Gedung Jodoh namanya, karena pada zaman dulu disinilah banyak pria dan wanita memulai kisah percintaannya. Hal ini disebabkan, masih jarangnya tempat-tampat hang out untuk pemuda dan pemudi di Jakarta. Bayangkan Ancol masih berupa rawa, Taman Mini belum berdiri (1970-an), Monas masih berupa tanah lapang. Pilihan mereka, hanyalah kebun binatang, atau gedung ini. Makanya banyak kisah cinta bersemi di bangunan ini.
Gedung Jodoh keberadaanya dimulai pada tahun 1778 dan dikenal dengan nama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Himpunan Batavia Seni dan Ilmu Pengetahuan). Gedung Jodoh dibuka secara umum pada tahun 1868, yang mana berada di sisi jalan Koningsplein (Jl. Merdeka Barat no 12, Jakarta, Indonesia). Saat ini gedung tersebut lebih dikenal dengan Museum Gajah karena keberadaan patung gajah perunggu di muka gedung tersebut.
Ketika kubaca kronologis patung gajah perunggu tersebut, diri merasa bangga dan malu. Ketika sahabat menambahkan sebuah informasi, diri serasa tak percaya, apakah hal tersebut adalah kenyataan yang benar?
9 Maret 1871, Raja Chulalongkorn atau Raja Siam V berangkat dari Siam (sekarang Thailand) menuju Singapura dengan kapal Pitthayamronnayuth atau Regent. 16 Maret 1871, Raja Chulalongkorn tiba di daratan Singapura. Di Singapura, Raja melakukan berbagai kegiatan dan kunjungan. 23 Maret 1871, Raja meninggalkan daratan Singapura menuju pulau Jawa.
27 Maret 1871, Raja turun ke darat yang dikenal dengan Batavia. Hal yang dilakukan antara lain perjalanan menuju Meester Cornelis untuk meninjau pabrik mesiu, mengunjungi barak militer untuk meyaksikan atraksi keterampilan militer, Sekolah Koning Willem III (perpustakaan nasional di Salemba, Jakarta), panti asuhan, akademi militer di Weltevreden melihat latihan dan koleksi meriam, rumah sakit (RSPAD Gatot Subroto), Lapangan Raja (lapangan monas), Klub Harmonie(klub sosial warga elite) yang bangunannya dihiasi seperti mahkota 7 tingkat, Mahkamah Agung (Museum Seni Rupa dan Keramik), Rumah Pabean, Jembatan Tarik (Jembatan Kota Intan), beberapa toko, Balai Kota (Museum Fatahilla), kebun binatang (Taman Ismail Marzuki), Gereja Inggris (Gereja Anglican di Tugu Pak Tani), Gereja Khatolik, dll.
1 April 1871, Raja Chulalongkorn melanjutkan perjalanan menuju Semarang. Perjalanan Raja antara lain pabrik bubuk mesiu, rumah sakit, rumah sakit jiwa, pabrik kain, asrama perempuan, stasiun kereta, bengkel produksi kereta, proyek pembangunan jembatan, penjara khusus, dll.
6 April 1871, Raja kembali ke Siam yang mana singgah terlebih dahulu ke Singapura pada tanggal 10 April. 15 April 1871, Raja telah sampai di negeri Siam.
Sebagai ucapan terima kasih, Raja Chulalongkorn mengirimkan 2 patung gajah perunggu. Satu untuk Singapura (tidak jauh dari patung Raffles) dan satu lagi untuk Indonesia (depan Museum Gajah). Dari kunjungan ke Jawa, diberitakan bahwa raja mendapatkan inspirasi dan melakukan proses modernsasi antara lain pembangunan jaringan kereta api, membangun boulevard pertama di sekitar Sanam Luang (Lapangan Monas versi Thailand), sistem irigasi, berbagai jenis industri, dll.
Bangga rasanya mereka dapat membangun negara setelah berkunjung dari negeri Indonesia ini. Tapi apa daya sekarang, kita lah yang harus belajar dari negeri Gajah tersebut.Kisah lain dikatakan patung gajah perunggu adalah hasil barter yang dilakukan oleh penguasa Belanda di Hindia Belanda. Patung gajah perunggu dibarter dengan artifak candi Borobudur dan patung Ganesha di candi Singosari; yang mana benda-benda tersebut sekarang berada di museum nasional Bangkok. Informasi yang didapat di buku Jean Gelman Taylor yang bertajuk "Indonesia, People's and History". Diri masih tak percaya, tapi itulah kenyataan. Dalam hati berkata, apa arti pertukaran ini? dan berharap dengan pertukaran ini nama Indonesia semakin dikenal di dunia.
Terima kasih untuk Yosef Djakababa yang telah membantu dan sebagai sumber informasi.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi:
Referensi photo:
http://www.thailandmuseum.com/thaimuseum_eng/bangkok/images/Pranakorn41.jpg
Selasa, 04 November 2008
Kronologis Gajah di Gedung Jodoh
Sabtu, 01 November 2008
Uang Atau Bukan?
Berani melakukan, maka harus berani bertanggung jawab atau menerima resikonya.
Dalam hati (konsumen) berkata, mengapa jika memberikan harga haruslah dengan harga yang aneh (contoh Rp 3.875,00) atau harga sebelum dikenakan pajak (contoh Rp 4.545,00). Ingin tampak murah tapi nyusahin.
Ini adalah 2 buah kisah yang membuatku kesal dan bertanya-tanya apa maksud mereka menggunakan harga yang aneh.
Pada suatu ketika saya belanja di sebuah supermarket. Karena banyaknya harga yang aneh, supermarket telah menyiapkan uang 50-an dan 25-an. Dalam hati berkata, keren karena mereka telah siap atas harga yang telah mereka berikan. Menurut saya ini adalah contoh sebuah supermarket yang baik. Karena seringnya mendapatkan kembalian 50-an dan 25-an, di rumah uang tersebut menumpuk. Daripada tidak digunakan, maka dikumpulkannya mereka menjadi bernilai 500 atau 250 rupiah. Ketika digunakan uang tersebut untuk bayar ini, bayar itu banyak yang berkata uang tersebut tidak berlaku lagi. Bingung hati ini, akhirnya menggunakan uang tersebut untuk berbelanja di supermarket tersebut. Setelah di kasir, hasil belanja dibayar dengan uang tersebut yaitu dengan kumpulan 50-an dan 25-an, hal dashyat terjadi. Mereka menggerutu, tampak tak senang.
Dalam hati berkata, mengapa mereka marah? Hal yang kuberikan adalah uang, dan berasal dari kembalian yang saya dapat. Hal lain yang membuat kubertanya, seringkali manusia tidak mau melihat uang kecil, apakah mereka tidak menyadari betapa sukarnya mencari uang di saat krisis ini. Sebegitu tidak berharganyakah uang tersebut?
Cerita lain. Sama halnya ketika saya berbelanja di sebuah supermarket. Kali ini kembaliannya adalah permen. Mereka menyetarakan sebuah permen dengan harga 100 rupiah. Mungkin untuk banyak orang tidak peduli bila 100 rupiah disetarakan dengan sebuah permen. Tapi bagi seseorang yang teliti bisa menjadi sebuah masalah, apalagi bila tidak suka permen. Karena penasaran saya mencoba berpikir walaupun belum berani untuk melakukannya. Hihihi.
Sebuah kantung permen dengan harga 4.000 rupiah (sebetulnya sih lebih murah lagi) dan berisi 50 bungkus permen. Jadi jika anda ingin beli sebuah barang dengan harga 5.000 rupiah maka cukuplah membeli sebungkus permen, kemudian anda keluar dari supermarket untuk membuka permen tersebut dan masuk belilah barang yang anda inginkan dan bayarlah dengan permen. khan harga sebuah permen 100 rupiah dan isinya 50 permen jadi 5.000 rupiah bukan? Seharusnya mereka menerima bukan? Permen khan telah menjadi alat tukar mereka (uang).
Disini saya ingin menunjukan bahwa apa yang telah diperbuat maka haruslah berani untuk mempertanggung jawabkannya. O yah satu lagi, dengan kembalian permen menurutmu itu mencuri atau korupsi? Hihihi...
Uang kecil tidak dihargai dan permen telah menjadi alat tukar baru. Manakah uang yang benar?
Enjoy, peace and love from Sukra.
Selasa, 28 Oktober 2008
Legenda Gigi Geledek (Kapak Batu)
Eyang bercerita yang mana merupakan kumpulan beberapa legenda yang dirunut, hingga merujuk ke sebuah legenda gigi geledek atau kapak batu. Legenda adalah sebuah cerita yang tak pernah dapat dibuktikan, akan tetapi selalu memberikan sebuah pesan etika dan spiritual. Berikut adalah penggalan legenda yang dikisahkan eyang:
Legenda pertama berasal dari pegunungan Himalaya, kaki gunung Mahameru, tepi sungai Bhramaputera. Negeri yang mempunyai sejarah evolusi manusia pendahulu. Asal usul manusia dikisahkan:
Dahulu ada seorang permaisuri yang memiliki masalah pada telinganya. Di suatu ketika, ada seekor ulat sutera emas keluar dari telinga permaisuri dan sembuh. Raja yang melihatnya, berinisiatif untuk memelihara ulat sutera tersebut dan meletakannya di baki kulit labu kendi (lagenaria siceraria). Ulat sutera tumbuh dan ketika dewasa menjelma menjadi seekor anjing naga yang gagah perkasa, yang kemudian diberi nama "Pan Hu" (baki labu).
Suatu saat kerajaan diserang musuh dan raja bertitah barang siapa yang dapat mengalahkan musuh akan dinikahkan dengan putri raja yang cantik. Ternyata tiada yang berhasil dan raja gelisah. Pan Hu melihat raja gelisah dan meminta izin untuk berperang untuk mengakhiri kegelisahan raja. Ternyata benar Pan Hu menang dan raja memenuhi janjinya untuk menikahkan Pan Hu dengan putri raja. Konon dari keturunannya berkembang menjadi ras manusia pendahulu yang merupakan cikal bekal anak-anak bangsa di Asia Pasifik.
==============
Legenda kedua berasal dari negeri Tiongkok kuno yang merupakan salah satu negeri yang memiliki kebudayaan tinggi dan ditemukannya manusia purba. Legenda tersebut dikisahkan:
Gelap gulita bagai gumpalan telur ayam yang besarrr. Itulah gambaran awal jagat raya. Di dalam gumpalan tersebut tertidur seorang pencipta bernama "Pan Gu". Suatu ketika, Pan Gu bangun, tapi tak bisa keluar. Dalam kegelapan, ia menemukan sebilah kapak mustika. Pan Gu menggengam kapak tersebut dan Duarrr.... Kulit telur terbelah menjadi dua. Pecahan tersebut adalah cikal bakal langit dan bumi.
Pan Gu semakin besar sehingga kepala terus menyundul langit dan kaki terus menekan bumi sehingga tercipta jarak. Langit meinggi dan bumi menebal per hari 1 zhang (3,33m). Pertumbuhan Pan Gu per hari juga 1 zhang dan terus berlansung selama 18.000 tahun sehingga tubuhnya menjadi 9.000 li (1 li = 500 meter). Pan Gu yang dikisahkan memiliki kepala naga dan tubuh ular, setiap hari bekerja keras membangun tiang fondasi langit dan bumi yang dipijaknya agar kokoh sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi.
Pan Gu sama halnya dengan manusia biasa perlu istirahat dan meninggalpun tak terelakan. Pada saat meninggal, tubuhnya berubah secara aneh, dramatis dan dahsyat menjadi sebuah fenomena alam. Awan, angin, geledek, matahari, bulan, bintang, gunung, sungai, sawah, pohon, batu, logam, hujan, dll. Alam yang awalnya kosong berubah menjadi seuatu keindahan yang mempesona. Legenda dikisahkan wujud sang pencipta diistirahatkan di suatu tempat berjarak 300 li di laut selatan
==============
Legenda ketiga adalah legenda Laut Selatan tempat istirahat Pan Gu. Eyang berkisah:
Roh-nya ada di Laut Selatan, tapi jika anda tanya, tiada manusia yang mengenal Pan Gu disana. Nama yang dikenal disana adalah Pangku Bumi yang tubuhnya sepanjang sedepa agung (±3 meter) merupakan penguasa langit dan bumi. Pangku Bumi memiliki senjata kapak yang bernama gigi geledek. Kapak tersebut merupakan kapak batu pada zaman Palaeolitikum, Mesolitikum, Neolitikum. Kapak tersebut digunakan dan dipercaya dapat menciptakan suatu keadaan dunia baru dan manusia baru.
Siapa yang berhak memegang kapak tersebut eyang tidak tahu. Dalam dunia tercatat manusia terbagi atas 5 kategori:
Jadi yang berhak untuk mendapatkan kapak gigi geledek tersebut adalah manusia pemimpin. Karena ia dapat menciptakan suatu keadaan dan situasi yang baru ; membangun fondasi dunia yang kokoh; dan menciptakan keadaan yang damai sentosa.
"Karakter pemimpin menentukan polesi masa depan bangsa,
karakter bangsa menentukan penampilan sosok pemimpin."
Enjoy, peace and love from Sukra.
Minggu, 26 Oktober 2008
Nasi Sebakul Tapi Otak di Dengkul
Suatu kejadian yang umum terjadi di warung nasi, pelanggan makan nasi sebakul, lauknya cukup ikan, tahu dan tempe. Ingat cerita guru sejarah yang mengatakan bahwa penjajah menyebut kita (orang Indonesia) dengan sebutan manusia tahu tempe, otak udang (bodoh). Dalam hati berkata, memangnya dengan makan tahu, tempe; bisa membuat manusia bodoh? Padahal secara umum dikatakan, bahwa tahu dan tempe mengandung protein yang tinggi (non-formalin).
Sebelum melanjutkan, ada informasi yang harus dipahami terlebih dahulu.
Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung protein, karbohidrat, lipida, vitamin dan mineral yang seimbang. Jika disesuaikan dengan pola makan yang baik akan menciptakan manusia yang sehat dan cerdas.
Mineral dalam tubuh manusia hanya ± 4% dari berat tubuh, yang mana terdiri ± 50 unsur elemen. Dari berbagai unsur tersebut, ± 20 unsur diantaranya sangat penting kebutuhannya untuk membangun struktur tubuh yang sehat. Mineral dalam tubuh dapat dibagi:
Catatan: elemen utama di tubuh oksigen ( 65%), karbon (18%), Hidrogen (10%), Nitrogen (3%) .
Jika tahu dan tempe baik buat tubuh, maka saya mencoba menganalisa dari nasi yang dimakan dan air yang diminum sehari-hari. Dalam publikasi internasional "Applied Spectrocopy" volume 62 no 12, 2008 dengan judul "New Technique for the Direct Analysis of Food Powders Confined in a Small Hole Using Transversely Excited Atmospheric CO2 Laser-Induced Gas Plasma" yang dilakukan oleh K. Kagawa (FUKUI University Japan), K.H. Kurniawan (MMM Reserach Centre, Jakarta), dkk menunjukan bahwa: kadar unsur Aluminium (Al) pada serbuk beras Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan serbuk beras dari Jepang.
Ada apa dengan aluminium? Aluminium (Al) adalah unsur yang sangat dikenal, di dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan pada panci, teko, dll. Selidik-selidik, aluminium digunakan sebagai obat lambung yang berumus kimia Al(OH)3, tetapi aluminium menghambat metabolisme posphor (P) dan besi (Fe). Posphor berguna untuk mengikat kalsium (Ca) untuk kesehatan tulang agar tidak keropos. Besi berhubungan erat dengan hemoglobin (Hb) untuk mempoduksi darah merah (bila kekurangan menyebabkan anemia). Aluminium juga menyebabkan atrofi pada jaringan otot dan otak; penyakit porphyria dan alzheimer. O yah, pada jaringan organ kanker didapatkan unsur elemen Aluminium yang tinggi.
Standar elemen Aluminium pada kehidupan manusia:
Anda tahu tidak, di kerak bumi Aluminim terdapat 8.1% setelah oksigen (O2) dan silicon (Si). Sedangkan di air laut memiliki kadar 1.200 PPM.
Jadi gara-gara nasi sebakul, manusia jadi bodoh dan kurang pandai? Saya tak berani menduga. Yang pasti, keberadaan Aluminium ini perlu dikaji dan diteliti lanjut oleh pakar pertanian, biologi, gizi, medis, dll untuk memastikan efeknya pada kesehatan tubuh manusia.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi foto: http://handaru.light19.com/wp-content/uploads/2007/11/nasi_putih.gif
Sabtu, 25 Oktober 2008
Manusia Karakter Kerbau
Bukan sulap, bukan sihir. Ini adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya terutaman di Indonesia. Aneh tapi nyata, manusia karakter kerbau sulit untuk disembuhkan, ada juga semakin merajalela. Bagaimana muncul manusia karakter kerbau dan bagaimana mengatasinya?Karakter kerbau adalah sebuah karakter yang merujuk kapada sifat yang ada pada diri kerbau yaitu bodoh, malas, keras kepala, tidak disiplin. Manusia karakter kerbau berarti manusia yang ... Bener khan yang namanya bodoh, malas makin dewasa makin merajalela. Coba kalo tidak ada paksaan untuk mencari uang, bisa-bisa tidur atau bermain seharian. Hahaha.
Munculnya karakter kerbau ini haruslah ditarik benang merahnya yang merujuk kepada evolusi manusia secara global (global human evolution). Hasil penelusuran memperlihatkan, manusia yang dasarnya menganut budaya daratan yang memiliki pekerjaan sebagai petani.
Petani identik dengan budak atau hamba (zaman dulu) oleh kaum feodalis, kolonialis, dan imperialis. Diawali dengan rasa takut terhadap suatu kesalahan, menyebabkan manusia hanya melakukan suatu pekerjaan saat diperintah atau dicambuk. Salah akan mengakibatkan sesuatu yang lebih fatal, lebih aman tidak melakukannya. Karena proses yang cukup lama maka munculah sifat pasif (malas), tidak mau berpikir (bodoh), pekerjaan hanya sebagai kewajiban yang menjadi rutinitas, berakhir dengan percaya akan tahayul, dan mudah dieksploitasi oleh provokator. Sikap yang berkembang atara lain masa bodoh, tidak peduli, keras kepala.
Untuk mengatasinya, ada di tangan manusia itu sendiri dan jangan pernah untuk meminta, melainkan menciptakan suatu peluang untuk merubah kondisi ke arah yang lebih baik. Menciptakan peluang dimulai dengan membangun diri sendiri yang aktif, peduli, haus belajar, berpikir secara logika, rasio dan faktor lainnya.
Ada di tangan manusia itu sendiri berarti memotivasi diri dan mengalahkan musuh utama yaitu diri sendiri. Dimulai dengan mengenal siapa saya dengan senantiasa terus belajar, dan menghukum "budak" yang ada di dalam diri pribadi. Jadikan diri sebagai orang sukses yang berarti dapat berdiri tanpa orang lain, dan jadikan orang lain bergantung padanya.
Langkah untuk menciptakan peluang yaitu perbaiki sikap dalam suatu pekerjaan. Pada umumnya, dunia ini penuh dengan perihal "menjilat" atasan atau majikan, yang bermakna mengemis atau mengutang untuk perbaikan status sosial, ekonomi dengan cara memamfaatkan rasa kasihan orang lain. Pada kenyataan, secara tidak sadar, hal tersebut adalah promosi semu dan hidup dalam kendali orang lain.
Ada sebuah peribahasa Tiongkok, "semangat banteng menerobos langit" (niu qi chong tian) yang bermakna menciptakan dunia atau kondisi baru.
Ciptakan karakter atau semangat banteng dan lakukan visualisasi dhamma protection vajra bahivara (yamataka) yaitu menanam semangat untuk memerangi kebodohan, kepasifan, kematian, godaan iblis, bencana; dan menemukan jati diri, hati yang bersih dan bijak.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo:
http://aguwija.files.wordpress.com/2008/05/mls.jpg
http://www.tibetan-museum-society.org/java/images/shop/sbs049b-1.jpg
Kamis, 23 Oktober 2008
Kerbau, Sapi, Banteng
Kerbau adalah sebutan untuk manusia malas yang kerjanya tidur saja. Sapi adalah binatang yang menghasilkan susu segar non melamin. Banteng adalah binatang yang suka seruduk sana, seruduk sini, dan makin parah jika melihat kain berwarna merah. Itulah yang terpikir oleh saya.
Kerbau, sapi dan banteng adalah binatang memamah biak, berkaki empat, muka jelek (cakepan kuda menurut saya), dua telinga aneh, dan bertanduk. Itulah gambaran secara umum yang dapat saya jawab. Hmm.... Karena cara membedakan masing-masing binatang secara fisik sulit jadi saya gunakan cara lain saja yah.Kerbau memiliki nama latin Bos Bubalus. Kerbau sering kali jadi binatang kurban untuk upacara tertentu dan biasanya ada syarat-syaratnya (terutama pada bagian tanduknya). Beberapa jenis kerbau antara lain kerbau buluh seruas, kerbau bungkal putih, kerbau cepah, kerbau julang, dll. Peribahasa yang juga menuturkan identitasnya seperti kerbau dicocok hidungnya; seperti kerbau mandi; menconcak rupa kerbau kemudian; bagai kerbau jelonggok rumpung.
Sapi disebut juga dengan lembu yang merupakan sapi liar yang telah mengalami proses penjinakan atau hasil persilangan untuk keperluan komoditas. O yah, di India, sapi dianggap sebagai dewa, yang mana ditandai dengan patung nandi atau nandini (lembu putih), jadi tak boleh dimakan. Jenis-jenisnya antara lain sapi potong, sapi kebiri, sapi perah, dll. Peribahasa yang juga menuturkan identitasnya menjadi sapi perahan.
Banteng disebut juga sapi liar yang memiliki nama latin Bos Sondaicus. Selain untuk matador, banteng digunakan juga sebagai simbol (contoh gunungan dalam wayang). Peribahasanya kerbau tidak berkandang banteng.
Apa yang hendak ditunjukan? Karakter yang ada pada ketiga binatang tersebut yaitu:
O yah, ada yang berpikir akan kata kumpul kebo nda? Hehehe
Enjoy, peace and love from Sukra
Referensi photo: http://victoriajaschob.files.wordpress.com/2007/03/buffalo.jpg
Artikel Favorit dalam 1 minggu
-
Saya terpana akan kecantikannya, membuat pikiran melayang dalam sebuah lamunan. Kota yang indah, bunga yang harum, burung yang bernyanyi de...
-
Untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke 65, Banggenphot (nama samaran) coba mengkaji Bab 65 kitab Dao De Jing secara bebas,diharapkan berm...
-
Sebuah ide konsep hipotesa yang samar penuh misteri seperti cerita fiksi sains yang di jabarkan oleh Banggenphot (nama samaran) atas inspira...
-
Telah lama saya menghilang. Dan inilah momen yang terbaik saya untuk kembali ke dunia blog ini. Sebagai hadiah untuk ajang kembalinya diri s...
-
Dimulai dari 11 Maret 2011 hingga 15 Maret 2011 adalah hari kelabu di Jepang bagi saya. Melihat berbagai bencana yang terus-menerus terjadi...
-
My life become beautiful having you all ( my friends ) who always support and stand beside me. So, I wanna say many thanks to you today, i...
-
Manusia Berhadapan antara Lahir ,hidup dan mati Manusia 30% merata hidup Singkat, panjang dan tragedi Tragedi Mati sebelum waktu Terjerumus ...
-
Wajar jika jagoan kalah terus karena jagoan menang belakangan. Benarkah? Mungkin benar jika di dunia perfilman tapi untuk di dunia nyata kay...
