Sabtu, 11 Oktober 2008

Kenikmatan Secangkir Kopi

Diambil dari biji kopi pilihan, diolah dan diproses dengan teknologi canggih, menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Iklan banget yah... Jujur kalo saya, kopi paling nikmat adalah yang saya minum ketika udara dingin, sendirian, menunggu bis malam lewat. Hihihi...

Maaf jika ada kesamaan nama.

Suatu pagi, Arjuna pergi ke rumah pak Raden ingin bertemu anak gadisnya yang cantik yang merupakan teman bermainnya ketika kecil. Pak Raden mengajak ngobrol Arjuna dan ketika hendak minum kopi, pak Raden teringat akan sesuatu. Arjuna kamu tahu? Kopi paling nikmat di kampung ini adalah buatan nenekmu. Bisakah kamu mengajarin anak gadisku, membuat kopi senikmat kopi buatan nenekmu itu?

Setelah selesai ngobrol dan bertemu dengan anak gadis pak Raden, Arjuna pulang dan bertanya jenis, merek, dan semua takaran untuk membuat secangkir kopi yang nikmat kepada nenek. Keesokannya Arjuna kembali ke rumah pak Raden untuk memberikan semua data kepada anak gadisnya. Setelah itu, gadis tersebut membuatkan kopi untuk pak Raden alhasil pak Raden berkata, tetap buatan nenekmu lebih nikmat, Arjuna.

Arjuna bingung apa yang salah dengan data yang diberikan nenek. Pulang dan kembali bertanya kepada nenek akan apa yang salah. Nenekpun bingung dan akhirnya mengajarkan Arjuna membuat kopi secara lansung.

Hari ke-3, Arjuna datang lagi dan bersama dengan anak gadis pak Raden membuat kopi. Semakin dekat mereka, apakah timbul benih-benih cinta diantara mereka yah? Hihihihi. Balik ke topik, hasil yang diperoleh tidaklah sama dengan hasil yang dibuat di rumah nenek.

Arjuna pulang dan berpikir keras apa yang menyebabkan perbedaan tersebut. Arjuna akhirnya menemukan sebuah jawaban yaitu air yang digunakan. Di rumah nenek, air yang digunakan adalah air gunung yang telah disaring dengan arang, ijuk dan batu-batuan. Arjuna bertanya akan hal itu kepada nenek dan membenarkannya. Arjuna mencoba membuatnya dengan mengambil air yang dikendi (hasil masak di pagi hari) untuk dimasak kembali. Nenek yang melihat, lansung menghentikannya. Apa yang kamu lakukan Arjuna Air tidak boleh dimasak dua kali karena akan menghasilkan "air tidak sehat". Akhirnya Arjuna mangambil air mentah untuk dimasak dan digunakan untuk menyeduh kopi. Hasilnya masih belum senikmat yang nenek buat. Arjuna bertanya lagi, apa yang salah nek? Dengan rasa hampir putus asa, Arjuna kembali mencoba tapi kali ini ada yang berbeda yaitu ceret untuk merebusnya. Ternyata hasilnya sama dengan nenek punya. Senang hati Arjuna tak terbayangkan seperti mendapat durian runtuh.

Hari ke-4, Arjuna berangkat ke rumah pak Raden dengan membawa air gunung yang telah disuling dan ceret ajaib (ceret tembaga) nenek. Sebelum berangkat nenek mengingatkan untuk menggunakan air pada waktu yang kesekian setelah mendidih, agar aroma dan kenikmatan kopi tersebut menggoda hati. Arjuna pergi dan mencoba membuat secangkir kopi untuk pak Raden, dan hasilnya pak Raden puas akan hasil buatan kopi Arjuna dan anak gadisnya. Kata pak Raden, pas banget nikmatnya. Setelah selesai, Arjuna dan anak gadis pak Raden pergi ke pasar untuk mencari ceret tembaga yang mirip dengan nenek Arjuna miliki. Dan kisah cinta keduanya? Saya tak ingin membuatnya wong ini kisah kenimatan secangkir kopi.

Kopi yang paling nikmat tidaklah saya ketahui karena setiap orang memiliki seleranya masing-masing. Tapi hal yang pasti air gunung yang telah disaring adalah air yang menyegarkan dan menyehatkan. Air dimasak baik karena membunuh kuman tapi janganlah dimasak berulang kali bisa karena air akan menjadi "air tidak sehat" (kata orang tua). Ceret tembaga dan waktu kesekian setelah mendidih akan memberikan kenikmatan tersendiri dalam proses pembuatan kopi, buktikan sendiri yah. Hihihi.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi Photo:
http://bp1.blogger.com/_lNsqodcBzGY/RqrfHjE3VDI/AAAAAAAAACY/OcvVchDwuks/s1600-h/coffee_drinker_print_web.jpg

Related Posts by Categories



9 comments:

adealfay mengatakan...

tiap hari my hubby selalu bikin kopi, kadang kopi tubruk, kadang kopi instan. Sehari bisa 2-3 kali dia bikin kopi.
untungnya dia ga suka merepotkan istrinya, hehe dia bikin sendiri.
tapi saya jarang banget minum kopi, kalopun lagi mau harus pilih2 dulu.. ga semua kopi cocok untuk saya..
entah kenapa suka jadi deg-degan..
deg2an takut kecanduan kali ya...
haha...

Budiawan Hutasoit mengatakan...

malam mas..kalo saya satu hari itu mesti ngopi.paling tidak pagi hari.oya, saya ada posting mengenai Kopi Lokal - Kok Tong di sini : http://budiawan-hutasoit.blogspot.com/2008/10/kopi-kok-tong-warung-kopi-lokal.html
Silahkan mampir, sambil ngopi2..murah koq..

sai mengatakan...

pantes, kayak pernah tau openingnya ^^

Anonim mengatakan...

kalau saya sih percaya, bikin kopi supaya enak ya dengan mesin, tanpa mikir ceret etc, atau air gunung, beli mesin untuk buat kopi yang canggih, dan bubuk kopi starbuck, hehe, pasti enak. ini pasti lain rasanya, or bubuk kopi biasa juga sudah ok.

imran rusli mengatakan...

kopi paling enak yang pernah saya minum itu di banda aceh (tahun 1976), kopinya disaring dengan saringan sepanjang kaos kaki dengan metode air terjun, di lidah saya kopi itu jauh lebih enak dari kopi di starbucks yang saya minum di pim 2, kopi lain yang enak adalah kopi es di kota muara bungo, jambi, tapi saya lupa tempatnya, kopi sidikalang, dari, sumut juga enak, apalagi kalau diminum di menara tele, danau toba, saat menunggu matahari terbit, hmmm.

Myryani mengatakan...

ngopi tuh asik,,,
palagi kalo sambil ngeblog.........

Cara menjadi agen jelly gamat mengatakan...

waduhhh jng ditanya lgi gan nikamtnya kpi...

emang mantap gan!

Propolis brazil mengatakan...

ngopi sambil makan pisang goreng anget" mantap tuh gan...

Moviecamera21 mengatakan...

Mari buruan gabung ke moviecamera21.com
Banyak filem-filem terbaru yang di sediakan di sini jamin seru dan tidak mengecewakn teman-teman semua.
buran gabung www.moviecamera21.com
Dan banyak filem-filem keluar terbaru 2016 yang sudah di tayang kan ke bioskop kami buruan gabung teman...
https://www.moviecamera21.com


Makasih

Artikel Favorit dalam 1 minggu