"Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi" artinya setiap manusia memiliki kedudukan yang sama. Bila berkaca dalam kehidupan bermasyarakat kedudukan yang sama mungkin hanya bisa terjadi dalam persahabatan. Itu yang sementara terpikir oleh saya.
Dalam keadaan sunyi disertai dengan hujan dan udara yang dingin, timbul keinginan mengumpulkan para sahabat untuk melihat mereka bercanda, tertawa, berbagi cerita. Tanpa disadari muncul beberapa pertanyaan bodoh seperti sejauh manakah persahabatan antara aku dengan si dia (yang berlainan gender dan tidak ada hubungan darah atau keluarga)? Sebenarnya apa statusku dibenaknya? Apakah benar aku adalah sahabat baginya? Dalam hati berkata, hubungan ini bukan sebatas teman saja khan....
Kembali ke topik. Bicara tentang status persahabatan, seringkali kita tak bisa memilah karena memang perbedaan mereka sangatlah tipis bagaikan sehelai kertas. Untuk itu saya mencoba memilahnya berdasarkan persepsi saya yang mana dibagi dalam 5 kategori yaitu rekan, kawan, teman, sahabat dan kekasih.
Status ini dapat berdiri karena adanya kewajiban, tanggung jawab, komitmen, saling menghormati dan dalam hubungan tersebut juga melihat etika dan kepribadian manusia itu sendiri. Satu hal yang membuat penasaran, dalam sebuah persahabatan status tersebut bisakan berubah, misalnya dari seorang kekasih menjadi seorang sahabat?
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo: http://www.wildland.com/trips/details/Images/anf_albatross_b.jpg
Kamis, 15 Januari 2009
Status Persahabatan
Minggu, 11 Januari 2009
Salah Asuhan
Tema dari sebuah cerita jadul yang hampir terlupakan. Iseng-iseng pada waktu senggang, saya membaca kisah ini dan takjub karena roman terbitan Balai Pustaka, karangan Abdul Muis yang terbit tahun 1928 ini menceritakan tentang masalah hidup yang masih sering terjadi hingga saat ini.
Berikut adalah ringkasan cerita yang saya persingkat:
Tokoh utama kisah ini adalah Hanapi, seseorang yang dididik secara barat baik di sekolah maupun di rumah yang mana diharapkan kelak menjadi orang pandai. Sayang pendidikannya memberikan bentuk yang salah dalam diri Hanapi yaitu menjadi kebarat-baratan dan menganggap adat timur itu jelek. Bahkan menjadikan Hanapi sering memandang rendah orang lain. Tokoh kedua Corrie du Bussee yang merupakan anak blasteran Prancis dan Indonesia. Corrie dikisahkan sebagai kawan sepermainan Hanapi yang kelak berubah menjadi orang yang dicintai.
Pada awalnya cinta Hanapi bertepuk sebelah tangan karena pengaruh masyarakat dan peranan orang tua. Dilanjutkan dengan Hanapi yang dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Alhasil kehidupan keluarga Hanapi bagaikan majikan dan pelayan rumah tangga yang menyebabkan banyak mendapat kecaman dari masyarakat.
Akibat sebuah keadaan, Hanapi harus pergi jauh dan disana ia bertemu lagi dengan Corrie. Dimulailah benih-benih cinta yang telah padam itu tumbuh. Akhirnya mereka menikah meskipun memiliki hambatan besar yaitu perbedaan bangsa. Akibatnya banyak penolakan dari masyarakat, perbedaan pendapat, pertengkaran dan fitnah.
Belum selesai kesengsaraan mereka, datang lagi pihak ke-3 yang menyebabkan hilangnya rasa percaya dan berakhir dengan sebuah perceraian. Karena perasaan api cinta tersebut masih ada maka usaha Hanapi untuk menggapai kembali masih menggelora. Tapi sayang ungkapan perasaan bahwa mereka saling mencintai tersebut tercapai ketika Corrie sekarat yang mana satu hari kemudian meninggal.
Hancur perasaan Hanapi menyebabkan ia kembali ke kampung halaman. Tapi apa daya istri terdahulunya tak mau tinggal serumah. Dengan perasan tak berguna, Hanapi meminum sublimat (racun) yang mana menyebabkan ia harus pergi dari dunia ini. Tapi sebelum mengakhiri hayatnya, Hanapi berpesan kepada ibunya agar anaknya dididik dengan sebaik-baiknya dan jangan mengikuti jejak ayahnya yang salah tersebut.
Analisa yang saya dapat dari kisah tersebut:
Jika ada kesalahan dari alur cerita mohon dimaafkan dan pandangan saya tidaklah selalu benar.
Satu lagi perasaan penasaran. Dalam masyarakat global ini apakah perkawinan masih melihat perbedaan ras, kultur, bangsa, agama, suku dan latar belakang pendidikan keluarga? Apakah cinta yang merupakan bagian dari suatu kehidupan anak manusia bisa menembus perbedaan tersebut dalam dunia nyata?
Beradaptasi adalah dasar dari kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan pribadi, keluarga dan sosial.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi: Badudu Yus, "Buku dan Pengarang", Khazanah Bahari, Bandung, 2008
Referensi photo:
http://www.bearbookstore.com/Merchant2/graphics/00000001/balai/BA0818.gif
Sabtu, 10 Januari 2009
Psikologis Percintaan Rama Shinta
Rama memiliki sosok bagaikan seorang pangeran karena memiliki ketampanan dan kecerdasan yang luar biasa. Meskipun memiliki berbagai kelebihan, Rama menjalani hidupnya dengan penuh kesederhanaan, apa adanya, dan sama rata alias tidak memandang latar belakang yang menyebabkan ia memiliki banyak sahabat.
Shinta seorang gadis yang juga merupakan bunga kampus karena cantik, cerdas, ramah dan mudah bergaul. Shinta adalah anak tunggal yang berasal dari keluarga akademis hendak melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Ketika hendak mempersiapkan diri untuk studi, ia teringat akan nasehat orang tuanya yang mengatakan sebaiknya Shinta memiliki calon pendamping terlebih dahulu karena ia akan menjadi kekuatan yang dinamis dalam hidup berkeluarga kelak.
Sebelum berlanjut dalam kisah ini, saya ingin memberitahu ini adalah cerita fiksi dan tak ada sangkut pautnya dengan cerita wayang Rama Shinta. Jadi bila ada kesamaan nama dan tempat mohon dimaafkan.
Dalam sebuah momentum yang tepat, Shinta mengundang Rama makan malam di sebuah cafe gaul. Rama yang merupakan sahabatnya menerima ajakan tersebut tanpa rasa curiga sehingga pertemuan mereka dapat berlansung.
Pada kesempatan ini Shinta datang terlebih dahulu ke tempat yang telah disepakati bersama. Hal ini dilakukan agar proses kepastian pasangan ini dapat memperoleh hasil yang maksimal. Ditunggunya Rama dan akhirnya datang juga, waktu kedatangan 10 menit lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Rama datang menggunakan baju yang longgar dan santai, dengan sepatu kulit hitam, kasual (dasar karet).
Impresi awal yang cukup menarik. Pakaian yang dikenakan menunjukan Rama sangat menghormati teman (setia kawan) dan orang lain, menghargai kesenangan individu (mengerti akan arti sebuah kehidupan), tidak suka terikat, tapi memiliki sifat keras kepala dan aneh. Sepatu menggambarkan sosok manusia yang penuh tanggung jawab, kerja keras, hidup dalam kenyataan, rasio, dan setiap langkah yang ditempuh penuh perhitungan.
Setelah Rama duduk di meja, Shinta memanggil pelayan untuk meminta daftar menu. Dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan, "Rama, kamu hendak memesan apa?" Rama menjawab satu nasi goreng dan ice lemon tea. Kemudian dilanjutkan dengan pesanan Shinta. Selama menunggu pesanan mereka berbicara aneka hal, bahkan tawa ria kadangkala bermunculan. Benar-benar bagaikan layaknya sebuah pasangan.
Impresi kedua, makanan yang dipesan menunjukan Rama adalah sosok yang sederhana, mudah bergaul di masyarakat dan tidak mau merepotkan orang lain. Dalam pembicaraan ternyata terjadi proses untuk mengetahui jati diri Rama yaitu berasal dari tatapan matanya. Pada saat berbicara mata Rama tidak melihat orang lain (tidak liar) menginformasikan bahwa Rama adalah orang yang penuh akan konsentrasi, sama rata, setia, penuh pengertian dan saling menghormati.
Pelayan datang memberikan minuman dan makanan yang dipesan. Shinta yang penasaran bertanya kepada Rama, "kamu suka cappucino? mau mencoba nihhh (gelas disodorkan)? enak lohhh?" Rama menjawab, "suka, tapi tidak terima kasih. Saya sudah ada Ice lemon tea." Input ketiga telah didapat yaitu sifat jujur, polos dan tidak ada pendustaan terhadap pasangan.
Setelah selesai makan, pelayan datang dan kembali menawarkan berbagai makanan penutup yang berupa cake. Shinta bertanya kembali kepada Rama, "Apa yang hendak kamu pilih, Rama?" dan Rama menjawab cokelat Cake. Shinta yang mendengar jawaban itu, memberikan senyum karena pilihan Rama mengandung arti cinta yang penuh rasio dan kesepakatan.
Berlanjut keadaan menunggu. Shinta bertanya dengan setengah becanda," Rama, kamu sudah punya pilihan?" Rama menjawab, "belum, saya masih butuh konsentrasi, ruang, waktu dan belajar untuk mematangkan cipta, rasa, karsa dan karya."
Meskipun penilaian terhadap Rama bisa dianggap sempurna, Shinta masih penasaran akan jati diri Rama. Ditanyalah suatu hal, "Rama, bolehkah saya tahu, umumnya nomor pin yang kamu gunakan berdasarkan apa? Nomor identitas, tanggal lahir, nomor khusus (kesenangan), nomor misterius (siapapun tidak mengetahuinya) atau nomor spontan (yang terpikir saat itu)?" Rama menjawab dengan mudah, "Hari Kemerdekaan."
Maknanya, anggap saja sebuah misteri. Kelanjutannya Shinta memegang erat Rama dan berkata "I Love U" dan Rama mencium kening Shinta dan menjawab, "Shinta, kamu adalah sahabat yang mengagumkan."
Psikologis percintaan Rama Shinta telah berakhir dan kelanjutan cerita terserah pada anda (pembaca).
Kekasih, sahabat, kawan yang mengagumkan, membanggakan, dan membahagiakan; timbul dari perasaan diri kita sendiri yang dilandasi dari kasih, cinta dan pengabdian.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo:
http://lagaligo.com/stores/images/Ramashinta.jpg
Kamis, 08 Januari 2009
From Hero to Zero
Memang benar judulnya "From Hero to Zero", bukan "From Zero to Hero". Hampir setiap kali manusia dibekali dengan tips untuk menjadi orang sukses, tapi bagaimana dengan menganalisa sebuah kegagalan.
Di tengah krisis global dunia, semakin banyak yang bangkrut dan yang sukses sekarang menjadi terengap-engap. Hal ini menjadikan jumlah orang yang stress bertambah. Saya mencoba untuk survei kepada sejumlah keluarga dan mencari solusi terbaik versi manusia yang tidak tahu akan kekejaman dunia nyata ini.
Secara umum dalam teori dikatakan uang yang diperoleh hendaknya 40% digunakan untuk keperluan, 40% investasi dan 20% ditabung. Pada kenyataan yang digunakan untuk keperluan diatas 80%. Dalam dunia nyata, seringkali biaya pengeluaran untuk keperluan rumah tangga diberikan kepada istri. Hal ini dikarenakan suami sudah sibuk akan kepentingannya sendiri.
Hasil penelitian:
Suami biasanya mengkalkulasi biaya untuk keperluan rumah tangga untuk satu tahun ke depan. Setelah selesai diberikan dana tersebut kepada istri. Hasilnya pengeluaran pertahun untuk keperluan tersebut meningkat 30-50%. Tahun selanjutnya dana yang diberikan dinaikan 30% dari tahun sebelumnya. Ternyata hasilnya kembali meleset dan perlu tambahan 30% dari dana yang diberikan pada tahun tersebut. Selidik-selidik, ternyata dana yang diberikan umumnya habis pada bulan ke-8. Kenapa hal ini bisa terjadi? Ternyata manusia yang tidak tahu sulitnya mencari uang, pada umumnya beranggapan bahwa uang itu mudah untuk didapatkan karena anugrah dan rejeki; dan parahnya tidak dapat melihat uang yang menganggur. Jadi digunakanlah uang tersebut untuk kemudahan dan keperluan seperti hunting barang mahal harga murah di shopping mall. Percaya atau tidak terserah anda karena hasil survei didapatkan bahwa uang yang ada telah selesai terpakai pada bulan ke-2.
Solusi ekstrim, apakah sebaiknya dana keperluan rumah tangga diberikan per-bulan saja atau per-minggu saja. Tampak seperti gajian pekerja saja. Hihihi
Jadi apakah harus mencari pasangan yang merupakan seorang karakter pekerja? Saya tak berani karena diri tak punya hak untuk mencampuri. Hal pasti, jika anda adalah seorang pekerja demi uang harus termotivasi menjadi pembuat lahan uang karena tuntutan. Bila anda pengguna uang maka ubahlah menjadi penjaga dan pengatur keuangan di keluarga atau menjadikan uang tersebut sebagai penghasil padat karya untuk membangun ekonomi sosial yang nyata. Hal lainnya yaitu memiliki rasa prihatin dan tanggung jawab dalam kebersamaan.
Bicara memang mudah, tapi melakukannya sulit. Sama halnya "From Hero to Zero" itu mudah, tapi "From Hero still become Hero" itu sulit.
Sebelumnya, dalam hasil survei saya juga menemukan seorang istri yang sederhana tapi ia berhasil mengubah uang yang seharusnya kurang pada umumnya menjadikan lebih daripada yang seharusnya.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi photo:
http://girlfriendsgetaway.files.wordpress.com/2007/11/shoe-shopping-gals.jpg
Senin, 05 Januari 2009
Istana Buitenzorg Bogor
Tampak dari kejauhan sebuah bangunan satu tingkat dengan arsitektur Eropa abad IX dengan taman yang luas nan indah dan ratusan ekor rusa yang induknya didatangkan lansung dari Nepal dan India. Itulah istana tanpa kekhawatiran atau masalah atau kesulitan yang lebih dikenal dengan Buitenzorg atau Sans Souci.
Istana yang tampak di kaki gunung Salak merupakan istana yang dibangun untuk ke-2 kalinya dengan gaya yang berbeda dengan istana yang pertama. Hal ini dikarenakan gempa bumi yang dashyat akibat letusan gunung Salak. Tapi tiada salah sedikit menilik ke belakang, awal kisah istana ini.
Diawali dengan sebuah keinginan, layaknya orang kaya di Jakarta, mencari sebuah tempat peristirahatan yang sejuk, damai, tentram. Pada tanggal 10 Agustus 1744, orang-orang Belanda yang dipimpin oleh seorang Gubenur Jendral G.W. Baron Van Imhoff melakukan pencarian dan ditemukanlah sebuah kampung kecil yang damai dan strategis. Kampung dengan nama Kampong Baroe merupakan sebuah kampung yang merupakan wilayah bekas kerajaan Pajajaran di hulu Batavia.
Bukan basa-basi, 1 tahun kemudian Gubenur Jendral Van Imhoff membangun pesanggrahan Buitenzorg yang mana sketsanya mencontoh arsitektur Blenheim Palace, kediaman Duke of Malborough (nenek moyang Diana, Putri Wales) dekat kota Oxford di Inggris. Sedih, belum lama berselang pesanggrahan ini mengalami kerusakan berat akibat serangan oleh rakyat Banten yang tidak suka terhadap kompeni. Perang yang lama (1750-1754) dan dipimpin oleh Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang ini dikenal dengan perang Banten. Hal ini memaksa Gubenur Jenderal Jacob Mossel memperbaiki kembali pesanggrahan ini dengan mempertahankan bentuknya yang merupakan replika bangunan di Inggris tersebut.
Perjalanan bangunan pertama ini belumlah selesai melainkan perjalanan peralihan dari persanggrahan menjelma menjadi sebuah istana barulah dimulai. Gubenur Jenderal Willen Daendels (1808-1811) memperluas bangunan dengan menambah bangunan di sebelah kiri dan kanan, serta menjadikan bangunan bertingkat dua. Masa Inggris berkuasa, wakil gubenur Jendral Stamford Rafless menata ulang kebun halaman yang menjadikan taman model Inggris. Ketika Belanda kembali berkuasa, Gubenur Jenderal Baron van der Capellen (1817-1826) membangun menara di tengah-tengah gedung induk dan taman model Inggris dijadikan sebuah kebun percobaan untuk penyelidikan tanaman tropis. Kebun percobaan ini pada tanggal 18 Mei 1817 diremsikan menjadi Kebun Raya yang mana pendirinya adalah Prof. C. G. C Reinwardt. Kebun Raya ini kemudian dikenal dengan Kebun Raya Bogor.
Tapi apa daya pada tanggal 10 Oktober 1834, kemalangan akibat faktor alam tak terelakan. Bangunan replika Blenheim Palace telah menjadi bagian dari sejarah dan sekarang lembaran baru untuk sebuah bangunan yang didirikan pada tahun 1850 yaitu masa Gubenur Jenderal Duy Mayer van Twist..jpg)
Fungsi Istana Buitenzorg sebagai kediaman resmi para gubenur jenderal Belanda sejak 1870 haruslah berakhir pada tahun 1942 yaitu pada masa Tjandra van Starkenborg Stachourwer. Istana ini terpaksa diserahkan kepada Jenderal Inamura sebagai akibat pendudukan Jepang di Indonesia. Kisah perpindahan tangan terus berlanjut. Usai Perang Dunia II, 200 pemuda Indonesia yang terkabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) menduduki istana Buitenzorg dan mengibarkan mendera merah putih. Tak lama berselang, mereka diserbu tentara Gurkha. 31 Desember 1949, akhirnya istana Buitenzorg ini diserahkan oleh Belanda kepada Indonesia.
Januari 1950, Istana ini mulai dipergunakan Indonesia dan nama instana kepresidenan Bogor mulai dipergunakan. Saat inilah istana Bogor resmi menjadi satu dari enam Istana Presiden. Istana Bogor ini dipergunakan untuk acara-acara kenegaraan yang kerap didatangi oleh tamu penting dari dalam maupun luar negeri. Bukti nyatanya adalah pernah terjadi panca negara pada 28-29 Desember 1954 yang merupakan lanjutan di Colombo sebagai persiapkan Konferensi Asia Afrika di Bandung 1955, Pertemuan APEC pada 15 November 1994, dan masih banyak lainnya.
Istana Bogor atau Istana Butenzorg ini menyimpan berbagai karya seni yang tak ternilai harganya seperti karya pelukis Indonesia Basuki Abdullah dan masih banyak lagi. Keindahan karya seni tak hanya ada di dalam istana karena di halamanpun terdapat karya seni seperti patung Si Denok karya Trubus, "The Hand of God". Bangga rasanya memiliki istana itu di Indonesia.
Sebuah rasa kebanggaan dimulai dari sebuah rasa memiliki.
Catatan. Rusa yang didatangkan dari India dan Nepal adalah rusa Chital (Axis Asis), tapi bila diperhatikan bahwa sebagian dari rusa seperti rusa Sika (Cervus Nippon) dari Timur Laut China yang diceritakan didatangkan pada masa pemerintahan Soekarno. Membedakan kedua jenis ini yaitu tanduknya. Chital memiliki tanduk yang menjulang tinggi dan Sika memiliki tanduk yang rendah dan sedikit bulat. Untuk kepastian datang dan buktikan sendiri saja yah...
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi:
http://liburan.info/content/view/643/43/lang,indonesian/
http://www.presidensby.info/istana/index.php/statik/sejarah/bogor.html
Jumat, 02 Januari 2009
Setangkai Bunga Mawar
Saya pernah ingat sebuah artikel yang menceritakan wanita menyukai pria playboy. Aneh tapi itulah kenyataan karena bagi para wanita, pria playboy bukanlah pria kesepian yang kerjanya main playstasion, komputer dan cari pasangan lewat friendster atau facebook (yang lagi heboh saat ini). Kelebihan dan dasar kunci pria playboy adalah tahu apa yang diinginkan oleh kaum wanita.
Saat ini saya ingin belajar apa sih yang disukai wanita. Banyak cerita menyatakan bahwa wanita pasti "klepek-klepek" ketika diberikan bunga (dalam arti sesungguhnya) dari zaman dahulu hingga sekarang. Penasaran, saya mencoba mencari makna dari sebuah bunga khususnya bunga mawar. Pilihan jatuh ke bunga mawar karena bunga ini adalah bunga universal dan ternyata banyak jenisnya, padahal saya sukanya bunga matahari. Pada akhirnya, jawaban dari misteri setangkai bunga mawar berhasil ditemukan.
Bunga mawar berarti cinta romantis yang mendalam dan dilandasi oleh kasih, kebijakan, kecerdasan dan persahabatan sehingga dijuluki sebagai malaikat keindahan. Jadi mengerti khan kenapa kalimat,"saya memberikan ia setangkai bunga mawar", sudah dapat memberikan sensasi dalam dunia khayalan.
Sebagai pelengkap, saya ingin berbagi sedikit tentang simbol warna bunga mawar:
Makna bunga mawar diatas begitu indah, tapi hati-hatilah karena jika dianalisa dari goresan aksara huruf Han China, mawar yang dipanggil dengan mei gui, merupakan sebuah rangkaian yang saya asumsikan sebagai sang pangeran yang menjadi sasaran hantu penggoda. Hihihi.
Masih belum terselesaikan teka-teki setangkai bunga mawar yaitu mengapa dirinya begitu istimewa? Jawaban para ahli, sesungguhnya mawar tidak hanyalah sebagai tanaman hias yang indah dan harum tapi juga sebagai bahan untuk mestimulasi hormon endokrin tubuh; simplesia obat dikarenakan mawar mengandung vitamin A, B dan C yang tinggi dan memiliki khasiat untuk gastritis dan hepatitis kronis; kesehatan dan keindahan tubuh bagi kaum hawa.
begitu indah, mempesona, dan berarti;
tapi dirimu begitu banyak duri
yang membuat terluka.
Apakah cinta ini senilai
setangkai bunga mawar.
Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi:
http://www.theflowerexpert.com/content/aboutflowers/flowermeanings/rose-flower-meanings
Referensi photo:
http://farm1.static.flickr.com/43/105506218_3724c84205.jpg
Artikel Favorit dalam 1 minggu
-
Pertalian sahabat dengan keluarga Kurniawan dijembatani oleh hubungan erat antara Ayah dengan keluarga besar Kurniawan asal Semarang pada ta...
-
Pada tahun 1977 Universitas Indonesia (UI) mendirikan program studi Pasca Sarjana Opto-Elektroteknika dan Aplikasi Laser (OEAL). Ditahun 198...
-
Hadiah Nobel dianug e rahkan setiap tahun sejak tahun 1901 dan terbagi dalam 5 bidang . P ada tahun 1969 ditambah bidang sosial ekonomi ...
-
INTERNATIONAL PUBLICATION Ali Khumaeni, Zener Sukra Lie , Yong Inn Lee, Kazuyoshi Kurihara, Koo Hendrik Kurniawan, Ken-ichi Fukum...
-
My life become beautiful having you all ( my friends ) who always support and stand beside me. So, I wanna say many thanks to you today, i...
-
Diatas pintu masuk rumah kediaman sahabat Jepang ku, terdapat sebuah cermin kecil yang berhuruf “Yi Shan” ,kiranya mempunyai makna sebagai b...
-
Telah lama saya menghilang. Dan inilah momen yang terbaik saya untuk kembali ke dunia blog ini. Sebagai hadiah untuk ajang kembalinya diri s...
-
" Aku adalah aku" mungkin telah sering didengar tetapi "aku dan aku". Pekerjaan telah selesai dan malampun telah tiba. ...





