Minggu, 08 Februari 2009

Layar Terkembang

Layar adalah sebuah kain lebar yang mana digunakan sebagai tempat untuk mempertunjukan sebuah gambar. Kembang berarti bunga yang mana dapat diidentikan dengan wanita. Layar terkembang apakah berarti cerita gambaran wanita harus bersikap? Inilah sebuah puncak karya sastra Sultan Takdir Alisyahbana yang terbit pada tahun 1936.

Berikut adalah ringkasan cerita yang saya persingkat:

Diawali dengan pertemuan tiga tokoh utama yaitu Yusuf, Maria, dan Tuti (kakak Maria). Yusuf seseorang mahasiswa kedokteran tingkat akhir. Maria seorang mahasiswi periang, senang akan pakaian bagus, dan memandang kehidupan dengan penuh kebahagian. Tuti adalah guru dan juga seorang gadis pemikir yang berbicara seperlunya saja, aktif dalam perkumpulan dan memperjuangkan kemajuan wanita. Kemajuan wanita disini berarti jangan menggantungkan hidup pada lelaki dan hanya sebagai alat.

Dengan seiring perjalanan waktu, keakraban dan benih cintapun muncul antara Yusuf dan Maria. Bahkan, Yusuf rela mempersingkat liburan bersama keluarga demi bertemu dengan Maria yang sedang berlibur ke Bandung. Di tempat yang sama, Yusuf menyatakan perasaannya untuk pertama kalinya kepada Maria. Maria gembira sekali dan mengabarkan kejadian ini kepada Tuti. Melihat pekerti Maria yang mabuk cinta membuat Tuti tidak setuju akan hubungan tersebut karena hal tersebut mengakibatkan laki-laki akan memandang rendah kaum wanita karena terlalu memperlihatkan ketergantungannya.

Menyaksikan hubungan mesra kedua insan tersebut, perasaan aneh timbul dalam hati Tuti yaitu perasaan kesepian. Hal ini dikarenakan pada dasarnya jiwa wanita juga mendambakan cinta dan kasih sayang seorang lelaki. Pendirian Tuti-pun mulai goyah setelah Maria mengatakan: "cintamu cinta perdagangan yang mempertimbangkan sampai kepada semiligram". Ucapan yang mengingatkan Tuti dengan Hambali yang dianggap tidak mengerti akan perjuangan dan akan menghalangi langkahnya.

Cerita berlanjut dengan kunjungan Tuti, Maria dan ayahnya kepada paman dan bibinya untuk merayakan kelulusan Maria. Kemudian ada sebuah sandiwara Sandyakala ning Majapahit yang dipertunjukan oleh kelompok Pemuda Baru, Yusuf dan Maria mengambil bagian didalamnya. Tuti yang menyaksikan sandiwara terkesan akan pertunjukannya, akan tetapi tidak menyukai isi sandiwara. Hal ini dikarena falsafah yang didalamnya dianggap dapat melemahkan semangat perjuangan. "Kalau segala dianggap maya, habis segala arti hidup di dunia ini," demikian kata Tuti.

Kisah terus berlangsung dan tanpa disadari, hubungan Yusuf dan Maria mempengarui sikap Tuti seperti sering memikirkan diri sendiri dan melamun. Hal lain yang muncul adalah perasaan iri akan kebahagianan mereka. Suatu saat ada lelaki yang hendak melamar Tuti, akan tetapi ia menolaknya karena menurutnya lelaki tersebut tidak sepadan dan ia juga tidak mencintainya. Sesuai dengan sifatnya juga, Tuti tidak ingin menjadikan perkawinan sebagai tempat pelarian dari rasa kesepian atau rasa ketakutan karena dikejar usia.

Maria jatuh sakit dan harus opname di rumah sakit. Ayah Maria, Tuti dan Yusuf bergantian menjenguknya yang mana Yusuf dan Tuti tiap hari pergi bersama menjenguknya. Dalam hati Yusuf dan Tuti tanpa disadari timbul rasa saling pengertian masing-masing. Tuti menganggap Yusuf sebagai laki-laki yang sepadan, memiliki perasaan yang lapang dan pemikiran yang menghargai keindahan dan kebenaran. Yusuf memandang Tuti sebagai manusia yang memiliki jiwa perjuangan yang ceria dan tulus, tetapi terdapat bagian yang kosong dan sunyi. Di sela kejadian, Maria dikunjungi oleh pasangan suami istri yang mana membuat Tuti terkagum-kagum atas usaha dan keteguhan pendirian mereka untuk berdikari sebagai petani padahal mereka adalah orang terpelajar.

Penyakit Maria tak dapat lagi ditolong. Sehingga pada kunjungan terakhir Tuti dan Yusuf sebelum kembali ke Jakarta, Maria berpesan yang mana membuat Tuti dan Yusuf terkejut "alangkah berbahagianya saya rasanya di akhirat nanti kalau saya tahu bahwa kakandaku berdua hidup rukun dan berkasih-rasihan seperti kelihatan kepada saya beberapa hari ini ..."

Akhir cerita Yusuf dan Tuti berziarah ke kubur Maria menjelang pernikahannya yang mana perasan haru berkecambuk dalam hati mereka.

Analisa dari kisah Layar terkembang:

  • Adanya emansipasi wanita yang bermakna laki-laki dan wanita adalah sederajat. Sehingga wanita janganlah memikirkan dirinya sendiri tapi berjuang dalam masyarakat untuk kemajuan bangsa dan kaumnya.
  • Segala sesuatu yang dilakukan tidak hanya menggunakan logika atau perasaan saja, tapi juga harus dengan perhitungan yang matang.
  • Mimpi atau sesuatu yang maya perlu tapi janganlah membuat orang berhenti untuk berpikir, melainkan berpikir dan bertindak bagaimana hal yang maya menjadi nyata.
  • Masalah yang datang harus dihadapi bukan dihindarkan dengan mecari pelarian. Seperti perkawinan yang digunakan untuk pelarian mencari perlindungan, belas kasihan dan pelarian dari rasa kesepian atau demi status budaya sosial.
  • Kaum terpelajar janganlah bercita-cita menjadi pegawai dengan gaji besar dan duduk di belakang meja, melainkan harus turun juga ke lapangan dan menciptakan lapangan kerja.
Jika ada kesalahan dari alur cerita mohon dimaafkan dan pandangan saya tidakalah selalu benar.

Segala masalah atau krisis akan terselesai bila kita yakin dan bersama (laki-laki atau perempuan, tua atau muda) memberikan yang terbaik. Keberhasilan dimulai dari mimpi, bukan pelarian tapi usaha untuk menggapainya.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi: Badudu Yus, "Buku dan Pengarang", Khazanah Bahari, Bandung, 2008

Referensi photo: http://lh3.ggpht.com/inibuku/SDOs4PcH_YI/AAAAAAAABB0/TLi5bvUgvqc/s144/fh%20Lyr_Trkmbg%202.jpg

Related Posts by Categories



41 comments:

dwina mengatakan...

pertamaxxxx..

pagi pagi melek mata blogwalking ngebaca ringkasan layar terkembang iwwiiihhh enak rek.

Lala mengatakan...

Waaah jadi ingat jaman SMA dulu.

Novel novel klasik seperti ini jadi makanan setiap minggu, hehehe

Mawar mengatakan...

ketigaxxx heheheh baca² dulu ah :)

dewi mengatakan...

novel karya-karya penulis terkenal memang jangan di lewatkan untuk di baca..banyak hal yag bisa diambil hikmahnya

renspandy mengatakan...

baca dulu ah. guru sy sering cerita soal novel ini.. hoho..

lucy mengatakan...

novel-novel ky gini niy yang menarik...

Laisya mengatakan...

nice posting...mengingatkan kembali pada roman2 berkualitas :)
TFS.

Ocim mengatakan...

tetep idenya ngga berkurang sama sekali nih ..

keep posting deh bang, ocim tunggu yg lainnya

Dhe mengatakan...

Layar Terkembang *Itu Kan Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 2 SMU Dulu...hehehehe*

tar kapan2 beli bukunya ah!!
baca lebih mendetail

Erik mengatakan...

Inget pelajaran sastra Indonesia di SMP dan SMA.

Analisa yang bagus dan aplikatif.

Defi mengatakan...

rasanya novel ini sdh pernah difilmkan ya? thn brapa ya? lupa saya...

atca mengatakan...

jadi bernostalgia lagi nihh

laurencia mengatakan...

waah jd inget masa muda dulu hehe

Indonesia Hospital mengatakan...

TOP BGT

Abiagi Smith mengatakan...

aku kutip yang terakhir ya.. hidup berawal dari mimpi..yupz tanpa bermimpi takkan ada cita2..karena mimpi yang merasuk ke alam bawah sadar adalah mimpi yng sebenarnya..
kalo ga da hubungannya dengan layar terkembang..tolong dihubungkan saja ya..hehehe

tukang Nggunem mengatakan...

Wah novel ya? saya kurang telaten e kalo suruh mbaca novel..hehehehe

BIG SUGENG mengatakan...

Jadi ingat waktu SMP, maaf mas... setelah itu jarang membaca buku spt ini..
Luar biasa
salam kenal mas

Linda Belle mengatakan...

jadi inget jaman baheula hehe..
eh udh pernah baca Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer? coba baca deh...

Atira. mengatakan...

macam seronok!

DegDegan.duniamaya98 mengatakan...

suatu kisah yang tak lekang oleh waktu..
ttd,
Duniamaya98

kenyo mengatakan...

wah belom sempet baca novel dan nonton filmnya

banggundul mengatakan...

kirain layar terkembang itu cuma monitor doank, oh ada ternyata ada novelnya juga

Pemilu Indonesia 2009 Damai mengatakan...

kayaknya bro ini suka koleksi novel jadul yang terkenal yah, tak kirain mau posting layar tancep (ada hubungannya gak yah bro)
*** kaburr ...

G mengatakan...

Saya jadi membongkar koleksi buku2 sastra lama gara2 membaca entri ini, hehe.. Thanks untuk ulasannya ya.. (^_^)

Lollipop mengatakan...

Hi! I'm from Malaysia...

What a fantastic synopsis! Really love dengan jalan ceritanya.

Ada maksud tersirat yang harus difahami. Sedih, romantis, ketabahan, perjuangan... Segalanya...

Harap saya akan 'bertemu' jua dengan novel ini di Malaysia.

Jika saya tidak menemukannya di Malaysia, kamu send the original one to me ya, hehe... :-p

zz mengatakan...

Wah, kalau ingat Roman ini, jadi keingat Salah Asuhan, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (bener gak ya tulisan Wijk-nya?). Roman jaman lawas yang sering jadi referensi sastra bahkan hingga sekarang ya,

Trus, pas bacanya waktu kelas satu SMP, banyakan manggut-manggut ga ngerti sama isinya. *nostalgia in sudden*
:D

Game_Lover mengatakan...

Novel layar terkembang memang asyik tuk dibaca, banyak pelajaran hidup yg bisa diambil dr novel tsb.

Postingannya mantaf mas...:D

Hacking Holic mengatakan...

puitis banget mas haha

bacablog mengatakan...

pagi..salam kenal dari BacaBlog :)
novel klasik jaman smp, citra rasa satra indonesia yang tinggi, pesonanya tak lekang oleh jaman

[FRESH]
mau blogwalking? mau baca posting terbaru dari blogger?
atau.. mau kenalan, titip salam, dan lihat foto blogger lain? dateng aja ke http://bacablog.com

ingin pemikiran Anda mengispirasi banyak orang?
ingin berbagi pemikiran Anda ke orang lain??
atau.. meningkatkan pembaca dan link ke blog Anda?
daftarkan blog Anda di http://bacablog.com ,direktori blog+tempat memBACABLOG

tyas mengatakan...

Layar Terkembang dan Sutan Takdir Alisyahbana.. Jadi inget pelajaran waktu SD..
Novel ini udah difilmkan apa blom dulu ya..?

learningdays mengatakan...

Karya sastra soal cinta ini ya.. Bahwa kita nggak akan bisa tau, cinta itu kapan tumbuhnya, kepada siapa, dan berhasil bersatu atau tidaknya 2 manusia karena cinta..

I.N.G.G.I.T mengatakan...

sinopsisny bagus..kbetulan di sekolah lg mbahas ttg novel klasik..

novel/ebooks layar terkembang ada gak ya??

zener_lie mengatakan...

bukunya ada kok. cr ke toko buku saja dan penerbitnya balai pustaka.

Data Mobile Phone mengatakan...

walking" gan

Pengobatan herbal alami mengatakan...

artikel yg mnarik bgt gan...

taruhan bola online mengatakan...

nice posting..

Obat Herbal Kaki Gajah Ekstrak Alami mengatakan...

Mantap banget gan artikelnya. . Update terus ya Informasi terbarunya
salam sehat & terimakasih

Obat Herbal Beri-Beri Secara Tradisional mengatakan...

artikelnya nice banget gan. TOP deh
terimakasih

Obat Herbal Radang Usus Besar Yang Efektif mengatakan...

Artikel yang mantap & menarik gan. .
thank's ya, salam sehat

Obat Herbal Untuk Paru-Paru Basah Yang Alami mengatakan...

Informasi dan cerita yang disajikan menarik & bermanfaat banget gan. .
thank's

Moviecamera21 mengatakan...

Mari buruan gabung ke moviecamera21.com
Banyak filem-filem terbaru yang di sediakan di sini jamin seru dan tidak mengecewakn teman-teman semua.
buran gabung www.moviecamera21.com
Dan banyak filem-filem keluar terbaru 2016 yang sudah di tayang kan ke bioskop kami buruan gabung teman...
https://www.moviecamera21.com


Makasih

Artikel Favorit dalam 1 minggu