Catatan penting dalam perjalanan hidup saya akan bertambah. Dengan diterimanya beasiswa monbukagakusho, maka pada pertengahan bulan September 2009, saya akan pergi ke FUKUI University di Jepang untuk melanjutkan program studi S3 di bidang "Nuclear Power and Energy Safety Engineering."
Ucapan terima kasih saya berikan kepada Prof. Hideaki Niki yang akan menjadi pembimbing saya di Fukui, Prof. Tjia May On yang membimbing saya selama masa persiapan di Indonesia khususnya pelajaran fisika modern, rekan-rekan peneliti di "Maju Makmur Mandiri Research Center", keluarga saya sendiri dan lain lain yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.
Mungkin bagi sebagian orang mendapatkan beasiswa adalah hal yang mudah. Jujur untuk diriku mendapatkan beasiswa adalah hal yang panjang dan rumit sehingga perlu adanya rencana, proses, pembelajaran, dan tindakan sehingga memperoleh sebuah hasil yang diinginkan. Persiapan yang saya lakukan dimulai sejak semester 5 (2004) di UI. Tentu dalam masa persiapan ini ada orang yang selalu mendukung antara lain ayahku, Sensei Kagawa dan Pak Hendrik Kurniawan yang sagat saya hormati. Terima kasih sedalam-dalamnya kepada mereka yang telah mendukungku. Siapakah mereka?
Nama : Prof. KiiChiro Kagawa
Lahir : Hitachi, Jepang, 15 Desember 1944
Guru Besar madya : Universitas FUKUI (1977-1999)
Guru Besar penuh : Universitas FUKUI (2000- sekarang)
Sarjana : Universitas Konan, Kobe, Jepang (1969)
Doktor : Fisika, Universitas Konan, Kobe, Jepang (1976)
Bidang Riset : Aplikasi Pulse CO2 laser dengan kekhususan Laser Induced Plasma Spectroscopy
Data (s/d Jun 09) : Publikasi Internasional (117 karya ilmiah)
Konferensi Internasional (30 karya ilmiah)
Publikasi nasional (banyak)
Supervisi Mahasiswa S3 (10 Doktor dan semuanya warga Indonesia)
Sebagai pelengkap data, Sensei Kagawa adalah pionir penelitian "Laser-Induced Color Centre Formation " yang mana mendapatkan penghargaan "The Nishiwa Kinen Foundation" tahun 1975; peneliti terkemuka yang menganalisa hidrogen pada bahan padat, bahan organik pada makanan, tumbuhan dan obat; penasehat sukarela di "Maju Makmur Mandiri Research Centre" sejak tahun 2000 hingga sekarang.
Nama : Dr. Ir. Koo. Hendrik Kurniawan. M.Eng.Sc
Lahir : Semarang, 18 Desember 1960
Jabatan : Research Coordinator Maju Makmur Mandiri Research Centre
Sarjana : Universitas Trisakti 1985
Doktor : Universitas Indonesia1992 (Cum Laude)
(pembimbing: Prof. M. Barmawi, Prof. T. Kobayashi, Prof. K. Kagawa, Prof. M.O. Tjia)
Fellow : The Royal Society of Chemistry 2007
Bidang Riset : Applied Laser Technology and Laser Spectroscopy
Data (s.d Jun 09) : Publikasi Internasional (86 karya ilmiah)
Konferensi Internasional (31 karya ilmiah)
Publikasi nasional (48 karya ilmiah)
Supervisi Mahasiswa S3 (6 Doktor)
Publikasi Internasional dengan IF (Impact Factor) yang bergengsi seperi
Sebagai pelengkap data, Pak Hendrik mendapatkan beberapa penghargaan antara lain "The first prize, The Second Aseans Science and Technology Week, Philippine 1989", "The Best Young Researcher in Engineering Field, Indonesia Institute of Sciences, 1997", "The Best Researcher in the field of Science and Techonology, Indonesia Japan Toray Science Foundation 2001" dan "One among Six Indonesian Leading Scientists and Engineers of OIC 2008"
Mengapa saya meletakan data mereka? Saya ingin memberikan hormat kepada mereka dan bangga bisa mengenal mereka. Mereka adalah contoh dari dosen dan peneliti Indonesia yang telah berjasa, peduli bagi dunia penelitian dan pelatihan pendidikan fisika sekolah menengah di Indonesia yang mana keberadaan mereka adalah diluar struktur pemerintahan dan universitas di Indonesia. Jadi marilah kita mencontoh dan belajar dari mereka.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi: http://www.mmfoundation.org
Referensi photo: http://www.stelab.nagoya-u.ac.jp/omosaic/ics498/fig/fuji_web.jpg
Sabtu, 18 Juli 2009
Beasiswa Monbukagakusho
Minggu, 12 Juli 2009
Keluarga Carlebur
Ini adalah nyata karena merupakan sahabat saya. Memang mereka tidak terkenal karena memang bukan selebritis, tapi keberhasilan dalam pendidikan membuat saya kagum dan salut. Jadi sebelumnya kuucapkan selamat kepada keluarga ini, terutama kepada sahabatku yang cantik dan cerdas. Diterima di program studi S2 untuk sang kakak dan S1 untuk sang adik dibidang biologi Universitas Cambrigde.
Siapakah mereka? Dengan ayah, F. Carlebur, berkebangsaan Belanda, Katolik dan memperoleh insinyur kimia 1978. Pada tahun 1987 menikahi seorang wanita peranakan Jawa yang lahir di Jawa Tengah, Buddha Kejawen (tradisi keluarga) dan juga merupakan insinyur kimia Universitas Diponegoro 1980. Seorang wanita yang masih kental akan kultur, tata krama budaya timur. Satu hal, karena pekerjaan sang suami yang harus merantau maka sekarang mereka berdomisili di Thailand.
Gadis yang pertama bernama Myrna, Agustus 1988. Saat SMA bersekolah di Bangkok Patana School, lulus 2006. Catatan prestasi yang ditorehkan, pada "0" level pada tahun 2004 mendapatkan 11 nilai A* dengan penghargaan Top in the World (2 subyek) dan Top in Thailand (3 subyek). Sedangkan pada "IB" (International Baccalaureate) level pada tahun 2006 mendapatkan nilai penuh 45, dengan karya tulis kandungan kalsium di susu. Sarjana di bidang biokimia di Cambridge University 2009 dan sekarang masuk program master di bidang dan universitas yang sama.
Gadis yang kedua bernama Saskia, Mei 1991. Pada saat SMA, gadis ini juga bersekolah di Bangkok Patana School, lulus 2009. Catatan prestasi yang ditorehkan, pada "0" level pada tahun 2007 mendapatkan 11 nilai A* dengan penghargaan Top in the Wolrd (2 subyek) dan Top in Thailand (4 subyek). Sedangkan pada "IB" (International Baccalaureate) level pada tahun 2009 mendapatkan nilai penuh 45, dengan karya tulis kandungan protein di serangga. Sekarang akan masuk kuliah di Cambridge University bidang biologi.
Kemampuan lain yang membuat saya takjub pada kedua gadis ini adalah kemampuan berbahasanya. Mereka mampu berbicara dalam bahasa Inggris, Indonesia, Tionghoa dan Jawa.
Khusus untuk putri Carlebur yang kedua, Saskia, mendapatkan beasiswa dari Yale University dan John Hopkins University (Amerika). Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Saskia memutuskan untuk memilih Cambridge University. Pertimbangannya antara lain segi kultur, keluarga dan persepsi akan kebersamaan dan keutuhan dalam perjalanan masa depan yang lebih pasti dan saling mendukung dalam mata rantai keluarga.
Apa yang menjadikan mereka spesial? Mereka berdiri diatas keaneka ragaman suku, agama, ras, budaya, lingkungan, dll. Dengan peranan seorang wanita sebagai istri sensasional dalam pendidikan kultur keluarga menghasilkan kekuatan magis untuk kesuksesan generasi penerus. Kekuatan magis yang berasal dari kultur budaya Timur Nusantara (Jawa) yang kental dalam pola pikir kehidupan sosial dan keluarga dengan penuh keharmonisan dan kedinamisan.
Apa perbedaan antara nilai prestasi diatas (prestasi di berbagai bidang) dengan nilai prestasi kompetisi (bidang khusus)? Mana yang lebih diprioritaskan dan lebih membanggakan bagi orang tua dan guru di sekolah?
Enjoy, peace and love from Sukra.
Jumat, 10 Juli 2009
Ujang Mimpi
Kriinnngggg......... Weker berbunyi dan menunjukan pukul 4 pagi, Ujang Mimpi bangun dari tidur yang nyenyak dan bersiap untuk mengantarkan koran ke rumah penduduk untuk mendapatkan uang tambahan. Setelah selesai akan pekerjaan, Ujang Mimpi pergi ke sekolah, dan untuk akhir pekan pergi ke sebuah pasar untuk mendengar cerita dongeng yang dibawakan oleh Kakek Habi. Itulah yang dilakukan sehari-hari dan mendengarkan cerita menjadi rutinitas karena keindahan, kedamaian yang selalu dirasakan meskipun ada konflik, sebuah cerita selalu diakhiri dengan kebahagiaan.
Suatu hari, setelah selesai mendongeng, Kakek Habi melihat wajah murung Ujang Mimpi. Kakek Habi menghampiri dan bertanya, ada apa dengannya. Ujang menjawab: Andai dunia dongeng itu ada, aku ingin pergi dan tinggal disana, dimana semua impian dan keajaiban terjadi disana. Tidak seperti dunia ini, ketidak adilan dimana-mana, yang miskin akan selalu miskin dan menjadi orang kaya hanyalah mimpi di siang bolong.
Kakek Habi tersenyum dan memberikan sebuah batu meteorit. Rahasiakan hal ini, peganglah batu tersebut dan malam ini ketika semua keluarga tidur terlelap, keluar dan pergi ke halaman belakang sekolah karena akan ada sebuah becak fantasi menunggu penumpang untuk pergi ke negeri dongeng.
Pulang dengan kebimbangan karena terjadi peperangan antara logika dan keingin tahuan. Hal yang tidak mungkin ada, tapi jika itu benar berarti... sesuatu yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata. Semakin malam semakin gelisah antara pergi dan tidak pergi. Ketika yang lain terlelap, Ujang Mimpi malah terjaga dan akhirnya memutuskan untuk pergi diam-diam untuk menghilangkan kegelisahannya.
Sesampai di halaman belakang sekolah, kosong dan tidak ada apa-apa, itulah yang dilihat oleh Ujang. Dalam hati berkata, betulkan saya telah ditipunya, dasar penipu ulung. Dan batu jelek ini pasti hanya bualannya. Dilemparnya batu tersebut dan tiba-tiba terdengar suara kayuhan sepeda dan krincingan. Ada becak datang dengan abang yang keren dan berkata," Adik memesan becak ke negeri dongeng? Jika iya naiklah."Rasa tidak percaya dan ragu-ragu, Ujang Mimpi naik ke atas becak. Belum duduk 5 menit, becak telah terbang sehingga bulanpun terasa dekat. Tak lama kemudian terlihat dari kejauhan binatang-binatang dalam dongeng seperti unicorn, griffin, naga, phoenix, dll. Becak terbang menurun dan tak lama kemudian abang tukang becak berkata, "Yak kita telah sampai, inilah negeri dongeng dan selamat bersenang-senang".
Kakek Habi datang menjemput, mengajak berkeliling dan membawanya pulang ke rumah. Sesampai di rumah, Ujang Mimpi berulah dan kemudian berteriak "Akulah raja di negeri ini", kemudian ia berlari keluar dan ingin memberikan pernyataan ini ke seluruh penduduk. Sebelum hal tersebut terjadi dan sesaat sebelum Raja Nedo (Negeri Dongeng) lewat, Kakek Habi menangkap dan menundukan kepala Ujang Mimpi.
Dengan rasa kesal, bingung dan kemudian bertanya apa yang salah dari perbuatannya. Kakek Habi menjawab: Kamu adalah tamu di negeri ini dan kita adalah rakyat kecil, jadi hendaknya tahu apa itu sopan santun. Negeri dongeng ini bisa damai, tentram karena mereka tahu mana yang baik dan benar, tahu apa itu sopan santun dan berdisiplin. Tidak tahu sopan santun sama halnya dengan kejahatan. Bisa-bisa, kamu kena hukum cambuk. Itulah sebabnya negeri dongeng bisa indah, tertib dan teratur karena memiliki hukuman yang sangat keras bagi yang melakukan kesalahan. Baiklah, sekarang kita pulang dan istirahat karena besok kita harus bekerja.
Ujang bertanya-tanya kemudian memberanikan diri untuk bertanya. Ujang bekerja? Ujang khan hanya 4 jam disini dan mengapa Ujang harus bekerja, lagian ini khan dunia dongeng yang penuh dengan keajaiban.
Kakek Habi menjawab: Maaf saya lupa memberitahu pada Ujang Mimpi bahwa 1 jam di dunia nyata sama dengan 1 minggu di Negeri dongeng. Ujang harus bekerja karena dengan bekerja Ujang Mimpi baru dianggap sebagai manusia yang patut untuk dihargai dan dihormati. Jadi mulai esok ujang membantu kakek membersihkan kandang binatang, yahhh...
Tak bisa membantah dan hanya bisa menurut, Ujang melakukan apa yang diperintahkan oleh Kakek Habi. 1 hari terlewati, 2 hari terlewati, sampai 1 minggu telah terlewati. Ujang jenuh dan bertanya: Kakek Habi apa yang harus saya lakukan agar aku dapat seperti orang-orang yang diceritakan oleh kakek dalam dongeng, contohnya menjadi raja, menjadi orang yang disayangi oleh seluruh penduduk, dll. Jika saya hanya bekerja di kandang saja, mana mungkin saya menjadi seperti orang dalam cerita dongengmu.
Tersenyum dan menjawab: baiklah jika Ujang benar-benar ingin tahu. Mereka telah memiliki dan melakukan hal yang luar biasa besar dan hebat; dan usahanya dapat dirasakan oleh seluruh penduduk. Nahhh.... apa yang Ujang miliki? Dan jika Ujang Mimpi percaya dapat melakukan sebuah perubahan untuk seluruh warga disini, kakek tidak melarang, lakukanlah apa yang menurutmu benar.
Kembali ke kandang, dan berpikir tetap tidak menemukan jawaban. Keliling kota berharap mendapat ilham, tapi hasilnya sama yaitu tidak ada jawaban. Semua yang dilihat, tiada yang berbeda dengan kehidupan nyata yaitu sekeras apapun usahanya bahkan hingga banting tulang mereka tetap miskin, dan tidak dihargai. Jadi hal yang luar biasa dan hebat apa yang telah dilakukan, sampai-sampai setiap raja atau orang tertentu lewat, mereka begitu diagungkan dan tampak rasa bahagia ketika harus berhadapan. Aneh tapi nyata apakah itu hanya salah satu cara mereka untuk meningkatkan derajat hidup mereka.
Seminggu telah berlalu dan kakek kembali bertanya: bagaimana, Ujang Mimpi telah tahu apa yang harus diperbuat? Ujang yang merasa bimbang, mengeluarkan pendapat: Apakah yang dimaksud kakek adalah berperilaku baik di depan orang yang lebih berkuasa atau dihormati. Jika ya maka apa bedanya dengan menjilat?
Tertawa hingga sakit perut dan kakek menjawab: Ujang-ujang apa sih yang dipikirkan? Hari gini masih menjilat orang yang lebih berkuasa. Di dunia dongeng hal itu tidak akan terjadi, jika harus berperilaku baik maka itu tidak hanya dilakukan kepada orang tertentu tapi ke seluruh orang. Hal yang luar biasa dan hebat yang mereka miliki adalah imajinasi tinggi, usaha besar dan hati yang dalam. 3 modal ini, tidak hanya dimiliki oleh orang di negeri dongeng tapi juga di dunia nyata. Bagaimana?
Imajinasi tinggi berarti memiliki mimpi untuk melakukan sesuatu yang baru atau besar, yang mana akan memberikan dampak besar bagi diri sendiri maupun orang lain. Usaha besar adalah seberapa besar usaha yang dilakukan untuk mencapai impian tersebut. Apakah lansung menyerah ketika sebuah kegagalan menghampiri atau terus mencoba walaupun berjuta kegagalan. Hati yang dalam adalah seberapa dalam anda mendedikasikannya dan seberapa siap anda menerima cacian dan cercaan yang mana dapat merubah keteguhan anda.
Ujang Mimpi mulai mencerna akan apa yang dikatakan Kakek Habi. Ujang mulai bermimpi akan apa yang hendak diperbuat dan diciptakan untuk sebuah perubahan. Kemudian setahap demi setahap membuat langkah dan rencana untuk mewujudkan mimpi tersebut. Waktu pulang ke dunia nyata semakin dekat dan tidak disadarinya. Hingga kakek mengingatkan, esok adalah saatnya Ujang Mimpi pulang ke dunia nyata dan melanjutkan tugas sebagai pengantar koran dan pelajar.
Tiba pada waktunya dan becak fantasi telah menunggu, perasaan sedih untuk meninggalkan negeri dongeng ini. Apa daya keluarga dan kewajiban di dunia nyata telah menunggunya. Kakek Habi berpesan, ketika Ujang Mimpi meninggalkan negeri dongeng ini jangan lupakan imajinasi yang telah diciptakannya karena itu adalah cahaya yang akan menuntun kepada sebuah perubahan.
Kriinnngggg......... Weker menunjukan pukul 4 pagi, waktunya bangun dan melakukan kewajiban yaitu menjalankan tugas dengan baik dan mengumpulan bekal (ilmu pengetahuan dengan belajar dan belajar) untuk masa depan yang lebih cerah dan pasti.
Ujang mimpi = U Jangan Mimpi saja
Kakek Habi = Kakek yang memiliki Hati Bijak
Enjoy, peace and love from Sukra.
referenso foto:
http://palembangdaily.files.wordpress.com/2008/02/koran.jpg
http://surauinyiak.files.wordpress.com/2009/06/becak.jpg
Selasa, 30 Juni 2009
Bapak Fisika Indonesia (ver. Sukra)
Versi Sukra karena saya tidak mau disalahkan dan ini merupakan penilaian dari kacamata pribadi yang mungkin berbeda dengan penilaian pihak lain. Penilaian Sukra ini sangatlah sederhana dengan hanya melihat kontribusi artikel ilmiah internasional termasuk impact factor atas artikel tersebut, sama seperti halnya pada kriteria penilaian seseorang ilmuan untuk memperoleh hadiah nobel di bidang tertentu.
Bapak Fisika Indonesia menurut saya adalah pelopor dan pakar ilmuwan Indonesia di bidang ilmu Fisika, baik Fisika teoretis maupun Fisika experimentalis. Ada dua nama yang saya anggap sebagai Bapak Fisika Indonesia yaitu Prof Dr Muhamad Barmawi dan Prof Dr Tjia May On, keduanya dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Biodata Singkat:
Nama : Prof.Dr.Muhamad.Barmawi
Lahir : Bandung, 1 September 1932
Guru besar : Fisika ITB (1972-sekarang, Emeritus)
Sarjana : Institut Teknologi Bandung d/h Universitas Indonesia 1957
Doktor : University of Chicago USA 1967
Bidang riset : Fisika material, Elektronika
Data(s/dSep02) : Publikasi Internasional (18 karya ilmiah)
Konferensi Internasional (27 karya ilmiah)
Publikasi lainnya (201 karya ilmiah)
Supervisi Mahasiswa S3 (lebih kurang 20 Doktor)
Sebagai data pelengkap, Pak Barmawi dan stafnya telah membangun Laboratorium Fisika Material Elektronik ITB dengan sarana sistem reaktor (reaktor metalorganic chemical vapor deposition, reaktor pulse-laser ablation deposition, reaktor plasma enhance chemical vapor deposition, dan reaktor unbalanced dc-magnetron sputtering) dan fasilitas karakterisasi (epavarator, sistem cryogenic, sistem pengukuran photoluminiscence, sistem pengukuran effect-hall, dan sistem pengukuran IV, CV dan DLTS).
Nama : Porf.Dr.Tjia.May.On
Lahir : Probolinggo, 25 Desember 1934
Guru besar : Fisika ITB (1992-2004)
Sarjana : Institut Teknologi Bandung 1962
Doktor : North Western University USA 1969
Bidang riset : Fisika Material Organik Terkonjugasi dan Superkonduktor
Data (s/dDes08) : Publikasi Internasional (88 karya ilmiah)
Konferensi Internasional (44 karya ilmiah)
Publikasi Nasional (44 karya ilmiah)
Konferensi Nasional (77 karya ilmiah)
Supervisi Mahasiswa S3 (16 Doktor)
Sebagai pelengkap data, Pak Tjia adalah satu diantara 6 ilmuwan asal Indonesia dari 381 ilmuwan terkemuka dalam "Committe Of Science and Technology" (http://www.comstech.org) yang terdiri dari 57 negara dan tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Lalu bagaimana dengan nama-nama Orang Fisika yang mungkin lebih sering terdengar atau lebih terkenal dalam masyarakat? Itu terserah anda, dan telah disebutkan ini adalah Bapak Fisika Indonesia versi Sukra yang mana penilaian berdasarkan kemampuan dan kontribusi yang diberikan dalam dunia fisika bukan hanya di Indonesia tapi di dunia.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi:
"Ilmuwan Pelopor Indonesia", Gatra no. 25 tahun XV, 2009.
"Prof Dr.M.Barmawi Perjalanan Karier",Lemp ITB, 2002
Sabtu, 27 Juni 2009
Tata Bangunan dan Ruang (Feng Shui)
Memamfaatkan kesempatan yang ada. Maksudnya, saya mendapatkan informasi penting dari orang yang mengenal inti sari dari ilmu Feng Shui, sedangkan pembaca mendapatkan informasi yang selama ini tidak diketahui dan sangat mengejutkan. Informasi ini saya dapatkan karena kakak saya, Eileen yang akan S2 design di Universitas Trisakti, sedang mencari bahan untuk topik thesisnya sehingga mencari informasi dari orang yang ahli dan paham secara keseluruhan.
Feng Shui diartikan sebagai ilmu pengetahuan tata bangunan dan ruang klasik China, yang sangat erat hubungannya dengan pengetahuan geomorfologi, struktur tanah, arah angin, sirkulasi udara, aliran air, sinar matahari, dll. Secara umum digunakan untuk kuburan dan hunian.
Feng Shui yang dikenal saat ini, umumnya adalah sebuah gambaran yang direkayasa dan dikemas sebagai intrik komersial karena manusia berharap dari Feng Shui dapat memenuhi kebutuhan psikologisnya. Akibatnya kesan menjadi eksklusif, dan spesial padahal menyesatkan. Btw saat ini, Feng Shui juga sering dikaitkan dengan energi "supernatural" atau kepercayaan dan agama yang tidak ada kaitannya.
Pada awalnya tata bangunan dan ruang hanyalah sebatas naluri, kemudian berdasarkan pengalaman, berlanjut menjadi sebuah pengetahuan dan pada akhirnya tercipta sebuah falsafah logika dan teori ilmu. Falsafah logika dan teori ilmu yang ada di negeri China dapat dikatakan telah melakukan perjalanan panjang yaitu masa penyebaran (200M-600M), masa perkembangan (600M-1000M), masa kejayaan (1000M-1300M), masa menjamur (1300M-1600M) dan masa pasang surut (1600M-sekarang).
Sedangkan untuk Indonesia, mulai diminati pertengahan dekade 80-an. Lie Tjung Jie adalah salah satu orang yang pertama menyusun ilmu Feng Shui Hunian secara sistematik dalam bahasa Indonesia ("Diktat Analisa Penampilan Bangunan Rumah", Jakarta, Mei 1989). Diktat tersebut disusun dengan metode pengumpulan data, analisa, penarikan kesimpulan dan penegakan diagnosa kerja dan perencanaan tindak lanjut.
Dasar pengetahuan dan falsafah Feng Shui terbagi atas 3 yaitu unsur ekologi, estetika dan psikologi. Unsur Ekologi adalah gambaran peta geomorfologi yang berupa struktur geologi, medan dan keadaan topografi seperti gunung, angin, air dan sinar matahari yang berdasar pada falsafah budaya peradaban. Unsur estetika ditujukan kepada fondasi, bentuk, design bangunan dan tata ruang yang dikaitkan dengan kehidupan alam dan sosial dengan falsafah karakter bangsa. Unsur psikologi dikaitkan dengan falsafah budaya sampai logika dan pola pikir; merujuk ke rasa aman, nyaman, tentram, harmonis dan serasi yang menggambarkan falsafah jiwa kepribadian.
Dasar dan teori ilmu Feng Shui terbagi atas dua yaitu teori citra topografi dan teori energi vital dengan 4 alirannya. Karena penggunaan saat ini lebih ke arah hunian, Fungsi untuk bangunan kuburan tidak saya bahas.
Citra topografi haruslah dibedakan antara geomorfologi China dan Indonesia yang mana ini sering sekali dilupakan. China adalah negara daratan yang mana pada bagian utara terdapat udara dingin, barat terdapat angin pasir, timur terdapat air laut, selatan terdapat gunung nadi, dan sungai mengalir dari barat menuju timur; disamping itu memiliki 4 musim dan sinar matahari di bawah lintang utara 23'5; sehingga konsep rumah hendaknya mengarah ke timur dan selatan. Indonesia adalah negara kepulauan di garis khatulistiwa yang memiliki 2 musim saja dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan arah angin dari barat dan timur. Khusus di pulau Jawa, bagian utara terdapat air laut, selatan terdapat gunung nadi, sungai mengalir dari selatan menuju utara; sehingga konsep rumah hendaknya mengarah ke arah timur dan utara.
Selain citra topografi, perbedaan budaya dan karakter dari komunitas masyarakat atau etnis suku bangsa juga akan mempengaruhi bentuk kampung atau kota dalam membangun hunian. Tata letak wilayah dipengaruhi oleh lingkungan hidup, falsafah dan budaya, unsur ekologi dan antropologi. Tata bentuk bangunan dipengaruhi oleh lingkungan sosial, logika dan teori, unsur estetika dan sosiologi. Tata design rumah dipengaruhi oleh lingkungan kesehatan, pola hidup, praktek lapangan dan rencana tindak lanjut, dan unsur kesehatan dari psikologi.
Catatan Feng Shui yang berhubungan dengan psikologi dalam kesehatan dan keuangan:
Kesimpulan dan akhir kata:
Enjoy, peace and love from Sukra.
Rabu, 24 Juni 2009
Dongeng Haripet
Di sebuah kampung yang bernama Haripet, tinggal sebuah keluarga. Bukan keluarga kaya tapi dihormati oleh seluruh kampung karena menjunjung tinggi keprofesionalan dan pendidikan dinomor satukan. Dalam keluarga tersebut terdapat seorang anak pria bernama Raka yang diharapkan menjadi seseorang dengan jiwa pemimpin (raja) yaitu melihat, mendengar dan membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitarnya. Raka tumbuh menjadi pemuda yang tampan, tegas dan cerdas. Ketika dewasa, ayah Raka tidak ragu untuk mengirim Raka ke kampung Tralia untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik meskipun sangat mahal.
Kabar tentang Raka terdengar hingga ke penjuru kampung. Seorang saudagar kaya yang juga mendengar kabar tersebut akhirnya mencari informasi. Saudagar ini ingin menjodohkan putrinya Ratik yang mana sering dipanggil dengan Ratu Cantik. Ratik adalah perempuan yang lembut dan mendapatkan pendidikan di kampung Merika tapi sayang ia manja dan borjuis. Hal ini mungkin dikarenakan pendidikan dan lingkungan keluarganya.
Informasi yang dicari ayah Ratik didapatkan, ternyata keluarga Raka adalah sahabat karib ketika masa sekolah dahulu di Guangfu dan Raka sendiri memenuhi kriteria yang diinginkan. Ayah Ratik mengadakan sebuah perjamuan dengan alasan temu kangen padahal tujuan sebenarnya adalah memperkenalkan Ratik dan menjodohkannya kepada Raka yang mana keduanya sedang dalam masa liburan.
Dalam perjamuan dan percakapan tersebut muncul pandangan akan perjodohan tersebut:
Kisah cinta bersemi dan menjelang akhir liburan, kedua keluarga menyepakati untuk menjadi sebuah keluarga dengan menikahkan putra dan putrinya setelah pendidikan mereka selesai. Persiapan pernikahan dilakukan oleh pihak keluarga yang mana akan diadakan acara nikah dengan adat kultur budaya dan pesta modern yang mewah. Pada awalnya pernikahan yang diharapkan oleh mempelai pria adalah yang hikmat dan sederhana.
Hari pernikahan datang. Pagi hari acara adat dengan sembahyang, doa restu, dan janji kepada langit, bumi, leluhur, orang tua dan kerabat dekat kedua mempelai. Setelahnya acara nikah secara agama dan diakhiri dengan pesta super mewah (terbesar di kampung tersebut). Malam hari, ketika malam pertama seharusnya terjadi, Ratik merasa lelah sehingga malam yang seharusnya menjadi malam istimewa tidak terwujud.
Malam kedua, Ratik mengungkapkan rahasia yang selama ini disimpan yaitu ia sudah tidak gadis. Ratik melakukan sekali dengan sadar ketika di kampung Merika dan memberikan kegadisannya kepada sahabat karibnya yang baik dan berjasa kepadanya. Ratik berkata kepada Raka agar dirinya ikhlas dan mengerti. Karena saat ini hubungan Ratik dengan sahabatnya hanya sebatas sayang tiada rasa cinta karena cinta Ratik akan sepenuhnya diberikan hingga mati kepada Raka.
Hari ketiga di pagi hari, Raka dan Ratik berkunjung ke keluarga mempelai wanita untuk memberikan salam dan hormat. Raka membawa babi panggang kecil yang mana ekornya dirusak sebagai makna bahwa mempelai perempuan sudah tidak gadis (adat kultur). Raka pamit dan tidak kembali untuk menjemput istrinya.
Ratik menangis dan terus menangis, teriakannya tangisnya bagaikan petir yang dapat membelah gunung hingga akhirnya Ratik meninggal. Sedangkan Raka pergi bersemedi dan tidak kembali ke kampungnya karena malu. Setelah kejadian tersebut setiap kali ada pernikahan di kampung tersebut, sehari sebelumnya akan selalu terdengar suara harimau yang mengaum dan hujan lebat. Apabila calon istri tidak lagi gadis maka akan ada pohon yang terbelah karena tersambar petir. Oleh sebab itu kampung tersebut dinamakan Haripet (harimau dan petir)."Perkawinan sesungguhnya dibangun oleh moral, kejujuran dan kesetiaan. Apakah perkawinan terjadi karena ada suatu kesepakatan oleh rasa, kebaikan dan keikhlasan?"
Mohon maaf jika ada nama dan tempat yang sama. Hal diatas hanyalah sebuah cerita fiksi belaka.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi foto: http://suwondo.files.wordpress.com/2008/07/cloud-to-ground.gif
Artikel Favorit dalam 1 minggu
-
Dari waktu ke waktu, apa yang dicari dan dipertarungkan oleh manusia dalam kehidupannya ? kekayaan dalam kesuksesan dan kepuasan yang medamb...
-
" Saya menulis dengan Cahaya ", Andre Kerteze , American, 1894-1985 Sesuatu yang tidak masuk akal pada awalnya, bagaimana mungkin...
-
Tjai May On (78 th) ilmuwan pelopor Indonesia (ver Gatra 2009 ). Bapak Fisika Indonesia (ver Sukra 2009 ), Penerima penghargaan Achmad B...
-
"Jika kamu percaya akan kemampuanmu, maka kamu akan berhasil" Ini adalah sebuah pernyataan klasik yang mudah untuk dilakukan tapi ...
-
Ini bukan cerita setan tapi sebuah kenyataan. Terlebih bila anda menikahi gadis darah biru . Pada anak ketiga akan terjadi suatu hal yang sa...
-
Telah lama saya menghilang. Dan inilah momen yang terbaik saya untuk kembali ke dunia blog ini. Sebagai hadiah untuk ajang kembalinya diri s...
-
Rajamosa mengadakan sebuah syukuran kecil-kecilan. Disanalah awal pertemuan antara Pangjaya dan si gadis darah biru , Cantini. Mungkin pada ...
-
Pemimpin berkaliber “Taishang”, tak dikenal benih di dalam kalbuku. Pemimpin berkualitas menengahakrab dipuji ucap di bibir mulutku P...
