Minggu, 31 Januari 2010

Bunga untuk Pangeran

Minggu adalah hari untuk istirahat dari kesibukan. Walau pada kenyataan, hari Minggu-pun sering digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas. Beginilah nasib hidup di negeri Sakura, workholic.

Tapi kali ini, Pangeran JiRoLu (Aji, Ero dan Ilu) ingin berlibur. Tidak ada yang namanya tugas atau pekerjaan. Pangeran Aji jalan-jalan ke tempat bersejarah sekalian menjalankan hobinya yaitu fotografi. Pangeran Ero pergi belanja ke departemen store. Sedangkan pangeran Ilu menyepi untuk menikmati alam dan mencari pencerahan.

Hari berganti, para pangeran berkumpul dan cerita akan liburannya. Lucu juga melihat mereka heboh hanya karena sosok gadis yang ditemuinya selama liburan. Sosok gadis yang berbeda tapi memiliki sebuah kesamaan yaitu memiliki nama Bunga. Dalam cerita tersebut juga dijelaskan bahwa saking terpesonanya sampai-sampai gadis tersebut sadar dan menghampirnya. Lalu dengan keahliannya, para pangeran berkenalan dengan gadis tersebut. Hmmm.... sepertinya saya harus belajar.

Berikut adalah deskripsi Bunga yang dilihat oleh masing-masing pangeran. Bunga yang dilihat Aji sangat cekatan dan trampil. Bunga yang dilihat Ero digambarkan sebagai sosok gadis yang sederhana dan lembut. Sedangkan bunga yang dilihat Ilu memiliki sosok yang ceria, ramah dan penuh dengan wibawa.

Tunggu dulu!!! Ada yang aneh dari cerita ini. Mereka terbangun dari tidur karena dinginnya udara (mendekati 0 derajat celcius) ?Jadi ini semua hanya mimpi...

Aji melanjutkan, ini mimpi tapi seperti sebuah kenyataan karena ketika saya terbangun ada bunga kenop (Gomphrena Globosa L) dari suku Amaranthaceae yang berwarna merah di samping futong (tempat tidur) saya. Saya (Ero) juga sepertimu Aji, ketika bangun ada putri malu (Mimosa Pudica L) dari suku Leguminosae yang berwarna ungu. Begitu juga dengan saya imbuh Ilu. Ada bunga edelweiss (Anaphalis Javanica BL) dari suku Compositae yang berwarna putih di tangan kananku.

Para Pangeran penasaran, apakah bunga-bunga tersebut memiliki makna khusus? Mereka mencari informasi di segala media tapi tidak menemukannya. Hingga suatu saat, mereka bertemu Obaachan (nenek) pecinta bunga. Obaachan menjelaskan:

Bunga secara umum merupakan simbol dari sebuah anugerah dan cinta. Sama halnya dengan bunga kenop, putri malu atau eldelweiss tapi mereka memiliki makna yang lebih khusus lagi.

  • Bunga kenop yang dikenal juga dengan bunga merah seribu hari adalah simbol dari keharmonisan dan keabadian. Bunga yang merupakan tanaman herbal yang berguna untuk kesehatan mata memiliki makna kepintaran harus dapat digunakan dalam dimensi ruang dan waktu dengan segala keharmonisan dan kedinamisannya.
  • Bunga putri malu, simbol dari kelembutan dan sifat sensitif. Menurut legenda, tumbuhan yang bermamfaat untuk penyakit insomnia ini pernah dijadikan indikator untuk mendeteksi kebohongan oleh raja Khayangan. Dengan kata lain bunga Putri malu memiliki makna bahwa kekayaan seseorang harus disertai dengan jiwa lembut, kasih sayang penuh rasa kemanusiaan. Bukan kebohongan dan keangkuhan.
  • Bunga eldelweiss adalah simbol keabadian dan keagungan artinya kegilaan akan segala sesuatu hingga melintasi batas ruang dan waktu. Oleh karenanya bunga tersebut dihormati disurga karena jasanya yang telah diperbuatnya untuk segala makhluk terutama manusia di bumi tanpa rasa pamrih.

Setelah mendengar penjelasan singkat oleh obaachan, para pangeran tersebut pulang dan merenung. Bunga yang ditemukan dalam mimpinya tersebut adalah sosok yang menyadarkan bahwa kemampuan yang kita miliki adalah anugerah dan kita harus terus berusaha serta mengimplementasikan anugrerah tersebut ke dalam dunia nyata dengan penuh rasa cinta.

Enjoy, peace and love from Sukra.

referensi foto: http://3.bp.blogspot.com/_4LKqE_O0otI/Sgmnoo2dxII/AAAAAAAAARw/7V1soZPkBI0/s320/DSC00581.JPG

Read More......

Minggu, 17 Januari 2010

h-Index

Ketika jalan-jalan di dunia maya, Aji menemukan sebuah data yang kemudian dijadikan bahan obrolan dengan sahabatnya (Ero, Ilu). Data yang menunjukan dunia pendidikan dan penelitian Indonesia yang penuh guyonan (canda). Data tersebut merupakan hasil pemetaan peneliti unggulan di kawasan negara Asia Tenggara oleh F.Gruber dan A. Degelsegger; yang dipublikasikan oleh www.sea-eu.net

Dalam hasil pemetaan terdapat 9 orang Indonesia dari 33 nama sebagai peneliti unggulan (excellent researchers ) yaitu:

  • Dr. Koo Hendrik Kurniawan (Maju Makmur Mandiri Foundation Research Center, Jakarta)
  • Dr. Terry Mart (Fisika, Universitas Indonesia)
  • Dr. Sri Yudawati Cahyarini (Geoteknologi, LIPI Bandung)
  • Dr. Nurul Taufiqu Rochman (Fisika, LIPI Serpong)
  • Dr. Khie Khiong (Imunologi, Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung)
  • Dr. Sunu Budhi Raharjo (Kardiologi Vaskular, Kedokteran, Universitas Indonesia)
  • Dr. Gunawan Indrayanto (Biologi Farmasi, Universitas Airlangga Surabaya)
  • Dr. Muhilal (Nutrisi, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen kesehatan (NIHRD) Bogor)
  • Dr. Maggy Thenawidjaja Suhartono (Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor)

Hebatnya Indonesia memiliki banyak peneliti unggulan. Ketika pemerintah hampir tidak peduli akan nasib peneliti ternyata masih ada yang berjuang dan mengharumkan nama bangsa, celetuk Ero.

Seketika Ilu memotong. Apanya hebat !!! Data ini menunjukan betapa menakutkannya dunia pendidikan dan penelitian Indonesia. Negara besar tapi jumlah peneliti unggulan masih terhitung dengan jari.

Lalu... ... Contoh hasil pemetaan yang dilakukan dengan metodologi rujukan penelitian Hirsch Index (h-index), Dr. Koo Hendrik Kurniawan memiliki h-index 12 ( 67 dokumen versi scorpus documents published tahun 1995 sampai 2009). Hal ini menunjukan bahwa peneliti Indonesia yang memiliki h-index diatas 10 dapat terhitung dengan jari. Sekarang!!! coba cek h-index dosen, profesor atau rektor anda, jangan-jangan nilainya 0. Jadi, yang hendak saya sampaikan adalah seberapa banyak pendidik dan peneliti yang dapat menggiring siswa atau mahasiswanya ke jalur mahakarya untuk membangun bangsa dan Negara.

Apakah anda tahu bahwa calon peraih nobel fisika memiliki h-index diatas 50? Jadi, mimpi untuk meraih nobel dalam waktu kurun 10 tahun adalah sesuatu yang dapat terealisasi atau hanya kebohongan belaka untuk meningkatkan pamor.


Inilah dilema atau aib yang harus kita hadapi. Banyak mereka menunjukan diri mereka adalah manusia hebat tapi pada kenyataan tiada arti dalam dunia nyata yang sempit ini.

Enjoy, peace and love from Sukra.

referensi foto: http://speakingoffaith.publicradio.org/programs/einsteinsethics/images/einstein-pressconference1950.jpg

Read More......

Artikel Favorit dalam 1 minggu