Ketika jalan-jalan di dunia maya, Aji menemukan sebuah data yang kemudian dijadikan bahan obrolan dengan sahabatnya (Ero, Ilu). Data yang menunjukan dunia pendidikan dan penelitian Indonesia yang penuh guyonan (canda). Data tersebut merupakan hasil pemetaan peneliti unggulan di kawasan negara Asia Tenggara oleh F.Gruber dan A. Degelsegger; yang dipublikasikan oleh www.sea-eu.net
Dalam hasil pemetaan terdapat 9 orang Indonesia dari 33 nama sebagai peneliti unggulan (excellent researchers ) yaitu:
Hebatnya Indonesia memiliki banyak peneliti unggulan. Ketika pemerintah hampir tidak peduli akan nasib peneliti ternyata masih ada yang berjuang dan mengharumkan nama bangsa, celetuk Ero.
Seketika Ilu memotong. Apanya hebat !!! Data ini menunjukan betapa menakutkannya dunia pendidikan dan penelitian Indonesia. Negara besar tapi jumlah peneliti unggulan masih terhitung dengan jari.
Lalu... ... Contoh hasil pemetaan yang dilakukan dengan metodologi rujukan penelitian Hirsch Index (h-index), Dr. Koo Hendrik Kurniawan memiliki h-index 12 ( 67 dokumen versi scorpus documents published tahun 1995 sampai 2009). Hal ini menunjukan bahwa peneliti Indonesia yang memiliki h-index diatas 10 dapat terhitung dengan jari. Sekarang!!! coba cek h-index dosen, profesor atau rektor anda, jangan-jangan nilainya 0. Jadi, yang hendak saya sampaikan adalah seberapa banyak pendidik dan peneliti yang dapat menggiring siswa atau mahasiswanya ke jalur mahakarya untuk membangun bangsa dan Negara.
Apakah anda tahu bahwa calon peraih nobel fisika memiliki h-index diatas 50? Jadi, mimpi untuk meraih nobel dalam waktu kurun 10 tahun adalah sesuatu yang dapat terealisasi atau hanya kebohongan belaka untuk meningkatkan pamor.
Inilah dilema atau aib yang harus kita hadapi. Banyak mereka menunjukan diri mereka adalah manusia hebat tapi pada kenyataan tiada arti dalam dunia nyata yang sempit ini.
Enjoy, peace and love from Sukra.
referensi foto: http://speakingoffaith.publicradio.org/programs/einsteinsethics/images/einstein-pressconference1950.jpg
Minggu, 17 Januari 2010
h-Index
Jumat, 06 November 2009
Surat untuk Pembaca
Dear all Sukrablog friends,
Thxx banget buat yang selalu intens memperhatikan sukrablog, memberikan komen dan inspirasi. Atas dukungan dan harapan dari teman-teman, edisi buku ini (Intip & Lirikan Sukra Edisi yang Disempurnakan) yang awalnya bersifat intern dan jumlahnya masih sangat terbatas, sudah dapat dicari, dibeli dan dipesan hanya di toko buku GRAMEDIA. Bagi yang berniat bisa langsung ke toko buku GRAMEDIA.
Mudah-mudahan dengan ini saya bisa semakin berkarya untuk bangsa... dan mudah-mudahan pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman semua untuk berkarya lebih baik lagi......
Enjoy,peace and love from Sukra
Senin, 26 Oktober 2009
Love Makes You Strong
Adaptasi mungkin untuk sebagian kelompok adalah hal yang mudah. Dengan sifat manusia yang individual, tidak memikirkan yang lain kecuali dirinya sendiri, justru membuat kelompok yang sukar beradaptasi jauh lebih banyak. Ciri-cirinya ditunjukan dengan dimulainya perasaan kesepian, berlanjut ke tingkat stress dan diakhiri dengan bunuh diri atau pelampiasan yang tidak terkendali dan kadang sangat menakutkan. Ini bukanlah hal yang mustahil tapi kenyataan yang sering terjadi terutama di metropolitan.
Kesepian, itulah yang dirasakan Ilu sebagai tikus yang sedang merantau di negeri orang. Dengan keyakinan, ketegaran dan ketabahan, Ilu berusaha menutupi penyakit yang sedang menghampirinya tersebut dari sahabatnya. Walau ditutupi, Aji dan Ero menyadari apa yang dirasakan oleh Ilu dan berusaha memberi semangat kepadanya. Tapi itu semua sia-sia dan tidak ada perubahan dalam diri Ilu.
Sahabat yang sudah dianggap sebagai keluarga saja tidak bisa membantu, jadi bagaimana menyembuhkan Ilu. Ingin mencoba mengenalkan kepada seseorang tapi bagaimana? Semuanya serba sibuk, serba individual. Dan apa jadinya jika Ilu berinteraksi tetapi memasang wajah bad mood dan tidak antusias seperti itu?
Pada suatu hari, tiada angin yang berhembus, ada seseorang yang tiada mengenal mencoba berkenalan dengannya. Dan pada malam harinya, Ilu berubah menjadi lebih ceria dibandingkan hari sebelumnya. Apa yang terjadi? Apa gerangan yang telah dilakukannya? Membuat kedua sahabatnya tersebut penasaran.
Ilu menjawab. Tiada yang dilakukan oleh sahabat tersebut (dari asing, berkenalan dan menjadi sahabat). Ia hanya mengajak ngobrol sejenak saja.
Rasa penasaran timbul. Apakah ada yang namanya benih-benih cinta? Ilu menjawab tidak. Tapi ada sesuatu yang berbeda. Saya (Ilu) merasa ada kekuatan baru yang membuat saya percaya mampu menghadapi kesulitan (kesepian) ini. Mungkin karena itu ada pepatah "love makes you strong".
Dengan memberikan sedikit perhatian dapat membuat manusia tersebut lebih antusias dan lebih kuat. Karena perhatian tersebut membuat orang tersebut merasa berharga dan bernilai. Maka mulailah perhatikan sekeliling anda karena banyak yang membutuhkan perhatian anda.
Anda juga membutuhkan perhatian bukan? Love makes you strong.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Selasa, 06 Oktober 2009
JiRoLu
Di suatu sudut kota metropolitan, terdapat 3 ekor tikus yang selalu memimpikan sebuah perubahan. Sesuatu yang menjadikan dirinya berharga dan dikenang sepanjang masa. 3 tikus tersebut adalah Aji yang terkenal akan kepandaiannya, Ero yang terkenal akan kekayaannya dan Ilu akan kegilaannya.
Melihat terangnya bulan dan sunyinya malam hari, Ilu berpikir mengapa kami (Aji, Ero dan Ilu) yang memiliki kemampuan besar tidak mampu mengubah dunia. Padahal 3 makhluk yang paling ditakuti adalah makhluk yang pintar, kaya dan gila. Berpikir sejenak, apakah ini adalah akar masalahnya? Tidak dipandangnya makhluk yang pintar dan gila di negeri ini karena di kepala mereka hanya ada uang, uang dan uang. Padahal makhluk yang pintar dapat menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan makhluk yang gila dapat memecahkan sebuah permasalahan dengan cara yang ekstrim dan efektif.
Ketika ketiga sahabat tersebut berkumpul, Ilu menyampaikan pandangannya, dan berpendapat bagaimana jika kita pindah ke sebuah negara yang menghargai orang-orang seperti kita (negeri Jepang). Bagi Ero, ini adalah sebuah peluang untuk memperluas jaringan. Akan tetapi bagi Aji, pindah ke negara lain menciptakan sebuah keraguan akan kemampuannya.
Sadar akan keraguan Aji, Ilu celetuk dan berkata: Kita adalah makhluk yang kuat dan mampu beradaptasi dalam segala situasi dan keadaan. Hal yang terpenting gunakan otakmu untuk memecahkan berbagai masalah. Dan inilah kesempatan kita untuk berkembang menjadi lebih baik dan menunjukan bahwa kita adalah makhluk yang unggul walau secara kenyataan keadaanlah yang memaksa diri kita menjadi makhluk yang unggul dalam tantangan.
Walau ragu, Aji yang melihat Ilu dengan keyakinannya dan Ero dengan kesiapannya, akhirnya memberanikan diri dan mempersiapkan nyali untuk merantau di negeri orang. Satu hal yang perlu digaris bawahi mempersiapkan nyali bukan berarti nekad karena itu sama saja dengan bunuh diri.
Menanti kedatangan hari keberangkatan Aji, Ero dan Ilu pamitan dengan sahabat-sahabatnya dan menyelesaikan hal-hal yang perlu. Pamitan dilakukan karena segala sesuatu yang akan dilakukan haruslah ada dukungan dan tugas yang diselesaikan adalah tanggung jawab hal yang tidak boleh ditinggalkan dengan alasan apapun.
Menunggu hari, jam, detik...... Emosi dan rasiopun memuncak dalam menentukan pilihan dan rencana yang hendak dilakukan dalam hidup ini guna mencapai sebuah cita-cita.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Photo dari kanan ke kiri: Aji, Ilu, Ero
Kamis, 17 September 2009
Intip & Lirikan Sukra
Maafkan saya. Mungkin sebagian pembaca bertanya-tanya, "Kemana dan dimanakah saya?" Saya hanya bisa berkata "maaf" karena banyak hal yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan diri untuk studi ke Jepang dan mempersiapkan buku "Intip & Lirikan Sukra edisi yang disempurnakan".
Apa isi dari buku "Intip & Lirikan Sukra edisi yang disempurnakan", sihhh... ? Bagaimana yahhh... saya menjelaskannya? Karena saya bingung maka penjelasan buku yang memiliki tebal 552 halaman dengan ukuran 13,5 cm x 20.5 cm ini, saya kutip dari bagian cover belakang:
"Penulisnya mengatakan ini adalah karya tulis dengan genre baru. Tapi apa daya, mereka mengatakan ini adalah gado-gado. Itulah kenyataan. Isi buku ini adalah “kumpulan cerita dan informasi di sekitar kita”, sama seperti tagline yang tertera pada blog Sukra (http://sukrablog.blogspot.com).
Hal pasti, jangan samakan buku ini dengan kertas coretan yang dibuang di keranjang sampah. Karena isi tulisan yang berasal dari blog tersebut pernah mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 untuk kategori mingguan, Selasa (07/07/09) atau Pemenang Blog Award Minggu Pertama Juli 2009 yang diberikan oleh Tim Internet Sehat-Detiknet.
Sudut pandang yang berbeda, beragam informasi, cerita tentang kehidupan, itulah bagian dari perjalanan Anda ketika melihat dan membaca buku ini. Dengan gaya penulisan yang lugas, singkat, padat, informatif dan dituturkan dengan kalimat yang terasa “bernas” menjadikan buku ini layak untuk dikonsumsi tua maupun muda.
243 tulisan dalam 8 kategori akan memberikan Anda pilihan untuk membaca informasi yang diinginkan atau yang hendak diketahui. 8 kategori tersebut adalah About Boys & Girls, Facts & History, Interest Fun & Leisure, Popular Information, Social Dilemma, Tips & Tricks, Tradition & Culture, dan Series.
Buku ditutup kemudian diletakkan di salah satu sudut rumah ketika selesai dibaca; berharap ada yang membacanya lagi di hari nanti.
Enjoy, peace and love from Sukra."
Untuk informasi lebih lanjut mengenai buku ini via email: sukra@artlover.com
Enjoy, peace and love from Sukra
Senin, 07 September 2009
Fakta Dunia Pendidikan Indonesia
Suatu hari, sahabat bertanya tentang pandangan dan pendapat saya tentang dunia pendidikan dan penelitian. Apa yang harus saya jawab karena ia-lah yang terjun dalam dunianya dan seharusnya lebih tahu daripada diri saya. Tak lama kemudian, karena melihat saya bingung, sahabat saya menjabarkan akan fakta-fakta yang tertulis dalam media koran. Fakta-fakta tersebut antara lain:
Melihat fakta diatas, bagaimanakah masa depan Indonesia? Dan bagaimanakah Solusinya? Inilah beberapa pandangan:
Sebuah pertanyaan terlintas dalam benak saya. Begaimana dan berapa lamakah bangsa Indonesia harus menunggu, karena butuh sebuah rencana dan proses yang nyata, tepat dan kesinambungan yang panjang?
Enjoy, peace and love from Sukra.
referensi foto: http://agusjames007.files.wordpress.com/2008/03/ujian.jpg
Artikel Favorit dalam 1 minggu
-
“ Tunjangan peneliti naik ” di harapkan memacu kreativatis dan inovasi para peneliti, sehinga bangsa ini semakin pencaya diri untuk mandir...
-
Telah lama saya menghilang. Dan inilah momen yang terbaik saya untuk kembali ke dunia blog ini. Sebagai hadiah untuk ajang kembalinya diri s...
-
Pertalian sahabat dengan keluarga Kurniawan dijembatani oleh hubungan erat antara Ayah dengan keluarga besar Kurniawan asal Semarang pada ta...
-
Hadiah Nobel dianug e rahkan setiap tahun sejak tahun 1901 dan terbagi dalam 5 bidang . P ada tahun 1969 ditambah bidang sosial ekonomi ...
-
Pada tahun 1977 Universitas Indonesia (UI) mendirikan program studi Pasca Sarjana Opto-Elektroteknika dan Aplikasi Laser (OEAL). Ditahun 198...
-
Diatas pintu masuk rumah kediaman sahabat Jepang ku, terdapat sebuah cermin kecil yang berhuruf “Yi Shan” ,kiranya mempunyai makna sebagai b...
-
Negeriku yang indah pesona,subur makmur,aman nyaman,kaya raya juga dengan budaya kultur tata krama tinggi, Terakhir ini peristiwa-peristiwa ...
-
Tjai May On (78 th) ilmuwan pelopor Indonesia (ver Gatra 2009 ). Bapak Fisika Indonesia (ver Sukra 2009 ), Penerima penghargaan Achmad B...





