Minggu, 08 Maret 2009

Pernak-Pernik Gunungan Dalam Upacara Garebek

Upacara Garebek yang merupakan sebuah tradisi yang telah mengakar di Yogyakarta dan umumnya dilakukan pada hari besar Islam seperti hari raya kelahiran Nabi Muhammad, Idul Fitri, dan Idul Adha. Hal yang membedakan antara upacara Garebek yang satu dengan yang lainnya adalah jumlah dan jenis gunungan yang dikeluarkan.

Untuk jenis-jenis gunungan (bukan gunungan pada wayang) dan maknanya telah saya sampaikan dalam artikel sebelumnya yang berjudul Sekaten dan Garebek. Saat ini saya ingin membahas pernak-pernik yang ada pada gunungan umumnya yang mana seringkali hanya dianggap sebagai hiasan untuk mempercantik diri padahal setiap bahan, bentuk dan warna makanan menyimbolkan dan memiliki makna tertentu. Berikut adalah pernak-perniknya:

  • Badheran (kue yang terbuat dari tepung beras dan menyerupai ikan Badher) yang pada ekornya sengaja dibuat simetris memiliki makna keseimbangan antara kehidupan dunia dengan akhirat.
  • Bendhul (kue yang terbuat dari tepung beras, air kelapa, gula jawa yang kemudian digoreng dan berbentuk bulat) bermakna kesatuan berpikir yang akan menjadikan seseorang sabar dan memutuskan sesuatu denagn bijaksana.
  • Telur rebus yang melingkar sehingga menyerupai sangsangan (kalung) bermakna kelanggengan (abadi, tiada habisnya).
  • Tangkilan kacang (rangkaian kacang panjang, cabe merah, cabe hijau dan kucu) yang memiliki makna bahwa dalam sebuah kehidupan manusia akan mengalami rintangan yang panjang (kacang panjang), kritikan yang menyakitkan (cabe merah), kritikan yang membangun (cabe hijau) akan tetapi dibalik itu ia akan memperoleh kekayaan atau harta yang dapat membangun derajat manusia (kucu). Kucu adalah benda yang terbuat dari beras ketan, berwarna putih dan berukuran sebesar kelereng.
  • Dengul berupa telur rebus yang mana bulatnya telur melambangkan dunia dan kehidupan.
  • Pelokan yaitu telur ceplok (mata sapi) yang memiliki makna hubungan antara pencipta dan yang diciptakan.
  • Ilat-ilatan yaitu sejenis kue kering yang bentuknya panjang dan disusun mengelilingi mustoko (mahkota) pada gunungan Putri dan Dharat. Hal ini dikarenakan ilat-ilatan bermakna seorang putri harus bisa menjaga lidah dan tidak membicarakan keburukan orang.
  • Mustoko yang berwarna hitam pada gunungan Putri bermakna keteguhan hati seorang putri sejati.
  • Upil-upil (kue yang terbuat dari ketan dan memiliki warna yang banyak) bermakna kekayaan yang berupa perhiasan dan juga keteguhan hati serta keberanian dalam mempertahankan suatu kebenaran yang menyakitkan.
  • Sabunan (tempat menancapkan upil-upil dan kucu) bermakna kesederhanaan seorang putri.
  • Tlapukan (kue yang terbuat dari ketan, dibentuk seperti bintang dan memiliki banyak warna) disusun mengelilingin gunungan Putri yang mana memiliki makna bahwa seorang putri harus menjaga pandangan sehingga tidak terpengaruh akan keadaan apapun.
  • Rengginan (terbuat dari ketan, berbentuk bulat, warna putih) memiliki makna kekayaan dunia.
  • Bethetan (kue berwarna merah) yang digunakan sebagai hiasan pada bagian atas sebuah gunungan dan memiliki makna bahwa seorang putri harus menjaga telinga dan menyaring berita.
  • Ole-ole melambangan kekayaan emas berlian akan tetapi bila terdapat pada gunungan Putri maka bermakna perempuan harus berpendirian mantap; sedangkan pada gunungan bromo melambangkan cambuk.
  • Tedheng (kue berbentuk segitiga sama sisi, pipih, dan warna merah) memiliki makna seorang putri harus bisa menjaga diri.
  • Eblek (kue berbentuk persegi pipih) bermakna seorang putri harus berperan mendukung keluarganya.
  • Bango Tulak (kain berwarna biru dengan bulatan berwarna putih pada bagian tengahnya) yang digunakan untuk menutup jodhang (bagian dasar) memiliki makna kekekalan hidup.

Itulah pernak-pernik yang terdapat pada sebuah gunungan. Saya juga bingung mengapa pernak pernik ini lebih ditujukan kepada wanita sebagai atau calon partner ideal laki-laki; apakah ini berarti tugas wanita lebih berat dibandingkan pria? Apa oleh karena itu pula makanya ada pepatah surga di telapak kaki ibu? Atau bermakna pria simbol langit (jiwa) dan wanita yang merupakan simbol bumi (raga) sehingga berarti langit bumi dan jiwa raga bersatu. Bagi saya renungan diatas tidak hanya ditujukan kepada wanita saja tapi juga kepada pria.

Mari bersama kita renungkan simbol kebijakan yang merupakan warisan budaya nenek moyang dalam keberadaban modern.

Mari Bersama kita lestarikan dan wariskan budaya nenek moyang untuk generasi penerus.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Referensi: "Sekaten dan Garebek Di Kraton Yogyakarta Hadiningrat", Divisi Pustaka Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta.

gambar: gunungan wadon (perempuan)

Referensi photo:
http://images.desy1212.multiply.com/image/25/photos/46/500x500/23/Grebeg-13a.jpg?et=DGnd4ap%2ChGzWMf6KjzmaPg&nmid=5890233

Related Posts by Categories



38 comments:

Etha mengatakan...

wah...pengen banget bisa lihat garebek di jogja ^-^

tyas mengatakan...

Ooooh... namanya bendhul ya... aku bilangnya apem.... Selalu dapet itu tuh kalo dulu ikutan rebutan.... :)

mel_anie mengatakan...

Wah jadi pengen ke jogja!! kapan yah mel biza jalan2 ke jogja? Garebek...mel mau liat!! Rengginan! mel sering dikasih oleh2 kek gitu sama tetangga kalo yang abiz liburan dari Jawa. Aneh sie awalnya makannya tapi enak buat cemilan xixixi...

Keep Share yah ZeneR ^_-
Salam Persahabatan!

zhevanya mengatakan...

mungki saya pernah liat sebelumnya tapi baru tau nama2nya hehehe...

salam dari papua :)

OBROLAN LEPAS mengatakan...

OOO, BARU TAU GW,,,

HoneyBUZZin mengatakan...

Dalam kuih ada pula makna dan simbolnya...hmm...menakjubkan!

Dhe mengatakan...

apa ini??
duh.. bdaku kurang ngerti, hehehe..
secara daku beda budaya ^^

MooChenk mengatakan...

seeep bro..
budaya indonesia emank sarat makna...

Imam Wahyudi mengatakan...

Hah, sapa yang digerebek?
Waduh ngapain sampai kena gerebek hansip
Hwahaha

Nice article bro.
As always

ipanks mengatakan...

weh om besok terakhir kan acara gunungannya..

nirmana mengatakan...

yang sudah sering lihat tiap tahun aja masih pingin lihat apalagi yang belum yah..

rumah lina mengatakan...

wah gunungan ya.. gak tahan liat orang berebutnya

kakara mengatakan...

wah jadi tau neh 'dalaman' gunungan.
nice info, keep sharing kawan :)

andiez mengatakan...

Wahhhh aku uda 2 kale ke yogya, tp gk pernah ketepatan garebek. Kapan seh ada acara grebek lagi jgn lupa di undang yak?????

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

Upil-upil (kue yang terbuat dari ketan dan memiliki warna yang banyak) bermakna kekayaan yang berupa perhiasan dan juga keteguhan hati serta keberanian dalam mempertahankan suatu kebenaran yang menyakitkan.

wah, kok namanya Upil ya?

Kafe Lnard mengatakan...

nanya ah.. bro sukra dari jogja kah?? calon kakak ipar saya juga dari sana lho..

@atas g : wkwkw.. ya emang uda dari sananya kali... :D

anindyarahadi mengatakan...

pernak-pernik...love it much

J O N K mengatakan...

wah pasti keren banget nih acaranya mas, (hehe sekarang manggilnya mas , oke :D)

banggundul mengatakan...

sabunan bukannya saat mandi..ko ada di upacara garebek ????


hehehehehe

budiawanhutasoit mengatakan...

wah, informasinya plit komplit..jadi tau banyak nih sekarang..mengenai upacara garebek...

aa.LiL - Research mengatakan...

wekekeke.. banggundul kocak...

Seep kang sukra, ayo lestarikan warisan nenek moyang kita... keep share

mocca_chi mengatakan...

walah,yg kulihat semalam tuh di teve itu ya......
ga tau gunungan it apaan

apisz mengatakan...

teringin aku pergi sana.aku mau jalan2 di indon...nnt kau bawa aku jalan2 ya.. =)

IjoPunkJutee mengatakan...

Jadi kangen ma dJOgja....Dah lama ditinggalkan....

IjoPunkJutee (dibaca :IjoPangJati)"I"ndahnya "JO"gja dalam "PUNK"kuan sahabat se"JUTEE"

wong slawi mengatakan...

Tradisi Yang harus dilestarikan..

Erik10395 mengatakan...

ramai banget acaranya ya. Sayang gak bisa lihat lagsung

Diary Pink mengatakan...

wah.... saya ndak nonton males banget pas penuh umpel2an

Ifat mengatakan...

kapan yah liat gerebeg di jogja, rame banget yah

Aditya Ramadhan mengatakan...

bang...udah dapet belum Top komentatornya...???
nih ku bawain buat abg...
ni dia

Aditya Ramadhan

Lala mengatakan...

Setuju, mari kita jaga dan lestarikan budaya leluhur kita:)

yulia mengatakan...

oooww..baru taw aq,
budaya di indonesia emang beraneka ragam yach ^^

ikeys mengatakan...

sayang banget balik dr jogja sebelum maulid :(
g bisa liat deeeh..

BIG SUGENG mengatakan...

6 tahun di jogja saya belum pernah ke sekatenan

astawama mengatakan...

wew...ak aj yang orang jogja lum pernah nonton grebeg loh,ke sekaten aj terkahir tahun 2004 lalu hahahahhahaha

btw ada lowongan coffeshop tuh kalo ada temen dari jogja yang tertarik ok

www.astawama.blogspot.com
www.wizz-coffee.blogspot.com

Senoaji mengatakan...

grbek jokja lewat, malaah ke pental ke barat fiuh!

Lowongan Kerja mengatakan...

Wah.. jadi kangen yogya :) boleh tukeran link gak mas?

sewa lcd semarang mengatakan...

untuk acara garebek tentunya banyak hasil panen rakyat yang selalu menghiasi gunungan yang nantinya diserbu oleh rakyat untuk kemakmuran rejekinya,,

Cara pemesanan xamthone mengatakan...

banyak juag ya pernak-perniknya

Artikel Favorit dalam 1 minggu