Jumat, 06 November 2009

Surat untuk Pembaca

Dear all Sukrablog friends,

Thxx banget buat yang selalu intens memperhatikan sukrablog, memberikan komen dan inspirasi. Atas dukungan dan harapan dari teman-teman, edisi buku ini (Intip & Lirikan Sukra Edisi yang Disempurnakan) yang awalnya bersifat intern dan jumlahnya masih sangat terbatas, sudah dapat dicari, dibeli dan dipesan hanya di toko buku GRAMEDIA. Bagi yang berniat bisa langsung ke toko buku GRAMEDIA.

Mudah-mudahan dengan ini saya bisa semakin berkarya untuk bangsa... dan mudah-mudahan pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman semua untuk berkarya lebih baik lagi......

Enjoy,peace and love from Sukra

Read More......

Senin, 26 Oktober 2009

Love Makes You Strong

Adaptasi mungkin untuk sebagian kelompok adalah hal yang mudah. Dengan sifat manusia yang individual, tidak memikirkan yang lain kecuali dirinya sendiri, justru membuat kelompok yang sukar beradaptasi jauh lebih banyak. Ciri-cirinya ditunjukan dengan dimulainya perasaan kesepian, berlanjut ke tingkat stress dan diakhiri dengan bunuh diri atau pelampiasan yang tidak terkendali dan kadang sangat menakutkan. Ini bukanlah hal yang mustahil tapi kenyataan yang sering terjadi terutama di metropolitan.

Kesepian, itulah yang dirasakan Ilu sebagai tikus yang sedang merantau di negeri orang. Dengan keyakinan, ketegaran dan ketabahan, Ilu berusaha menutupi penyakit yang sedang menghampirinya tersebut dari sahabatnya. Walau ditutupi, Aji dan Ero menyadari apa yang dirasakan oleh Ilu dan berusaha memberi semangat kepadanya. Tapi itu semua sia-sia dan tidak ada perubahan dalam diri Ilu.

Sahabat yang sudah dianggap sebagai keluarga saja tidak bisa membantu, jadi bagaimana menyembuhkan Ilu. Ingin mencoba mengenalkan kepada seseorang tapi bagaimana? Semuanya serba sibuk, serba individual. Dan apa jadinya jika Ilu berinteraksi tetapi memasang wajah bad mood dan tidak antusias seperti itu?

Pada suatu hari, tiada angin yang berhembus, ada seseorang yang tiada mengenal mencoba berkenalan dengannya. Dan pada malam harinya, Ilu berubah menjadi lebih ceria dibandingkan hari sebelumnya. Apa yang terjadi? Apa gerangan yang telah dilakukannya? Membuat kedua sahabatnya tersebut penasaran.

Ilu menjawab. Tiada yang dilakukan oleh sahabat tersebut (dari asing, berkenalan dan menjadi sahabat). Ia hanya mengajak ngobrol sejenak saja.

Rasa penasaran timbul. Apakah ada yang namanya benih-benih cinta? Ilu menjawab tidak. Tapi ada sesuatu yang berbeda. Saya (Ilu) merasa ada kekuatan baru yang membuat saya percaya mampu menghadapi kesulitan (kesepian) ini. Mungkin karena itu ada pepatah "love makes you strong".

Dengan memberikan sedikit perhatian dapat membuat manusia tersebut lebih antusias dan lebih kuat. Karena perhatian tersebut membuat orang tersebut merasa berharga dan bernilai. Maka mulailah perhatikan sekeliling anda karena banyak yang membutuhkan perhatian anda.

Anda juga membutuhkan perhatian bukan? Love makes you strong.

Enjoy, peace and love from Sukra.


Read More......

Selasa, 06 Oktober 2009

JiRoLu

Di suatu sudut kota metropolitan, terdapat 3 ekor tikus yang selalu memimpikan sebuah perubahan. Sesuatu yang menjadikan dirinya berharga dan dikenang sepanjang masa. 3 tikus tersebut adalah Aji yang terkenal akan kepandaiannya, Ero yang terkenal akan kekayaannya dan Ilu akan kegilaannya.


Melihat terangnya bulan dan sunyinya malam hari, Ilu berpikir mengapa kami (Aji, Ero dan Ilu) yang memiliki kemampuan besar tidak mampu mengubah dunia. Padahal 3 makhluk yang paling ditakuti adalah makhluk yang pintar, kaya dan gila. Berpikir sejenak, apakah ini adalah akar masalahnya? Tidak dipandangnya makhluk yang pintar dan gila di negeri ini karena di kepala mereka hanya ada uang, uang dan uang. Padahal makhluk yang pintar dapat menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan makhluk yang gila dapat memecahkan sebuah permasalahan dengan cara yang ekstrim dan efektif.

Ketika ketiga sahabat tersebut berkumpul, Ilu menyampaikan pandangannya, dan berpendapat bagaimana jika kita pindah ke sebuah negara yang menghargai orang-orang seperti kita (negeri Jepang). Bagi Ero, ini adalah sebuah peluang untuk memperluas jaringan. Akan tetapi bagi Aji, pindah ke negara lain menciptakan sebuah keraguan akan kemampuannya.

Sadar akan keraguan Aji, Ilu celetuk dan berkata: Kita adalah makhluk yang kuat dan mampu beradaptasi dalam segala situasi dan keadaan. Hal yang terpenting gunakan otakmu untuk memecahkan berbagai masalah. Dan inilah kesempatan kita untuk berkembang menjadi lebih baik dan menunjukan bahwa kita adalah makhluk yang unggul walau secara kenyataan keadaanlah yang memaksa diri kita menjadi makhluk yang unggul dalam tantangan.

Walau ragu, Aji yang melihat Ilu dengan keyakinannya dan Ero dengan kesiapannya, akhirnya memberanikan diri dan mempersiapkan nyali untuk merantau di negeri orang. Satu hal yang perlu digaris bawahi mempersiapkan nyali bukan berarti nekad karena itu sama saja dengan bunuh diri.

Menanti kedatangan hari keberangkatan Aji, Ero dan Ilu pamitan dengan sahabat-sahabatnya dan menyelesaikan hal-hal yang perlu. Pamitan dilakukan karena segala sesuatu yang akan dilakukan haruslah ada dukungan dan tugas yang diselesaikan adalah tanggung jawab hal yang tidak boleh ditinggalkan dengan alasan apapun.

Menunggu hari, jam, detik...... Emosi dan rasiopun memuncak dalam menentukan pilihan dan rencana yang hendak dilakukan dalam hidup ini guna mencapai sebuah cita-cita.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Photo dari kanan ke kiri: Aji, Ilu, Ero

Read More......

Kamis, 17 September 2009

Intip & Lirikan Sukra

Maafkan saya. Mungkin sebagian pembaca bertanya-tanya, "Kemana dan dimanakah saya?" Saya hanya bisa berkata "maaf" karena banyak hal yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan diri untuk studi ke Jepang dan mempersiapkan buku "Intip & Lirikan Sukra edisi yang disempurnakan".

Apa isi dari buku "Intip & Lirikan Sukra edisi yang disempurnakan", sihhh... ? Bagaimana yahhh... saya menjelaskannya? Karena saya bingung maka penjelasan buku yang memiliki tebal 552 halaman dengan ukuran 13,5 cm x 20.5 cm ini, saya kutip dari bagian cover belakang:

"Penulisnya mengatakan ini adalah karya tulis dengan genre baru. Tapi apa daya, mereka mengatakan ini adalah gado-gado. Itulah kenyataan. Isi buku ini adalah “kumpulan cerita dan informasi di sekitar kita”, sama seperti tagline yang tertera pada blog Sukra (http://sukrablog.blogspot.com).

Hal pasti, jangan samakan buku ini dengan kertas coretan yang dibuang di keranjang sampah. Karena isi tulisan yang berasal dari blog tersebut pernah mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 untuk kategori mingguan, Selasa (07/07/09) atau Pemenang Blog Award Minggu Pertama Juli 2009 yang diberikan oleh Tim Internet Sehat-Detiknet.

Sudut pandang yang berbeda, beragam informasi, cerita tentang kehidupan, itulah bagian dari perjalanan Anda ketika melihat dan membaca buku ini. Dengan gaya penulisan yang lugas, singkat, padat, informatif dan dituturkan dengan kalimat yang terasa “bernas” menjadikan buku ini layak untuk dikonsumsi tua maupun muda.

243 tulisan dalam 8 kategori akan memberikan Anda pilihan untuk membaca informasi yang diinginkan atau yang hendak diketahui. 8 kategori tersebut adalah About Boys & Girls, Facts & History, Interest Fun & Leisure, Popular Information, Social Dilemma, Tips & Tricks, Tradition & Culture, dan Series.

Buku ditutup kemudian diletakkan di salah satu sudut rumah ketika selesai dibaca; berharap ada yang membacanya lagi di hari nanti.

Enjoy, peace and love from Sukra."

Untuk informasi lebih lanjut mengenai buku ini via email: sukra@artlover.com

Enjoy, peace and love from Sukra

Read More......

Senin, 07 September 2009

Fakta Dunia Pendidikan Indonesia

Suatu hari, sahabat bertanya tentang pandangan dan pendapat saya tentang dunia pendidikan dan penelitian. Apa yang harus saya jawab karena ia-lah yang terjun dalam dunianya dan seharusnya lebih tahu daripada diri saya. Tak lama kemudian, karena melihat saya bingung, sahabat saya menjabarkan akan fakta-fakta yang tertulis dalam media koran. Fakta-fakta tersebut antara lain:

  • Depdiknas mencatat jumlah pengangguran terdidik 961.001 orang dan dari jumlah tersebut 598.000 lebih berstatus sarjana (Seputar Indonesia 25 Februari 2009)
  • Sekolah kejuruan diprioritaskan dan targetkan komposisi SMK adalah 60% (Seputar Indonesia 27 Maret 2009)
  • Peminat ke SMK naik karena lebih cepat mendapatkan kerja dan bisa lanjut kuliah (Kompas 22 Juli 2009)
  • Kurang dari 25% yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2009 (republika 31 Juli 2009)
  • Lebih dari 600 ilmuwan Indonesia saat ini bekerja di luar negeri (Kompas 13 Juli 2009)
  • Perguruan Tinggi Indonesia saat ini memiliki 30.569 peneliti yang mana terdiri dari 7.611 peneliti di 144 Falkultas, 13.281 peneliti di 33 lembaga penelitian, 8.164 peneliti di 36 lembaga pengabdian masyarakat dan 1.513 peneliti di 14 politeknik (Kompas 14 Juli 2009)
  • Daftar 2.000 lembaga riset dunia terbaik versi Webometrics menempatkan 3 lembaga riset Indonesia yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (ke 201), Centre for International Forest research (ke 425) dan Badan Penelitian Pengembangan Departemen Pertanian (ke 775) (Kompas 24 Agustus 2009)
  • Publikasi Internasional ilmuan Indonesia yaitu 0.8 artikel persejuta penduduk. Sedangkan negara tetangga seperti India dan Malaisia adalah 12.3 dan 23 artikel persejuta penduduk. (Kompas 20 Agustus 2009)
  • Dari sekitar 400 jurnal ilmiah yang diterbitkan perguruan tinggi dan profesi, baru sekitar 116 jurnal ilmiah yang terakreditasi nasional dan 9 jurnal ilmiah yang terakreditasi internasional (Kompas 20 Agustus 2009)
  • Indonesia kekurangan Doktor. Saat ini lebih kurang baru 10.000 Doktor (Seputar Indonesia 28 Agustus 2009).

Melihat fakta diatas, bagaimanakah masa depan Indonesia? Dan bagaimanakah Solusinya? Inilah beberapa pandangan:
  • Mahasiswa berfikir: Sebaiknya para pendidik mempunyai standar mutu, konsep, dan bertanggung jawab untuk menciptakan siswa yang siap bekerja dan melanjutkan kuliah.
  • Guru Besar berkata: Dengan pelatihan para guru sekolah, ia mengharap Indonesia akan memiliki 30.000 Doktor untuk 10 tahun kedepan (Koran Jakara 28 Agustus 2009)
  • Rektor Universitas berpendapat: proram s1 dan s2 digabung sehingga beban sks yang ditempuh adalah 160 sks. Dengan harapan dalam 8 tahun bangsa ini akan mendapatkan Doktor berusia 26 tahun sebesar 298.000 orang (Seputar Indonesia 30 Agustus 2009).
Sebuah pertanyaan terlintas dalam benak saya. Begaimana dan berapa lamakah bangsa Indonesia harus menunggu, karena butuh sebuah rencana dan proses yang nyata, tepat dan kesinambungan yang panjang?

Enjoy, peace and love from Sukra.

referensi foto: http://agusjames007.files.wordpress.com/2008/03/ujian.jpg

Read More......

Kamis, 27 Agustus 2009

Naga Gahara

1 hari menjelang ulang tahun Haga (hati naga) ke 21, ia pergi keliling kota untuk melihat-lihat. Tidak ada yang dipikirkan dan segalanya adalah menyenangkan hingga Haga bertemu seorang kakek tua.

Kakek tua berkata:
Hai anak muda, malam ini adalah malam ulang tahunmu bukan? Peganglah batu akik Nogosuwe ini karena batu ini adalah tiket balik dari dunia ilusi yang akan terjadi malam ini. Saya tidak berbohong dan ilusi tersebut pasti terjadi karena anda adalah keturunan Nogo Gahara, keturunan bangsawan naga.

Haga kaget dan bingung. Ketika hendak bertanya balik kakek tersebut telah hilang. Hati Haga tidak tenang dan bergegas pulang. Sesampai di rumah, Haga terus memikirkan apa yang dikatakan kakek tua dan terus berusaha agar terjaga (contoh minum kopi). Apa daya rasa kantuk tidak terelakan dan akhirnya tertidur. Dan kisah perjalanan dalam dunia ilusi terjadi.

Dimanakah ini? Tak pernah, saya (Haga) melihat kampung ini. Kampung yang mana belum ada listrik tapi telah tertata dengan rapi. Selain itu kampung ini dikelilingi oleh gunung dan kali. Dimanakah ini?

Tiba-tiba kakek tua itu datang lagi dari belakang. Inilah kampung yang ditinggali oleh Sindro Malanensis yang merupakan keturunan darah biru Niwa Meruyen yang mana cikal bakal nenek moyangmu. Kampung ini telah ada 30.000 tahun yang lalu dan dikelilingi oleh Gunung Lawu, Gunung Merapi, Kali Cemoro dan Benganwan Solo. Tapi 5.000 tahun yang lalu, kampung ini mengalami bencana alam yang dashyat yaitu gempa akibat letusan gunung berapi dan banjir pada waktu yang bersamaan hingga memporak porandakan seisi kampung ini.

Mereka melakukan pengungsian ke dua arah yaitu ke tenggara dan ke barat daya. Pengungsian ke arah tenggara dipimpin oleh Putri Wulan Dadi. Mereka mengungsi ke kawasan gunung Bromo, gunung Mahameru, sungai Brantas yang sekarang dikenal dengan penggunungan Tengger. Dalam pengungsian mereka bertemu dengan seekor singa yang bernama Prabu Singanada dan tempatnya dikenal dengan nama Probolinggo. Putri melakukan pertapaan dan tempatnya dikenal dengan dengan Purwodadi. Sedangkan rakyatnya membangun budaya wajak yang saat ini telah hilang dan menjadi sebuah misteri dalam catatan prasejarah.

Pengungsian ke arah barat daya dipimpin oleh Ratu Nanwa Buana Sima. Mereka mengungsi hingga ke kawasan gunung Dieng, gunung Slamet, kali Klawing, kali Serayu yang mana terkenal akan bumi alamnya yang indah nan subur disebutnya Bumiayu, Banyumas; laut luas dengan karang yang kokoh disebutnya Karang Anyar, Karang Ayam dan Karang Sambung. Tempat-tempat tersebut dikenal dengan pegunungan Serayu dan cekungan Banyumas.

Dalam pengungsian ke barat daya ini juga terdapat kisah bahwa di kaki gunung Slamet ini sang ratu bertemu dengan seekor raja naga yang bernama Lelono Broto. Yang mana atas kehendak dewa pelindung Barata Sangkala, keturunannya memulai memimpin sebuah masyarakat baru dan itupun menjadi tugasmu, Haga sebagai keturunannya. Disana tempat pedepokan untuk berdoa dan bersembahyang pada dewa dan leluhur nenek moyang yang disebut Purbalingga. Sedangkan tempat tinggal keturunan Ratu Nanwa dan Raja Naga disebut dengan Purwonegoro dan Banjarnegara.


Tanah tempat dirimu berdiri sekarang adalah tempat sang ratu yang mana telah menjadi lapisan bebatuan pancawarna japis ati ayam. Sedangkan disana tempat sang raja yang telah menjadi bebatuan pancawarna japis nogosuwe. Semua ini akan diwariskan kepada keturunannya termasuk dirimu sebagai simbol petuah dalam budaya kultur adat sebagai sumpah janji kepada nenek moyang dalam titahnya menjalankan tugas negara dengan tetap menjunjung tinggi moral, etika, adat budaya yang diwariskan.

Sekarang saatnya anda kembali ke dalam dunia anda. Ketuklah batu yang tadi siang kuberikan sebagai janjimu kepada nenek moyangmu dan seketika maka pintu kembali keduniamu akan terbuka. Atau dirimu akan selalu tinggal dalam dunia ini.

Maaf jika ada kesamaan nama dan tempat. Ini hanyalah cerita fiksi yang mana merupakan imajinasi dari kota Purwokerto yang mana merupakan budaya "manusia Nogora" yang hilang dan menjadi misteri sejak 3.000 tahun yang lalu.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi foto: http://4.bp.blogspot.com/_vsVPcLcxJ_c/Sgktf4v1DKI/AAAAAAAAAC0/UWjhMOhsoI4/S740/Dragon_and_Phoenix_by_mengqingfei.jpg

Read More......

Rabu, 19 Agustus 2009

Negeri Diatas Awan

Negeri tempat Pangjaya berada setelah menceritakan kisah "Cinta Terlarang" kapada Cantini, gadis darah biru. Negeri Diatas Awan adalah negeri yang terletak di gugus Aquila dengan suku bangsa yang bernama Rajawali dan merupakan negeri kepulauan. Negeri ini cukup dikenal karena sering kali dijadikan contoh untuk studi sistim pemerintahan. Hal ini disebabkan Negeri Diatas Awan telah memberikan bukti konkrit yaitu negeri yang aman, makmur, damai, sejahtera.

Di negeri ini, Pangjaya menjalankan tugasnya sebagai penghubung antara negeri Diatas Awan dengan desa Jayanusa. Kerjaan yang dilakukan mirip dengan kerjaan duta besar, akan tetapi desa mana yang punya duta besar. Di kesempatan yang ada, Pangjaya mempelajari sistim pemerintahan yang mana selama bertugas juga terjadi pesta rakyat yaitu pemilihan legislatif, presiden dan yang terpilih bernama Sri Brajayana yang dipercaya sebagai titisan dewa Semar dari Algieba Leo.

Sistim tata negara negeri Diatas Awan terdiri atas tiga badan yaitu badan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Badan eksekutif dipegang oleh kepala negara presiden. Badan legislatif diisi oleh perwakilan suku bangsa di negeri tersebut (Rajawali) yang terdiri atas 3 partai. Badan yudikatif adalah dewan yang dipilih berdasarkan peraturan yang berlaku. Berbicara tentang partai, di negeri ini partai hanya ada tiga yaitu partai Nova (yang menjunjung tinggi kesetaraan), Inova (kedinamisan) dan supernova (keharmonisan).

Hal diatas mungkin hal yang umum (seperti Indonesia) tapi untuk sistim pemerintahan berikut yang perlu disimak. Sistim pemerintahan terbagi atas tiga yaitu sistim pemerintahan tingkat rendah (otonomi wilayah), sistim pemerintahan tingkat daerah (otonomi daerah terpadu) dam sistim pemerintahan pusat (pemerintahan kabinet oleh kepala negara presiden).Sistim pemerintahan tingkat rendah dimaksud bahwa pemimpin dipilih lansung oleh warga dan juga dewan perwakilan warga di wilayahnya. Sistim pemerintahan tingkat daerah dimaksudkan bahwa pemimpinnya harus memiliki unsur putra daerah, yang mana dalam pencalonan dirinya yang juga merupakan sebagai dewan perwakilan rakyat berdasarkan keputusan partai dan kebijakan pemerintahan pusat. Sistem pemerintahan pusat dimaksudkan bahwa presiden dipilih dari 3 kandidat yang diusung oleh masing-masing partai, dan dewan legislatif anggota partai yang duduk dalam pemerintahan dipilih lansung oleh rakyat.

Setelah pelantikan Presiden, dipilih 6 tokoh yang bertugas sebagai penasehat negara di bidangnya masing-masing. Ke-6 bidang tersebut yaitu bidang politik globalisasi, ekonomi kesejahteraan, sosial kebersamaan, pendidikan dan etika moral, kesehatan dan teknologi.

Jadi apa yang dilakukan oleh Pangjaya? Merenung dan menggambar sketsa negara yang kemudian dijadikan tolak ukur dalam rencana desain sistim negara kedepan. Karena dialah penerus yang akan menjadi penasehat dan pembimbing dalam membangun desa Jayanusa, dekat kawasan Bintang Bermuda.

Maaf jika ada kesamaan nama dan tempat.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi foto: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f3/Airlangga.jpg

Read More......

Sabtu, 15 Agustus 2009

Penantian Cantini dan Estetika

Lebih kurang 1 tahun untuk hari yang dinantikan (pertemuan dalam kisah "Cinta terlarang"). Apa yang harus saya (Cantini, gadis darah biru) lakukan?


Duduk di depan sebuah cermin dan melihat wajah manusia yang sedang menunggu. Ketika kesadaran mulai pudar, tiba-tibu muncul bayang-bayang ilusi: gadis cantik yang mengalami penuaan karena terus berlari dari kenyataan (hanya menunggu). Tubuh (jiwa dan raga) semakin tidak berdaya dan menyadari manusia sangatlah terbatas dan tidak abadi.

Cantini sadar akan apa yang harus diperbuat, mulai mengisi waktu luangnya dengan berbagai kegiatan. Seperti menyalurkan bakat seninya, membantu orang yang membutuhkan atau menjelajah dunia luar untuk mengenal lebih jauh berbagai kebudayaan.

Bicara membantu orang, Cantini pernah diminta bantuan oleh Rajamosa untuk mendata, menyusun dan merapikan buku di perpustakaan pribadinya. Hal ini diingat karena pada malam kejadian tersebut, sinar bulan purnama di bulan September yang menyinari sebuah buku tua dan kusam yang berjudul "Rahasia Estetika Saraswati". Buku yang sangat aneh karena hanya bisa dibuka di bulan purnama dan dibaca (tulisannya muncul) di bulan september. Jadi jangan tutup buku ini ketika hendak membacanya.

Karena penasaran, atas seizin Rajamosa dibuka dan dibaca buku tersebut. Saraswati (sang penulis) menyadarkan bahwa estetika terbagi atas tiga kriteria sumber yaitu kesejatian, kebajikan dan keindahan. Ketiga hal tersebut menjelaskan tentang naluri dalam pengetahuan, karakter dalam moral, dan emosi dalam ekspresi. Yang bermula dari kodrat evolusioner, etika etnologis (mitologis dan teologis), karakter kosmologis, emosi ekspresionistik (seni), makna kulturalis (budaya), hasrat sosialogis (kehidupan), dan berakhir pada pemahaman jiwa estetis (keabadian) dalam tahap perkembangannya.

Maksudnya estetika terserap dan berada di dalam ilmu antropologi, sosiologi, psikologi, seni rupa dan analisa ekspresi, juga analisa estetika itu sendiri. Estetika ditunjukan dalam seni musik, lukis, tari, sastra, dsb. Sehingga dapat dikatakan bahwa estetika ada dalam kehidupan alam, sosial dan tubuh jiwa manusia itu sendiri yang tercipta karena adanya hasrat naluri, pandangan ekspresi, pemahaman metris, metologi ilmu. Dan semua ini tercermin dalam kesejatian, corak ragam, dan kehidupan lingkungan berbudaya.

Apakah cinta merupakan sebuah seni estetika? Apakah penantian untuk sebuah cinta adalah sesuatu yang berharga? Cinta muncul dari sebuah hasrat naluri yang mengatas namakan kesejatian, kebajikan dan keindahan dan hancur ketika ada titik noda. Sehingga tidak ada lagi yang namanya estetika keabadian dalam kehidupan ini.

Penantian Cantini dalam cinta, apakah merupakan suatu suratan dalam kepastian? Inilah sebuah tanda tanya besar, yang semuanya terangkum dalam kata takdir, lingkungan, naluri, prasejarah, keabadian, dan memori yang terdapat dalam kromosom 4, 6, 7, 13, 14, 16. Sebuah misteri yang tidak dapat saya jawab tapi andalah yang merupakan peneliti biogenetik.

Maaf jika ada kesamaan nama atau tempat.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi foto:
http://images.exoticindiaart.com/oils/goddess_saraswati_in_a_swan_sari_or01.jpg

Read More......

Kamis, 06 Agustus 2009

Cinta Terlarang

Rajamosa mengadakan sebuah syukuran kecil-kecilan. Disanalah awal pertemuan antara Pangjaya dan si gadis darah biru, Cantini. Mungkin pada saat itu belum ada yang namanya cinta tapi disanalah benih cinta ditebarkan. Kenalan, ngobrol, tukeran nomor telepon dan alamat e-mail meskipun malu-malu tapi itulah yang terjadi.

Komunikasi diantara kedua insan berjalan terus. Setiap hari yang dilewati, membuat mereka lebih mengenal dan mengagumi pasanganannya. Salah satu bukti yaitu sepucuk surat yang terselip di sebuah buku milik Pangjaya. Isinya:

Cantini dirimu begitu cantik dan mempesona. Tidak hanya secara fisik, tapi secara keseluruhan. Keramahanmu dan senyum manismu membuat diriku ingin mengenal dirimu lebih jauh lagi. Dan jika dirimu tahu, jantungku berdebar kencang ketika dirimu melakukan berbagai aktifitas. Seperti membatik atau menenun dari bulu unggas, memasak makanan dengan citarasa istimewa, mengekspresikan jiwa seni dalam melukis dan bernyanyi. Hal yang membuatku tak bisa berhenti memikirkanmu ketika dirimu mengajar, mendidik anak-anak.

Cinta, cinta memang sulit untuk dimengerti.

Dalam perjalanan cinta mereka, terjadi berbagai hal baik suka maupun duka. Sebuah kejadian yang mungkin umum terjadi, tapi inilah yang mengubah semua cerita cinta mereka. Pangjaya terkena demam berdarah dan mengharuskan melakukan pengambilan darah untuk mengetahui kondisi tubuhnya. Memang tidak sampai perlu infus darah tapi informasi yang disampaikan dokterlah yang sangat mengejutkan yaitu golongan darah Pangjaya, AB negatif. Sebuah darah yang sangat jarang dan sangatlah aneh ini bisa terjadi karena kedua orang tuanya bergolongan darah O.

Setelah sembuh, Pangjaya bertanya apa yang terjadi dengan dirinya. Dan bagaimana itu semua bisa terjadi. Ayah Pangjaya akhirnya membuka rahasia ini. Pangjaya bukanlah anak kandungnya, melainkan anak dari sahabat karibnya yang telah meninggal dalam penelitian ketika Pangjaya masih kecil. Diceritakannya bahwa kedua orang tua Pangjaya adalah peneliti yang melakukan penelitian terhadap DNA manusia. Penelitian yang juga pernah dilakukan oleh Joe Hin Tjio (Indonesia), dan Albert Levan (Swedia) pada tahun 1955 yang berhasil mengungkapkan kebenaran bahwa manusia memiliki 23 pasang kromosom keturunan. Dan ini ada sebuah buku yang menggambarkan apa yang dikerjakan ayahmu "Genom" karangan Matt Ridley penerbit gramedia, 2005.

Tunggu sebentar, saya (ayah Pangjaya) cari sebuah surat dulu. Ini surat yang dititipkan orang tuamu dan dikatakannya untuk diberikan ketika dirimu ingin mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Berikut adalah penggalan dari isi surat ayah kandung Pangjaya:

Pangjaya, dirimu adalah anak ke-3 dan satu-satunya anak kami yang dapat bertahan hidup yang mana kakak pertama dan keduamu meninggal ketika dilahirkan. Dan ketika dirimu lahir, pada saat yang bersamaan ibumu meninggal. Itulah sebuah kenyataan yang harus saya dan dirimu hadapi. Oleh sebab itu saya berjanji untuk anak-anak di dunia sehingga saya harus kembali ke dalam laboratorium untuk memecahkan rahasia DNA ini.

Dirimu terlahir tidaklah sempurna tapi saya percaya dalam ketidak sempurnaan ini dirimu dapat memberikan yang terbaik untuk bumi dan manusia. Dalam dirimu ada perbedaan dengan orang lain secara umum adalah kromosom 6, 9, 11, 15, 16 dan 21. Kromosom 6 dengan kecerdasan IQ 180, kromosom 9 dengan golongan darah AB negatif. Kromosom 11 dengan kepribadian sederhana dan pengabdi. Kromosom 15 dengan semar sindrom. Kromosom 16 dengan memori unsur waktu dan ruang. Kromosom 21 dengan struktur organ jantung di kanan dan hati di kiri. Jadi dirimu adalah manusia langka yang mana merupakan satu per 22 juta kemungkinan. Hal sedih yang harus sampaikan bahwa dengan kondisi yang ada, dirimu dilarang untuk beristri, dan pekerjaan yang cocok adalah sebagai penasehat atau dosen ilmu pengetahuan.

Perasaan sakit yang dirasakan Pangjaya ketika membaca surat tersebut. Tapi itulah kenyataan dan manusia tidak dapat menghindar. Meskipun tak tahu bagaimana, ia harus memberitahu Cantini akan kabar buruk ini. Akhirnya Pangjaya mengajaknya bertemu di belakang bukit yang mana dari sana bisa melihat keindahan desa Jayanusa, kawasan Bintang bermuda dan bintang yang berkelap kelip di langit malam.

Bertemu di balik bukit dengan hari yang telah ditentukan (tanggal 7 bulan 7 penanggalan lunar). Pangjaya menceritakan semuanya kepada Cantini. Apa daya cinta mereka sangatlah dalam tapi pada kenyataan mereka tidak boleh ada namanya hubungan cinta. Untuk sebab itu di bawah sinar bintang Alshain, Altair, Tarazed dari rasi Aquila dan bintang Vega (rasi Lyra); mereka berjanji hanya ketemu muka ketika di hari yang telah ditentukan oleh langit. Bagiamanakah kelanjutnya? itu masih sebuah misteri karena hanya merekalah yang tahu.


Catatan: Bintang Altair (rasi Aquila), bintang Vega (rasi Lyra) dan bintang Deneb (rasi Cygnus) diberi julukan "The Summer Triangle" dan rasi Cygnus sendiri disebut bintang Salib Utara.

ini hanaylah sebuah cerita fiksi. Jadi mohon maaf jika ada kesamaan nama atau tempat.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi gambar: Ridpath, Ian "Star and Planets", A Dorling Kindersley Book, London, 2002

Read More......

Sabtu, 01 Agustus 2009

Misteri Anak ke-3

Ini bukan cerita setan tapi sebuah kenyataan. Terlebih bila anda menikahi gadis darah biru. Pada anak ketiga akan terjadi suatu hal yang sangat berbeda dibandingkan anak pertama dan kedua.

Pangjaya, pemuda yang pandai dan bijak, menganggap misteri anak ke-3 hanyalah sebuah tahayul. Sebuah cerita untuk menakuti masyarakat dan menjalankan program keluarga berencana (KB). Sama halnya dengan cerita gadis darah biru dilarang hamil pranikah atau aborsi karena akan kena ganjaran atau berbagai musibah dalam kehidupannya. Apa daya, lambat laun
misteri anak ke-3 ini menjadi pikiran Pangjaya juga, bahkan hingga dibawa mimpi. Hal yang muncul karena keinginan Pangjaya untuk membina keluarga dengan pasangannya.

Ragu-ragu untuk bertanya. Tidak bertanya sesat di jalan, bertanya hal bodoh malu-maluin. Pangjaya akhirnya memberanikan diri dan bertanya kepada Rajamosa akan cerita sebenarnya dari misteri anak ke-3 dan penangkalnya.

Rajamosa menjawab:
Mengapa dirimu begitu ragu? Jika anda yakin dan kesehatan kalian mendukung akan sebuah hubungan keluarga, kenapa tidak diteruskan? Dan mengapa anda berpikir untuk mendapatkan anak ke 3? Di dalam era globalisasi ini mengurus 2 anak saja susah lohh....

Baiklah, jika anda memaksa. Anak ke-3, sebenarnya sama saja dengan anak pertama atau kedua. Tapi seringkali hal berbeda muncul seperti anak super jenius dan hebat yang persentasinya kurang dari 0.1%. Sedangkan persentasi yang lebih besar adalah fisik lemah, psikologi, emosi yang labil dan pola pikir yang aneh. Sehingga diperlukan ayah angkat atau ayah asuh.

Contoh kasus untuk misteri anak ke-3: Dalam mempersatukan dua buah keluarga, yang sebenarnya tidak penting apalagi di era globalisasi ini, pihak wanita (anak ketiga) menikah dengan pria yang lebih rendah statusnya atau pihak pria (anak ketiga) menikah dengan wanita yang statusnya lebih tingi.

Kejangalan-kejangalan lain masih banyak yang mungkin saja muncul pada saat dewasa atau pada keturunannya. Tapi pada saat ini (zaman edan) anak pertama, kedua atau ketiga sama saja yaitu tidak ada yang beres maka berhati-hatilah dalam mencari pasangan hidup.

Janganlah takut, dipercayai sejak nenek moyang bahwa bersatunya batu jasper dengan batu akik dapat membantu atau menangkal hal-hal yang tidak baik dari anak keturunannya. Tapi cara memperolehnya sangatlah sulit karena berada di kawasan Bintang Bermuda yang terkenal menakutkan. Ada 5 warna batuan jasper (jaspis) pancawarna dan akik kristal (kinyang) yang harus diambil dan letaknya akan saya (Rajamosa) sebut dari sebelah utara dan searah jarum jam:

  • Merah: Jasper hati ayam dan akik hati darah
  • Hijau: Jasper nogo suwe dan akik garut bacan
  • Hitam: Jasper sisik ular dan akik yaman aren
  • Kuning: Jasper harimau kencana dan akik cempaka madu
  • Putih: Jasper gading mutiara dan akik kecebung cendana
Dalam buku Moyang Rajamosa dikatakan bahwa benda-benda seperti jasper berada di dalam gua dan batu akik berada di tubuh binatang penjaga goa tersebut. Dan satu hal lagi harus diambil pada jam-jam tertentu. Sebagai contoh untuk akik hati darah berada di hati anak ayam penjaga dan harus diambil ketika matahari terbit.

Catatan: Jasper nogo suwe disebut juga dengan bloodstone, heliotrope, Gu Long Bi Xue Yu atau Lesang Du Chirst.

Percaya pada dirimu dan melangkah pada jalan yang benar. Setiap keputusan berada di pihak anda yang memutuskan. Jika anda ragu atau percaya akan mitos tersebut maka jangan lakukan.

Pangjaya pulang dan merenung akan cerita dan nasihat Rajamosa. Misteri anak ketiga hanyalah sebuah tahayul agar masyarakat melakukan Keluarga Berencana dan tidak ada kaitannya dengan darah biru.


Maaf jika ada nama, tempat yang sama. Ini hanyalah sebuah cerita fiksi.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi foto: http://www.primaironline.com/images_content/20090629KB.jpg

Read More......

Senin, 27 Juli 2009

Gadis Darah Biru

Terdengar ke seluruh pelosok, di desa Jayanusa ada seorang gadis cantik, terpelajar, sopan dan keturunan darah biru yang bernama Cantini. Banyak sekali pria yang ingin mendekatinya, tapi pada akhirnya mundur karena merasa dirinya tidak pantas.

Kabar burung ini terdengar oleh seorang pemuda yang bernama Bosuha. Seorang yang "pandai" menggunakan kesempatan untuk keuntungan pribadinya saja. Saat ini, yang terlewat dalam benaknya adalah menikahi wanita bangsawan yang cantik dan kaya, yang menjadikan pamor dirinya meningkat dan kekayaan semakin berlimpah.

Bosuha memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki tentang Cantini, si gadis darah biru. Seminggu kemudian anak buahnya kembali dan membawa informasi. Dalam mencari pasangan hidup, bila seorang gadis bergolongan darah O maka pantangan jika pasangannya bergolongan darah AB. Keluarga darah biru menerapkan sistim keluarga berencana (2 anak). Untuk rumah tinggal umumnya menghadap Utara atau Timur, di arah Barat Daya atau Tenggara terdapat sungai, dan bagian Barat atau Selatan terdapat gunung. Setiap keluarga memiliki benda petuah seperti senjata pusaka atau batu akik yang diambil dari bumi tanah kelahirannya. Memiliki binatang piaraan dan kendaraan sebagai status simbol sosial masyarakat. Dan yang terpenting adalah pendidikan.

Bosuha yang mendengar penjelasan anak buahnya, sangatlah senang. Hal yang tidak dapat dibeli dengan uang mampu ia dipenuhi. Sedangkan kekurangannya seperti pendidikan dapat dibeli dengan uang (contoh membeli ijazah).

Mempersiapkan diri dan membuat janji dengan Cantani. Di saat yang bersamaan Rajamosa yang merupakan ayah angkat Cantani sedang berkunjung. Terjadi percakapan yang menarik antara Bosuha, Cantini dan Rajamosa. Tanpa disadari Rajamosa bertanya kepada Bosuha akan apa yang diketahui tentang darah biru. Bosuha menjawab seperti yang informasi yang diberikan anak buahnya. Dilanjutkan, bahwa darah biru adalah darah bangsawan dan memiliki warna darah sedikit kebiruan.

Rajamosa dan Cantani tersenyum. Rajamosa kemudian menjelaskan apa yang dimaksud dengan darah biru. Darah biru bukanlah darah bangsawan melainkan warna di salah satu bagian tubuh sebagai tanda bawa lahir dan hanya tampak pada saat kelahiran. Darah biru juga sebagai tanda genetik untuk orang yang bijaksana, cinta kasih, sopan, teguh dan terpelajar. Kepercayaan pada keyakinan dan ritual sebagai norma etik kultur. Darah biru bukan manusia berkedok "orang suci", "intelektual" yang melakukan berbagai hal untuk dipertunjukan sebagai bagian untuk meningkatkan popularitasnya.

Pendidikan yang dimaksud tidak hanya sekedar seberapa tinggi jenjang pendidikan yang telah dijalani seperti yang anda lakukan (sebetulnya menyindir Bosuha secara halus yang menggunakan ijazah palsu). Pendidikan bermula dari akar budaya yaitu moral etika yang kuat, benih spiritual lahir batin yang tinggi. Hal pasti yang merupakan buah dari pendidikan yaitu bersih, jujur, mulia, berani, dan memiliki jiwa kesederhanaan.

Ingat akan legenda asal usul darah biru, Rajamosa bercerita kepada anak angkatnya dan Bosuha. Dahulu ketika zaman purba, terdapat sebuah kerajaan yang sangat besar dan dipimpin oleh Ratu Maha Himathecus. Akan tertapi terjadi suatu bencana alam yang maha dahsyat yaitu gempa yang berasal dari gunung berapi. Kejadian tersebut menyebabkan keturunannya pergi merantau. Keturunannya adalah Hawa Meruyen (darah putih) merantau ke arah barat, Niwa Meruyen (darah kuning) ke arah timur dan Siwa Meruyen (darah hitam) ke arah selatan.

Keturunan Niwa Meruyen yang dipimpin oleh Ratu Yamagara adalah moyang dari darah biru. Sekali lagi bencana maha dahsyat terjadi yaitu tsunami. Keturunannya terpecah lagi yatitu Mondro Malanesis (darah merah) ke arah timur laut, Sindro Malanesis (darah biru) yang sekarang berada di daerah kepulauan dan Ausdro Malenensis (darah coklat) ke arah tenggara.

Jadi apakah mungkin darah manusia itu berbeda-beda warnanya? Semuanya berasal dari satu nenek moyang. Jadi jika ingin mengetahui anda keturunan darah warna apa, silahkan coba tanyakan kepada bunda anda.

O yah, apa tujuan Bosuha datang kemari? Bosuha menjawab: tidak, saya hanya ingin mengenal sosok seorang gadis yang menjadi perbincangan seluruh pelosok karena kecantikan, pendidikan, kesopan dan keturunan darah birunya.

Maafkan jika ada kesamaan tempat dan nama. Hal diatas hanyalah sebuah cerita fiksi.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi gambar: calender AP. Time-Scluptor 2009 September - Oktober

Read More......

Jumat, 24 Juli 2009

Kebijakan demi Kejayaan

Perjalanan yang melelahkan dari desa Jayanusa ke kota karena harus mengelilingi kawasan Bintang Bermuda, menyebabkan banyak penduduk yang pindah ke kota. Rajamosa berpikir apa jadinya jika sebuah desa tanpa warganya dan bagaimana agar orang luar datang ke desanya.

Rajamosa mencari jawaban dan yang diperoleh hanya bersifat sementara. Hingga suatu saat di sebuah warung kopi, seorang saudagar kaya dan baik hati yang bernama Mandu mengungkapkan pendapatnya.

Desa harus memiliki daya tarik. Tidak cukup sebatas itu tapi harus memiliki kualitas yang mana tercipta karena adanya sumber manusia yang memiliki intelektual tinggi. Jika anda (Rajamosa) berkeyakinan mampu untuk mewujudkannya, maka Mandu siap untuk membantunya.

Rajamosa tahu betul akan apa yang dimaksud oleh Mandu yaitu memajukan pendidikan, karena disanalah akan tercipta manusia-manusia unggul. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, Rajamosa lansung memanggil Pangjaya untuk berdikusi dengan Mandu akan apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan kedepannya.

Langkah awal yang dilakukan Rajamosa adalah mendaftarkan semua anak-anak pandai dengan tujuan mengirimkannya ke luar untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Tiba-tiba, Mandu bertanya, "apakah itu adalah langkah yang tepat?" Bagi Mandu beasiswa hanya diberikan kepada orang-orang yang sangat berkualitas dengan harapan mereka menjadi penghubung antara desa dengan dunia luar karena sangat sedikit dari mereka yang kembali. Jika seluruh anak pandai dikirim ke luar maka siapa yang membangun desa ini. Dan jika kita mengirimkan mereka pada usia muda, apakah mereka masih memiliki hati untuk membangun desa ini dan tahan akan pengaruh buruk di luar sana. Jadi yang tepat adalah membangun sekolah, universitas dengan kualitas terbaik dan membangun jaringan yang kuat.

Rajamosa dan Pangraja merenung sejenak, dan membenarkan apa yang dikatakan Mandu. Jadi tahap selanjutnya adalah membangun sekolah dan universitas. Langkah awal yang dilakukan adalah menentukan kurikulum yang hendak diambil yaitu berdasar kurikulum negara maju atau membuat kurikulum sendiri. Mandu tanpa basa-basi, ambil kurikulum negara maju. Untuk pendidikan kok coba-coba, kegagalan berarti harus memulai dari 0 lagi dan itu merupakan kerugian yang sangat besar. Kurikulum negara maju telah memberikan bukti bahwa dengan kuantitas umum menghasilkan kualitas tinggi, jadi mengapa kita harus ragu.

Selanjutnya mencari guru-guru berkualitas. Pangjaya ditugaskan mencari guru-guru terbaik ke seluruh pelosok negeri oleh Rajamosa. Setelah beberapa bulan, ribuan guru terjaring oleh Panjaya yang kemudian dibawa ke desa-nya untuk diseleksi oleh Rajamosa dan Mandu.

Dalam proses seleksi banyak sekali terdengar kata: bintang 1 gagal, bintang 2 gagal, bintang 3 nanti dulu, bintang 4 tunggu kabar dari saya, dan bintang 5 keterima. Setelah seleksi Pangjaya yang penasaran akhirnya bertanya kepada Rajamosa apa maksud bintang 1 hingga 5 tersebut.


Rajamosa menjawab: itu adalah tingkat kemampuan guru mengajar. Bintang 1 adalah guru yang hanya mampu mengajarkan apa yang tertulis dalam teks saja. Bintang 2 adalah guru yang mampu mengajar dan menerangkan apa yang dimaksud dalam teks tersebut. Bintang 3 adalah guru yang mampu mengajar, menerangkan, dan menanamkan pada murid untuk menggali lebih dalam lagi apa yang ada dalam teks dan belajar dari segala sesuatu yang ada. Bintang 4 adalah guru yang mampu menghasilkan didikan dengan kualitas yang terbaik. Bintang 5 adalah guru yang mampu menghasilkan murid yang mampu berperan sebagai guru atau pembina.

Guru dan kurikulum yang baik adalah dasar untuk menciptakan manusia unggul. Jika guru tidak dapat menciptakan manusia dengan kualitas unggul maka tiada kata hari esok yang lebih indah karena kita selalu kalah dan berada di belakang.

Kebijakan yang umum tapi jarang dilakukan. Apa yang dilakukan adalah sebuah investasi besar untuk sebuah kejayaan yaitu sebuah desa dengan daya tarik yang fenomenal sehingga siapapun ingin datang ke sana. Resiko atau kerugian pada awal bagaikan memberikan sedikit garam ke dalam sebuah masakan yang nikmat.

Maaf jika ada kesamaan nama dan tempat.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi foto: http://www.scps.k12.fl.us/HR/_img/teacher3.jpg

Read More......

Minggu, 19 Juli 2009

Bintang Bermuda

Kawasan yang sebaiknya dihindari karena banyak yang tak kembali ketika melewatinya. Hal yang menjadi sangat menyebalkan bagi penduduk desa Jayanusa karena harus memutari kawasan tersebut ketika hendak ke kota. Untuk melampiaskan kekesalan, penduduk pernah mencoba untuk membumihanguskan sebagian kawasan untuk dibuat jalan tetapi gagal. Penduduk tidak berdaya dan menjadikan Bintang Bermuda sebagai legenda.

Legenda yang menceritakan bahwa di kawasan Bintang Bermuda ada penjaga yang menakutkan bernama Pamong Kejora. Hal ini dikarenakan penjaga tersebut hanya memberi jalan ketika adanya cahaya bintang Kejora yang menyinari bagian pusat kawasan Bintang Bermuda tersebut. Penduduk mempercayainya karena memang setiap kejadian tersebut pasti akan ada seseorang yang kembali dari Bintang Bermuda yang menakutkan dan orang tersebut akan memberikan solusi bijak ketika desa dilanda sebuah masalah.

Desa Jayanusa sangatlah aman, tentram dan makmur. Tiada masalah yang tidak dapat diselesaikan dan tidak ada bencana yang menakutkan. Sehingga dapat dikatakan sebuah desa yang rukun dan harmonis.

Suatu hari, Rajamosa (seorang yang dihormati dan terpandang) merasa khawatir akan keadaan desa tersebut. Bagaimana perjalanan masa depan untuk desa yang rukun dan harmonis ini? Karena ada kemungkinan, kembali ke masa kekacauan sebagai akibat tidak mengenalnya perjalanan sejarah dan revolusi desa tersebut. Karena itu Rajamosa mengutus seorang pemuda (Pangjaya) yang pandai dan bijaksana untuk masuk ke kawasan Bintang Bermuda.

Rajamosa mengutus pemuda untuk masuk ke kawasan yang menakutkan? Inilah sebuah rahasia yang disimpan oleh orang yang pernah kembali dari Bintang Bermuda yaitu pintu masuk, jalan menuju pusat, dan kembali dari Bintang Bermuda. Dan di pusat Bintang Bermuda terdapat sebuah tugu Kejora, yang mana ketika tangan seseorang menyentuh tugu tersebut, maka seketika langit bagaikan layar yang menampilkan segala sesuatu yang hendak diketahui oleh pemilik tangan tersebut. Pada saat itu yang hendak diketahui Pangjaya adalah perjalanan sejarah negerinya, seperti yang ditanyakan Rajamosa kepada dirinya.

Langit seketika menggambarkan sebuah kerajaan yang dinamakan Purba Yamagara. Sebuah kerajaan lebih kurang 6.000 tahun yang lalu dan dipimpin oleh seorang ratu. Demi mempertahankan kerajaan dari serangan luar dan keturunannya, setiap tahun diadakan sayembara untuk memilih 3 jagoan. Jagoan yang akan menjaga serangan dari luar dan membuahi ratu dengan harapan menghasilkan calon keturunan ratu dengan benih jagoan.

Selanjutnya, langit menggambarkan sebuah kerajaan klasik Kilawesi yang umurnya lebih kurang 600 tahun. Sistim kerajaan yang bersifat dinasti atau keturunan. Pangeran yang akan melanjutkan tahta berasal dari permaisuri dan selir yang mana pada umumnya berjumlah banyak sehingga terjadi perpecahan dan perang istana.

Setelah bercerita tentang kerajaan Kilawesi maka sekarang memperlihatkan sebuah sebuah negara Silinada dengan sistim demokrasi yang terbentuk lebih kurang 60 tahun yang lalu. Sistem pemerintahan yang dipimpin oleh seorang kepala negara. Proses demokrasi ini terjadi dengan pemilihan 3 partai yang kemudian partai-partai tersebut mengusung 2 kandidat untuk dipilih menjadi seorang kepala negara. Dalam sistim yang dapat dikatakan maju ini, ternyata dalam perjalannya juga terjadi perang psikologi, bentrokan fisik antar pendukung, pembunuhan dan teror. Bahkan yang lebih ekstrim, melakukannya terhadap diri dan keluarga sendiri demi kemenangan dan kekuasaan.

Peristiwa yang seharusnya tidak terjadi karena telah berkembangnya sistem pemerintahan dan masyarakat manusia itu sendiri. Tapi inilah bukti nyata, yaitu karakter manusia terutama para elite politik yang menyebabkan demokrasi yang beradab dan berbudaya menjadi demokrasi yang biadab dan tidak berprikemanusian.

Matahari telah terbit dan saatnya Pangjaya itu pulang ke desanya, Jayanusa. Pemuda bijak tersebut tidak datang kembali ke Bintang Bermuda dan sedikit informasi yang diperoleh pada malam tersebut menjadi rahasianya dan bekal untuk memimpin desanya tersebut.

Anda tahu kenapa Pangjaya tidak pergi lagi dan merahasiakan apa yang diperolehnya? Rakyat adalah manusia yang cinta damai, jadi biarkanlah legenda itu tetap ada agar tidak disalah gunakan karena manusia juga merupakan makhluk yang tidak pernah puas. Bila keberadaannya diketahui dan disalah gunakan maka masa depan negeri ini akan terancam.

Sistim pemerintahaan apa yang digunakan oleh desa Jayanusa sehingga dikatakan sebuah desa yang rukun dan harmonis? Itulah misteri yang harus dipecahkan karena saya sendiri tidak tahu dimana keberadaan Desa Jayanusa dan kawasan Bintang Bermuda. Maafkan jika ada kesamaan nama dan tempat.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://4.bp.blogspot.com/_x4brVBOy5sY/SIlHhK1MafI/AAAAAAAAAD8/Tt50whXa4j0/s1600/Super%2BNova.jpg

Read More......

Sabtu, 18 Juli 2009

Beasiswa Monbukagakusho

Catatan penting dalam perjalanan hidup saya akan bertambah. Dengan diterimanya beasiswa monbukagakusho, maka pada pertengahan bulan September 2009, saya akan pergi ke FUKUI University di Jepang untuk melanjutkan program studi S3 di bidang "Nuclear Power and Energy Safety Engineering."

Ucapan terima kasih saya berikan kepada Prof. Hideaki Niki yang akan menjadi pembimbing saya di Fukui, Prof. Tjia May On yang membimbing saya selama masa persiapan di Indonesia khususnya pelajaran fisika modern, rekan-rekan peneliti di "Maju Makmur Mandiri Research Center", keluarga saya sendiri dan lain lain yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.

Mungkin bagi sebagian orang mendapatkan beasiswa adalah hal yang mudah. Jujur untuk diriku mendapatkan beasiswa adalah hal yang panjang dan rumit sehingga perlu adanya rencana, proses, pembelajaran, dan tindakan sehingga memperoleh sebuah hasil yang diinginkan. Persiapan yang saya lakukan dimulai sejak semester 5 (2004) di UI. Tentu dalam masa persiapan ini ada orang yang selalu mendukung antara lain ayahku, Sensei Kagawa dan Pak Hendrik Kurniawan yang sagat saya hormati. Terima kasih sedalam-dalamnya kepada mereka yang telah mendukungku. Siapakah mereka?

Nama : Prof. KiiChiro Kagawa
Lahir : Hitachi, Jepang, 15 Desember 1944
Guru Besar madya : Universitas FUKUI (1977-1999)
Guru Besar penuh : Universitas FUKUI (2000- sekarang)
Sarjana : Universitas Konan, Kobe, Jepang (1969)
Doktor : Fisika, Universitas Konan, Kobe, Jepang (1976)
Bidang Riset : Aplikasi Pulse CO2 laser dengan kekhususan Laser Induced Plasma Spectroscopy
Data (s/d Jun 09) : Publikasi Internasional (117 karya ilmiah)
Konferensi Internasional (30 karya ilmiah)
Publikasi nasional (banyak)
Supervisi Mahasiswa S3 (10 Doktor dan semuanya warga Indonesia)

Sebagai pelengkap data, Sensei Kagawa adalah pionir penelitian "Laser-Induced Color Centre Formation " yang mana mendapatkan penghargaan "The Nishiwa Kinen Foundation" tahun 1975; peneliti terkemuka yang menganalisa hidrogen pada bahan padat, bahan organik pada makanan, tumbuhan dan obat; penasehat sukarela di "Maju Makmur Mandiri Research Centre" sejak tahun 2000 hingga sekarang.

Nama : Dr. Ir. Koo. Hendrik Kurniawan. M.Eng.Sc
Lahir : Semarang, 18 Desember 1960
Jabatan : Research Coordinator Maju Makmur Mandiri Research Centre
Sarjana : Universitas Trisakti 1985
Doktor : Universitas Indonesia1992 (Cum Laude)
(pembimbing: Prof. M. Barmawi, Prof. T. Kobayashi, Prof. K. Kagawa, Prof. M.O. Tjia)
Fellow : The Royal Society of Chemistry 2007
Bidang Riset : Applied Laser Technology and Laser Spectroscopy
Data (s.d Jun 09) : Publikasi Internasional (86 karya ilmiah)
Konferensi Internasional (31 karya ilmiah)
Publikasi nasional (48 karya ilmiah)
Supervisi Mahasiswa S3 (6 Doktor)

Publikasi Internasional dengan IF (Impact Factor) yang bergengsi seperi

  • Analytical Chemistry (IF 5.918 ) (3 karya ilmiah)
  • Spectrochimica Acta Part B (IF 2.793) (8 karya ilmiah)
  • Journal of Applied Physics (IF 2.479) (9 karya ilmiah)
  • Applied Physics B (IF 2.167) (5 karya ilmiah)
  • Applied Spectroscopy (IF 2.103) (15 karya ilmiah)
Sebagai pelengkap data, Pak Hendrik mendapatkan beberapa penghargaan antara lain "The first prize, The Second Aseans Science and Technology Week, Philippine 1989", "The Best Young Researcher in Engineering Field, Indonesia Institute of Sciences, 1997", "The Best Researcher in the field of Science and Techonology, Indonesia Japan Toray Science Foundation 2001" dan "One among Six Indonesian Leading Scientists and Engineers of OIC 2008"

Mengapa saya meletakan data mereka? Saya ingin memberikan hormat kepada mereka dan bangga bisa mengenal mereka. Mereka adalah contoh dari dosen dan peneliti Indonesia yang telah berjasa, peduli bagi dunia penelitian dan pelatihan pendidikan fisika sekolah menengah di Indonesia yang mana keberadaan mereka adalah diluar struktur pemerintahan dan universitas di Indonesia. Jadi marilah kita mencontoh dan belajar dari mereka.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi: http://www.mmfoundation.org
Referensi photo: http://www.stelab.nagoya-u.ac.jp/omosaic/ics498/fig/fuji_web.jpg

Read More......

Minggu, 12 Juli 2009

Keluarga Carlebur

Ini adalah nyata karena merupakan sahabat saya. Memang mereka tidak terkenal karena memang bukan selebritis, tapi keberhasilan dalam pendidikan membuat saya kagum dan salut. Jadi sebelumnya kuucapkan selamat kepada keluarga ini, terutama kepada sahabatku yang cantik dan cerdas. Diterima di program studi S2 untuk sang kakak dan S1 untuk sang adik dibidang biologi Universitas Cambrigde.

Siapakah mereka? Dengan ayah, F. Carlebur, berkebangsaan Belanda, Katolik dan memperoleh insinyur kimia 1978. Pada tahun 1987 menikahi seorang wanita peranakan Jawa yang lahir di Jawa Tengah, Buddha Kejawen (tradisi keluarga) dan juga merupakan insinyur kimia Universitas Diponegoro 1980. Seorang wanita yang masih kental akan kultur, tata krama budaya timur. Satu hal, karena pekerjaan sang suami yang harus merantau maka sekarang mereka berdomisili di Thailand.

Gadis yang pertama bernama Myrna, Agustus 1988. Saat SMA bersekolah di Bangkok Patana School, lulus 2006. Catatan prestasi yang ditorehkan, pada "0" level pada tahun 2004 mendapatkan 11 nilai A* dengan penghargaan Top in the World (2 subyek) dan Top in Thailand (3 subyek). Sedangkan pada "IB" (
International Baccalaureate) level pada tahun 2006 mendapatkan nilai penuh 45, dengan karya tulis kandungan kalsium di susu. Sarjana di bidang biokimia di Cambridge University 2009 dan sekarang masuk program master di bidang dan universitas yang sama.

Gadis yang kedua bernama Saskia, Mei 1991. Pada saat SMA, gadis ini juga bersekolah di Bangkok Patana School, lulus 2009. Catatan prestasi yang ditorehkan, pada "0" level pada tahun 2007 mendapatkan 11 nilai A* dengan penghargaan Top in the Wolrd (2 subyek) dan Top in Thailand (4 subyek). Sedangkan pada "IB" (
International Baccalaureate) level pada tahun 2009 mendapatkan nilai penuh 45, dengan karya tulis kandungan protein di serangga. Sekarang akan masuk kuliah di Cambridge University bidang biologi.

Kemampuan lain yang membuat saya takjub pada kedua gadis ini adalah kemampuan berbahasanya. Mereka mampu berbicara dalam bahasa Inggris, Indonesia, Tionghoa dan Jawa.

Khusus untuk putri Carlebur yang kedua, Saskia, mendapatkan beasiswa dari Yale University dan John Hopkins University (Amerika). Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Saskia memutuskan untuk memilih Cambridge University. Pertimbangannya antara lain segi kultur, keluarga dan persepsi akan kebersamaan dan keutuhan dalam perjalanan masa depan yang lebih pasti dan saling mendukung dalam mata rantai keluarga.

Apa yang menjadikan mereka spesial? Mereka berdiri diatas keaneka ragaman suku, agama, ras, budaya, lingkungan, dll. Dengan peranan seorang wanita sebagai istri sensasional dalam pendidikan kultur keluarga menghasilkan kekuatan magis untuk kesuksesan generasi penerus. Kekuatan magis yang berasal dari kultur budaya Timur Nusantara (Jawa) yang kental dalam pola pikir kehidupan sosial dan keluarga dengan penuh keharmonisan dan kedinamisan.

Apa perbedaan antara nilai prestasi diatas (prestasi di berbagai bidang) dengan nilai prestasi kompetisi (bidang khusus)? Mana yang lebih diprioritaskan dan lebih membanggakan bagi orang tua dan guru di sekolah?

Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Jumat, 10 Juli 2009

Ujang Mimpi

Kriinnngggg......... Weker berbunyi dan menunjukan pukul 4 pagi, Ujang Mimpi bangun dari tidur yang nyenyak dan bersiap untuk mengantarkan koran ke rumah penduduk untuk mendapatkan uang tambahan. Setelah selesai akan pekerjaan, Ujang Mimpi pergi ke sekolah, dan untuk akhir pekan pergi ke sebuah pasar untuk mendengar cerita dongeng yang dibawakan oleh Kakek Habi. Itulah yang dilakukan sehari-hari dan mendengarkan cerita menjadi rutinitas karena keindahan, kedamaian yang selalu dirasakan meskipun ada konflik, sebuah cerita selalu diakhiri dengan kebahagiaan.


Suatu hari, setelah selesai mendongeng, Kakek Habi melihat wajah murung Ujang Mimpi. Kakek Habi menghampiri dan bertanya, ada apa dengannya. Ujang menjawab: Andai dunia dongeng itu ada, aku ingin pergi dan tinggal disana, dimana semua impian dan keajaiban terjadi disana. Tidak seperti dunia ini, ketidak adilan dimana-mana, yang miskin akan selalu miskin dan menjadi orang kaya hanyalah mimpi di siang bolong.

Kakek Habi tersenyum dan memberikan sebuah batu meteorit. Rahasiakan hal ini, peganglah batu tersebut dan malam ini ketika semua keluarga tidur terlelap, keluar dan pergi ke halaman belakang sekolah karena akan ada sebuah becak fantasi menunggu penumpang untuk pergi ke negeri dongeng.

Pulang dengan kebimbangan karena terjadi peperangan antara logika dan keingin tahuan. Hal yang tidak mungkin ada, tapi jika itu benar berarti... sesuatu yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata. Semakin malam semakin gelisah antara pergi dan tidak pergi. Ketika yang lain terlelap, Ujang Mimpi malah terjaga dan akhirnya memutuskan untuk pergi diam-diam untuk menghilangkan kegelisahannya.

Sesampai di halaman belakang sekolah, kosong dan tidak ada apa-apa, itulah yang dilihat oleh Ujang. Dalam hati berkata, betulkan saya telah ditipunya, dasar penipu ulung. Dan batu jelek ini pasti hanya bualannya. Dilemparnya batu tersebut dan tiba-tiba terdengar suara kayuhan sepeda dan krincingan. Ada becak datang dengan abang yang keren dan berkata," Adik memesan becak ke negeri dongeng? Jika iya naiklah."

Rasa tidak percaya dan ragu-ragu, Ujang Mimpi naik ke atas becak. Belum duduk 5 menit, becak telah terbang sehingga bulanpun terasa dekat. Tak lama kemudian terlihat dari kejauhan binatang-binatang dalam dongeng seperti unicorn, griffin, naga, phoenix, dll. Becak terbang menurun dan tak lama kemudian abang tukang becak berkata, "Yak kita telah sampai, inilah negeri dongeng dan selamat bersenang-senang".

Kakek Habi datang menjemput, mengajak berkeliling dan membawanya pulang ke rumah. Sesampai di rumah, Ujang Mimpi berulah dan kemudian berteriak "Akulah raja di negeri ini", kemudian ia berlari keluar dan ingin memberikan pernyataan ini ke seluruh penduduk. Sebelum hal tersebut terjadi dan sesaat sebelum Raja Nedo (Negeri Dongeng) lewat, Kakek Habi menangkap dan menundukan kepala Ujang Mimpi.

Dengan rasa kesal, bingung dan kemudian bertanya apa yang salah dari perbuatannya. Kakek Habi menjawab: Kamu adalah tamu di negeri ini dan kita adalah rakyat kecil, jadi hendaknya tahu apa itu sopan santun. Negeri dongeng ini bisa damai, tentram karena mereka tahu mana yang baik dan benar, tahu apa itu sopan santun dan berdisiplin. Tidak tahu sopan santun sama halnya dengan kejahatan. Bisa-bisa, kamu kena hukum cambuk. Itulah sebabnya negeri dongeng bisa indah, tertib dan teratur karena memiliki hukuman yang sangat keras bagi yang melakukan kesalahan. Baiklah, sekarang kita pulang dan istirahat karena besok kita harus bekerja.

Ujang bertanya-tanya kemudian memberanikan diri untuk bertanya. Ujang bekerja? Ujang khan hanya 4 jam disini dan mengapa Ujang harus bekerja, lagian ini khan dunia dongeng yang penuh dengan keajaiban.

Kakek Habi menjawab: Maaf saya lupa memberitahu pada Ujang Mimpi bahwa 1 jam di dunia nyata sama dengan 1 minggu di Negeri dongeng. Ujang harus bekerja karena dengan bekerja Ujang Mimpi baru dianggap sebagai manusia yang patut untuk dihargai dan dihormati. Jadi mulai esok ujang membantu kakek membersihkan kandang binatang, yahhh...

Tak bisa membantah dan hanya bisa menurut, Ujang melakukan apa yang diperintahkan oleh Kakek Habi. 1 hari terlewati, 2 hari terlewati, sampai 1 minggu telah terlewati. Ujang jenuh dan bertanya: Kakek Habi apa yang harus saya lakukan agar aku dapat seperti orang-orang yang diceritakan oleh kakek dalam dongeng, contohnya menjadi raja, menjadi orang yang disayangi oleh seluruh penduduk, dll. Jika saya hanya bekerja di kandang saja, mana mungkin saya menjadi seperti orang dalam cerita dongengmu.

Tersenyum dan menjawab: baiklah jika Ujang benar-benar ingin tahu. Mereka telah memiliki dan melakukan hal yang luar biasa besar dan hebat; dan usahanya dapat dirasakan oleh seluruh penduduk. Nahhh.... apa yang Ujang miliki? Dan jika Ujang Mimpi percaya dapat melakukan sebuah perubahan untuk seluruh warga disini, kakek tidak melarang, lakukanlah apa yang menurutmu benar.

Kembali ke kandang, dan berpikir tetap tidak menemukan jawaban. Keliling kota berharap mendapat ilham, tapi hasilnya sama yaitu tidak ada jawaban. Semua yang dilihat, tiada yang berbeda dengan kehidupan nyata yaitu sekeras apapun usahanya bahkan hingga banting tulang mereka tetap miskin, dan tidak dihargai. Jadi hal yang luar biasa dan hebat apa yang telah dilakukan, sampai-sampai setiap raja atau orang tertentu lewat, mereka begitu diagungkan dan tampak rasa bahagia ketika harus berhadapan. Aneh tapi nyata apakah itu hanya salah satu cara mereka untuk meningkatkan derajat hidup mereka.

Seminggu telah berlalu dan kakek kembali bertanya: bagaimana, Ujang Mimpi telah tahu apa yang harus diperbuat? Ujang yang merasa bimbang, mengeluarkan pendapat: Apakah yang dimaksud kakek adalah berperilaku baik di depan orang yang lebih berkuasa atau dihormati. Jika ya maka apa bedanya dengan menjilat?

Tertawa hingga sakit perut dan kakek menjawab: Ujang-ujang apa sih yang dipikirkan? Hari gini masih menjilat orang yang lebih berkuasa. Di dunia dongeng hal itu tidak akan terjadi, jika harus berperilaku baik maka itu tidak hanya dilakukan kepada orang tertentu tapi ke seluruh orang. Hal yang luar biasa dan hebat yang mereka miliki adalah imajinasi tinggi, usaha besar dan hati yang dalam. 3 modal ini, tidak hanya dimiliki oleh orang di negeri dongeng tapi juga di dunia nyata. Bagaimana?

Imajinasi tinggi berarti memiliki mimpi untuk melakukan sesuatu yang baru atau besar, yang mana akan memberikan dampak besar bagi diri sendiri maupun orang lain. Usaha besar adalah seberapa besar usaha yang dilakukan untuk mencapai impian tersebut. Apakah lansung menyerah ketika sebuah kegagalan menghampiri atau terus mencoba walaupun berjuta kegagalan. Hati yang dalam adalah seberapa dalam anda mendedikasikannya dan seberapa siap anda menerima cacian dan cercaan yang mana dapat merubah keteguhan anda.

Ujang Mimpi mulai mencerna akan apa yang dikatakan Kakek Habi. Ujang mulai bermimpi akan apa yang hendak diperbuat dan diciptakan untuk sebuah perubahan. Kemudian setahap demi setahap membuat langkah dan rencana untuk mewujudkan mimpi tersebut. Waktu pulang ke dunia nyata semakin dekat dan tidak disadarinya. Hingga kakek mengingatkan, esok adalah saatnya Ujang Mimpi pulang ke dunia nyata dan melanjutkan tugas sebagai pengantar koran dan pelajar.

Tiba pada waktunya dan becak fantasi telah menunggu, perasaan sedih untuk meninggalkan negeri dongeng ini. Apa daya keluarga dan kewajiban di dunia nyata telah menunggunya. Kakek Habi berpesan, ketika Ujang Mimpi meninggalkan negeri dongeng ini jangan lupakan imajinasi yang telah diciptakannya karena itu adalah cahaya yang akan menuntun kepada sebuah perubahan.

Kriinnngggg......... Weker menunjukan pukul 4 pagi, waktunya bangun dan melakukan kewajiban yaitu menjalankan tugas dengan baik dan mengumpulan bekal (ilmu pengetahuan dengan belajar dan belajar) untuk masa depan yang lebih cerah dan pasti.

Ujang mimpi = U Jangan Mimpi saja
Kakek Habi = Kakek yang memiliki Hati Bijak

Enjoy, peace and love from Sukra.

referenso foto:
http://palembangdaily.files.wordpress.com/2008/02/koran.jpg
http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/06/becak.jpg

Read More......

Selasa, 30 Juni 2009

Bapak Fisika Indonesia (ver. Sukra)

Versi Sukra karena saya tidak mau disalahkan dan ini merupakan penilaian dari kacamata pribadi yang mungkin berbeda dengan penilaian pihak lain. Penilaian Sukra ini sangatlah sederhana dengan hanya melihat kontribusi artikel ilmiah internasional termasuk impact factor atas artikel tersebut, sama seperti halnya pada kriteria penilaian seseorang ilmuan untuk memperoleh hadiah nobel di bidang tertentu.

Bapak Fisika Indonesia menurut saya adalah pelopor dan pakar ilmuwan Indonesia di bidang ilmu Fisika, baik Fisika teoretis maupun Fisika experimentalis. Ada dua nama yang saya anggap sebagai Bapak Fisika Indonesia yaitu Prof Dr Muhamad Barmawi dan Prof Dr Tjia May On, keduanya dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Biodata Singkat:

Nama : Prof.Dr.Muhamad.Barmawi
Lahir : Bandung, 1 September 1932
Guru besar : Fisika ITB (1972-sekarang, Emeritus)
Sarjana : Institut Teknologi Bandung d/h Universitas Indonesia 1957
Doktor : University of Chicago USA 1967
Bidang riset : Fisika material, Elektronika
Data(s/dSep02) : Publikasi Internasional (18 karya ilmiah)
Konferensi Internasional (27 karya ilmiah)
Publikasi lainnya (201 karya ilmiah)
Supervisi Mahasiswa S3 (lebih kurang 20 Doktor)

Sebagai data pelengkap, Pak Barmawi dan stafnya telah membangun Laboratorium Fisika Material Elektronik ITB dengan sarana sistem reaktor (reaktor metalorganic chemical vapor deposition, reaktor pulse-laser ablation deposition, reaktor plasma enhance chemical vapor deposition, dan reaktor unbalanced dc-magnetron sputtering) dan fasilitas karakterisasi (epavarator, sistem cryogenic, sistem pengukuran photoluminiscence, sistem pengukuran effect-hall, dan sistem pengukuran IV, CV dan DLTS).

Nama : Porf.Dr.Tjia.May.On
Lahir : Probolinggo, 25 Desember 1934
Guru besar : Fisika ITB (1992-2004)
Sarjana : Institut Teknologi Bandung 1962
Doktor : North Western University USA 1969
Bidang riset : Fisika Material Organik Terkonjugasi dan Superkonduktor
Data (s/dDes08) : Publikasi Internasional (88 karya ilmiah)
Konferensi Internasional (44 karya ilmiah)
Publikasi Nasional (44 karya ilmiah)
Konferensi Nasional (77 karya ilmiah)
Supervisi Mahasiswa S3 (16 Doktor)

Sebagai pelengkap data, Pak Tjia adalah satu diantara 6 ilmuwan asal Indonesia dari 381 ilmuwan terkemuka dalam "Committe Of Science and Technology" (http://www.comstech.org) yang terdiri dari 57 negara dan tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Lalu bagaimana dengan nama-nama Orang Fisika yang mungkin lebih sering terdengar atau lebih terkenal dalam masyarakat? Itu terserah anda, dan telah disebutkan ini adalah Bapak Fisika Indonesia versi Sukra yang mana penilaian berdasarkan kemampuan dan kontribusi yang diberikan dalam dunia fisika bukan hanya di Indonesia tapi di dunia.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi:
"Ilmuwan Pelopor Indonesia", Gatra no. 25 tahun XV, 2009.
"Prof Dr.M.Barmawi Perjalanan Karier",Lemp ITB, 2002

Read More......

Sabtu, 27 Juni 2009

Tata Bangunan dan Ruang (Feng Shui)

Memamfaatkan kesempatan yang ada. Maksudnya, saya mendapatkan informasi penting dari orang yang mengenal inti sari dari ilmu Feng Shui, sedangkan pembaca mendapatkan informasi yang selama ini tidak diketahui dan sangat mengejutkan. Informasi ini saya dapatkan karena kakak saya, Eileen yang akan S2 design di Universitas Trisakti, sedang mencari bahan untuk topik thesisnya sehingga mencari informasi dari orang yang ahli dan paham secara keseluruhan.

Feng Shui diartikan sebagai ilmu pengetahuan tata bangunan dan ruang klasik China, yang sangat erat hubungannya dengan pengetahuan geomorfologi, struktur tanah, arah angin, sirkulasi udara, aliran air, sinar matahari, dll. Secara umum digunakan untuk kuburan dan hunian.

Feng Shui yang dikenal saat ini, umumnya adalah sebuah gambaran yang direkayasa dan dikemas sebagai intrik komersial karena manusia berharap dari Feng Shui dapat memenuhi kebutuhan psikologisnya. Akibatnya kesan menjadi eksklusif, dan spesial padahal menyesatkan. Btw saat ini, Feng Shui juga sering dikaitkan dengan energi "supernatural" atau kepercayaan dan agama yang tidak ada kaitannya.

Pada awalnya tata bangunan dan ruang hanyalah sebatas naluri, kemudian berdasarkan pengalaman, berlanjut menjadi sebuah pengetahuan dan pada akhirnya tercipta sebuah falsafah logika dan teori ilmu. Falsafah logika dan teori ilmu yang ada di negeri China dapat dikatakan telah melakukan perjalanan panjang yaitu masa penyebaran (200M-600M), masa perkembangan (600M-1000M), masa kejayaan (1000M-1300M), masa menjamur (1300M-1600M) dan masa pasang surut (1600M-sekarang).

Sedangkan untuk Indonesia, mulai diminati pertengahan dekade 80-an. Lie Tjung Jie adalah salah satu orang yang pertama menyusun ilmu Feng Shui Hunian secara sistematik dalam bahasa Indonesia ("Diktat Analisa Penampilan Bangunan Rumah", Jakarta, Mei 1989). Diktat tersebut disusun dengan metode pengumpulan data, analisa, penarikan kesimpulan dan penegakan diagnosa kerja dan perencanaan tindak lanjut.

Dasar pengetahuan dan falsafah Feng Shui terbagi atas 3 yaitu unsur ekologi, estetika dan psikologi. Unsur Ekologi adalah gambaran peta geomorfologi yang berupa struktur geologi, medan dan keadaan topografi seperti gunung, angin, air dan sinar matahari yang berdasar pada falsafah budaya peradaban. Unsur estetika ditujukan kepada fondasi, bentuk, design bangunan dan tata ruang yang dikaitkan dengan kehidupan alam dan sosial dengan falsafah karakter bangsa. Unsur psikologi dikaitkan dengan falsafah budaya sampai logika dan pola pikir; merujuk ke rasa aman, nyaman, tentram, harmonis dan serasi yang menggambarkan falsafah jiwa kepribadian.

Dasar dan teori ilmu Feng Shui terbagi atas dua yaitu teori citra topografi dan teori energi vital dengan 4 alirannya. Karena penggunaan saat ini lebih ke arah hunian, Fungsi untuk bangunan kuburan tidak saya bahas.

Citra topografi haruslah dibedakan antara geomorfologi China dan Indonesia yang mana ini sering sekali dilupakan. China adalah negara daratan yang mana pada bagian utara terdapat udara dingin, barat terdapat angin pasir, timur terdapat air laut, selatan terdapat gunung nadi, dan sungai mengalir dari barat menuju timur; disamping itu memiliki 4 musim dan sinar matahari di bawah lintang utara 23'5; sehingga konsep rumah hendaknya mengarah ke timur dan selatan. Indonesia adalah negara kepulauan di garis khatulistiwa yang memiliki 2 musim saja dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan arah angin dari barat dan timur. Khusus di pulau Jawa, bagian utara terdapat air laut, selatan terdapat gunung nadi, sungai mengalir dari selatan menuju utara; sehingga konsep rumah hendaknya mengarah ke arah timur dan utara.

Selain citra topografi, perbedaan budaya dan karakter dari komunitas masyarakat atau etnis suku bangsa juga akan mempengaruhi bentuk kampung atau kota dalam membangun hunian. Tata letak wilayah dipengaruhi oleh lingkungan hidup, falsafah dan budaya, unsur ekologi dan antropologi. Tata bentuk bangunan dipengaruhi oleh lingkungan sosial, logika dan teori, unsur estetika dan sosiologi. Tata design rumah dipengaruhi oleh lingkungan kesehatan, pola hidup, praktek lapangan dan rencana tindak lanjut, dan unsur kesehatan dari psikologi.

Catatan Feng Shui yang berhubungan dengan psikologi dalam kesehatan dan keuangan:

  • Faktor pintu dan ruang tamu: kehidupan sosial dan marketing.
  • Faktor dapur dan ruang makan: pola hidup dan managemen.
  • Faktor kamar utama dan ruang keluarga: hidup berkeluarga dan finansial.
  • Faktor aliran air: psikologi dan karakter seseorang dalam mengolah keuangan dalam kehidupan bermasyarakat, keluarga dan pribadi.
  • Faktor "muara air": sumber keuangan dari kekayaan orang tua, kemampuan ilmu pendidikan, dan hasil hubungan pertalian.
Kesimpulan dan akhir kata:
  • Tata bangunan dan ruang (Feng Shui) harus ada terobosan inovatif yang sinkron dengan budaya, falsafah, teori, logika, geomorfologi nusantara dan perkembangan ilmu bangunan terhadap zamannya.
  • Jangan terjerumus akan energi supernatural demi kepuasan jiwa dalam pengertian sempit yaitu motivasi diri untuk kekayaan dan kedudukan sebagai aspek sugesti psikologis, tanpa landasan falsafah ilmu, rasio dan logika.
  • Apa yang kita lihat saat ini, Feng Shui telah menjadi pembenaran dan pelecehan akan ilmu itu sendiri; rekayasa, halusinasi jiwa dan karakter manusia itu sendiri akan kehendak dalam rencana dan aplikasi tindak lanjutnya.
Enjoy, peace and love from Sukra.

Read More......

Rabu, 24 Juni 2009

Dongeng Haripet

Di sebuah kampung yang bernama Haripet, tinggal sebuah keluarga. Bukan keluarga kaya tapi dihormati oleh seluruh kampung karena menjunjung tinggi keprofesionalan dan pendidikan dinomor satukan. Dalam keluarga tersebut terdapat seorang anak pria bernama Raka yang diharapkan menjadi seseorang dengan jiwa pemimpin (raja) yaitu melihat, mendengar dan membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitarnya. Raka tumbuh menjadi pemuda yang tampan, tegas dan cerdas. Ketika dewasa, ayah Raka tidak ragu untuk mengirim Raka ke kampung Tralia untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik meskipun sangat mahal.

Kabar tentang Raka terdengar hingga ke penjuru kampung. Seorang saudagar kaya yang juga mendengar kabar tersebut akhirnya mencari informasi. Saudagar ini ingin menjodohkan putrinya Ratik yang mana sering dipanggil dengan Ratu Cantik. Ratik adalah perempuan yang lembut dan mendapatkan pendidikan di kampung Merika tapi sayang ia manja dan borjuis. Hal ini mungkin dikarenakan pendidikan dan lingkungan keluarganya.

Informasi yang dicari ayah Ratik didapatkan, ternyata keluarga Raka adalah sahabat karib ketika masa sekolah dahulu di Guangfu dan Raka sendiri memenuhi kriteria yang diinginkan. Ayah Ratik mengadakan sebuah perjamuan dengan alasan temu kangen padahal tujuan sebenarnya adalah memperkenalkan Ratik dan menjodohkannya kepada Raka yang mana keduanya sedang dalam masa liburan.

Dalam perjamuan dan percakapan tersebut muncul pandangan akan perjodohan tersebut:

  • Ratik: Saya jatuh cinta pada saat melihat Raka pertama kali.
  • Ibu Ratik: Ibu sangat mendukung pilihanmu, pilihan yang tepat.
  • Ayah Ratik: Ayah senang jika Ratik bisa mendapatkan yang terbaik untuk masa depan dan ayah merestuinya.
  • Ibu Raka: Kita sudah saling mengenal, jika keputusan hendaklah diserahkan pada anak.
  • Raka: Berikan saya waktu untuk mempertimbangkannya.
  • Ayah Raka: Pacaran tidak terkait waktu dan emosi untuk membangun rasa cinta, tapi pembelajaran yang membutuhkan waktu dan kebijaksanaan untuk menanam rasa hormat, menghargai dan kejujuran.
Kisah cinta bersemi dan menjelang akhir liburan, kedua keluarga menyepakati untuk menjadi sebuah keluarga dengan menikahkan putra dan putrinya setelah pendidikan mereka selesai. Persiapan pernikahan dilakukan oleh pihak keluarga yang mana akan diadakan acara nikah dengan adat kultur budaya dan pesta modern yang mewah. Pada awalnya pernikahan yang diharapkan oleh mempelai pria adalah yang hikmat dan sederhana.

Hari pernikahan datang. Pagi hari acara adat dengan sembahyang, doa restu, dan janji kepada langit, bumi, leluhur, orang tua dan kerabat dekat kedua mempelai. Setelahnya acara nikah secara agama dan diakhiri dengan pesta super mewah (terbesar di kampung tersebut). Malam hari, ketika malam pertama seharusnya terjadi, Ratik merasa lelah sehingga malam yang seharusnya menjadi malam istimewa tidak terwujud.

Malam kedua, Ratik mengungkapkan rahasia yang selama ini disimpan yaitu ia sudah tidak gadis. Ratik melakukan sekali dengan sadar ketika di kampung Merika dan memberikan kegadisannya kepada sahabat karibnya yang baik dan berjasa kepadanya. Ratik berkata kepada Raka agar dirinya ikhlas dan mengerti. Karena saat ini hubungan Ratik dengan sahabatnya hanya sebatas sayang tiada rasa cinta karena cinta Ratik akan sepenuhnya diberikan hingga mati kepada Raka.

Hari ketiga di pagi hari, Raka dan Ratik berkunjung ke keluarga mempelai wanita untuk memberikan salam dan hormat. Raka membawa babi panggang kecil yang mana ekornya dirusak sebagai makna bahwa mempelai perempuan sudah tidak gadis (adat kultur). Raka pamit dan tidak kembali untuk menjemput istrinya.

Ratik menangis dan terus menangis, teriakannya tangisnya bagaikan petir yang dapat membelah gunung hingga akhirnya Ratik meninggal. Sedangkan Raka pergi bersemedi dan tidak kembali ke kampungnya karena malu. Setelah kejadian tersebut setiap kali ada pernikahan di kampung tersebut, sehari sebelumnya akan selalu terdengar suara harimau yang mengaum dan hujan lebat. Apabila calon istri tidak lagi gadis maka akan ada pohon yang terbelah karena tersambar petir. Oleh sebab itu kampung tersebut dinamakan Haripet (harimau dan petir).

"Perkawinan sesungguhnya dibangun oleh moral, kejujuran dan kesetiaan. Apakah perkawinan terjadi karena ada suatu kesepakatan oleh rasa, kebaikan dan keikhlasan?"

Mohon maaf jika ada nama dan tempat yang sama. Hal diatas hanyalah sebuah cerita fiksi belaka.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi foto: http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/cloud-to-ground.gif

Read More......

Minggu, 21 Juni 2009

Tampan dan Cantik Sepanjang Masa

Di zaman metropolitan, wanita selalu ingin tampil menarik. Eitsss... Jangan salah pria juga ingin tapi hal ini kurang menonjol karena media telekomunikasi saat ini lebih menunjukan perawatan untuk wanita. Jadi dalam kesempatan ini, saya mencari seseorang yang mempu menjawab rahasia awet muda (anti ketuaan) bagi pria maupun wanita tanpa diskriminasi. Banyak yang menyebutnya dengan Ny. Kamaratih Sridewi (nama samaran) padahal setahu saya sudah angkatan nenek saya. Hihihi...

Teori dasar (sudah seperti kuliah saja): Manusia takut tua, padahal yang ditakuti adalah ketuaan, sehingga dicari anti ketuaan. Tua adalah sebuah proses alam baik secara fisiologi, psikologi dan internal tubuh yang terus berjalan secara umum dan sistimatik. Ketuaan adalah sebuah keluahan atau penyakit yang umumnya timbul pada usia tua seperti pikun, perubahan pada kulit (keriput), rambut (menjadi putih), mata (mulai rabun), pendengaran, alat gerak tubuh, gigi, dll. Anti ketuaan yaitu merawat kesehatan dengan beradaptasi secara natural yang logis, serasi, nyaman dan benar guna tercapainya kesehatan dan kehidupan yang bermakna.

Ketuaan terjadi tentu ada penyebabnya antara lain:

  • Faktor kesehatan gen keturunan.
  • Ransangan fungsi organ tubuh akibat emosi yang tidak seimbang sehingga menyebabkan metabolisme yang tidak seimbang.
  • Kerusakan fungsi atau organ tubuh akibat sebuah kejadian atau penyakit.
  • Kelelahan karena menggunakan tubuh hingga melewati ambang batas.
  • Faktor-faktor kesehatan seperti kesehatan lingkungan sosial, pola hidup, lingkungan alam, dll.
Langkah awal dalam anti ketuaan adalah kesehatan pola hidup yaitu kerja, makan, minum, tinggal, tidur, olahraga, liburan, dan penggunaan alat elektronik yang seimbang dalam menjaga kesehatan tubuh, jiwa dan panca indra. Anti ketuaan yang disarankan oleh Ny. Kamaratih Sridewi antara lain:
  • Kesehatan dengan olahraga seperti senam, Qi Gong, yoga dan meditasi yang benar dan teruji.
  • Moksibasi (titik K1, Ren 8, S36) dan akupuntur (titik L14, Liv3, Li11,Sp6,P6, G34, Tu20).
  • Ramuan herbal seperi Rhizoma cyperi, Rhizoma curcuma xanthorrhiza, Radix et Rhizoma glyrrhizae.
  • Konsumsi air minum sehat secara teratur dan pola makan yang seimbang.
Jadi pada umumnya terapi anti ketuaan adalah rekayasa pada sebagian dari tubuh lokal. Yang mana, anti ketuaan tersebut lebih mengutamakan penampilan, wajah dan kulit bukan pada kesehatan pola hidup yang sehat secara keseluruhan.

Terapi anti ketuaan yang baik dan benar adalah mengikuti pola hidup seperti yang dituliskan diatas dan bila ingin berlanjut haruslah ditangani oleh konsultan ahli karena akan dilakukan pendekatan secara holistik dan personal. Hal ini dilakukan untuk menentukan cara bagaimana menetralisasi racun di tubuh dan jiwa, serta membangun daya sistim pertahanan tubuh untuk melestarikan sistim organ dan fungsi tubuh secara keseluruhan untuk tercapainya usia yang panjang dan kehidupan yang sehat dan dinamis.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi foto: http://img181.exs.cx/img181/9018/shinta8tl.jpg

Read More......

Artikel Favorit dalam 1 minggu