaran wayang baru ada seperti tumpengan untuk pembuka yang memiliki arti berdoa agar dalam pekerjaan semuanya selamat, dan bubur sumsum sebagi penutup yang memiliki arti ketika lelah, jiwa tetaplah bersemangat dan bergotong royong. Untuk makanan khas, di setiap propinsi ada makanan khas sendiri-sendiri yang berbeda dengan yang lain hingga tak bisa disebutkan satu persatu. Tapi menu yang terkenal antara lain soto bundel Solo, nasi liwet Solo, ayam bakar Taliwang, lumpia Semarang, lontong cap gomeh, kambing guling, rujak penganten, empe-empe Palembang, soto tengkleng, laksa Betawi, dll. Minumnya hmmm.... kalau saya sih sukanya es kelapa muda.

Semuanya pembangkit selera, tak perlu mahal yang penting kenyang. hehehe.

Sebelumnya Masali bertanya, apa hubungan fen si, shi jin dan ba bau dengan pejabat di pemerintahannya? masali hanya bisa bertanya kepada sahabatnya. Sahabatnya hanya dapat menarik nafas panjang, inilah kemajuan globalisasi informasi internet. Masali masih tak mengerti, apakah anda dapat membantu menjawabnya?

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo:
http://user256396.websitewizard.com/images/Chinese-Peking-duck.jpg

Read More......

Sabtu, 20 September 2008

Jati Diri Bangsa (Masali 2)

Masali (nama samaran) yang terpelajar selalu berusaha mencari informasi tentang kelebihan suatu negara. Hal ini dikarenakan dengan kelebihan, suatu bangsa bisa menunjukan jati diri dan kebanggaannya.

Masali bercerita tentang makalahnya di negara Tiongkok (China). Masali ditanya, "Bagaimanakan anda menpresentasikan Zhong Guo (Tiongkok/ China)?" dan Masali menjawab:

Zhong Guo (Tiongkok/ China) adalah negara yang penuh dengan pesona yang mana merupakan negara terbesar ke-3 di dunia atau ke-1 di Asia. Dengan luas 9.6 juta km2, Zhong Guo (Tiongkok/ China) memiliki 23 propinsi, 5 otonomi daerah, 4 megapolitan, 2 administrasi khusus, dan beribukota Beijing.

Zhong Guo (Tiongkok/ China) adalah negara terpadat di dunia yang mana terdiri dari 56 suku antara lain Han (92%), Zhuang (1.27%), Manzu (0.8%), Hui (0.7%), Miao (0.61%), Uygur (0.6%), Yi (0.54%), Tu Jia (0.47%), Monggol (0.39%), Tibetan (0.37%), dll.

Zhong Guo (Tiongkok/ China) berbatasan dengan 14 negara, dan memiliki 7 sungai dan 9 gunung yang terkenal. Sungai yang terkenal yaitu Chang Jiang (Yang Zi Jiang), Huang He, Hei Long Jiang (S. Amur), Zhu Jiang (Xi Jiang), Lan Cang Jiang (S. Mekong), Ya Lu Zang Bu Jiang (S. Bhramaputera), Nu Jiang (S. Salween). Gunung yang terkenal adalah Song Shan, Tai Shan, Hua Shan, Hunan Heng Shan, Shan Xi Heng Shan, Wu Tai Shan, Jiu Hua Shan, Pu Tuo Shan, E Mei Shan. Ada lagi yaitu pegunungan Himalaya dengan puncak-puncak yang terkenal yaitu Everest, Godwin Austeen, Makalu, dan Gosainthan.

Rasa ngantuk menghampiri dan saya bertanya apa arti ini semua. Masali menjawab bagaimana anda bisa mengatakan suatu rumah milik anda, tapi tidak mengetahui bentuk dan alamatnya secara pasti. Itulah sebabnya saya (Masali) menjabarkannya terlebih dahulu. Saya malu dan Masali melanjutkan:

Zhong Guo (Tiongkok/ China) terkenal akan Chang Cheng (great wall) yang panjangnya 6700 km dan dibangun 7-8 SM sebagai benteng pertahanan hingga dinasti Ming abad 17. Hal terkenal lainnya yaitu Zi Jin Cheng (forbidden city)(1407-1420) yang mana 24 raja pernah bertahta disana. Hal tersebut menunjukan Zhong Guo memiliki sejarah yang tak pernah putus mata rantainya selama ±5000 tahun.

Zhong Guo (Tiongkok/ China) sebagai salah satu pilar akan peradaban dunia disamping Mesir, Mesopotamia dan India. Hal yang paling mudah yaitu asal usul nama Zhong Guo. Zhong Guo berasal dari Zhong Yuan Zhi Guo yang berarti negara di dataran tengah (tengah dan hilir sungai Huang He). Ada sebuah kepercayaan bahwa negara ini memiliki akar di gunung Hua Shan dan nadi di sungai Huang He. Bila ditelusuri lagi diceritakan awal peradaban dimulai dari Barat Daya Himalaya yaitu orang-orang prasejarah di Xi Jiang dan dikatakan bahwa bapak moyangnya adalah Puluotuo. Berlanjut ke sungai Chang Jiang yang dituturkan memiliki moyang bernama Yuan Di. Lanjut ke sungai Huang He yang dituturkan memiliki moyang bernama Huan Di. Pada akar di gunung Hua Shan dan nadi sungai Huang He berdiri dinasti Xia (dinasti pertama) maka Zhong Guo disebut juga dengan Hua Xia.

Ada sebuah pepatah: tidak menginjak great wall bukanlah seorang sastria, tidak melihat Huang He hati belumlah kekal.

Hal-hal yang menunjukan jati diri Zhong Guo (Tiongkok/ China) antara lain:

  • 4 penemuan besar: kompas, kertas, mesiu, alat cetak.
  • 4 mustika belajar: kuas (mao bi), bak (mo), bakhi (yan), kertas (chi).
  • Seni yang tinggi: musik, catur, sastra, lukis, tari, pedang.
  • Kehidupan istana, raja dan selirnya, bagai di negeri khayangan.

Sekian jawab Masali. Setelah presentasi selesai, Masali memberikan kenangan sepasang pakaian batik tulis (pria dan wanita). "Tahukah anda alasannya?" tanya Masali. Jawabannya: Indonesia juga memiliki kebudayaan yang tinggi. Tapi perlukah kita selalu bercerita panjang lebar untuk menunjukan bahwa Indonesia memiliki budaya yang tinggi. Batik adalah karya besar dan merupakan ciri khas Indonesia. Posisi batik sebagai pakaian resmi, cukup untuk menunjukan Indonesia memiliki budaya yang tinggi dan kita bangga akan hal tersebut (dengan menggunakan batik).

Kubertanya, "apakah Zhong Guo (Tiongkok/ China) memiliki pakaian resmi?" Masali menjawab:
Saya ragu, tapi dikatakan bahwa Tang shan chuang yaitu dui jin (pakaian pria), qi pao (pakaian wanita) sebagai pakaian resminya. Saya ragu yang disebut Tang shan chuang karena bukan pakaian model dinasti Han atau Tang melainkan dari dinasti Qing (suku Manzu) dan dui jin mirip sekali dengan baju koko di Indonesia.

Akhir kata, ketahuilah rumah anda dan tunjukanlah siapa diri anda, jangan malu selama anda melakukannya dengan benar.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi foto: http://www.opinimasyarakat.com/wp-content/uploads/2008/05/7495.jpg

Read More......

Jumat, 19 September 2008

Masali Berguru ke Negeri China (Masali 1)

Ini adalah sebuah rahasia yang dibuka dengan resiko. Hal ini terjadi karena keengganan manusia untuk mencari tahu dan ketakutan akan sesuatu yang benar. Beruntunglah ada Masali (nama samaran) yang berani membuka rahasia tersebut. Masali adalah gabungan dari Mas (Jawa), Ali (Arab) dan Sa Li memiliki arti manusia penuh kesopanan. Keren khan pilihan saya.

Masali yang terpelajar pergi ke China untuk belajar bahasa, budaya dan studi perbandingan. Masali juga melihat kehidupan politik, sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan yang paradox di ex negeri bambu. Masali kembali dan berbagi kisah, ilmu kepada sahabat-sahabatnya tentang apa yang dilihat dan dipelajari disana, yang tentu merupakan sesuatu yang menakjubkan.

Catatan: negeri tirai bambu bukan karena China terkenal akan binatang panda, tapi karena China adalah suatu negara tertutup dari pengaruh luar.

Masali bercerita:

Negara China diproklamasikan pada 1 Oktober 1949 disebut Zhong Guo oleh rakyatnya, yang mana merupakan kependekan dari Zhong Hua Ren Ming Gong He Guo. Rakyatnya disebut Zhong Guo ren dengan bahasa Han Yu dan huruf Han Zi. Sebagai informasi, Han Yu terdiri dari 7 logat daerah dan yang digunakan sebagai bahasa resmi adalah logat utara.

Orang China yang tinggal di luar negaranya dengan status warga negara tempat ia tinggal, menyebut negaranya Zhong Guo, dirinya adalah Hua ren, bahasa yang dipakai Hua Yu dengan huruf Zhong Wen. Sedangkan untuk orang yang lebih tua (mungkin generasi 1930-an), menyebut negaranya adalah Tang Shan, dirinya adalah Tang ren, dan bahasa Zheng Yin (Pu Tong Hua). Tempat berkumpulnya komuntitas China disebut Tang Ren Jie (China town).

Kepala saya mulai mengolah informasi tersebut. Masali melanjukan:

Jika itu dari kacamata warga China bagaimana dengan kacamata asing? Dalam bahasa Inggris China disebut dengan "The People's Republic of China" (PRC) dengan rakyatnya disebut dengan Chinese, bahasa Mandarin dan huruf Mandarin.

China dalam bahasa Inggris memiliki arti porselen. Bagaimana bisa? Konon pada ±220 SM China dipersatukan pertama kali oleh dinasti Qin, sehingga ketika orang barat melihat porselen selalu menyebut Qin-A (diingat negara asalnya). Sehingga menyebabkan nama porselen dan negara adalah sama yaitu China.

Mandarin dapat diurai menjadi Man Da Ren, yang memiliki arti pejabat Manzu (dinasti Qing). Mandarin yang dipersepsikan oleh barat, bila ditelusuri ternyata berasal dari abad ke 17, yang merupakan masa-masa terjadinya hubungan antar negara. Karena berhubungan dengan pejabat Qing, mereka menganggap bahasa resmi China ialah mandarin (bahasa pejabat Qing), yang mana bahasa mayoritas orang China adalah bahasa yang digunakan oleh suku Han.

Rasa tidak percaya mulai merasuki tubuh saya, dan Masali melanjutkan kembali:

Untuk Indonesia, bukan Republik Rakyat Cina / China (RRC) melainkan seyogyanya disebut Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Bukan Cina sebutan untuk orangnya melainkan Tionghoa. Bahasanya adalah Tionghoa dengan huruf Tionghoa. Diceritakan, bahwa pada awalnya (sebelum abad 20) disebut Tjina, tetapi setelah itu timbul rasa nasionalis dari orang-orang peranakan. Mereka tidak mau lagi disebut Tjina karena dianggap sebagai penghinaan yang umumnya dilakukan oleh orang-orang barat. Salah satu bukti rasa nasionalis yaitu dengan munculnya organisasi Tionghoa Hwee Koan (1900). Bukti lainnya, pada peristiwa sumpah pemuda ada wakil delegasi yang menyatakan diri Jong Tionghoa. Pada tahun 1930 didirikan partai Tionghoa Indonesia. Sebutan Tionghoa itu sendiri muncul dari logat Hok Kian, karena pada masa itu penduduk Tionghoa peranakan di Indonesia mayoritas dari Fu Jian.

Kenapa masyarakat saat ini lebih mengenal Cina / China? Pada 15 Agustus 1950, terjadi hubungan diplomat dengan saling mengirim duta besarnya, dengan status negara RRT. Setelah terjadinya peristiwa G-30-S/PKI era Soeharto yang anti Komunis dan Tiongkok menyebabkan pembekuan dan putusnya hubungan diplomat dan kembali menggunakan istilah Tjina atau Cina(digunakan era penjajah Belanda). Setelah terjadi hubungan diplomat kembali, akibat kurang tegas, kurang informasi dan masalah politik, bukan masalah bahasa maka sampai saat ini masyarakat masih lebih mengenal Cina/ China. Informasi lebih lanjut hubungi kedutaan Zhong Guo (bingung saya pakai yang mana).

Sebelum Masali pulang, ia memberikan beberapa bingkisan kepada gurunya antara lain porselen kerbau dengan manusia diatasnya dan berwarna putih. Masali mengatakan itu adalah suatu simbolis yang menyatakan sebagai negara pertanian yang kuat dan semuanya diperuntukan kepada rakyat, dan dari arti tulisannya niu (kerbau, sapi, banteng) dan tu (tanah) bila digabungkan akan menjadi tulisan sheng yang berarti kehidupan.

Satu hal lagi yang menarik. Di negeri Tiongkok terkenal dengan teriakan pemberi semangat:

Zhong Guo jia you
Zhong Guo zui niu

Btw, untuk yang terakhir jangan diterjemahkan bebas dengan bahasa Indonesia yah. Nanti salah mengartikannya.

Terkagum saya akan informasi ini, sebuah rahasia yang dibuka dengan resiko.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo:
F Widayanto, N Kobayashi,"Indonesia Porcelain Figurines", Kharisma Porselen, Indonesia, 2007.

Read More......

Selasa, 16 September 2008

Villa in Molenvliet West (Gedung Arsip Nasional)


Ada sebuah villa yang indah di jalan Molenvliet West (jl Gajah Mada) yang hiruk pikuk. Pagar kekar, taman indah, bangunan berlantai dua dan tampak tegar menggambarkan sebuah villa milik saudagar kaya. Itulah bagian dari kisah, yang sekarang telah berubah menjadi museum Gedung Arsip Nasional.

Masuk ke dalam sebuah villa terasa ada sesuatu yang berbeda. Bukan karena melihat ruang yang luas tapi sesuatu yang unik dalam setiap langkah menuju ruang lain. Perasaan saya menyatakan, itulah pintu! Di bagian atas beberapa pintu dipasang ukiran simbolis antara lain:

  • Wanita berada di bawah sebuah payung kehormatan dengan jangkar ditangannya(harapan).
  • Wanita berada di bawah sebuah payung kehormatan dengan membawa salib (Imam).
  • Wanita duduk di atas seekor singa dan membawa sebilah tombak (Asia).
  • Wanita duduk di atas seekor lembu (Eropa).
dan masih banyak lainnya.

Menuju ruang atas, dimanakah tangga? Tangga berada di sebelah kiri pintu masuk, bukan di ruang utama. Hal ini mungkin dikarenakan majikan dahulu tak suka melihat budak-belian mondar-mandir melalui ruang penerimaan tamu. Tangga yang unik karena adanya jambangan bunga di pegangan tangga dan tandan buah anggur bagian atas tangga. Di lantai dua ini, dahulu digunakan untuk ruang keluarga dan saat ini anda dapat melihat peta-peta Indonesia zaman dahulu seperti peta kota Batavia. Disini pula anda dapat merasakan betapa luasnya area villa ini.

Menuju halaman belakang di lantainya tampak sebuah lambang "perisai dengan seekor ayam" yang merupakan lambang dari Gubernur-Jendral Reiner de Klerk. Klerk memiliki arti tukang tulis dan pada zaman itu alat tulisnya menggunakan bulu. Kisah singkat, de Klerk (1710-1780) adalah orang yang berasal dari kelas rendah, akan tetapi dengan ketekunan, kecerdasan dan kerendahan hatinya namanya terus melambung. Keberuntungan kariernya-pun terbantu dengan perkawinannya dengan Sophia Westlamp, putri seorang direktur jendral. De Klerk membangun villa ini tahun 1770 dan pada tahun 1777 ketika ia mencapai puncak kejayaannya, villa ini dijadikan sebagai kediaman resmi pejabat tertinggi pemerintahan.

Di halaman, bagian kiri dan kanan terdapat paviliun untuk tamu dan bagian belakang ada bangunan tambahan yang digunakan sebagai dapur dan gudang. Hal lain yang ada di halaman luas ini adalah sebuah lonceng budak yang berguna untuk memanggil budak dan sebagai tanda melanjutkan atau menghentikan suatu pekerjaan, dan beberapa meriam.

Akhir kata, villa kini telah menjadi museum gedung arsip nasional dan kadangkala digunakan untuk acara tertentu. Mungkin inilah tanda bahwa masyarakat masih meninginkan memori akan karya indah yang ditinggalkan pada zaman dulu.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi:
A. Hauken SJ, "Tempat-tempat bersejarah di Jakarta", Cipta Loka Caraka, Jakarta, 1997.

Read More......

Artikel Favorit dalam 1 minggu