Aku (Ero) lahir dan besar di Indonesia. Lalu, mengapa aku harus bangga sebagai keturunan China? Dan mengapa orang tuaku selalu mengatakan aku harus tahu cerita sejarah dan karakter leluhurku?
Ceritanya selalu dimulai dengan:
Bangsa China adalah bangsa besar dan terdiri dari 6 suku etnik besar (56 etnik) yang dalam evolusi kulturalisasinya menjalani berbagai macam proses seperti konflik. Pada akhirnya terjadi pernyatuan yang kemudian dikenal dengan Chinese "Hanlisasi". Ke-6 suku etnik tersebut adalah Han(Chinese), Man (Tunguse), Meng (Monggol), Hui(Turk), Zang(Tibetan) dan Miao(Indo Cina). Persilangan antar suku etnik menyebabkan suku Han murni hanya tinggal sub etniknya saja yaitu Kejia yang memiliki keturunan biologis DNA orang Zhongyuan (Huaxia).
Keturunan ini dalam beberapa periode, sering kali berpindah tempat atau yang dikenal dengan hijrah sehingga keturunan ini tersebar di 16 propinsi dan bertebaran di +80 negara didunia yang dijuluki etnik Chinese Yahudi.
Perjalanan sejarah Hanlisasi terjadi dalam 4 periode yaitu Dinasti Zhou Qin (+400SM ~ +200SM), Sui Tang (+600M ~ +800M), Song Yuan (+1100M ~ +1200M), Man Qing (+1600M ~ +1800M).
Lanjut, mengapa kamu harus bangga menjadi keturunan Han yaitu karena memiliki karakter yang baik alias menjadikan dirimu bibit ungul. Karakter tersebut antara lain patuh ketakdiran Tuhan, hormat leluhur dan orang tua, menabung kekayaan dan keuntungan, mempioritaskan figur kesipilan dari pada kemeliteran, mengutamakan keseremonian dengan bahasa yang halus, penuh rasa harga diri dan rendah hati.
Jadi kamu tahu khan perbedaan antara orang China dan orang India dalam kehidupan Budaya Timur. Orang China pemikirannya mengutamakan realitas, politik dan ekonomi; mengfokuskan kehidupan duniawi dan tidak peduli akan dunia lain. Orang India pemikirannya mengutamakan idealis, spiritual dan falsafah, yang pada akhirnya mengfokuskan kehidupan akhirat tanpa mempedulikan kemiskinan dan kelaparan.
Walau diceritakan oleh orang tua seperti itu, aku tetap biasa saja. Justru makin bangga telah menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Karena sejak awal abad 21, China telah terjadi perubahan mendasar dalam karakter orang karena keterbukaan akan pengaruh asing yang dikatakan sebagai proses perpaduan transisi dengan pemikiran refomasi dan globalisasi. Tapi menurut pandangan saya justru mengarah ke kapitalisme yang menakutkan menuju negara super power Berbahagilah aku karena proses ini tidak terlalu mempengaruhi komunitas Tionghoa lokal di negara Asia Tenggara khususnya Indonesia Pesisir yang mana masih memiliki karakter dasar yaitu rajin, ulet, tekun, sederhana, cekatan, tahan banting ,tercepayaan dan pandai mengelola keuangan.
Meskipun bangga tapi sering sedih juga. Hal ini karena sering kali adanya pandangan bahwa kaum pedagang dan wirausaha Tionghoa disamakan dengan kaum perampok yang terselubung dan secara fisik menguasai kekayaan bangsa Indonesia.
Bicara dengan kerja sama perdagangan Indonesia dengan China ACFTA (Asean Chinese Free Trade Agreement ), apakah negara ini sudah siap?
Lupakan hal yang diatas yang terpenting adalah jangan terpengaruh oleh provokator politik yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan merusak hubungan dan tatanan politik sosial ekonomi bangsa Asia Tenggara terutama Negara Indonesia dengan isu “Sara". Bersama antara etnik local dan kaum Suku Tionghoa (peranakan Tionghoa) bagian dari anak bangsa pasti akan menjadi Negara dan Bangsa yang kuat dan maju.
Di samping itu JiRoLu juga percaya bahwa Pemimpin negeri ini pasti sangat mengenal kelebihan dan kekurangan dari karakter bangsa ,suku dan diri sendiri. Dan pengetahuan ini digunakan dalam menuju proses belajar ,berkembang dan membangun citra bangsa dan negaranya.
Enjoy, peace and love from Sukra
Selasa, 09 Maret 2010
Aku, Keturunan China (Part 3)
Sabtu, 06 Maret 2010
Modern Tapi Medok Jawa (Part 2)
Lohhh... Kok gitu sih? Jawab Aji.
Pertama, dirimu pasti marah jika aku (Ilu) bilang anak kampung masuk kota. Karena pada kenyataan dirimu lahir di kota, besar di kota dan sikapmu khan tidak kampungan alias modern. Apalagi dengan pakaianmu yang keren, tapi pada kenyataan sifat dan pandangan Jawamu masih ada walau tidak terlalu nampak.
Tunggu... Aku masih tidak mengerti dengan pernyataanmu "modern tapi medok Jawa?"
Duh, udah sekolah tinggi-tinggi tetap saja tidak mengenal siapa diri kamu sendiri. Pandanganmu yang secara tidak lansung menunjukan: alam semesta terbentuk beserta dengan isinya, sehingga patuh akan petunjuk dari Tuhan, berjalan untuk mencapai kesejahteraan, memiliki arah tujuan dan tak lupa bersembahyang. Dalam kehidupan kamu selalu mengikuti kaidah kerukunan, kesungkanan, keselarasan, kepanutan dan kesakralan. Dan memiliki sifat sabar, percaya, setia, mengalah dan berbudi luhur. Artinya kamu itu memiliki karakter taat dan tabah tapi disamping itu kamu dibayangi akan rasa takut, malu dan sungkan.
Karena aku berharap semua sahabat menjadi orang besar, maka saya akan membuka wejangan yang dimiliki orang Jawa untuk para pemimpin. Wejangan dasar kepemimpinan yaitu ketuhanan, kekayaan, kedudukan, keilmuan dan kerakyatan. Watak pemimpin disimbolkan dengan terang matahari, sinar rembulan, cahaya bintang, hembus angin, mendung awan, bara api, luas samudra, sejahtera dunia. Dengan kejatian yang harus tertanam dalam diri manusia yaitu kebajikan, kebijakan, kejujuran, kepatuhan, keadilan, kebenaran, ,keberanian, kemusyawarahan, dan kesempurnaan.
Intinya, dalam kehidupan manusia memiliki hubungan dengan alam, jiwa dan sosial. Hubungan alam berarti segala sesuatu timbul karena kondisi alam semesta serta isinya saling bergantungan. Hubungan jiwa merujuk kepada rasa kemanusiaan, kebangsaan dan kekeluargaan. Hubungan sosial artinya hubungan manusia dengan keluarga, kelompok , daerah,dan leluhurnya.
Mengerti tidak? Jadi.... jika ingin menjadi tokoh panutan bangsa haruslah mempunyai reputasi, kredibilitas, integritas dan bertanggung jawab atas ucapan dan tindakannya. Tentu dalam era globalisasi modern ini, tetap harus memiliki rasa nasionalis, demokratis dan profesionalis yang bertujuan membangun masa depan Negara dan kehidupan manusia dimuka bumi ini.
Bingung? Kalau bingung sudah lupakan saja. Sama halnya dengan saya. bingung dengan cerita politik di Indonesia. Semuanya aneh dan tidak tahu mana yang benar, bijak atau licik, munafik. Hanya bisa berekspresi tanpa memberikan penjelasan dan solusi untuk melangkah kedepan .
Tidak ada lagi yang namanya demokrasi berbudaya dan beradab yang menjadi kunci pranata sosial untuk masa depan bangsa dan Negara di era globalisasi.
Setidaknya hal ini tidak berlaku pada dirimu Aji. Manusia modern tapi medok Jawa. Alias ramah ,sopan, senyum ,dan suka gotong royong .
Maaf jika terbawa emosi.
Enjoy, peace and love from Sukra
referensi foto: http://anggatoji.files.wordpress.com/2008/11/wayang-kulit24.jpg
Rabu, 03 Maret 2010
Kearifan Ajaran Klasik (part 1)
Semakin hari, berita tentang Indonesia semakin menyerupai sinetron. Apakah mungkin Indonesia bisa seperti Jepang, meskipun kalah perang pada tahun 1945 saat ini menjadi salah satu negara maju di dunia. (Keluh Ero)
Kenapa tidak mungkin, semua itu mungkin lagi. Asalkan, semua manusia mau belajar dari sejarah, siap bangkit dari kekalahan dan keterpurukan serta membangun karakter bangsa yang tabah, tegar dan tangguh. Tak lupa, hal tersebut harus dilakukan dengan sepenuh hati jangan setengah-setengah, sebab jika tidak maka kita akan tersesat dalam kebelengguan. Menginggatkan aku (Ilu) akan sosok samurai Jepang yang bernama Miyamoto Musashi (1584-1645).
Mungkin hal-hal yang harus ditanamkan kearifan dalam diri manusia adalah
Tunggu dulu sepertinya saya (Aji) pernah ingat akan kearifan yang barusan kamu sebut Ilu. Dari yang pertama, Fo jia (Gautama), Dao jia (Lao zi), Ru jia (Kong zi), Mo jia (Mo zi), Yi jia (Yi jing), Ming Jia (Logika), Fa Jia (Legalis), Bing Jia (militer), Zhong Heng (Strategi), Yi Jia (kesehatan), Yin Yang (Yin Yang), Nong Jia (pertanian).
Tapi Ilu......Manusia itu khan penuh akan kebohongan, kesombongan, kemunafikan yang merupakan akibat dari kultur budaya feodalis dan kolonial yang mengakar sangat kuat tentang kehargadiriannya dimana terkandung didalamnya yaitu ketenaran, kekayaan dan kekuasaan.
Benar yang kamu sebut Aji. Jadi balik pada kesadaran masing-masing setiap manusia. Manusia yang mengabaikan atau tidak mau belajar dari sejarah dan budaya bangsanya maka akan menjadi tokoh tontonan dengan prilaku karakter yang menjenuhkan, menjijikan dan menjengkelkan dalam pentas masyarakat dan politik. Tentu berimplikasi dengan keburukan, kemuduran, dan kejanggalan dalam kehidupan keradaban berdemokrasi Negara dan bangsanya sendiri. Jawab Ilu.
Tiba-tiba Ero celetuk. Nah... itu dia, mengapa saya bilang berita Indonesia sudah seperti sinetron saja.
Konsep pembelajaran pemahaman,pepaduan menjadi dasar pemikiran demokratis yang pluralis dalam evolusi sejarah budaya sebuah bangsa dan negara menuju kemajuan tahap lanjut yang pasti.
Enjoy, peace and love from Sukra.
referensi foto: http://dorukakan.files.wordpress.com/2009/01/kuniyoshi-miyamoto_musashi_killing_a_giant_nue.jpg
Minggu, 14 Februari 2010
Imlek di Hari Valentine 2010
Tok...tok...tok... Ero bangun...bangun...(dengan nada terburu-buru)
Apa sihhh... dibukanya pintu dan surpriseee.... Gong Xi Fat Cai dari kami berdua (Aji dan Ilu) dan happy valentine. Btw tadi ada gadis cantik memberikan kamu bunga dan cokelat. Cie cie cie.
Dasar kalian, jelas-jelas aku belum punya pacar dan sibuk cari uang bagaimana bisa ada penggemar. Btw, terima kasih dan Gongxi Xinnian,Wanshi Ruyi juga. Jika kalian tidak memberi ucapan, lupa aku hari ini adalah hari raya imlek serta hari valentine. Hihihi...
Btw any-way. Kok Ero bisa lupa bahwa hari ini tahun baru imlek, terus kenapa balasnya dengan Gongxi Xinnian, Wanshi Ruyi bukan Gong Xi Fat Cai, dan terakhir kenapa kedua tangan dikepal bukannya jabat tangan saja?
Aku (Ero) lupa karena sibuk mencari uang demi semangkok nasi dan segemgam intan. Kedua, karena tidak tertulis pada kalender. Maklum bukan made in Indonesia. Dan memang kenyataan bahwa istilah tahun baru imlek 2561, hanya tercantum di kalender salinan buatan Indonesia . Hal tersebut terjadi karena rekayasa persepsi oleh para tokoh politik dan unsur agama yang terselubung di zaman orde baru dan zaman reformasi yang kemudian manjadi hal baku dalam pembenaran saat ini.
“Gong xi fa cai” adalah ucapan yang sangat popular di kalangan perantau Tionghoa, serta pedagang pesisir di pantai selatan China dan Hongkong Macao yang umumnya berdialek Guangfu. Ucapan mulai dipergunakan sejak perang candu berakhir pada tahun 1840 karena dibukanya pintu perdagangan antara China dan asing oleh kaum Birokrasi dan kaum elit kapitalis pedagang China. Jada pada hari raya musim semi, mereka akan berkunjung kepada bos asing dan mengucapkan “Gongxi fa cai”, yang artinya semoga bos selamat kaya berjaya dan bisa kerja sama sehingga bisa menghasilkan keuntungkan dan langgeng. Padahal di balik itu semua, ada unsur persepsi “menjilat atasan”. Jadi untuk saya lebih memilih mengucapkan ”Gongxi Xinnian, Wanshi Ruyi” atau “Xin Chun Gongxi Tian Fu Tian Shou. “ yang merupakan ucapan lazim bagi kaum masyarakat kurtur tani.
kedua tangan dikepal dijadikan satu bermakna bahwa kita semua adalah saudara, saling mendukung, dan berdampingan dalam sebuah kesatuan. Sedangkan jabat tangan bermakna apa kabar atau juga sering digunakan sebagai pernyataan setuju atau berkawan.
Oyah, tahun 2010 ini dikenal sabagai tahun macan logam yang berarti juga tahun macan raja, macan gunung,dll. Tapi saya medengar kabar bahwa banyak angpao (amplop merah) gambarnya macan berlipstik. Waduhhh... ini bisa berarti tahun ini akan banyak terjadi debat kusir dan tak berujung tanpa solusi. semoga saja tidak...
Ada seseorang di Indonesia yang pandai memprediksi karena ia selalu menilik situasi dan kondisi akan keadaan alam dan negara. Kemudian menggunakan metode Yi Jing dengan dasar kunci. Prediksi tahun ini ia menggunakan Tahun kerbau sebagai acuan prediksi hasil akhir atau kesimpulan dan Tahun macan sebagai acuan prediksi awal program kedepan dalam perhitungan sirkul 12 tahunan. Ia mengatakan
Tahun kerbau tanah (2009) adalah heksagram 64 menjadi heksagram 18 artinya ada 3 poros kekuatan yang terkurung dalam persepsi penyesatan pengkamuflasean dan pembohongan yang akumulatif kolektif, terjurmusnya pembodohan dan pelapukan karakter dan persatuan bangsa.
Tahun macan logam (2010 )adalah heksagram 59 menjadi heksagram 21 artinya kita menghadapi situasi kondisi debat kusir yang kepanjangan, samar , dan nyamar bagaikan angin dan air berhembus dan mengalir tanpa arah untuk sebuah pembenaran persepsi dalam kebijakan dan keadilan. Sehingga rencana utama untuk pembangunan Negara yang sejahtera terbengkalai.
Sebaiknya kita janganlah berburuk sangka, tapi sesuatu rekayasa persepsi dalam perjalan waktu akan menjadi pembenaran yang lazim bukan kebenaran seutuhnya. Jadi berhati-hatilah dan lakukan yang terbaik untuk segala sesuatunya.
Oyah Imlek dan valentine ini, kalian ingin melakukan apa dan bersama siapa?
Jawab Aji dan Ilu, "Ada ajah " :p
Enjoy, peace and love from Sukra
Rabu, 10 Februari 2010
Melihat Hari Esok
Arrrggg.... Stress... Bagaimana nasibku (Aji) esok? Kamu (Ilu), bisa tidak diam dulu!!! Makin pusing aku mendengar puisimu. Makin hari, bukannya semakin mudah malah sebaliknya semakin tertekan jiwa ini. Andai aku bisa melihat apa yang terjadi esok, pasti aku akan lebih tenang saat ini.
Melihat Aji yang stress, Ilu mulai aksi jailnya. Aji, kamu tahu hal pasti yang akan terjadi esok?
Benar itu apa yang dikatakan Ilu, ujar Ero. Dan kamu (Aji) tahu, bahwa kedinamisan kehidupan manusia dilandasi oleh 3 pilar yaitu:
(Ilu melanjutkan) Jadi, semuanya kembali kepada dirimu sendiri yaitu pembelajaran dalam proses pendidikan dan pengenalan karakter. Pembelajaran dalam proses pendidikan terdiri dari pendidikan keluarga, akademik, sosial, dan spiritual. Sedangkan pengenalan karakter yaitu pengenalan jati diri, yang kemudian sadar akan siapa diri aku, apa posisi aku ,tanggung jawab dan kemandirian aku.
Oke, sekarang bagaimana prediksi kita menjadi kepastian akurat yang dinamis:
Susah amat sih, potong Ero. Intinya "In God we trust, in God we do". Percaya dan bijak dalam tindak perubahan yang mana terdiri 3 pilar yaitu tahta, harta dan wanita. Ketiga hal tersebut adalah jawaban untuk kesuksesan hidup. Tahta berarti memimpin dalam kekuasaan dengan bajik dan berwibawa. Harta berarti mengelola keuangan secara bijak. Wanita berarti membina keluarga secara bestari patuh.
Apaan sih kalian ini!!!! Teriak Aji.... Keluar, keluar, keluar...
Bagaikan angin meniup di atas air
Keadilan kepanutan hanya gigit jari
Pecah, bercak, darah dan luka
bibir, jari, jantung dan hati
Perahu berlayar dihembus angin badai
memohon kepada dewa dan leluhur
berpadu hati demi keselamatan
mimpi terdampar ditepi pantai
Ero jalan sambil mengucapkan: jangan lupa sebentar lagi valentine day dan imlek (tahun macam logam) Tahun yang penuh samar, nyamar, semar, nyedar yang berarti menyebar tanpa nyana, nyata, bijak dan pasti.
Kaburrrr..... (karena Aji siap-siap melempar sepatu)
Enjoy, peace and love from Sukra
Sabtu, 06 Februari 2010
Legenda Buah Naga
Kamar berantakan layaknya kapal pecah, jadi saatnya untuk merapihkan rumah. Heiii, Kardus apa itu? Rasa penasaran membawa Ilu ke kardus yang ada di sudut ruangan dan telah ditutupi oleh jaring laba-laba. Dibukanya pelan-pelan, ternyata kardus tersebut berisi peninggalan dan catatan kakeknya (Pitung) yang sangat suka berpetualangan.
Dibacanya catatan tersebut, pada salah satu bagiannya ada cerita tentang legenda buah naga.
Bermula dari perjalanan bersama temannya (Panji, Petrok) menuju kota Cactus. Sesampai di kota tersebut mereka beristirahat di sebuah cafe untuk minum kopi (maklum tidak ada namanya warung kopi). Ketika bersantai, tiba-tiba terjadi kegaduhan. Panik dan bingung ada apa gerangan, kemudian mereka bertanya kepada pelayan cafe tersebut.
Raja kami yang bernama Hylocereus Undatus atau yang dikenal dengan sword flower mengeluarkan sayembara barang siapa yang bisa siang hari menjadi malam hari akan diberikan hadiah yang luar biasa. Seketika, ketiga sahabat ini mengeritkan kepala, apa maksud dari raja untuk mengubah siang menjadi malam.
Pelayan melanjutkan, menurut kepercayaan dan data kesehatan biologis, raja memiliki keperkasaan di siang hari sedangkan istrinya, Cereus Oxypetalus atau ratu Wijaya Kusuma memiliki keistimewaan ketika cahaya matahari tidak menampakan diri, sehingga istri raja tersebut diberi gelar midnight flower. Keistimewaan yang hanya berlansung selama 4 jam dan sukar untuk dilupakan orang yaitu wangi, segar yang muncul dari tubuhnya dan tampak putih serta anggun bagai bidadari yang turun dari kayangan. Kemudian menurut orang pintar untuk menghasilkan keturunan yang luar biasa, raja dan ratu harus bertemu dan bersatu di kondisi puncak mereka. Tapi sayang hingga saat ini belum ada cara yang berhasil.
Panji lansung menyeletuk, bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Tak mungkin itu, sambil tertawa. Petrok yang tergiur akan hadiah, lansung berkata jangan bilang itu tidak mungkin. Pikirkan terlebih dahulu baru bicara. Pitung juga angkat bicara, benar jangan bilang tidak mungkin. Aku (Pitung) akan memikirkan caranya, dan kamu Panji pikirkan bagaimana merealisasikan pikiranku dan Petrok tolong penuhi segala kebutuhan yang dibutuhkan.
Setelah sepekan, apa yang dipikirkan Pitung terealisasi dan saatnya sekarang kita menghadap ke raja. Kami (Pitung, Panji dan Petrok) tidak dapat mengubah siang menjadi malam, tapi kami akan berusaha dengan kemampuan yang diberikan oleh eyang kami Sukra yaitu "Kalacakra (roda waktu)Terapi" (yang sebenarnya hanya nama buatan biar tampak keren) akan membantu ratu Cereus Oxypetalus mencapai keadaan puncaknya di siang hari. Raja yang merasa tidak yakin mengijinkan mereka mempersiapkan diri.
Mereka mempersiapkan sebuah kamar yang dapat dikontrol pencahayaan serta suhu udaranya. Sehingga siang hari terasa bagaikan malam hari dan begitu pula sebaliknya. Cereus Oxypetalus dipersilahkan berada di ruangan tersebut selama 7 hari 7 malam dan hasilnya ratu tersebut dapat mencapai keadaan puncaknya pada siang hari. Raja begitu senang karena dapat bertemu dan bersatu dalam keadaan puncak mereka.
Akhirnya raja memiliki keturunan dan diberi nama Hylocereus Undulatus yang merupakan nama lain dari pangeran naga. Selain disebut pangeran naga, juga disebut dengan Pitaya si Buah Dewa berbunga putih. Untuk suku Maya dan Inka disebut sebagai Buah anugrah yang diperuntukkan kepada dewa suci dan merupakan simbol kebijaksanaan.
Suatu yang membanggakan bagi si Pitung dan kawan-kawan karena berhasil akan sayembara tersebut. Tapi satu hal yang membuat Panji bingung mengapa hal tersebut berhasil. Pitung menjawab waktu dan ruang akan menentukan perilaku dan karakter seseorang. Sehingga kita perlu menentukan dan menyesuai apa yang terbaik untuk menghasilkan yang terbaik.
Btw, cerita diatas hanyalah cerita fiksi. Hanya ingin mencoba menyampaikan kisah buah Naga (Hylocereus Undulatus) dari suku Cactaceae dengan versi yang berbeda. Semoga berkenan.Enjoy, peace and love from Sukra.
Referensi foto:
http://www.imacollector.com/nb-cereus/151.jpg
http://content8.clipmarks.com/blog_cache/www.guardian.co.uk/img/DCC4A811-508C-43A4-B7E0-6A9BCFA8451D
Artikel Favorit dalam 1 minggu
-
Satu lagi yaitu bisikan batu jade yang mana menunjukan keperkasaan dan keajaiban sejarah budaya China. Aneh tapi memang seperti itu kenyataa...
-
Manusia berakhlak sejati Menyembunyikan keakhlakannya Manusia berakhlak palsu Memamerkan gaya keakhlakannya Manusia berbajik sejati Tidak m...
-
Lohhh... Kok gitu sih? Jawab Aji . Pertama, dirimu pasti marah jika aku (Ilu) bilang anak kampung masuk kota. Karena pada kenyataan dirimu l...
-
Aku (Ero) lahir dan besar di Indonesia. Lalu, mengapa aku harus bangga sebagai keturunan China ? Dan mengapa orang tuaku selalu mengatakan a...
-
Di sebuah desa ada seorang ayah (Edmonbowo) yang bekerja banting tulang hanya untuk menghidupi seluruh keluarganya. Dengan keteguhan, kesaba...
-
Tok...tok...tok... Ero bangun...bangun...(dengan nada terburu-buru) Apa sihhh... dibukanya pintu dan surpriseee.... Gong Xi Fat Cai dari ka...
-
Ada pertemuan akbar yang akan dilakukan oleh para keturunan Maharesi Rama Panguna di kawasan “Atlantis Dwipa”. Pertemuan ini diceritakan ada...
-
Semakin hari , berita tentang Indonesia semakin menyerupai sinetron. Apakah mungkin Indonesia bisa seperti Jepang, meskipun kalah perang pad...





