Sabtu, 20 Desember 2008

Ganti UUD Yuk

Lagi jahat dan jelek sifat saya atau lagi sensitif? Hahaha, kaya wanita saja yang lagi "dapat", katanya yang mana emosinya uring-uringan. Jadi maaf bukan bermaksud untuk mengganti UUD'45 tapi inilah yang keluar dari otak saya setelah kejadian pada tanggal 19 Desember 2008 di Grand Indonesia.

Pada hari itu, saya mendapatkan sebuah undangan untuk menghadiri sebuah acara peresmian. Dahulu saya diajarkan oleh sahabat saya, jangan pernah takut untuk duduk di depan karena kita harus menjadi yang terdepan. Alhasil, saya berada di kerumunan orang-orang besar (berpendidikan, berkedudukan, terpandang anggap saja seperti itu) yang mana mereka tak mengenal saya, manusia kecil tiada berarti ini.

Pada awalnya saya merasa bangga. Ketika diberi pilihan menggunakan baju formal atau batik berlengan panjang, ternyata mayoritas (± 80%) memilih batik. Dalam hati berkata, ini telah membuktikan mereka cinta produk Indonesia. Tapi setelah beberapa saat, ketika orang-orang besar tersebut datang maka dimulailah perasaan sedih ini. Banyak dari mereka berbicara dengan bahasa Inggris, padahal berbicara dengan sesama Indonesia. Jika berbicara dengan orang asing (mis: orang kedutaan), saya masih memaklumi bila menggunakan bahasa Inggris. Jika sesama Indonesia menggunakan bahasa daerah-pun saya masih memaklumi.

Dalam hati timbul banyak pertanyaan. Apakah dengan menggunakan bahasa Inggris menunjukan sebagai manusia yang memiliki intelektual tinggi sedangkan dengan bahasa Indonesia tidak? Bagaimana caranya bahasa Indonesia yang notabene-nya pengguna terbanyak ke 6 di dunia bisa menjadi bahasa internasional

Dalam hati kecil ini berkata, jika orang besar saja menggunakan bahasa Inggris untuk keseharian apakah sebaiknya UUD'45 Bab XV pasal 36 yang berbunyi "bahasa negara adalah bahasa Indonesia" diganti dengan "bahasa negara adalah bahasa Indonesia English".

Setelah acara peresmian, Presiden melakukan peninjauan. Tentu banyak orang ingin berfoto dengannya. Para staf, petinggi, karyawan mecoba foto bersama presiden dari berbagai sudut yang pada kenyataannya sulit untuk mendapatkan sudut yang baik. Disini saya berpikir kembali, kenapa mereka sangat antusias berfoto dengannya?

Jika saya manusia kecil yang tak pernah melihat presiden secara lansung, maka foto saya dengannya akan menjadi kenangan dan suatu kebanggaan untuk anak dan cucu bahwa diri saya pernah bertemu dengan presiden. Jika saya manusia besar yang sering bertemu dengan presiden secara lansung dan presiden mengenal saya, maka foto tersebut jadi apa? Untuk hal ini saya tak mau komentar takut salah.

Sebelum saya lupa, pada pidato presiden ada secuplik pepatah yang membuat saya tertarik. "Manusia yang unggul adalah manusia yang berpendidikan, berkarakter, dan berbudaya". Siapakah bibit yang unggul tersebut untuk masa yang akan mendatang? Karena saat ini mencari manusia yang unggul saja sulit.

Yang pasti saya harus bisa menjadi manusia yang unggul (number one).

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi photo: http://sawali64.googlepages.com/bahasa1.png

Related Posts by Categories



12 comments:

imran rusli mengatakan...

ha ha mas, foto itu mungkin berguna, kalau dipajang di ruang tamu bisa bikin tamu-tamunya gerahdan hati-hati, awas jangan main-main dengan dia ada fotonya sama presiden; kalau dipajang di mobil, biar aman di jalan, polisi takut nangkap kerabat atau kawan presiden. Dasar norak, udah setiap kali ketemu presiden masih aja memburu foto-foto bareng dia, padahal orang kan bisa tahu dari tampilan di foto orang ini kawan, kenalan, numpang foto atau cuma fans presiden.

ruly mengatakan...

udah lima kali ganti belon pernah ada yg ketemu langsung tuh

samuel mengatakan...

itulah bangsa kita, lebih suka produk asing dari pada produk lokal..gayanya setinggi langit, padahal aslinya bleketek,sampai kapanpun kl petingginya masih kaya gini, kynya Indonesia bakalan susah maju deh,,hahaha

Asher Blog mengatakan...

salam kenal.... numpang lewat

Doraemon mengatakan...

Puusiinng kalo udah nyambung sama urusan negara, apa lagi UUD yang gak jelas penerapannya....

no coment aja deh...

eh... bantu aku buat bikin blog ku semakin baik ya!!
aku bloger pemula, butuh kritik dan saran..
liat di blog ku"www.little-aristocrat.blogspot.com"

Doraemon mengatakan...

Thanks buat komentnya ya!!!

nitnot mengatakan...

wah, ternyata perilaku orang-orang indonesia tu memprihatinkan yah.? dan parahnya itu udah jadi budaya..

padahal kalo menurutku orang yang heboh pengen foto bareng "orang besar" adalah orang yang merasa dirinya kecil dan tidak siap menjadi orang besar.

Vania Gones mengatakan...

Gue komen yah..

G setuju..! G pasti bakal "gerah" banget kalo ngeliat yg ky gitu.. tp sebenernya berbicara dlm bahasa apa pun, itu hak masing2.. tp yg menyebalkan adl kalau d bicara dlm bhs ing krn berpikir bhs ind itu rendah!
sial!
coba aja mereka tes bhs indo sana.. emangnya gampang..!!
apalagi kalau ada yg dgn tnp rasa bersalahnya terus2 jelek2in indo, spt gini "yah, mau gmn lagi.. indonesiaaa...". Kampret! Cm bisa komentar tanpa lakukan apapun.

*maaf bila komen ini mengandung kata2 yg kurang enak dilihat hehehehehehe*

Anonim mengatakan...

umm...
peresmian gramedia yaa?
huehuehue..

it news mengatakan...

yahhh... seharusnya bukan langsung UUD nya..
tapi pola pikirnya..

memang bahasa english penting , terutama dalam komunikasi dengan bangsa lain.
tapi kalau acaranya yang datang orang Indonesia semua... bukankah harus bangga???
seperti sumpah pemuda...

Obat Herbal Kaki Gajah Ekstrak Alami mengatakan...

Mantap banget gan artikelnya. . Update terus ya Informasi terbarunya
salam sehat & terimakasih

Moviecamera21 mengatakan...

Mari buruan gabung ke moviecamera21.com
Banyak filem-filem terbaru yang di sediakan di sini jamin seru dan tidak mengecewakn teman-teman semua.
buran gabung www.moviecamera21.com
Dan banyak filem-filem keluar terbaru 2016 yang sudah di tayang kan ke bioskop kami buruan gabung teman...
https://www.moviecamera21.com


Makasih

Artikel Favorit dalam 1 minggu