Kamis, 11 Desember 2008

Rukun dan Keharmonisan

Ketika santai, saya melihat sebuah acara televisi. Diceritakan ada sebuah keluarga Betawi kedatangan tetangga baru yang terbiasa akan kehidupan luar negeri. Tanpa alasan yang jelas, kedua keluarga ini tidak akur. Kelanjutan cerita, seperti biasa muncul benih-benih cinta pada anak kedua keluarga ini dan dimulailah pada setiap keluarga untuk berusaha mencari kekurangannya masing-masing, berusaha saling menghormati dan menghargai sehingga tercipta sebuah kerukunan.

Jujur melihat kerukunan pada kedua keluarga sangat menyenangkan, meskipun film tanpa konflik itu sangat membosankan. Dari film tersebut saya menerka bahwa sebuah kerukunan tercipta bila kita sendiri telah memiliki figur seorang pemimpin yang tentu memiliki rasa simpati dan empati.

Figur pemimpin dapat ditunjukan dalam kehidupan pribadi, karakter kejiwaan, etika kemoralan. Kehidupan pribadi ditunjukan dengan rajin belajar, hidup sederhana, jujur, bersih, konsisten dalam menghadapi permasalahan. Karakter kejiwaan yang berarti seimbang, dinamis, dapat mengendalikan emosi, penuh pengertian, tidak menghina atau mengkambing hitamkan orang lain. Etika kemoralan merujuk kepada beberapa hal yaitu:

  • kebajikan dalam kemanusiaan dan murah hati
  • kesetiaan dalam membela kebenaran dan keadilan
  • kejujuran dalam ketulusan
  • kemartabatan akan harga diri
  • kepercayaan dalam komitmen dan rendah diri
Figur pemimpin adalah cikal bekal kerukunan yang berarti keharmonisan sosial yang penuh ramah tamah dan melihat sebuah perbedaan sebagai seuatu kedinamisan warna dalam proses evolusi peradaban manusia yang mana dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara, dunia. Inilah yang menjadi cermin sejarah inovasi konsep membangun kehidupan kebersamaan yang damai sentosa.

Keharmonisan sosial mungkin merupakan suatu hal yang cukup sulit apalagi sudah berhubungan dengan permasalahan kesenjangan ekonomi. Saya tak mau berdebat ini, cukup sebatas pepatah dari orang tua saja:

"Orang bijak, kekayaan yang dicari adalah jiwa, batin, dan kebersamaan. Orang picik kekayaan yang dicari adalah harta, tahta dan keserakahan. Jiwa dan batin bagaikan akar pohon yang dalam dan kokoh. Harta dan tahta bagaikan bunga pohon yang indah dan mudah rontok."

Jadikan diri sebagai orang bijak yang penuh simpati dan empati, bukan karena ingin disebut sebagai orang yang penuh cinta kasih melainkan karena inilah sebuah toleransi. Jadikan diri juga sebagai orang yang tangguh, tegas, tegar, ulet, kerja keras demi kebahagiaan dan kesejateraan bersama. Karena itu semua adalah awal dari sebuah keharmonisan sosial dan dasar untuk terciptanya sebuah kerukunan.

Siapakah figur pemimpin untuk membimbing untuk menuju kerukunan hidup dan keharmonisan sosial?

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://rumametmet.com/wp-content/uploads/2008/04/bird-12.jpg

Related Posts by Categories



10 comments:

Im3th mengatakan...

acara tv apa Zener?

Ombung ( ^ ; ^ )v mengatakan...

Gw tertarik dg kalimat:
"Orang bijak, kekayaan yang dicari adalah jiwa, batin, dan kebersamaan. Orang picik kekayaan yang dicari adalah harta, tahta dan keserakahan"

sbenernya betul juga seh, dan menurut gw akan lebih baik jika hal itu bisa disatukan. jd begini :
Orang bijak, kekayaan yang dicari adalah: jiwa, batin, kebersamaan, harta, tahta, dan keserakahan.

kenapa harta, tahta, dan keserakahan diikut sertakan?
jawabannya:
Harta: digunakan untk menyantuni/membantu sesama
Tahta: digunakan untuk melindungi kaum yg lemah
Keserakahan : serakah dalam beramal sholeh mungkin akan lebih baik.

betul kan?

ario mengatakan...

pilem apa tuh ?

bambangsriwijonarko mengatakan...

Hebat Euy....Top100 nya diatas terus....resepnya apa ya mas
Boleh dong berbagi.........

Pauls mengatakan...

siiip, sepertinya anda terlalu merendah.
TV or Di benak Anda

Tapi saya sependapat dengan anda, sesuatu hal itu juga tidak akan pernah bisa dipaksakan, jika memang seseorang sudah terlahir dengan sikap dan jiwa yang sehat tentu pula akan menghasilkan hal-hal yang baik dan sebaliknya,
tapi sedikit, apapun bentuk dari awal, kesemuanya itu kembali ke Faktor Binaan atau didikan dari masa dini.

(Nyambung ga sih)

salam

Anonim mengatakan...

emang sih kualitas seorang pemimpin hrs yg outstanding, tetaaapiiii kalau ketinggian ekspektasinya alias menempelkan kualitas "superman" atawa "malaikat" yaaa selamanya gak akan terpenuhi.
So, kualitas ideal gitu bagusnya sih jadi patokan tapi bukan harga mati en mustinya utk penggalangan pembentukan karakter KOMUNITAS (abis kalo bilang BANGSA kaya mau kampanye)

Anonim mengatakan...

emang sih kualitas seorang pemimpin hrs yg outstanding, tetaaapiiii kalau ketinggian ekspektasinya alias menempelkan kualitas "superman" atawa "malaikat" yaaa selamanya gak akan terpenuhi.

So, kualitas ideal gitu bagusnya sih jadi patokan tapi bukan harga mati en mustinya utk penggalangan pembentukan karakter KOMUNITAS (abis kalo bilang BANGSA kaya mau kampanye)

agen xamthone plus surabaya mengatakan...

kerukunan dan keharmonisan harus di jaga baik'' dalam hidup kita

obat tradisional darah tinggi mengatakan...

sekarang rasanya susah banget mendapatkan kerukunan

Obat Herbal Kaki Gajah Ekstrak Alami mengatakan...

Mantap banget gan artikelnya. . Update terus ya Informasi terbarunya
salam sehat & terimakasih

Artikel Favorit dalam 1 minggu