Sabtu, 10 Mei 2008

Pagetir Sindrom

Sebuah penyakit akibat PAnik, GElisah dan khawaTIR (pagetir) dan dimana menurutku dirasakan hampir semua orang yang tinggal di negara ini, terutama seseorang dengan hidup sederhana dan tidak mau menjadi pesaing dalam kedudukan, nama dan status. Saat ini segenap bangsa berusaha untuk mengatasi krisis dan menyelamatkan reformasi dan bergandengan tangan untuk mewujudkan impian Indonesia baru, tetapi dengan melihat keadaan saat ini maka pagetir sindrom-pun tak dapat dielakan.

Penduduk Indonesia yang berjumlah ± 240 Juta manusia terdiri dari:

  • Agama: Islam (±87%), Kristen+Khatolik (±9%), Hindu (±1.8%), Buddha (±0.8%), Kong Hu Cu (±0.3%)
  • Jumlah penduduk: Jawa (±58%), Sumatra (±21%), Kalimantan (±6%), Sulawesi (±8%), Bali + Nusa Tenggara (±5%), Irian + Maluku (±2%), dll.
  • Suku Bangsa: Jawa (±42%), Sunda (±15%), Melayu (±3.5%), Madura (±3.3%), Batak (±3%), Minangkabau (±2.7%), Betawi (±2.4%), Bugis (±2.4%), Banten (2%), Tionghua (±1.6%), dll.

Informasi tentang keadaan Indonesia tahun 2007, dimana inflasi 6.6%, pertumbuhan ekonomi 6.3%, harga 1 U$ adalah 9.300 rupiah, kondisi saat ini tercapainya harga minyak ±120U$/barel, beras ±900U$/ton, emas ±860U$/troy oz. Dengan jumlah angkatan kerja sebesar 110 juta orang, ternyata terdapat penganguran sebesar ±10.5 juta orang. Tentu jumlah orang miskinpun semakin bertambah ±37.2 juta orang. Pemasukan pendapatan terendah dibawah 800 ribu rupiah sebanyak 68% penduduk dimana ±60% di kota dan ±76% di desa. Biaya hidup keluarga terendah dibawah 850 ribu rupiah sebanyak 64% penduduk dimana ±53% di kota dan ±75% di desa.

Lapangan kerja utama untuk penduduk Indonesia antara lain sektor pertanian ±44%, perdagangan ±20%, industry ±13%, jasa ±12%, angkutan, bangunan, dan pertambangan ±10%, keuangan ±1%, dll. Untuk sektor perdagangan, usaha kecil ±99.76%, usaha menengah ±0.22%, usaha besar ±0.02%.

Tak pelak juga bagian pendidikan membuat seseorang memiliki penyakit pagetir sindrom. Penduduk yang berstatus masih bersekolah Indonesia ±19% (pendidikan dibawah 9 tahun 14% dan diatas 9 tahun 5%), belum mengenyam pendidikan ±9%. Diperkirakan rata-rata pendidikan hanya mengenyam ±5 tahun ajaran dan dimana jumlah penduduk diatas umur 15 tahun ±164 juta orang.

Jadi bila dirangkum data diatas pagetir sindrom timbul dari permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dan rakyat. Krisis ekonomi yang berkepanjangan dan dilanjutkan krisis moneter yang bergeser ke krisis harga pangan dan energi. Dimana berefek terhadap krisis kepercayaan terhadap pemimpin karena dilema yang timbul antara lain pertarungan elit politik, pertahanan keamanan, ekonomi dan kebutuhan hidup rakyat, dll. Hingga tiada kemesraan antara kedua belah pihak.

Apa solusi dari pagetir sindrom ini? Apakah anarkis, Kriminal atau pasrah? Bukan, melainkan tuntutan terhadap komitmen kesetiaan terhadap kedua belah pihak dalam menjalankan hak, kewajiban dan tangung jawabnya di masing-masing pihak. Seperti yang diserukan presiden di depan pers (dikutip dari harian Kompas 5 Mei 2008): “saya serukan agar yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang miskin, dan yang mendapatkan keuntungan lebih karena naiknya harga energi dan pangan membantu rakyat dan Negara itu baru adil, kita tidak ingin makmur sendiri-sendiri tetapi ingin makmur bersama-sama.”

Akhir kata, dengan rasa juang dan kasih mari bersama-sama tingkatkan rasa nasionalisme, patriotisme, spiritualisme dan gotong royong untuk meredam krisis. Penuh empati dan kepedulian sesama insan anak bangsa.

Enjoy, peace and love.

referensi photo: http://www.healthywaymagazine.com/issue30/images/panic.jpg


Related Posts by Categories



0 comments:

Artikel Favorit dalam 1 minggu