Minggu, 17 Januari 2010

h-Index

Ketika jalan-jalan di dunia maya, Aji menemukan sebuah data yang kemudian dijadikan bahan obrolan dengan sahabatnya (Ero, Ilu). Data yang menunjukan dunia pendidikan dan penelitian Indonesia yang penuh guyonan (canda). Data tersebut merupakan hasil pemetaan peneliti unggulan di kawasan negara Asia Tenggara oleh F.Gruber dan A. Degelsegger; yang dipublikasikan oleh www.sea-eu.net

Dalam hasil pemetaan terdapat 9 orang Indonesia dari 33 nama sebagai peneliti unggulan (excellent researchers ) yaitu:

  • Dr. Koo Hendrik Kurniawan (Maju Makmur Mandiri Foundation Research Center, Jakarta)
  • Dr. Terry Mart (Fisika, Universitas Indonesia)
  • Dr. Sri Yudawati Cahyarini (Geoteknologi, LIPI Bandung)
  • Dr. Nurul Taufiqu Rochman (Fisika, LIPI Serpong)
  • Dr. Khie Khiong (Imunologi, Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung)
  • Dr. Sunu Budhi Raharjo (Kardiologi Vaskular, Kedokteran, Universitas Indonesia)
  • Dr. Gunawan Indrayanto (Biologi Farmasi, Universitas Airlangga Surabaya)
  • Dr. Muhilal (Nutrisi, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen kesehatan (NIHRD) Bogor)
  • Dr. Maggy Thenawidjaja Suhartono (Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor)

Hebatnya Indonesia memiliki banyak peneliti unggulan. Ketika pemerintah hampir tidak peduli akan nasib peneliti ternyata masih ada yang berjuang dan mengharumkan nama bangsa, celetuk Ero.

Seketika Ilu memotong. Apanya hebat !!! Data ini menunjukan betapa menakutkannya dunia pendidikan dan penelitian Indonesia. Negara besar tapi jumlah peneliti unggulan masih terhitung dengan jari.

Lalu... ... Contoh hasil pemetaan yang dilakukan dengan metodologi rujukan penelitian Hirsch Index (h-index), Dr. Koo Hendrik Kurniawan memiliki h-index 12 ( 67 dokumen versi scorpus documents published tahun 1995 sampai 2009). Hal ini menunjukan bahwa peneliti Indonesia yang memiliki h-index diatas 10 dapat terhitung dengan jari. Sekarang!!! coba cek h-index dosen, profesor atau rektor anda, jangan-jangan nilainya 0. Jadi, yang hendak saya sampaikan adalah seberapa banyak pendidik dan peneliti yang dapat menggiring siswa atau mahasiswanya ke jalur mahakarya untuk membangun bangsa dan Negara.

Apakah anda tahu bahwa calon peraih nobel fisika memiliki h-index diatas 50? Jadi, mimpi untuk meraih nobel dalam waktu kurun 10 tahun adalah sesuatu yang dapat terealisasi atau hanya kebohongan belaka untuk meningkatkan pamor.


Inilah dilema atau aib yang harus kita hadapi. Banyak mereka menunjukan diri mereka adalah manusia hebat tapi pada kenyataan tiada arti dalam dunia nyata yang sempit ini.

Enjoy, peace and love from Sukra.

referensi foto: http://speakingoffaith.publicradio.org/programs/einsteinsethics/images/einstein-pressconference1950.jpg

Read More......

Jumat, 06 November 2009

Surat untuk Pembaca

Dear all Sukrablog friends,

Thxx banget buat yang selalu intens memperhatikan sukrablog, memberikan komen dan inspirasi. Atas dukungan dan harapan dari teman-teman, edisi buku ini (Intip & Lirikan Sukra Edisi yang Disempurnakan) yang awalnya bersifat intern dan jumlahnya masih sangat terbatas, sudah dapat dicari, dibeli dan dipesan hanya di toko buku GRAMEDIA. Bagi yang berniat bisa langsung ke toko buku GRAMEDIA.

Mudah-mudahan dengan ini saya bisa semakin berkarya untuk bangsa... dan mudah-mudahan pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman semua untuk berkarya lebih baik lagi......

Enjoy,peace and love from Sukra

Read More......

Senin, 26 Oktober 2009

Love Makes You Strong

Adaptasi mungkin untuk sebagian kelompok adalah hal yang mudah. Dengan sifat manusia yang individual, tidak memikirkan yang lain kecuali dirinya sendiri, justru membuat kelompok yang sukar beradaptasi jauh lebih banyak. Ciri-cirinya ditunjukan dengan dimulainya perasaan kesepian, berlanjut ke tingkat stress dan diakhiri dengan bunuh diri atau pelampiasan yang tidak terkendali dan kadang sangat menakutkan. Ini bukanlah hal yang mustahil tapi kenyataan yang sering terjadi terutama di metropolitan.

Kesepian, itulah yang dirasakan Ilu sebagai tikus yang sedang merantau di negeri orang. Dengan keyakinan, ketegaran dan ketabahan, Ilu berusaha menutupi penyakit yang sedang menghampirinya tersebut dari sahabatnya. Walau ditutupi, Aji dan Ero menyadari apa yang dirasakan oleh Ilu dan berusaha memberi semangat kepadanya. Tapi itu semua sia-sia dan tidak ada perubahan dalam diri Ilu.

Sahabat yang sudah dianggap sebagai keluarga saja tidak bisa membantu, jadi bagaimana menyembuhkan Ilu. Ingin mencoba mengenalkan kepada seseorang tapi bagaimana? Semuanya serba sibuk, serba individual. Dan apa jadinya jika Ilu berinteraksi tetapi memasang wajah bad mood dan tidak antusias seperti itu?

Pada suatu hari, tiada angin yang berhembus, ada seseorang yang tiada mengenal mencoba berkenalan dengannya. Dan pada malam harinya, Ilu berubah menjadi lebih ceria dibandingkan hari sebelumnya. Apa yang terjadi? Apa gerangan yang telah dilakukannya? Membuat kedua sahabatnya tersebut penasaran.

Ilu menjawab. Tiada yang dilakukan oleh sahabat tersebut (dari asing, berkenalan dan menjadi sahabat). Ia hanya mengajak ngobrol sejenak saja.

Rasa penasaran timbul. Apakah ada yang namanya benih-benih cinta? Ilu menjawab tidak. Tapi ada sesuatu yang berbeda. Saya (Ilu) merasa ada kekuatan baru yang membuat saya percaya mampu menghadapi kesulitan (kesepian) ini. Mungkin karena itu ada pepatah "love makes you strong".

Dengan memberikan sedikit perhatian dapat membuat manusia tersebut lebih antusias dan lebih kuat. Karena perhatian tersebut membuat orang tersebut merasa berharga dan bernilai. Maka mulailah perhatikan sekeliling anda karena banyak yang membutuhkan perhatian anda.

Anda juga membutuhkan perhatian bukan? Love makes you strong.

Enjoy, peace and love from Sukra.


Read More......

Selasa, 06 Oktober 2009

JiRoLu

Di suatu sudut kota metropolitan, terdapat 3 ekor tikus yang selalu memimpikan sebuah perubahan. Sesuatu yang menjadikan dirinya berharga dan dikenang sepanjang masa. 3 tikus tersebut adalah Aji yang terkenal akan kepandaiannya, Ero yang terkenal akan kekayaannya dan Ilu akan kegilaannya.


Melihat terangnya bulan dan sunyinya malam hari, Ilu berpikir mengapa kami (Aji, Ero dan Ilu) yang memiliki kemampuan besar tidak mampu mengubah dunia. Padahal 3 makhluk yang paling ditakuti adalah makhluk yang pintar, kaya dan gila. Berpikir sejenak, apakah ini adalah akar masalahnya? Tidak dipandangnya makhluk yang pintar dan gila di negeri ini karena di kepala mereka hanya ada uang, uang dan uang. Padahal makhluk yang pintar dapat menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan makhluk yang gila dapat memecahkan sebuah permasalahan dengan cara yang ekstrim dan efektif.

Ketika ketiga sahabat tersebut berkumpul, Ilu menyampaikan pandangannya, dan berpendapat bagaimana jika kita pindah ke sebuah negara yang menghargai orang-orang seperti kita (negeri Jepang). Bagi Ero, ini adalah sebuah peluang untuk memperluas jaringan. Akan tetapi bagi Aji, pindah ke negara lain menciptakan sebuah keraguan akan kemampuannya.

Sadar akan keraguan Aji, Ilu celetuk dan berkata: Kita adalah makhluk yang kuat dan mampu beradaptasi dalam segala situasi dan keadaan. Hal yang terpenting gunakan otakmu untuk memecahkan berbagai masalah. Dan inilah kesempatan kita untuk berkembang menjadi lebih baik dan menunjukan bahwa kita adalah makhluk yang unggul walau secara kenyataan keadaanlah yang memaksa diri kita menjadi makhluk yang unggul dalam tantangan.

Walau ragu, Aji yang melihat Ilu dengan keyakinannya dan Ero dengan kesiapannya, akhirnya memberanikan diri dan mempersiapkan nyali untuk merantau di negeri orang. Satu hal yang perlu digaris bawahi mempersiapkan nyali bukan berarti nekad karena itu sama saja dengan bunuh diri.

Menanti kedatangan hari keberangkatan Aji, Ero dan Ilu pamitan dengan sahabat-sahabatnya dan menyelesaikan hal-hal yang perlu. Pamitan dilakukan karena segala sesuatu yang akan dilakukan haruslah ada dukungan dan tugas yang diselesaikan adalah tanggung jawab hal yang tidak boleh ditinggalkan dengan alasan apapun.

Menunggu hari, jam, detik...... Emosi dan rasiopun memuncak dalam menentukan pilihan dan rencana yang hendak dilakukan dalam hidup ini guna mencapai sebuah cita-cita.

Enjoy, peace and love from Sukra.

Photo dari kanan ke kiri: Aji, Ilu, Ero

Read More......

Kamis, 17 September 2009

Intip & Lirikan Sukra

Maafkan saya. Mungkin sebagian pembaca bertanya-tanya, "Kemana dan dimanakah saya?" Saya hanya bisa berkata "maaf" karena banyak hal yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan diri untuk studi ke Jepang dan mempersiapkan buku "Intip & Lirikan Sukra edisi yang disempurnakan".

Apa isi dari buku "Intip & Lirikan Sukra edisi yang disempurnakan", sihhh... ? Bagaimana yahhh... saya menjelaskannya? Karena saya bingung maka penjelasan buku yang memiliki tebal 552 halaman dengan ukuran 13,5 cm x 20.5 cm ini, saya kutip dari bagian cover belakang:

"Penulisnya mengatakan ini adalah karya tulis dengan genre baru. Tapi apa daya, mereka mengatakan ini adalah gado-gado. Itulah kenyataan. Isi buku ini adalah “kumpulan cerita dan informasi di sekitar kita”, sama seperti tagline yang tertera pada blog Sukra (http://sukrablog.blogspot.com).

Hal pasti, jangan samakan buku ini dengan kertas coretan yang dibuang di keranjang sampah. Karena isi tulisan yang berasal dari blog tersebut pernah mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 untuk kategori mingguan, Selasa (07/07/09) atau Pemenang Blog Award Minggu Pertama Juli 2009 yang diberikan oleh Tim Internet Sehat-Detiknet.

Sudut pandang yang berbeda, beragam informasi, cerita tentang kehidupan, itulah bagian dari perjalanan Anda ketika melihat dan membaca buku ini. Dengan gaya penulisan yang lugas, singkat, padat, informatif dan dituturkan dengan kalimat yang terasa “bernas” menjadikan buku ini layak untuk dikonsumsi tua maupun muda.

243 tulisan dalam 8 kategori akan memberikan Anda pilihan untuk membaca informasi yang diinginkan atau yang hendak diketahui. 8 kategori tersebut adalah About Boys & Girls, Facts & History, Interest Fun & Leisure, Popular Information, Social Dilemma, Tips & Tricks, Tradition & Culture, dan Series.

Buku ditutup kemudian diletakkan di salah satu sudut rumah ketika selesai dibaca; berharap ada yang membacanya lagi di hari nanti.

Enjoy, peace and love from Sukra."

Untuk informasi lebih lanjut mengenai buku ini via email: sukra@artlover.com

Enjoy, peace and love from Sukra

Read More......

Senin, 07 September 2009

Fakta Dunia Pendidikan Indonesia

Suatu hari, sahabat bertanya tentang pandangan dan pendapat saya tentang dunia pendidikan dan penelitian. Apa yang harus saya jawab karena ia-lah yang terjun dalam dunianya dan seharusnya lebih tahu daripada diri saya. Tak lama kemudian, karena melihat saya bingung, sahabat saya menjabarkan akan fakta-fakta yang tertulis dalam media koran. Fakta-fakta tersebut antara lain:

  • Depdiknas mencatat jumlah pengangguran terdidik 961.001 orang dan dari jumlah tersebut 598.000 lebih berstatus sarjana (Seputar Indonesia 25 Februari 2009)
  • Sekolah kejuruan diprioritaskan dan targetkan komposisi SMK adalah 60% (Seputar Indonesia 27 Maret 2009)
  • Peminat ke SMK naik karena lebih cepat mendapatkan kerja dan bisa lanjut kuliah (Kompas 22 Juli 2009)
  • Kurang dari 25% yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2009 (republika 31 Juli 2009)
  • Lebih dari 600 ilmuwan Indonesia saat ini bekerja di luar negeri (Kompas 13 Juli 2009)
  • Perguruan Tinggi Indonesia saat ini memiliki 30.569 peneliti yang mana terdiri dari 7.611 peneliti di 144 Falkultas, 13.281 peneliti di 33 lembaga penelitian, 8.164 peneliti di 36 lembaga pengabdian masyarakat dan 1.513 peneliti di 14 politeknik (Kompas 14 Juli 2009)
  • Daftar 2.000 lembaga riset dunia terbaik versi Webometrics menempatkan 3 lembaga riset Indonesia yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (ke 201), Centre for International Forest research (ke 425) dan Badan Penelitian Pengembangan Departemen Pertanian (ke 775) (Kompas 24 Agustus 2009)
  • Publikasi Internasional ilmuan Indonesia yaitu 0.8 artikel persejuta penduduk. Sedangkan negara tetangga seperti India dan Malaisia adalah 12.3 dan 23 artikel persejuta penduduk. (Kompas 20 Agustus 2009)
  • Dari sekitar 400 jurnal ilmiah yang diterbitkan perguruan tinggi dan profesi, baru sekitar 116 jurnal ilmiah yang terakreditasi nasional dan 9 jurnal ilmiah yang terakreditasi internasional (Kompas 20 Agustus 2009)
  • Indonesia kekurangan Doktor. Saat ini lebih kurang baru 10.000 Doktor (Seputar Indonesia 28 Agustus 2009).

Melihat fakta diatas, bagaimanakah masa depan Indonesia? Dan bagaimanakah Solusinya? Inilah beberapa pandangan:
  • Mahasiswa berfikir: Sebaiknya para pendidik mempunyai standar mutu, konsep, dan bertanggung jawab untuk menciptakan siswa yang siap bekerja dan melanjutkan kuliah.
  • Guru Besar berkata: Dengan pelatihan para guru sekolah, ia mengharap Indonesia akan memiliki 30.000 Doktor untuk 10 tahun kedepan (Koran Jakara 28 Agustus 2009)
  • Rektor Universitas berpendapat: proram s1 dan s2 digabung sehingga beban sks yang ditempuh adalah 160 sks. Dengan harapan dalam 8 tahun bangsa ini akan mendapatkan Doktor berusia 26 tahun sebesar 298.000 orang (Seputar Indonesia 30 Agustus 2009).
Sebuah pertanyaan terlintas dalam benak saya. Begaimana dan berapa lamakah bangsa Indonesia harus menunggu, karena butuh sebuah rencana dan proses yang nyata, tepat dan kesinambungan yang panjang?

Enjoy, peace and love from Sukra.

referensi foto: http://agusjames007.files.wordpress.com/2008/03/ujian.jpg

Read More......

Artikel Favorit dalam 1 minggu